29 Juli 2017

Kota Lama Semarang - Jawa Tengah

Gedung Jiwa Sraya, Semarang
Bulan Mei 2017 saya berkesempatan bermain ke daerah Semaran - Jawa Tengah, tentunya kali ini tidak bersama keluarga melainkan bersama teman-teman dari Upload Kompakan. Empat hari saya berada di Semarang tapi nampaknya kurang puas dan jujur saja kemarin waktu kesana gak sempat kulineran. Nah kali ini main dikota Lama Semarang dimana banyak bangunan lama yang sayang kalau enggak dijepret walau ini juga foto yang ada ditulisan ini difoto hanya menggunakan kamera dari Oppo F1s saja tapi udah kece banget menurut saya. Yang saya foto hanya gedung asuransi Jiwasraya, Marba, Spiegel dan gereja Blenduk.

Gedung Asuransi Jiwasraya, ini merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Semarang, dulunya bekas gedung NILLMI (Nederlandsch Indische Leven Sverzeking De Lifrente Maatschaapij) arsitek gedung ini bernama Herman Thomas Karsten pada tahun 1916-an. Didalam gedung ini terdapat elevator yang diyakini sebagai elevator tertua di Indonesia, gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor walikota Semarang pada masa pemerintahan Belanda. 

Potong Rambut "No More Drama"

Kiddy Cuts, Pondok Indah Mal

Biasanya potong rambut itu adalah sesuatu yang menyebalkan sepertinya untuk Kelvin, karena setiap potong rambut pasti dia nangis atau sebel dan kalau sudah begini saya dan ayahnya harus pinter-pinter lagi mengalihkan perhatiannya. Bukan lagi berucap "jangan nangis dong?" "cuupppp...cupppp..." atau mantra lainnya. Dari Kelvin umur 1 tahun biasanya ritual potong rambut kami lakukan di Kiddy Cuts, kenapa memilih tempat ini? Karena disini banyak yang bisa dialihkan perhatiannya, mulai dari dia memilih sendiri mainan yang akan dinaikan dan ada tv yang biasa muterin film kartun (so far ini gak guna buat Kelvin dulu).


Waktu masih bayi dulu kalau ke Kiddy Cuts selalu dipangku sama ayahnya biar dia lebih nyaman dan enak, trus biasanya saya merekam momen dimana Kelvin potong rambut namun hal ini kadang suka gak sukses karena Kelvin kalau pas moodnya kurang ok dia suka bete. Nah biasanya si mbak-mbaknya langsung ngeluarin senjata deh tuh, ngasih monil-mobilan atau bola dan anaknya langsung anteng. Karena mobil yang dikasih masih dalam plastik jadi pemikiran si Kelvin "ini pasti mainan baru" padahal memang itu termasuk benefit potong rambut disana.





Model potongan rambut kayaknya selalu sama deh, model jaman sekaang "under cut" atau kadang kalau suka cuma disisahkan 2 cm saja kalau gak mau dimodelin tapi memang saya dan ayahnya kurang suka kalau Kelvin terlalu dimacem-macemin potongannya, lebih suka yang biasa-biasa saja. Kadang banyak lihat anak seumur Kelvin dimodelin aneg-aneh, iya sih itu balik lagi ke selera orang tua masing-masing. 

Sekarang ini Kelvin kalau mau dipotong sudah dengan senang hati dan girang banget tanpa melarikan diri seperti biasanya, karena ternyata dia demen banget kalau habis dipotong trus keramas dulu. Dan sekarang pun lebih ekspresif dan suka ketawa-tawa kalau dipotongin gak takut kayak dulu lagi, sudah bisa milih juga mau duduk dimana.




Jadi sementara ini masih memilih Kiddy Cuts untuk tempat potong rambutnya Kelvin selain si anak lebih nyaman, bunda dan ayahnya juga gak bingung kalau-kalau si anak bakalan crangky. Saya juga belum pernah sih nyobain bawa Kelvin untuk potong rambut di tempat potong rambut dewasa  tapi mungkin boleh di coba juga kapan-kapan atau potong rambut sama tukang cukurnya pak Presiden Joko Widodo.



