Ngopi Seru di Crematology


Saat ini kemunculan kedai kopi diberbagai penjuru kota Jakarta bukanlah menjadi hal baru lagi bagi para penikmat kopi, mencoba kopi dari kedai ke kedai kopi lainnya sehingga mereka akan menemukan kedai favoritnya mulai dari rasa kopi, tempat yang nyaman bahkan strategis. Dan saat seperti sekarang ini pun rasanya sudah banyak orang mulai meeting dari kedai kopi. Contohnya seperti saya ini yang sekarang lebih memilih ke kedai kopi daripada harus nongkrong di mal, karena waktu yang dihabiskan di kedai kopi bisa membuat saya menemukan segala hal. Mulai dari bertemu dengan klien, teman-teman, mengerjakan beberaka kerjaan yang tertunda misalnya atau memang lagi malas kesana-kesini.

Beberapa minggu lalu sempat janjian ke Cremotology Cipete sama mam Rik dan Putri, kebetulan Putri lagi main ke Jakarta karena hari minggunya dia habis ikutan acara ulang tahun Fuji Guys Indonesia. Akhirnya kita berjumpa hari itu jam 11.00 seharusnya tapi karena saya ada hal yang harus dikerjakan dadakan pas mau pergi jadilah agak telat datangnya. Jalan dari kantor kalau tidak salah jam 11.30 malahan tapi alhamdulillah jika Allah memang berkehendak akan niat baik pertemuan ini, hari itu saya hanya 30 menit kurang dari kantor yang terletak di Jl, Satrio alias seberang Lotte Shopping Avenue ke daerah Cipete. Kalau ke Crematology sih sebenarnya sudah sering tapi lebih yang di Senopati karena dekat sama kantor.

Sebelumnya mam Rik dan Putri sudah pesan minuman dan makanan, lalu karena saya laper banget siang itu jadi nyari makanan yang super berat akhirnya pesan burger deh terus seperti biasanya saya pesan es teh tawar. Jangan sedih walau main ke coffee shop saya pasti tanya es teh tawar dulu sama pelayannya. Biasanya paling girang kalau dapet gelasnya gede dong, maklum siang itu lagi gararonjreng panasnya. Karena menu mam Rik dan Putri sudah keluar lebih dulu maka mulailah memainkan styling untuk yang akan kita jepret siang itu. Nah sama yang selalu bikin saya takjub adalah mam Rik selalu siap membawa beberapa property foto yang memang pantas digunakan di coffee shop.


Jadi nih ya walaupun kami motonya di coffee shop itu biji kopi bukan minta ya tapi memang dibawa sendiri, seperti halnya sendok kayu, buku-buku tua, kain blacu, kantong goni kecil, tapi kalau bola-bola rotan yang kecil-kecil berisikan lampu itu adalah milik Crematology, Masing-masing dari kita punya gaya foto masing-masing walaupun dengan object yang sama tapi belum tentu hasilnya. 







Jujur aja sih saya hari itu tidak pesan kopi sama sekali karena lagi pengen minum es teh tawar terus pas emang bawaan lagi laper jadi pesan makanan pun sampai dua loh, bitter ballen dan burger. Niatnya yang bitter ballen mau dimakan ramai-ramai tapi ternyata Putri malah ngambil satu doangan, oh ya kalau untuk rasa dari kedua makanan yang pesan sih enak banget apalagi si bitter ballen yang ngeju banget dan burger hebatnya aku habis tak bersisah loh. Maklum efek laperan. Jadi si kopi-kopi cantik yang saya foto ini adalah pesanan Putri dan mam Rik yang mana pun saya pasti nyeruput salah satu dari gelas kopi tersebut dan yang saya minum itu yang hot latte, oh ya kopi disini enak-enak semuanya kalau kata saya mah. Barista disini pun juga helpful banget deh, bener-bener ngasih tau untuk jenis kopi dan yang paling penting mereka mau dimintai tolong megang gelas doang. Hahahahaaa.. 








