social media sidebar

Minggu, 25 Februari 2018

Ngopi Seru di Crematology


Saat ini kemunculan kedai kopi diberbagai penjuru kota Jakarta bukanlah menjadi hal baru lagi bagi para penikmat kopi, mencoba kopi dari kedai ke kedai kopi lainnya sehingga mereka akan menemukan kedai favoritnya mulai dari rasa kopi, tempat yang nyaman bahkan strategis. Dan saat seperti sekarang ini pun rasanya sudah banyak orang mulai meeting dari kedai kopi. Contohnya seperti saya ini yang sekarang lebih memilih ke kedai kopi daripada harus nongkrong di mal, karena waktu yang dihabiskan di kedai kopi bisa membuat saya menemukan segala hal. Mulai dari bertemu dengan klien, teman-teman, mengerjakan beberaka kerjaan yang tertunda misalnya atau memang lagi malas kesana-kesini.

Beberapa minggu lalu sempat janjian ke Cremotology Cipete sama mam Rik dan Putri, kebetulan Putri lagi main ke Jakarta karena hari minggunya dia habis ikutan acara ulang tahun Fuji Guys Indonesia. Akhirnya kita berjumpa hari itu jam 11.00 seharusnya tapi karena saya ada hal yang harus dikerjakan dadakan pas mau pergi jadilah agak telat datangnya. Jalan dari kantor kalau tidak salah jam 11.30 malahan tapi alhamdulillah jika Allah memang berkehendak akan niat baik pertemuan ini, hari itu saya hanya 30 menit kurang dari kantor yang terletak di Jl, Satrio alias seberang Lotte Shopping Avenue ke daerah Cipete. Kalau ke Crematology sih sebenarnya sudah sering tapi lebih yang di Senopati karena dekat sama kantor.

Sebelumnya mam Rik dan Putri sudah pesan minuman dan makanan, lalu karena saya laper banget siang itu jadi nyari makanan yang super berat akhirnya pesan burger deh terus seperti biasanya saya pesan es teh tawar. Jangan sedih walau main ke coffee shop saya pasti tanya es teh tawar dulu sama pelayannya. Biasanya paling girang kalau dapet gelasnya gede dong, maklum siang itu lagi gararonjreng panasnya. Karena menu mam Rik dan Putri sudah keluar lebih dulu maka mulailah memainkan styling untuk yang akan kita jepret siang itu. Nah sama yang selalu bikin saya takjub adalah mam Rik selalu siap membawa beberapa property foto yang memang pantas digunakan di coffee shop.


Jadi nih ya walaupun kami motonya di coffee shop itu biji kopi bukan minta ya tapi memang dibawa sendiri, seperti halnya sendok kayu, buku-buku tua, kain blacu, kantong goni kecil, tapi kalau bola-bola rotan yang kecil-kecil berisikan lampu itu adalah milik Crematology, Masing-masing dari kita punya gaya foto masing-masing walaupun dengan object yang sama tapi belum tentu hasilnya. 







Jujur aja sih saya hari itu tidak pesan kopi sama sekali karena lagi pengen minum es teh tawar terus pas emang bawaan lagi laper jadi pesan makanan pun sampai dua loh, bitter ballen dan burger. Niatnya yang bitter ballen mau dimakan ramai-ramai tapi ternyata Putri malah ngambil satu doangan, oh ya kalau untuk rasa dari kedua makanan yang pesan sih enak banget apalagi si bitter ballen yang ngeju banget dan burger hebatnya aku habis tak bersisah loh. Maklum efek laperan. Jadi si kopi-kopi cantik yang saya foto ini adalah pesanan Putri dan mam Rik yang mana pun saya pasti nyeruput salah satu dari gelas kopi tersebut dan yang saya minum itu yang hot latte, oh ya kopi disini enak-enak semuanya kalau kata saya mah. Barista disini pun juga helpful banget deh, bener-bener ngasih tau untuk jenis kopi dan yang paling penting mereka mau dimintai tolong megang gelas doang. Hahahahaaa.. 








