Hobi Yang Bisa Menghasilkan Uang

Cosmos Blenz
Advan A8
Hari Sabtu 27 Januari 2018 alhamdulillah masih dikasih sehat dan saya bisa ikutan kelas Take You Passion Further di Little Amaroossa Cipete - Jakarta Selatan, dengan pembicara Yulyan Parwati membahas Food Photography, Sefa Firdaus membahas foto menggunakan smart phone, Ayu Diah Respatih membahas bagaimana strategi marketing menggunakan instagram. Benar-benar tambahan ilmu banget untuk saya yang memang sedang senang-senang moto, walaupun saya juga jarang banget moto dirumah dan lebih sering moto diluar rumah. Memang saya sendiri pun sampai sekarang ini dari hobi foto ini ya sudah menghasilkan uang jajan tambahanlah dan yang pasti seneng bisa membantu teman-teman.

Enaknya kalau workshop gini tuh objek yang akan difoto sudah ditata dengan kece, apalagi pembicaranya adalah fotografer idola saya yang saya kenal lewat akun instagram semenjak saya ikutan UploadKompakan dan dari UK pun aku pun banyak mengenal dan menambah teman baru baik yang sehobi dan memang teman yang suka berbagi ilmu dan menambah pengetahuan juga untuk saya.

Choco Pie Brownies
Makan sehat dari The Good Gut
Bumbu nasi kebuli dari Dapur Umama
Minuman segar dari Omah Akung
Pizza dari Mumtazo Pizza
Pisang Molen dari Albani Frozen
Pernak-pernik dari Onieza Aksesoris
Kemarin itu foto wajib yang harus diikutkan dalam kompetisi itu ada Cosmos Blenz dari Cosmos yang merupakan salah satu blender ajaib dan ini sudah pernah saya bahas pada tulisan saya awal tahun kemarin pas diacara Kompakers Bekasi 3th karena memang Cosmos pun menjadi salah satu sponsor acara kami atau bisa cek ulasan singkat di instagramku @akuchichie karena itu juga salah satu unggahan saya untuk mengikuti kontes dari Cosmos. 

Advan 8 yang menjadi photo challenge kemarin juga keren loh, saya sendiri masih takjub dengan teknologi yang hadir dalam handphone tersebut. Advan 8 ini selain modelnya yang stylish menurut saya dan tipis ini bikin hand genic deh kalau kita lagi megang handhone ini. Kalau disebutnya kemarin itu handphone ini adalah handphone anti kepo, hahahahaaa... gimana tidak karena handpohone ini bisa mengetahui siapa yang akan membuka handphone kita juga dengan aplikasi yang kita anggap privat, bagaimana si Advan 8 ini bekerja? Pada bagian kamera depannya akan langsung memotret orang yang kepo terhadap handphone atau aplikasi kita tanpa si orang ini tau kalau sedang di potret, setelah itu akan terekam langsung ke aplikasi 360 cloud tapi ini tidak bisa kita ungguah di handphone lain karena beda dengan aplikaso yang ada di playstore. Tapi alhamdulillah loh saya menang voucher potongan Rp 500.000,- untuk pembelian Advan 8.

Untuk produk pendukung lain ini selain makanan, minuman juga ada untuk aksesoris. Kali ini fotonya menggunakan lampu karena kita workshop dalam mini ballroom dimana pada saat itu pun peletakan produk jika tidak difoto dengan bantuan lampu memang kurang terang dan keadaan kemarin itu pun mendung. Biasanya saya kalau foto hanya mengandalkan cahaya alami yaitu bantuan cahaya matahari dan kali ini menggunakan bantuan lampu. Walau menurut saya ada beberapa yang ok dan ada beberapa foto yang kurang cahayanya kalau menurut saya, kayaknya selama workshop kemarin itu yang bagus hanya si makanan, minuman dan aksesoris. Untuk foto produk yang Cosmos dan Advan 8 saja jelek banget kalau menurut saya.

Foto bersama peserta dan pembicara Take Your Passion Further

Sebelum selesai acara kita foto bersama dulu semua peserta dan pembicara workshop Take Your Passion Further dan senangnya kalau pas workshop ini ketemua sama teman-teman yang biasa suka senggolan di instagram saja, selain nambah ilmu kemarin itu juga saya menambah tali silaturahmi Dari workshop ini pun saya jadi bikin lagi nih catatan-catatan penting untuk photography, instagram konten dan informasi lainnya.


