Sabtu, 03 Februari 2018

Meninggalkan Comfort Zone? Kenapa Tidak?


Akhirnya setelah 11 tahun saya bekerja di tabloid Bintang Home dan majalah Home Living salah satu media milik Ciputra Group dan Tempo Media saya memilih untuk mengajukan resign pada tanggal 15 Januari 2018 kemarin yang sebenarnya niatan ini sudah saya ingin ambil setahun lalu. Dengan berbagai pertimbangan dan dukungan dari teman-teman saya yang alhamdulillah banget saya selalu dikelilingi teman-teman yang selalu membawa aura positif dan mengajak dalam kebaikan. 

Kalau kata beberapa teman dikantor saya, sayang banget sudah 11 tahun trus mau resign? Dan selalu ada aja alasan-alasan yang terkadang bikin saya suka tambah berfikir, benar gak sih nih keputusan yang akan saya ambil ini? Tapi menyesal karena kenyamanan yang diberikan itu gak akan bikin kita tambah maju kok. Saya bukanlah orang yang ambisius pada posisi jabatan atau bahkan gaji dan bonus. Jika saya boleh beritahu, saya tidak pernah tau hitungan persentase akan insentif yang saya terima jika saya achieve, karena menurut saya kantor tidak akan berlaku curang dan memang itu sudag terbukti selama 11 tahun saya bekerja. Saya selalu percaya dengan apa yang dihitung oleh mantan bos saya yang sudah resign juga setahun lalu, kak Lia ini selalu berlaku adil dan jujur maka saya percaya betul akan hitungan itu. 

Oh ya, saya bekerja sebagai marketing dimana saya tergabung dalam divisi iklan yang mengharuskan saya mencari iklan, membuat program-program iklan, mencari sponsorship untuk acara off air selama 11 tahun tugas ini saya tekuni. Dan memang saya menyukai pekerjaan saya sebagai marketing, dimana saya akan selalu bertemu dengan klien. Dan hebatnya adalah saya selalu memegang tabloid Bintang Home dan baru belakangan ini saya pegang majalah Home Living.

Bagaimana dengan gaji dan jabatan?
Kebutulan saya terakhir mengajukan resign kemarin dari posisi Account Manager dimana saya memiliki 3 anak buah pada awal tahun 2018 ini, yang sebelumnya ada 4 orang. Jangan tanya gaji deh, kalau anak media cetak pasti tau kok gaji ae (sebutan anak marketing) enggak gede-gede banget kok tapi ya memang kalau tercapai target bulanan dan tahunan pasti persentase bonusnya lumayan banget buat saya. Awal tahun 2006 bergabung dulu saya masih magang dulu jadi marketing karena baru lulus bangetlah, wisuda aja bulan Maret 2016 kalau gak salah. Kalau inget gaji jaman awal kerja mah, sedih banget deh karena jujur saja mamah saya masih andil dalam menghidupi saya sampai tahun 2010, alhamdulillah beliau selalu support saya dalam pengeluaran. Maklum deh anaknya banyak main. Begitu saya menikah tentu mamah saya sudah tidak pernah membiayai lagi tapi pada tahun 2011 gaji mah udah ditambah lagi dari suami, enak gak tuh? 

Dari dulu kerja saja gak pernah sama sekali atau terlintas dalam benak saya harus jadi direktur misalnya? Ya kalau pun itu terjadi harus karena prestasi dan tentunya akan seijin Allah, karena bagaimana pun saya sampai hari ini adalah karena campur tangan Allah. Saya pun gak pernah iri dengan jabatan teman-teman saya, karena saya yakin semua orang sudah diatur sebagaimana porsi mereka masing-masing dan amanah yang diberikan pada setiap orang tidaklah sama. Saya selalu bersyukur dengan diri saya sampai saat ini, karena banyak hal yang saya kerjakan yang ternyata menjadi hobi baru. Trus kalau ada yang nanya, gak gajian lagi dong nanti? Loh kata siapa saya gak gajian lagi? Insya Allah, Allah selalu mencukupi kebutuhan kami sekeluarga karena saya percaya rezeki sudah diatur semuanya. 