Beberapa foto diatas itu menggambarkan bahwa dimana ada foto bagus disitulah si fotografer sedang berjuang demi hasil yang maksimal sama halnya dengan saya waktu motret beberapa foto diatas. Pengen tema table situation jadilah kita harus dari atas ala flat lay dan misal hanya tangan saja yang in frame. Kalau untuk pengguna lensa fix 50 mm atau setara dengan itu dijamin akan bersusah payah untuk mengambil detail lengkap dari atas yang hanya naik banku kafe. Sebenarnya banyak ilmu yang didapat kalau lagi moto barengan kayak gini atau misal hanya kumpul dengan teman-teman yang sehobi pasti bahasannya sama deh, mulai dari ngomongin influencer di instagram, algoritma instagram, lensa yang digunakan pada masing-masing gear yang kita gunakan, atau membahas keunggulan kamera yang menurut saya kamera saat ini yang dimiliki oleh saya sendiri sudah sangat mempuni sekalilah. Karena saya moto ini adalah hobi dan saya menemukan passion baru loh. 

Padahal ya itu udah laper banget ngeliatin si burger tapi apalah daya karena saya juga butuh motret maka makan pun nunggu selesai difoto, kopi pun juga gitu kadang kalau kopi panas saya minumnya pas sudah rada-rada dingin walau bukan yang dingin gimana gitulah. Bukannya ge-er sih ya tapi beberapa teman sudah identik banget kalau akun instagram saya lebih banyak share kegiatan ngopi, bisa juga pas meeting dengan klien, Bahkan waktu saya ikut kelas workshop sampai ada yang ngasih tau saya, bahwa dia sudah menandai saya menjadi raja ngopi karena dengan begitu secara tidak langsung menurut dia saya sudah memberikan informasi tentang tempat ngopi bahkan dia kadang suka ngesave beberapa foto saya tentang kopi. 

Tapi memang beberapa waktu belakangan ini saya lebih sering posting tentang ngopi, mau ngopi di gelas plastik seperti Kopi Tuku, DIbawah Tangga, Kopi Kenangan, Sagaleh, Animo, Bu Lurah, Starbucks dan beberapa kopi yang memang tempatnya pun ready to go karena gak mungkin juga foto disanan. Sebenarnya saya pun posting tentang kopi ini sekalian memberikan rekomendasi terhadap follower saya, walau ya memang saya masih dibawah 5K followernya dan biasanya karena saya sedang meeting dan memilih tempat yang gak terlalu berisik. Mostly sih tempat yang saya datangin gak pernah berisik kecuali ke Starbucks di jam rawan ngantuk sama nunggu macet, dijamin kalau lagi ngobrol PR banget deh.


Ini mam Rik dan Putri yang datang jauh dari Semarang, Putri pun sempat bilang kemana pun dia pergi ke suatu daerah harus mencoba salah satu coffee shop yang ada didaerah tersebut dan ini bukan pertama kali untuknya ke Jakarta tapi pertama kali dia dateng ke Crematology. Seru banget deh buat saya pada hari ini walau pun gak bisa sampai lama dan mereka lanjut lagi setelah itu ke Filosofi Kopi untuk janjian dengan yang lainnya, sayang banget waktu itu saya tidak bisa join karena keadaan yang tidak memungkinkan pada hari itu. Dari beberapa kali kunjungan ke kedai kopi saya bisa mengambil beberapa cerita bahwa selama disini saya jarang pegang gadget karena kita sibuk foto dan ngobrol.

Happy reading!



Teman Ngopi dan Motret Kopi



Berawal suka komen di instagram mamah Rika (@rika_dinarjanti) yang sama-sama suka ngopi dan motoin kopi, lalu mamah RIka ikutan giveaway yang saya adakan bersama Ezi salah satu teman yang suka moto dan ikutan UploadKompakan. Berkomen dan saling mengagumi foto-foto mamah Rika lalu kami membuat janji bertemu jika mau ngopi bareng lagi, ajakan ini gak boleh dilewatkan karena selain saya senang sekali bertemu dengan baru dan senang juga ketemu orang yang hobinya sama.

