Pages

SOCIAL MEDIA

Minggu, 10 Juni 2018

Bersama Kalian Keluarga Keduaku

Missbee Providore
The Best Team Bintang Home dan Home Living

There are friends, there is family, and the there are friends that become family
Sesekali mau menceritakan teman-teman yang terbaik dalam sepanjang perjalanan karir saya kemarin, mereka ini sudah saya anggap keluarga. Walau kadang kami suka cela-celaan, kadang kami pun suka miss atau bersitegang tapi percayalah itu hanya proses dalam keluarga ini semakin baik. 

Beruntunglah saya dari pertama kerja tahun 2006 sampai kemarin resign dipertengahan Februari 2018 yang saya masih rasakan adalah selalu bersama mereka. Padahal orang-orang didalam foto tersebut ada yang sudah resign sebelum saya dan ada Putri yang menyusul saya dibulan Maret 2018.

Kebetulan kami ini adalah tim iklan dari Media Bintang Indonesia, tetapi kami adalah marketing iklan, promosi dan kreatif yang hanya memegang tabloid Bintang Home dan majalah Home Living. Beruntungnya adalah bos kami adalah kak Lia atau yang lebih terkenal dengan nama Lidya Nasution. Orang Medan tapi gak kayak orang Medan kalau kata anak-anak kantor. 


Ini dia yang namanya kak Lia, asal dari Sumatera tapi lebih sering di bully sama anak buahnya. Hahahahahaaaa... Gak berasa banget ternyata sudah 11 tahun kerja bareng sama kak Lia sampai dia resign kemarin pada bulan Februari 2017, bulannya bisa sama ya kayak saya waktu resign kemarin itu. Buat saya gak ada deh bos yang modelan kayak kak Lia ini, gimana enggak? Dulu kalau meeting selalu ketawa-ketawa padahal belum capai target pendapatan iklannya, kebanyakan bercanda receh kalau kata anak zaman sekarang. Bersama kak Lia kita selalu bikin list mimpi setiap awal tahun loh, ini kebiasaan yang saya jalani selama ada kak Lia, ternyata tahun ini saya lupa bikin list mimpi. Cemana ini kak?


Kalau yang ini namanya Yoga pemilik account instagram Liburmulu yang pada kenyataannya lebih sering "Ngantor Mulu" Hahahahahaaa... Malahan kayaknya dia sekarang ini lebih sibuk dari sebelumnya, hobinya bermain gawai bahkan dia dinamai pakarnya gawai. Yang kalau kata dia mah paling ganteng seSCM (sebutan kantor saya), hobinya mirip deh sama Rizky Fauzi kalau lagi diluaran. Apalagi kalau jalan sama mereka berdua diluar, jangan harap kalau ngomong itu didengerin. Sekarang dia yang lagi jadi korban bully di group kami, lah tersadar kalau saya memiliki 3 group yang isinya bareng sama Yoga. Tapi yang paling seru sih group yang dari dulu tak pernah bubar.


Namanya Randu Nurcahyo tapi saya lebih sering manggil dia Ran... Habis dia manggil saya Such... Nah biasanya nih kalau lagi ngebully mas Galih kita tektokannya cepet nih barengan sama Yoga juga, jangan ditanya kalau Randu mah, juara ngeledek orangnya.


Emang paling enak moto orang itu candid ya jadi liat aja nih fotonya Oji lagi megang bibir dengan tatapan apa ya? Panggilannya gak enak banget sih buat dia "Lambe" sudah kayak akun-akun gosip yang bertebaran di instagram ya kan? Lupa ini si Oji mulai masuk Media Bintang Indonesia kapan, yang pasti dia orangnya super PD banget! Anak yang baik banget kalau kata saya, sama teman dia care banget apalagi sama saya. Padahal efek sering saya tebengin, bwahahahahaaaa... Gak doyan ngopi walau kadang suka nemenin ngopi. Idaman para anak kantor banget si Oji ini, uhuuuukkkkk


Namanya Andini, karir waktu di Media Bintang berawal menjadi seorang resepsionis. Siapa yang saka kalau dia waktu itu sebelum resign malah naik menjadi marketing di divisi iklan dibawah asuhan saya. Duh ileh bahasanya, dibawah asuhan. Tantangan dari seorang bos dikantor yang membuat dia terjun ke marketing iklan Bintang Home dan Home Living, mulai dari nol banget deh belajarnya sampai akhirnya dia bisa percaya diri kalau dia itu bisa!


Bibirnya emang gitu dia bukan disengaja, biar dibilang apa Sa? Hahahahaa... Ini Sara dulu dia juga memulai dari sekretaris redaksi terus masuk jadi team HRD dan akhirnya dipinang jadi AE Bintang Home deh, kerjasama dan keuletannya patut diacungi jempol nih anak. Jangan tanya percaya dirinya, kepedean soalnya kalau dia. Sampai saat saya menuliskan ini dia sekarang di team Bintang Indonesia.