Cheers
SW

Bermain Dengan Tone dari VSCO

VSCO - G3
Untuk memiliki tone yang konsisten itu memang tidaklah mudah, karena saya hobi motret dan memang ada beberapa foto yang saya edit dengan aplikasi VSCO. Kecuali beberapa makanan tertentu yang tidak saya edit menggunakan aplikasi tersebut, tapi untuk beberapa foto makanan dan minuman ada yang edit lagi tonenya. Kebetulan saya sudah lama mengunggahnya namun pada awal-awal dulu masih suka bingung gimana menggunakannya, akhirnya lama-lama kebiasaan juga sih. Kalau dulu hobi fotonya belum kayak sekarang ini jadi masih agak cuek kalau soal aplikasi foto dan pada akhirnya sekarang demen mainan tonenya VSCO.

VSCO - A6
VSCO - A4
Dari beberapa foto saya ini yang difotoin sama mbak Gita, bikin saya buru-buru ingin ngedit VSCO kenapa begitu? Kebetulan untuk aplikasi VSCO punya saya berlangganan yang setiap tahun bayarnya jadi saya bisa pakai semua filter dan semuanya itu emang sesuatu banget tapi ada beberapa yang saya gunakan disini baik yang masih free dan ada yang bayar. Dan tersadar kalau ini warnanya lebih warm, sendu-sendu gimana gitu. Dengan cahaya yang sama belum tentu sama juga jika diedit dengan salah satu tone dari VSCO. 

VSCO -  C5
VSCO - F2
VSCO - M5
Jadi saya salut sebenarnya sama orang yang bisa bikin feed instagramnya dengan satu tone atau kadang suka ada yang terjadwal menggunakannya, misal tone minggu ini lebih ke abu-abu, merah dan lainnya. Nah jadi beberapa foto saya hanya edit tone bukan mengubah saya tampak mancung, kurus atau sebagainya. Hal ini sangat saya hindari agar orang yang ketemu saya gak bingung, jadi terbukti dibeberapa acara komunitas jika ketemu teman-teman yang biasa sapaan di ig pasti mereka mengenali saya.

Killing Time at Yats Colony Jogjakarta


Karena tahun 2017 kemarin main ke Jogja dan gak pernah dapat tanggal yang pas buat nginep di Yats Colony, setiap akhir pekan kala itu selalu full bahkan sudah full untuk beberapa bulan kedepan. Jadi waktu itu mampir buat sekedar minum kopi dan makan siang untuk mas Kelvin, kebetulan sambil nunggu ayah selesai sholat Jumat dekat Yats. Restonya menyatu dengan lobi hotel dan ada store produk lokal juga, tempatnya bagus kalau menurut saya. Iconic banget bangunannya Yats Colony tapi memang kalau daridepan gak begitu keliatan banget.

Waktu main kesana gak begitu ramai di restonya, cuma ada satu keluarga yang duduk dekat jendela dan kami pun menempati persis disebelah mereka. Tujuannya sih biar memudahkan saya untuk foto-foto menu yang saya pesan.





Colorful banget pokoknya begitu masuk kedalam restonya ini dan pelayan disana pun menyambut dengan hangat juga ramah sekali, asiknya disini ada makanan Indonesianya karena siang itu sekalian mau pesan makan untuk Kelvin biar dia gak ngiler-ngiler amat nanti pas liat bunda dan ayahnya makan sate klathak. Saya pun memesan hot cappuccino, ice lemon tea, ice lychee tea, bitter ballen dan nasi uduk komplit (tuh kan Indonesia banget emang lidahnya). 








Sayang banget waktu itu si nasi uduk komplit gak sempat ke foto karena mas Kelvin sudah gak sabar waktu makanannya dateng minta langsung dimakan dia pun sebenarnya suka gemes sendiri kalau makanannya harus difoto dulu. Sambil nunggu ayah yang lagi jumatan saya menyuapi Kelvin, walau dia memang sudah bisa makan sendiri tapi kalau lagi kejar-kejaran sama waktu kadang gemes. Kelvin pun sudah dipesankan minuman favoritnya, ice lemon tea. Waktu itu sih Kelvin makannya agak cepat karena dibilangin habis ini mau pergi lagi. 










Nah ini spot kami duduk waktu di restaurant, jadi bisa lihat keluar juga dan yang pasti buat saya itu hamparan cahaya untuk foto menu yang pesan. Hahahahaaa... Kalau gak salah sofa ini hanya ada dua karena sisahnya bangku-bangku kece warna merah dan putih. 