Singkat cerita janjian pertama kali saya tidak bisa karena bentrok dengan jadwal saya meeting dengan jajaran petinggi dikantor, maklum jadwal ngopi selalu hari kerja dan saya masih kerja kala itu. Lalu berikutnya ada ajakan ngopi lagi tapi kali ini di Crematology, waktu itu Irma (@irma) yang menghubungi saya via line dan mengajak pas long weekend lupa persisnya tanggal berapa. Yang ini sih lebih lucu lagi karena saya sudah ok dan notice ke Crematology Coffee maka pada hari itu saya langsung menuju Crematology Senopati karena seringnya kesana, lalu mencoba masuk kedalam tidak saya temui Irma atau mamah Rika dan saya coba telp tapi tak ada yang mengangkat. Karena penasaran coba ah line ke Irma lagi dan iseng skrol chat sebelumnya, selesai baca langsung ngakak saudara-saudara... Karena saya lupa kalau Crematology itu ada beberapa, selain di Senopati ada juga di Puri dan Cipete. Ternyata mereka berada di Crematology Puri dan saya di Senopati, hahahahaaa....

Sudahlah bye aja kalau gitu kan, gak mungkin saya susul ke Puri karena jam 16.00 ada janjian lagi sama teman di Main-main, Gunawarman. Enggak jadi ketemu lagi deh saat itu, sedih sih karena pas lagi bisa tapi malah saya sendiri yang salah baca pesan di line.

Setelah itu ada rencana ngopi lagi dan kali ini pas banget saya bisa jadwalnya, janjian di TWENTYFIFTH COFFEE yang terletak di daerah Wijaya - Jakarta Selatan. Nyebelinnya hari itu saya sedang sakit flu jadi maskeran melulu demi tidak menularkan virus. Disinilah menjadi awal-awal pertemuan dengan mamah Rika yang bikin surprise sih ternyata mamah Rika juga bersama teman-temannya yang saya sering lihat di instagram, seperti mamah Tika (@tikspix), mamah Tika Adikara (@tikaadikara) mbak Evi (@moona_jingga) mbak Lety (@lety.lieza) selain itu ada mbak Gita (@gitaoy2) dan Sam (@ilasamira) yang memang sudah lebih sering ketemu sebelumnya. Ini seru banget pertama kali ketemu mereka dan baik-baik banget hingga saat ini kami sering ngopi bareng dan motret bareng. Setiap kali motret bareng kita punya tema satu foto yang harus kami upload ke instagram secara bersama-sama, dan saya salut sekali dengan mamah-mamah kece ini gak cuma diam dirumah tapi mengisi waktu mereka dengan hal yang membuat mereka happy yang mana ternyata anak mereka sudah pada besar, sudah kuliah dan bahkan seperti mamah Tikspix sedang menanti datangnya seorang cucu. Coba kalau merhatiin banget pasti gak keliatan kan, semacam seumuran ini jadinya kalau pas lagi bareng-bareng gini kan?


Friend make the world beautiful




Apa saja sih yang dibahas kalau ketemuan?
Kebanyakan kita ngebahas tentang coffeeshop, teknik motret, tone foto, kamera, lensa dan terakhir biasanya kita ngebahas tentang keluarga dan lebih seringnya bahas anak masing-masing.

Kalau ngomongin lensa dan kamera gak pernah akan ada habisnya, karena kamera yang kita gunakan disini pada beda-beda semua walau dengan merk yang sama tapi belum tentu typenya sama juga. Tapi lensa yang kita pakai pada umumnya sama, lensa 50mm atau 35mm atau 85mm dan beda juga dibukaannya kalau saya paling kecil F/1.8 Seneng banget sekarang punya hobi baru sebenarnya gak baru juga sih karena toh foto-foto sebenarnya saya sudah sejak lama dulu mengabadikan apa yang saya lakukan, travelling, makanan, apapun itu deh tapi semenjak adanya UploadKompakan saya jadi lebih banyak belajar nih karena tiap hari ada tema-tema berbeda yang diberikan dan memang jadi bikin kita usaha untuk belajar akan hal itu. Nah biasanya nih ada adegan dimana foto kece itu butuh sekali perjuangan kakak... contoh kayak foto diatas, perjuangan mbak Gita buat dapetin shoot kece dari atas dan saya kadang melakukan juga sih. 

