Komunikasi Salah Satu Kunci Dalam Berumah Tangga

Foto Prewed Kami (dok. Irham)
Sesekali bahasannya tentang rumah tangga nih, sehabis membaca tulisan dari mbak Ria M Fasha yang berjudul Ketika Rumah Tangga Diuji, Apa Hikmahnya? Pembahasan ini sangat menarik bagi saya karena memang banyak terjadi disekitar kita. 

Kebetulan saya dengan suami menikah sejak tahun 2010, dari pacaran menuju ke jenjang pernikahan hanya 7 bulan seingat saya. Tapi masa pendekatannya nyaris 2 tahun, kebayang lama pendekatannya. Hahahahaaa...

Usia saya dan suami terpaut cukup jauh, 11 tahun bahkan saya juga sempat dikira pacaran sama om-om dong sama keluarga. Kalau ingat ini tuh saya selalu geli sendiri, kebayang kan betapa kagetnya keluarga besar saya mengetahui usia kami yang beda jauh ini. 

Dari mulai pendekatan ini memang boleh dibilang komunikasi kita tuh kayak orang pacaran, lancar bangetlah. Kalau kata teman-teman sih "namanya juga lagi pendekatan" ada benarnya juga sih. Ok, akhirnya kami pacaran ketika setelah pendekatan 2 tahun ini pun waktu suami saya menjenguk mamah saya dirumah sakit mintanya. 

Sebagai perempuan saya jual mahal dong, iyalah masa langsung diterima sih? Mungkin ini biar semangat nungguin mamah saya waktu di rumah sakit, akhirnya gak tega nih ngegantungin orang. Besoknya saya telp dia bilang "oke saya mau menjadi pendamping hidupnya". Soalnya suami saya gak bilang "mau gak jadi pacar saya?" bilangnya malah "mau gak jadi pendamping hidup saya dan menghabiskan waktu bersama?" 


Instagram Wifey (dok. Akuchichie)

Laki-laki ini yang menjaga saya mulai dari tahun 2008 kalau gak salah, insya Allah sampai maut memisahkan. Selama pacaran untungnya ada teknologi yang namanya yahoo messenger, blackberry messenger, facebook dan telp tapi dia jarang telp lebih sering chat.

Kebetulan suami kerjanya dulu di dunia agency iklan kalau sekarang lebih dikenal dengan ahensi, kalau yang tau kerja anak agency pasti kesel deh. Kebayang kan saya nih belum tentu loh malam mingguan setiap minggu atau ngerasain pacaran normal kayak orang-orang.

Pada saat itu almarhum mertua saya masih ada dan suami saya selalu mendampinginya, karena kebetulan hanya tinggal berdua. Gak mungkin saya marah karena suami saya dulu selalu menemani ibunya, yang penting kami selalu komunikasi dengan baik.

Anak agency kan kerjanya gitu deh ya gak kenal waktu, tapi sesibuknya dulu selalu memberi kabar bahkan kadang mengirimkan foto. Ini bukan karena posesif, ini efek kami memang sama-sama bekerja di dunia periklanan dan memang sibuk satu sama lain.

Selama pacaran kami gak pernah yang ngalamin berantem, kalau kata orang gak enak dong gak pernah berantem. Loh kata siapa? Justru kami berusaha meminimalisir yang gak penting kayak gini dengan terus berkomunikasi. 

Terus setelah menikah gimana? Wah sama aja tuh, bedanya cuma kami tinggal bersama. Kami sebenarnya jarang banget telponan cuma sekedar nanya "sudah makan belum?" "sudah mandi?" "gimana hari ini?" aduh ini gak saya banget deh. 

Kalau kami komunikasi lebih ke "mau meeting nih di daerah Kemang sama klien X paling selesai 2 jamlah ntar langsung nyusul atau kemana?" ini yang lebih terjadi ketimbang hanya nanya sudah makan belum?


dok. Irham

Dari menikah tahun 2010 sampai sekarang di Agustus 2018, alhamdulillah atas kuasa Allah kami belum pernah cekcok atau berantem hal gak penting atau apapun itu dan jangan sampai terjadi ya Allah. Mungkin ini karena usia saya dan dia yang terpaut cukup jauh jadi suami saya berasa lagi ngemong adiknya.

Saya itu percaya bahwa Allah telah memberikan jodohnya sesuai dan melengkapi satu sama lain. Kami tidak selalu sama berpendapat tapi ini menjadikan kami sering diskusi dan banyak ngobrol. Belajar dari pengalaman orang lain tentang hubungan rumah tangga juga salah satu kunci dari kami.

Saya dan suami selalu terbuka soal apapun, kami juga selalu bercerita tentang apa yang sedang saya lakukan dan alami misalnya. Palingan kalau gak angkat telp cuma bilang "tadi aku telp kenapa gak diangkat? tapi whats app jawab" Habis bilang ini sebenarnya geli sendiri nih. 

Kalau saya dan suami selalu menekankan yang penting komunikasi karena kami bukan paranormal yang bisa tau keinginan pasangannya jadi harung diutamakan "NGOMONG" hahahahaaa... Setelah komunikasi yang kami bangun adalah kepercayaan. 

Jadi mau gimanapun rumah tangga tetap harus dilandasi komunikasi yang jelas bagi saya, semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan insya Allah sampai maut yang memisahkan. 


Happy Reading!
#KEBKolablogging









5 komentar

  1. Yupz, setuju, komunikasi itu sangat penting. Dan kaum adam juga enggak suka kode-kode dari wanita.
    Komunikasi dua arah memang bagus, jadi keduanya saling mengerti dan paham, apa yang diinginkan oleh pasangannya.

    Beda 11 tahun mah gak apa-apa, Mak.. Dalam cinta tak pernah mengenal jarak, usia dan perbedaan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Eri, ternyata yang beda usia lebih dari aku pun banyak ya.

      Hapus
  2. Aamiin. .Wah senangnya ya rumahtangga adem ayem. Moga langgeng ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Allahuma amin, doa yang sama juga untuk mak Farida

      Hapus
  3. Lancar terus komunikasinya dan rumah tangganya.

    BalasHapus