Sebelum akhirnya kami selesai dan akan meneruskan perjalanan menuju sate Klathak pak Pong, iseng pengen lihat-lihat kedalam tapi si ayahnya gak mau jadilah cuma main becak dan sempat motret lorong menuju kamar penginapan itu. Mural pada bagian dindingnya cakep banget deh, kayaknya tahun ini bakal bikin destinasi ke Jogjakarta lagi dan kudu nginep disana ah. Pas mau pulang mas Kelvin minta naik becak dulu dan akhirnya minta fotoin ayahnya dulu deh, ulasan Yats Colony juga bisa lihat di instagram mereka Yats Colony




Paradigma Kafe Cikini


Setiap kali lewat depan sini pasti saya terkesima dengan konsep bangunannya dan bikin penasaran pengen mampir. Yang selalu muncul dalam benak saya adalah "keren amat ini Partai Golkar bikin gedungnya bagus banget" nah tahun lalu lupa diedisi November apa Desember ya kalau gak salah majalah Home Living pernah bahas gedung partai Golkar yang baru di Cikini, sayang kemarin itu saya hanya mengabadikan bangunan tampak luarnya saja. Next mampir lagi deh buat foto-foto bagian dalamnya. 





Kalau dilihat dari instagram Paradigma Kafe - Restaurant ini menggabungkan antara kuliner, kreatifitas dan budaya Indonesia. Jadi selain gedung kece ini didalamnya ada kafe yang menjual kopi, makanan, eskrim, houseware dan lainnya. Kemarin pas kesana nyobain mie tektek dan bumbunya berasa banget, porsi lumayan banyak kalau kata aku, sayang gak sempat foto makanannya karena kemarin kesini dalam rangka meeting. Dan karena kemarin pas lagi terik banget disana saya pesan minuman favorit, es teh tawar dan hot cappuccino, agak random emang ini. Dan menurut saya pun kopinya disini enak, rasanya pas tapi gak strong kok. 
Yang saya cari sebenarnya ketika si mbak-mbak kafe menyodorkan menu kepada saya "mbak ada pisang goreng gak?" mbaknya tersenyum dan langsung bilang "ada mbak" Nah pisang goreng disini lumayan banyak isinya dan gede-gede dibikin nuget gitu. Jadi sambil kemarin nunggu makanan kita datang, ngemil pisang sambil nyeruput es teh tawar. 

Kembali ke bangunan Gedung Golkar ini, sumpah saya masih takjub sampai saat ini menulis tentang Paradigma. Oh iya... disini juga menyediakan ruang meeting dengan maksimal kapasitas sebanyak 20 orang, pintu ruang meeting yang menurut saya unik karena gagang pintunya huruf G dengan warna kuning merupakan warna dari partai Golkar. Dan bener-bener konsep yang menarik banget ini tempatnya. Jarang banget deh nemuin tempat kece yang bisa nongkrong sama teman, kolega atau family dan ada working spacenya juga. 

Apalagi dibagian depan ada halaman yang luas, bisa deh tuh guling-gulingan disitu kalau bawa anak. Yang warna hijau itu bukan rumput beneran kok tapi itu rumput sintetis yang banyak dijual itu, dan ada bean bagnya juga. Waktu saya kesini ada segerombolan ibu-ibu yang sehabis makan terus mereka foto sambil tidur-tiduran loh. Teman saya yang sempat motoin saya menawarkan foto sambil tiduran juga, ogah amat. Hahahahahaaaa...

Add caption
Nah ini bagian pintu masuk si Paradigma, lucu kan waktu masuk disambut sama jendela yang bisa jadi property foto. Intinya sih kalau kata saya selain konsep bangunannya yang keren, tempat ini pun instagramable sekali. Sayang nih kemarin motonya segitu doangan. Next mau sambil keliling deh.




Si Toska Kece dari Casio Yang Bikin Salah Fokus

My Style Colorful Calculator
Gemes kan liat warna kalkulatornya? Saya pun waktu lihat Colorful Calculator dari Casio ini juga langsung tertarik banget karena warnanya ini saya bangetlah, biar matching sama semua printilan alat tulis menulis yang saya punya tapi pasti kalau pada lihat pengen ngebeli semua deh. Apalagi dengan bentuknya yang simpel dan ukuran yang bisa dibawa kemanapun bahkan bisa masuk kantong juga loh, emang gak salah aku pilih #CasioMyStyle

Casio Kalkulator

My daily essential
Sebelumnya saya iseng lihat di instagram Diana Rikasari terus buka instagram Casio Calculator nah iseng deng aku ngikutin Know Your Color yang hasilnya memang sesuai sekali dengan karakteristik aku, makanya kenapa aku pilih si hijau toska ini untuk menemani hari-hariku dalam menghitung yang berhubungan sama pengeluaran atau anggaran.