Mau ngapain setelah ini?
Yang pasti dari sebelum resign pun saya alhamdulillah sudah mengerjakan beberapa project, yang dihasilkan dari hobi baru saya. Bukan sombong, tapi mungkin ini jalan Allah supaya saya masih banyak waktu dengan anak satu-satunya. Hobi saya tuh main main social media instagram dan foto, berkat main instagram juga saya mengikuti komunitas fotografi UploadKompakan. Dan dari situ juga saya bertemu dengan teman-teman hebat, buat saya mereka hebat-hebat. Kebanyakan dari mereka adalah ibu rumah tangga yang kerjanya mengurus anak, masak, berbagi resep, menata rumah, menanam, menjahit dan lainnya yang mereka bagikan lewat akun instagram. Dan sama seperti saya yang selalu membagikan cerita saya lewat akun instagram dan beberapa postingan tentang tema foto UploadKompakan. Lewat hobi foto ini dan akhinya saya mengaktifkan blog saya kembali untuk berbagi berbagai macam informasi seputar cafe & resto, hotel & travel, cerita tentang keluarga The Hariyanto's, weekend productive, workshop-workshop yang semuanya saya bagikan dengan foto-foto yang jepret sendiri. Berkat ini juga saya dipercaya beberapa brand besar seperti AC Gree dan vidoran Xmart 5+ dan beberapa brand lainnya untuk saya tulis di blog dan beberapa produk lokal dan cafe resto untuk saya review di instagram dan saya sangat menikmati ini. Bukan popularitas yang saya cari tapi setidaknya hobi saya bisa menghasilkan. 

Dan setelah ini justru banyak hal yang akan saya jalani dan sudah menanti saya untuk segera saya wujudkan impian itu dan senangnya saya beberapa klien saya yang sudah dekat bahkan banyak yang mendukung langkah saya ini dan banyak dari mereka juga yang membuat saya yakin untuk mengambil keputusan ini, bagaimana dengan suami saya atau mamah saya? Mereka mah "my support system" banget mereka mendukung penuh langkah saya untuk keluar dari comfort zone ini. Bahkan mamah saya pun sudah punya plan untuk saya, terharunya saya sampai sudah begitunya mamah terhadap saya dan saya pun yakin doanya selama ini yang selalu membawa saya sampai pada hari ini.

Awal tahun ini pun sebenarnya masih galau untuk memutuskan meninggal si comfort zone, karena saya sudah sayang dengan medianya dan teman-temannya tapi jika saya terus bertahan dengan kenyamanan ini sama saja dengan melewati tantangan baru untuk saya. Jadi janganlah terbuai dengan kenyamanan, dulu sering sekali kata-kata ini saya dengar dan sekarang saya sendiri yang mengalaminya harus meninggalkan si comfort zone demi hobi dan waktu bersama Kelvin anak saya satu-satunya yang entah mengapa beberapa bulan belakangan ini kalau telp saya selalu bilang "bunda pulang, bunda dirumah aja, bunda gak boleh kerja" ah akhirnya saya mengalami ini juga dan terkadang saya masih suka bercanda dengannya bilang "kalau bunda gak kerja nanti bunda gak bisa beliin ultraman loh?" dan Kelvin pun sudah pintar menjawab "gpp bunda, mainan mas sudah banyak kok jadi gak usah beli" dilain sisi saya terharu tapi saya juga ketawa karena pun ayahnyalah yang lebih sering beli mainan buat dia. 

Dalam menghitung hari ini pun saya sudah menyiapkan apa yang saya akan kerjakan nanti dari rumah dan kebetulan juga saya dan beberapa teman akan mengerjakan event-event komunitas fotografi, blog dan social media campaign. Jadi buat yang masih bingung jangan pernah ragu, yakinlah diluar sana banyak yang menanti kok.


Happy reading!


Tidak ada komentar :

Posting Komentar