Apalagi sekarang sering ketemu dengan teman-teman Coffee Fairies jadi banyak ilmu dan banyak hal-hal baru yang bisa dipelajari, kadang misal kita suka bahas beberapa foodies yang demen nongkrongin coffeeshop. Pembahasan mulai dari angle, tone, pengambilan dan laiinya pun kita suka bahas untuk bahan tambahan kita dan banyak referensi beberapa tempat juga buat difoto dan didatengin, next rencana mau kemana lagi ya? Bisa cek di instagram saya ya (@akuchichie) biasanya saya suka paling update disana atau sekarang ke facebook nih padahal facebook sudah nyaris mati suri untuk saya. 

Happy Reading,



Eight Coffee, Galaxy Bekasi

Hot caramel machiatto
Ice latte
Hari Jumat kemarin selesai dari sarapan bersama teman-teman Kompakers Bekasi langsung cari coffee shop terdekat dan karena saya belum pernah ke Eight Coffee yang berada di Galaxy Bekasi jadi kemarin minta kesana deh, harusnya kemarin itu berlima tapi karena Gina lagi kurang sehat maka dia tidak bisa ikutan ngopi cantik. Sampai disana gak terlalu ramai jadi lebih enak sih mau pilih duduk dimana, niatnya mau dibelakang tapi karena itu area merokok jadi kita gak mau akhirnya didepan sekalian deh ngadem deket ac, maklum hari Jumat kemarin itu lagi panas banget.

Karena lagi kurang sehat jadi milih minuman hangat walau siang itu lagi kece banget panasnya, sebelumnya saya tanya dulu sama baristanya apakah ada machiatto dan ternyata pun dia punya caramel machiatto jadilah saya pesan itu saja padahal sudah ngiler liat ice lattenya Winda, mamih Wina dan mbak Sefa. Sebelum diminum seperti biasa difoto dulu biar ada ceritanya sudah pernah nyobain kopi di Eight. Sayang saya gak sempat foto beberapa ruangan atau spot kece dari udag keburu haus dan keasikan ngobrol, maklum lama gak ketemu. Kayaknya pengen ngejadwalin lagi deh main ke Eight Coffee buat nyoba beberapa menu kopi dan makanannya sekalian foto jugalah tentunya. 



Bubur Fay Hadir di Grand Galaxy, Bekasi



Lupa persisnya hari apa waktu itu owner dari Bubur Fay, mas Ismal chat saya via whats app mengundang Kompakers Bekasi untuk sarapan pagi. Saya selalu menyambut dengan baik siapa pun yang mengajak Kompakers Bekasi untuk bekerjasama dalam bentuk apapun asal masih dalam lingkaran fotografi. Sebelumnya kami pun sudah pernah diundang mas Ismal untuk sarapan bubur Fay di Jatibening, kalau kemarin hari Jumat 16 Februari 2018 kami diundang untuk sarapan di Galaxy Bekasi tepatnya dipelataran parkir Bakso Kemon pokoknya gampang banget deh dicarinya karena begitu nemu si Baksi Kemon pasti terlihat Bubur Fay. Pas banget kemarin libur tahun baru Imlek jadi saya merespon acara tersebut harus segera, alhamdulillah kemarin itu terang gak hujan.




Jujur saja saya baru pertama makan bubur Fay ini waktu pertama dulu diundang pertama kali oleh mas Ismal dan mbak Lia, jadi kesan pertama kali saya coba ini enak banget. Buburnya beda banget sama yang lainnya kalau menurut saya yang bikin beda itu ada di bubuk cabai karena bubur lain tidak menggunakan bubuk cabai untuk rasa pedasnya. Buburnya pun sehat tidak menggunakan msg sama sekali dan yang paling penting topingnya penuh loh. Cakwe dan ayamnya banyak sekali, ada telur dan sate-sateannya juga seperti usus, ati dan ampela.