Cheers,
Chichie Hariyanto
23 Juli 2017

Gift from Allah: Kelvin Adrian

Kelvin Adrian
Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan, semua orang pasti ingin memilikinya kan? Ini saya tulis sebagai kilas balik bagaimana saya dan suami akhirnya dikaruniai seorang putra yang sangat lucu, ganteng dan banyak doa yang kami panjatkan untuknya. Kalau dulu banyak sekali yang nanya "gimana sudah isi belum?" "kok belum punya momongan sih?" "Jangan jalan-jalan terus, kapan bikin anaknya?" ini beberapa pertanyaan yang sering mampir dikuping saya dan suami, kami bukan tidak ingin memiliki anak tapi memang pada saat itu belum dikasih oleh Allah. Untungnya pertanyaan tersebut tidak terlontar dari keluarga kami, orang tua saya berbeda dengan orang tua kebanyakan kalau saya lihat. Mereka sangat modern dan tidak pernah melontarkan pertanyaan yang sekiranya bikin saya sebal atau lemah. Terus bagaimana dengan ibu dan bapak mertua? Nah kebetulan saya sudah tidak memiliki keduanya kalau pun masih ada saya yakin mereka sama seperti orang tua saya karena saya sempat mengenal ibu mertua saya sebelum beliau meninggal pada Desember 2009 bahkan dulu beliau sempat pergi ke Bandung bersama saya dan suami.

Kelvin Adrian Hariyanto nama anak saya dan suami yang suka dijuluki orang-orang adalah anak mahal, memang benar gimana tidak mahal saya mendapatkan Kelvin ini dengan perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. Secara finansial saya sangat mahal mungkin tidak untuk orang lain, Kelvin didapatkan secara program hamil yang saya dan suami jalani dan lahirnya pun melalui operasi secar karena pada saat itu saya sekalian akan mengangkat miom yang ada dirahim saya. Miom ini juga menjadi banyak pertanyaan dikalangan teman-teman saya juga, kenapa ada miom tapi saya bisa hamil? Nanti akan saya jelaskan satu per satu.
22 Juli 2017

Fillmore Coffee, Jakarta Selatan

Add caption
Efek menjamurnya coffeeshop di Jakarta, dibelakang kantor saya menemukan hidden place kalau menurut saya, gak perlu jauh-jauh lagi ngopinya kalau cuma mau menyelesaikan pekerjaan kantor atau sekedar untuk brainstormin dengan team dikantor. Tujuannya sih biar gak bosen kalau meeting billing, maklum saya berkerja dibagian divisi iklan dimana pendapatan iklan bergantung kepada saya dan beberapa teman di Bintang Home dan Home Living.

Fillmore Cofee ini letaknya dibelakang kantor dan cuma jalan kaki sedikit saja, palingan 3 menit doangan untuk sampai kesini. tempatnya menjadi satu dengan kost-kostan Suit at Seven di Jl. H. Sidik Karet Pedurenan. Tempatnya lumayan enak banget nih walau tidak besar tapi sudah cukup menampung saya dan teman-teman kalau sudang bermain kesana. Fillmore ini ada 2 lantai, 1 lantai bawah dengan ruangan ac dan lantai 2 untuk area merokok. 


Pura-pura sibuk
Nah ditempat saya duduk ini biasanya saya dan teman-teman bekerja sambil menikmati kopi dan alunan musik, meja ini cukup untuk 5 orangan dan masing-masing sambil buka laptop biasanya. Terkadang bosan dengan suasana kantor dan langsung melipir kesini.

Coffee and my stuff
Hot Cappuccino is mine
My breakie
Selain kopi, di Fillmore juga menyediakan sarapan sehat loh, waktu pertama kali kesini padahal bukan pagi hari tapi pengen banget nyobain smoothies yang ada disana. Lupa smoothies yang ini namanya apa, seingetku ada Choco Banana deh atau apa ya, ini ngenyangin banget dijamin habis makan ini gak ngemil lagi deh. Kalau saya biasanya kesini pilihannya atara hot atau ice coffee dan belum pernah sih di coffeeshop mesennya teh karena kebetulan suka kopi.




Mango Smoothies
Karena sudah beberapa kali Fillmore jadi kalau saya sih rekomen banget sama tempat ini, selain tempatnya yang enak banget kopi dan makanannya pun enak-enak juga. Saya juga sudah mencicipi beberapa pastry yang ada disini dan semua enak, kalau saya enak bilang enak, enggak bilang enggak.

ice cappuccino



Hands in frame
Kalau saya sih pasti akan balik terus kesini selagi masih kerja di Media Bintang Indonesia karena sejujurnya saya lebih konsen kerja di coffeeshop daripada dikantor sih. Karena ambiancenya beda banget tapi kalau lagi hectic atau deadline sih dikantor kok. Oh iya... orang-orang yang selalu saya temui di Fillmore ini ramah dan baik banget. Terus nih buat yang demen sama bule cocok nih kalau pagi sebelum aktivitas duduk di Fillmore sambil minum kopi karena dijamin bakalan ketemu sama bule-bule kece pada mau ke kantor karena teman saya ada yang betah kalau pagi ngopi disini.