Dweko dan Putri, keduanya saling melengkapi. Mereka dari awal masuk memang sudah di khususkan untuk handle majalah Home Living, berdua memiliki kelebihan yang berbeda. Saya bingung kalau mendeskripsikan mereka berdua karena sama-sama bawel tapi emang Putri lebih rumpi sih. Setelah membuat kehebohan tragedi cicak, Putri ini bikin geger satu kantor sampai nangis ke penjuru kantor. Dari kakak Dweko saya juga belajar banyak, orangnya sabar banget dan nerima banget anaknya.


Yang saya bisa deskripsikan dari Fuad adalah orangnya selalu takwa dan gak pernah tinggal ibadahnya, gak banyak ngomong juga tapi dia bisa melucu dengan menirukan gayanya mas Galih loh.


Mbak Dini juga termasuk awet banget nih, dari saya masuk ke Media Bintang Indonesia di tahun 2006 dan sampai saya resign di bulan Februari 2018 mbak Dini masih selalu setia. Selalu apa adanya dan gak pernah macam-macam dan gemesin banget pokoknya.

dok. Rizky Fauzi
Kalau ini namanya mas Galih, akhirnya ada juga foto dia menghiasi tulisan tentang dia di blog ini. Mas Galih ini gak ada duanya deh, sebagai perantauan dari Solo yang selalu ngaku orang Solo padahal dia orang Sumedang tetangganya Rossa. Kalau ngobrol sama dia gak pernah menang karena suaranya selalu ngalahin toa masjid, kebayangka 100 toa masjid? Hahahahahaa...

Galih Harisila seorang gemini man yang beda banget sama laki-laki gemini lainnya yang saya kenal, kalau yang lainnya banyakan leboy ya kan tapi yang ini enggak. Hahahahaaa... Tapi eh tapi bawelnya kalau kata anak jaman sekarang sih "wagelaseeeehhhhhh"

Untuk mas Riswan karena saya gak ada fotonya, tanpa kalian berdua apalah arti project - project yang saya dapat tanpa kerja keras kalian. Mas Riswan ini super baik, cuma dia kayaknya dari sekian orang yang saya deskripsikan disini yang lempeng-lempeng aja. Banyak bantu aku dalam beberapa project iklan dengan klien sampai pagi pun dipercetakan ya mas, hahahahhaaaa...

Walau sekarang kita sudah terpencar dan apalagi media yang membesarkan kita juga pada akhirnya tutup dibulan Juni 2018 ini membuat semuanya sedih terutama buat orang-orang yang pernah membesarkannya. Saya yang sudah 11 tahun bersama Bintang Home waktu tau berita itu kayak gak percaya, rasa kecewa jelas ada banget. Walau saya tau memang bisnis cetak lagi turun banget tapi oh tapi saya beneran sedih banget dan sampai hari ini pun masih suka gak percaya kalau Bintang Home dan Home Living akhirnya menyudahi perjalanannya.

Saya yakin bahwa Allah sudah menyiapkan rencana yang indah bagi kita semua, kita gak akan tau akan kejadian esok hari. Terus semangat dan tetap berkarya ya teman-teman kesayangan, kalian tetap yang terbaik untuk Bintang Home dan Home Living.

Happy Reading!


6 komentar :

  1. Majalah bintang home dan home living tutup ya mbak?

    aduh, saya sedih juga dengernya. Sama seperti ketika HAI harus meninggalkan media cetaknya.

    Sebagai orang yang kerja di media, pasti kerasa banget bahwa teknologi memang bagai pisau bermata dua.

    Ada rasa perih ketika harus kehilangan teman-teman dan segala kenangan di tempat kerja. Bahkan saya masih merasakannya sampai sekarang.

    Semoga bertemu dengan hal-hal baru menantang lainnya ya mbak. sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Sara, menurut teman-teman yang masih disana akan berakhir per Juni 2018. Sedih banget sih pas tau ini, walau aku sendiri tau bisnis online sekarang lagi melejit jadi yang cetak tertinggal deh.

      Sukses terus ya untuk dirimu mbak, sampai ketemu lagi.

      Hapus
  2. So sad padahal aku termasuk pembaca home living karena di kantor adik ku langganan home living. Media cetak memang lagi turun mba, apa ga ingin dibuat versi digital nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Asti apalagi media segmented seperti Home Living dan Bintang Home, yang sekarang ini sudah gampang banget mencari inspirasi di media digital. Wah seneng banget ini dengernya ada yang langganan Home Living.

      Hapus
  3. hampir mirip ceritanya mbak dengan ceritaku. aku juga sempat bekerja di online travel agency yang cukup besar dan melejit namanya.

    hanya dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun, OTA itu mengalami penurunan sehingga CEO terpaksa mengcilkan scoop-nya. dan perlahan namanya tidak terdengar lagi.

    sedih memang, tapi setidaknya kita pernah bahagia di company itu.
    pernah jadi bagian dari perjuangan company yang membuat kita juga belajar.

    keep spirit ya mbak :)
    pasti ada yang terbaik setelah pengalaman ini.

    BalasHapus
  4. Aq jg suka baca home living, dulu kantorku lmyn lm langganan.

    BalasHapus