Setelah pertama dulu nyobain itu saya jadi sering beli kalau mau berangkat ke kantor karena otomatis saya kalau berangkat ngelewatin Bubur Fay yang letaknya disebelah pombensin Shell Jatibening atau biasanya saya juga suka GoFood buat sarapan dirumah kalau weekend atau kepengen makan bubur.

Baca juga cerita pertama kali makan bubur Fay: Sarapan Bubur Fay 

Thanks for reading. salam.


Area Bermain Khusus Anak di Padma Hotel Bandung


Yang bikin liburan keluarga tambah menyenangkan itu kalau dihotel tempat menginap menyediakan fasilitas untuk anak, kolam renang, area bermain dan aktivitas untuk anak selama di hotel. Sama seperti waktu kami sekeluarga melakukan staycation di Padma Hotel Bandung yang memang memiliki fasilitas untuk anak, bahkan waktu kami tiba dihotel petugas resepsionis menjelaskan kepada saya dan suami untuk setiap harinya aktivitas yang terdapat disana tidaklah sama.










Waktu menuju area playground ngenbayangin mas Kelvin sudah seneng banget karena hal pertama yang dia coba adalah bermain golf, area ini benar-benar luas sekali. Ada fasilitas outbond untuk anaknya, area memancing juga ada, yang paling seru buat Kelvin waktu dia ngasih makan kelinci. Sebenarnya dia suka banget tapi karena waktu ngasih makan dan wortelnya ditarik dia agak kaget sih. Hahahahahaaa... Kelvin sempat main kerumah pohon dan minta turun dari tiang, bunda dan ayahnya sempat ketakutan karena ngeri jatuh tapi ternyata dia lihai banget dan memang sangat hati-hati sekali. 

Di area kolam renang sebenarnya ada aktivitas painting tapi Kelvin males buat ikutan karena lebih milih berenang dia, sudah heboh banget pengen renang. Nah kalau saya boleh saran nih buat yang bawa anak dan mau ajak main ke Kids Playground alangkah baiknya setelah sarapan karena selain si kelinci pasti laper butuh sarapan dan lebih enak sih gak terlalu panas juga. 


Cheers,



Staycation at Padma Hotel Bandung




"Bun hari Rabu kita ke Bandung ya, aku ada meeting"
"Rabu besok banget?"
"Iya, aku harus dinas dari Rabu sampai Jumat di Padma Bandung"

Tanpa mikir panjang langsung mengiyakan padahal ini ngasih taunya Senin malam saat kita menuju kerumah, terus belum lagi harus izin untuk cuti. Tapi sayang kalau ajakan ini dilewatkan karena memang kata ayah boleh bawa keluarga, biasanya saya suka tanya dulu apakah benar keluarga boleh ikut?

Padma Hotel Bandung yang kata orang-orang dream staycation banget dan bikin betah buat gak keluar hotel loh.. Ok, karena sudah lama sekali kita gak ke Bandung semenjak ada perbaikan jalan tol dan ke Bandung saat ini tuh berasa jauh banget karena bisa ditempuh dengan waktu 4 - 6 jam atau kadang kalau long weekend atau high season tertentu pun bisa menjadi 10 jam.

Waktu itu kami berniat apa kita naik kereta saja dan tinggal naik taksi online saja disana, toh gak bakal kemana-kemana selain dihotel atau palingan bisa pergi ketempat sekitar hotel. Tapi akhirnya kemarin kita memutuskan untuk naik mobil saja dan berbekal pengalaman beberapa teman yang sering ke Bandung mereka lewat Bekasi yang nantinya keluar di Karawang Barat, baru deh masuk di gerbang tol Karawang Barat. Kemarin perjalanan dari Jakarta (dari kantor saya di Kuningan) ke Bandung memakan waktu 4 jam kurang lebih karena kami berhenti dulu beli cemilan dan isi bensin mobil.