Cheers,
Chichie Hariyanto



13 Juli 2017

Es Kopi Susu Masa Kini Paling Favorit Di Jakarta

Es Kopi Susu Tetangga - TUKU
Sekarang ini banyak banget es kopi susu yang dijual dan semua yang sudah saya pernah coba juga enak-enak, tapi emang kalau kopi bakal saya bilang enak sih. Jadi pertama kali nyobain es kopi susu ya TUKU ini, namanya juga unik banget "es kopi susu tetangga" waktu pertama beli ini agak kaget karena pesan via Go Food dan abangnya telp nanya ke saya "mbak pesanan sesuai dengan aplikasi?" lalu saya iyakan dan abangnya balik bertanya kembali "mbak ini kopinya ngantri gpp ya? atau mau di cancel?" nah ini pilihan sulit karena saya biasanya menyerahkan kepada abang Gojek kalau mau di cancel gpp tapi kalau mau ditungguin gpp juga, nah bapak ini mengiyakan untuk menunggu. Aaahhhh... Betapa girangnya pas tau kalau si bapak mau nungguin, tapi saya pun kalau beli es kopi susu minimal 4 gelas karena harga segelas kopi Tuku ini Rp.18,000,- saja jadi sayang kan kalau beli cuma 2 gelas gak sebanding sama ngantrinya. Atau kalau dikantor suka ngajakin teman-teman lain untuk ikutan pesan, entah sudah beberapa kali saya order si Tuku via aplikasi GoFood.


Es Kopi Susu - SAGALEH
Gak berapa lama sempat lihat postingan seorang teman lagi minum Sagaleh dan saat itu pemesanan masih via line atau whats app saja tapi bisa di pick up pakai ojek online. Banyak yang sempat nanya dikantor apa arti dari Sagaleh, kalau kata teman yang orang Padang itu artinya Segelas. Kalau untuk rasa Sagaleh ini berbeda dengan es kopi susu tetangga dan masing-masing es kopi susu memang memiliki ciri khas yang berbeda. Untuk segelas es kopi susu Sagaleh ini seharga Rp. 18,000,- kalau sekarang pemesanan Sagaleh sudah bisa via Go Food bahkan saya selalu memesan via Go Food sudah tidak lagi memesan via line.


Es Kopi Susu Low Fat - SANA
Kalau yang suka bakar kalori di Sana Studio pasti lebih dulu tau tentang si es kopi susu low fat dari Sana, ini juga beda nih karena dia punya menu yang low fat, selain itu juga ada es kopi susu Sana biasa, es kopi Sana hitam, es teh susu Sana biasa, es kopi susu Sana almond dan es kopi susu Sana soy tinggal pilih deh mau nyobain yang mana dulu. Untuk harga segelas es kopi di Sana berbeda-beda dan dimulai dengan harga Rp. 18,000,- saya juga pesan via Go Food.


Es Kopi Susu Kampung - DIBAWAH TANGGA
Kalau main ke Gandaria City Mal boleh mampirin coffee shop Dibawah Tangga, tempatnya juga lumayan enak kok tapi letak tempatnya diluar untuk persisnya didepan lobby office 8 tepat dibawah tangga berjalan ada tempat ngopi. Yang bikin unik dari tempat ini cemilannya adalah jajanan pasar khas Indonesia beda dengan tempat ngopi lainnya yang menyediakan croissant atau makanan western lainnya. Segelas es kopi susu kampung ini seharga Rp. 19,000,- sudah beberapa kali kesini dan selalu menikmati es kopi susu kampung ini Dibawah Tangga dan ini enak banget loh. Syukur-syukur kalau kesini bisa ketemu sama Nino jadi minum kopi sambil ditemenin deh.... Ngareeeeppp hahahahaa...

Dari sekian es kopi susu yang bertebaran di Jakarta, memang baru 4 ini saja yang saya coba, walau sekarang ini ada beberapa list es kopi susu yang bakalan dicobain.




Cheers,
Chichie Hariyanto