Sesuai dengan warna yang saya pilih ini kalau menilik dari Casio Calculator itu warna toska orangnya low profile, sopan santun dan pemaaf merupakan pribadi yang sarat direpresentasikan dengan warna hijau. Selain itu warna ini pun melambangkan pola pikir yang dewasa, cenderung tenang dalam bersikap dan tidak mudah tersinggung.

Kebetulan pekerjaan saya berhubungan dengan hitungan dan angka-angka yang kadang saya juga males sebenarnya menghitung dengan kalkulator yang ada di smart phone apalagi kalau pas lagi di telp sama klien terus disuruh menghitung agak gengges sih kalau gak ada kalkulator. Hahahahaaa... Jadi pas saya tau ada si Colorful Calculator dari Casio yang warnanya bagus-bagus banget ini langsung seneng banget, karena selain ukurannya yang simpel bisa masuk dalam tas atau tempat pensil. Biasanya kan warna kalkulator itu gitu-gitu saja ya dan model ya rata-rata gitulah ya, tapi kalau pas lihat si Casio ini berasa kudu punya semua warna nih walau memang ada warna hitam atau putih juga untuk seri yang ini dan memang bagus banget. 

Kalau dulu saya paling males deh kemana-mana bawa kalkulator pas kalau lagi meeting dengan klien, walau kadang biasanya memang klien ada yang gak nawar langsung sih cuma rata-rata sih suka minta dihitung langsung. Apalagi kalau saya sudah harus meeting untuk deal event atau kontrak iklan, sekalian mengecoh pandangan mata klien pada saat mengeluarkan kalkulator yang catchy banget ini yang warna aku banget Casio My Style bangetlah. Dan sudah terbukti dibeberapa klien pada waktu lalu pas kami sedang hitung-hitungan paket iklan untuk tahun 2018, klien saya langsung nyeletuk "wih kok keren itu kalkulatornya?" yakin banget deh yang ada dibenak dia waktu itu tumben amat ada kalkulator yang colorful kayak Casio. Sebelum tawar menawar harga, sempat membahas beberapa warna dari Casio dan klien saya yang perempuan sempat nanya loh beli dimana. Jadi dibeberapa kali meeting si toska ini benar-benar bikin klienku salah fokus.


Selain ngitungin angka-angka untuk paketan iklan, rencana anggaran biaya  untuk acara, pengeluaran bulanan, dan kalau pas dirumah atau lagi diluar pun karena saya ada beberapa project pribadi biasanya lebih enak menghitung di kalkulator dan langsung membuat coretan dikertas atas apa yang sedang saya hitung. Dan biasanya pun selain buat ngitung-ngitung si kalkulator juga suka aku pergunakan untuk properti foto tapi kalau memang fotonya nyambung ya jangan ujug-ujug lagi makan tau-tau ada kalkulator tapi kadang match juga sih seakan menginsyaratkan kalau sehabis makan bersama teman-teman jangan lupa bayar ya dan biar gak salah ngitung ada kalkulator kece. 

Sebenarnya yang gak boleh ketinggalan didalam tas saya itu selain si kalkulator toska itu adalah si journal unyu yang mencatat semua janji-janji meeting saya dengan klien dan alat tulis menulis yang warnanya pun sama. Karena saya selalu berfikir jika apa yang kita gunakan untuk diri sendiri apalagi yang selalu berhubungan dengan kegiatan saya setiap hari pasti bisa menumbuhkan rasa produktif dan percaya diri dengan apa yang akan dicapai. Mau nulis misal sebelum kelupaan atau mau menghitung pun jika kita didukung dengan produk yang kita sukai baik dari segi warna, bentuk dan fungsi pasti akan berjalan seiringan dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. 

Beli dimana sih?
Nah buat yang penasaran dan ingin beli bisa cek  di Matahari Mall dan ada kode promo nih yang bisa digunakan CASIOBLOGKB3874C  buruan beli yang banyak ya sebelum warna yang kamu inginkan kehabisan. Saya aja mau beli lagi nih yang navy atau kuning habis bikin gemes banget. Thanks for reading.