Saya dan suami selalu pengen banget nginep di Padma Hotel Bandung, ini memang merupakan salah satu wish list juga sih. Dengan fasilitas yang super lengkap menurut saya hotel ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin menginap disini. Yang bikin senang tuh pemandangan yang ada disekitar Padma Hotel Bandung dan kolam renangnya, padahal saya gak bisa berenang. Hahahahaaa.... Sama yang bikin saya tertarik itu disini untuk fasilitas anaknya lumayan lengkap.

Karena saya membawa anak, jadi petugas hotel langsung memberitahukan kepada kami untuk kegiatan untuk anak-anak selama berada dihotel. Untuk melihat jadwal kegiatan, para orang tua harus aktif lihat pada layar tv yang berada dilobi karena untuk kegiatan ini akan berbeda setiap harinya.

Sampai hotel habis maghrib dan waktu menuju kamar di lantai 6 menggunakan lift Kelvin lihat kolam renang dong, tetiba dia nyeletuk "mas mau berenang dong ayah?" kadang galau juga antara ngebolehin atau ngelarang berenang malam-malam gitu tapi berhubung air kolamnya air hangat jadi ayahnya pun mengizinkan dia untuk berenang. Sayangnya Kelvin cuma bisa berenang sebentar karena area kolam renang akan tutup pada jam 8 malam.












Kebetulan kita dapat kamar dilantai 6 tepatnya kamar dengan nomer 630 paling pojok yang kalau bagian gorden dibuka juga bisa liat langsung pepohonan yang tinggi-tinggi banget. Kamar yang kami tempati ini typenya Premier Suite, super gede sih kalau menurutku dan yang pasti ada anak yang super girang karena dia bisa duduk dekat jendela sambil main. Malam pertama disini anaknya udah main didalam lemari sambil bawa bantal dan beberapa mainannya. Yang bikin gemes sih bagian kamar mandinya karena bisa langsung lihat keluar dan ada bathtub yang super luas buat Kelvin berendam pas setiap mandi. Kamar hotel seperti biasanya kan tiap pagi atau pas kita lagi meninggalkan kamar itu pasti mereka membersihkan dan kebersihan kamarnya sih juara banget. Karena mereka mengganti sprei, handuk dan lainnya dengan yang baru bukan hanya sekedar dirapihkan.

Yang penting buat saya tuh kalau nginep-nginep itu ada setrikaannya, karena semenjak menggunakan hijab kan biasa bajunya kebanyakan yang tunik-tunik gitu dan kalau masuk koper biasa kelipat kalau pas mau dipakai jadi gengges itu garis-garis pada baju yang aku pakai. Nah selain setrikaan ada mejanya juga, super girang dong pas tau ini. Kalau orang yang sudah pernah bepergian bersama saya pasti tau kalau saya sering nyetrika dulu didalam kamar hotel atau misal biasanya ada hotel yang gak menyediakan setrikaan tapi dia bisa menerima jasa nyetrika, saya langsung kasih ke mereka baju-baju saya yang harus disetrika. Seperti waktu ke Cirebon mereka gak bisa meminjamkan setrikaan tapi mereka mau menyetrika baju dan yang bikin wow adalah harga setrikanya muraaaaahhhhhhhh... 

Pelayanan di Padma Hotel Bandung ini pun menurut saya bagus dan memuaskan, gak terlihat membedakan sekali karena saya melihat pada waktu check in dan diarea restaurant semua staf disana selain murah senyum, cekatan dan ramah. Ada satu pegawai hotel yang saya jumpai di restaurant yang baiknya kebangetan dan dia juga pintar menghadapi anak kecil. Setiap kali ketemu atau pas ingin kearah lobi kalau ketemu dia pasti dengan cepatnya dia menyapa dan melempar senyum. Yang saya lihat disini semua staf benar-benar memberikan pelayanan yang sangat baik sekali. 

Over all sih saya dan suami seneng banget dengan pelayanan Padama Hotel Bandung, mudah-mudahan kita bisa balik lagi untuk staycation disini. Untuk breakfast akan saya ceritakan terlisah ya, yang pasti makanan disini enak semua loh. 




Thanks for reading