Beberapa foto diatas itu menggambarkan bahwa dimana ada foto bagus disitulah si fotografer sedang berjuang demi hasil yang maksimal sama halnya dengan saya waktu motret beberapa foto diatas. Pengen tema table situation jadilah kita harus dari atas ala flat lay dan misal hanya tangan saja yang in frame. Kalau untuk pengguna lensa fix 50 mm atau setara dengan itu dijamin akan bersusah payah untuk mengambil detail lengkap dari atas yang hanya naik banku kafe. Sebenarnya banyak ilmu yang didapat kalau lagi moto barengan kayak gini atau misal hanya kumpul dengan teman-teman yang sehobi pasti bahasannya sama deh, mulai dari ngomongin influencer di instagram, algoritma instagram, lensa yang digunakan pada masing-masing gear yang kita gunakan, atau membahas keunggulan kamera yang menurut saya kamera saat ini yang dimiliki oleh saya sendiri sudah sangat mempuni sekalilah. Karena saya moto ini adalah hobi dan saya menemukan passion baru loh. 

Padahal ya itu udah laper banget ngeliatin si burger tapi apalah daya karena saya juga butuh motret maka makan pun nunggu selesai difoto, kopi pun juga gitu kadang kalau kopi panas saya minumnya pas sudah rada-rada dingin walau bukan yang dingin gimana gitulah. Bukannya ge-er sih ya tapi beberapa teman sudah identik banget kalau akun instagram saya lebih banyak share kegiatan ngopi, bisa juga pas meeting dengan klien, Bahkan waktu saya ikut kelas workshop sampai ada yang ngasih tau saya, bahwa dia sudah menandai saya menjadi raja ngopi karena dengan begitu secara tidak langsung menurut dia saya sudah memberikan informasi tentang tempat ngopi bahkan dia kadang suka ngesave beberapa foto saya tentang kopi. 

Tapi memang beberapa waktu belakangan ini saya lebih sering posting tentang ngopi, mau ngopi di gelas plastik seperti Kopi Tuku, DIbawah Tangga, Kopi Kenangan, Sagaleh, Animo, Bu Lurah, Starbucks dan beberapa kopi yang memang tempatnya pun ready to go karena gak mungkin juga foto disanan. Sebenarnya saya pun posting tentang kopi ini sekalian memberikan rekomendasi terhadap follower saya, walau ya memang saya masih dibawah 5K followernya dan biasanya karena saya sedang meeting dan memilih tempat yang gak terlalu berisik. Mostly sih tempat yang saya datangin gak pernah berisik kecuali ke Starbucks di jam rawan ngantuk sama nunggu macet, dijamin kalau lagi ngobrol PR banget deh.


Ini mam Rik dan Putri yang datang jauh dari Semarang, Putri pun sempat bilang kemana pun dia pergi ke suatu daerah harus mencoba salah satu coffee shop yang ada didaerah tersebut dan ini bukan pertama kali untuknya ke Jakarta tapi pertama kali dia dateng ke Crematology. Seru banget deh buat saya pada hari ini walau pun gak bisa sampai lama dan mereka lanjut lagi setelah itu ke Filosofi Kopi untuk janjian dengan yang lainnya, sayang banget waktu itu saya tidak bisa join karena keadaan yang tidak memungkinkan pada hari itu. Dari beberapa kali kunjungan ke kedai kopi saya bisa mengambil beberapa cerita bahwa selama disini saya jarang pegang gadget karena kita sibuk foto dan ngobrol.

Happy reading!



4 komentar :

  1. duhh selalu suka deh liat foto2 di artikel mba Chi, kereenn semuaaa.. btw, jadi pengen mampir ke Crematology juga nih.. #coffeeaddict soalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Zatta yuk kapan kita ngopcan sekalian aku mau belajar blogging ;)

      Hapus
  2. Kece badai mba foto fotonya, apa daya aku masih pakai lensa fix hehehe.. pengen juga beli lensa *kekeup dompet*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mau beli lensa baru lagi tapi muahaleeeee...

      Hapus