Waspada! Anak-anak Juga Bisa Terkena Diabetes

dok. Stock Image

"Diabetes itu tidak hanya dari faktor genetik saja tapi dia yang terpilih bisa terkena diabetes", dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Padahal selama ini orang-orang, begitu juga dengan saya menganggap bahwa penyakit diabetes ini adalah penyakit turunan. Tapi begitu bertemu dengan dr. Aman Bhakti Pulungan, SP.A(K) saya setuju kalau diabetes bukan tidak hanya dari turunan saja, mama saya terkena diabetes karena gaya hidupnya sendiri. 

Lain lagi dengan keluarga besar papah saya yang rata-rata memang terkena diabetes, tapi tidak dengan papah saya. Entah gimana ini kalau di keluarga papah yang kena diabetes rata-rata perempuan semuanya, adik dan kakaknya selalu membawa insulin kemana-mana.

Lalu belum lama ini saya bertemu dengan teman blogger yang menceritakan tentang sepupunya yang terkena diabetes saat ia masih bayi. Awalnya saya bingung kok bisa ini bayi terkena diabetes? Ternyata memang bisa, apalagi si bayi ini sudah selesai full ASI selama 6 bulan. Ternyaa setelah diceritakan baru paham juga, sedih banget.

Jadi diabetes ini bisa menyerang siapa saja, tidak kenal usia atau pandang status. Pola makan dan gaya hidup memiliki peranan yang sangat besar dalam penyakit diabetes.


dok. Akuchichie
Beberapa hari lalu saya menghadiri acara di Diabetes World Day 2018 yang dilaksanakan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, turut hadir pada hari itu dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K) - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan dr Cut Putri Ariane, MH,Kes - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM).

Perbincangan yang sangat menarik dimana kali ini adalah berdiskusi mengenai diabetes pada anak, walau kebanyakan sebenarnya yang terkena diabetes adalah orang dewasa. Waktu dokter Aman menjelaskan bahwa banyak anak yang terkena diabetes.

Yang harus diketahui bahwa orang yang terkena diabetes tidak hanya karena faktor genetika, tetapi dengan haya hidup sehari-hari juga bisa. Jadi kita juga harus waspada dengan apa yang kita berikan untuk anak-anak kita dirumah.

Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas. Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain di tubuh. Apabila produksi insulin berkurang maka akan menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

Diabetes Melitus (DM) dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, sementara DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas.

Pada umumnya DM tipe 1 ini bisa terjadi pada anak-anak dan remaja. Meskipun kasus DM tipe 1 yang paling banyak pada anak, terdapat kecenderungan peningkatan kasus DM tipe 2 pada anak-anak dengan faktor risiko obesitas, genetik dan etnik, serta riwayat DM tipe 2 di keluarga.


Gejala-gejala yang perlu diwaspadai jika anak menderita Diabetes Melitus (DM):
  • Banyak makan, anak dengan DM akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.
  • Banyak minum, anak akan merasa haus terus menerus karena tidakmampuan tubuh memproduksi tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dan pada frekuensi normal, terutama dimalam hari.
  • Banyak kecing dan mengompol, rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dari frekuensi normal, terutama di malam hari.
  • Penurunan berat badan yang drastis dalam 2 - 6 minggu sebelum terdiagnosis. Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut.
  • Kelelahan dan mudah marah, tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuatnya kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi menjadi cepat marah dan murung.
  • Tanda kedaruratan lainnya yang perlu diwaspadai antara lain, sesak nafas, dehidrasi, syok da nafas berbau keton. 

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi dengan kontrol metabolik yang baik, anak dapat tumbuh dan berkembang selayaknya anak sehat lainnya. Kontrol metabolik yang dimaksud adalah mengupayakan kadar gula darah dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menyebabkan anak melah menjadi kekurangan glukosa dalam darah.

Sementara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
  1. Melaksanakan sosialisasi dan diseminasi informasi tentang diabetes melalui berbagai media cetak, elektronik, dan media lainnya serta pemasangan spanduk, umbul-umbul  berisi pesan tentang diabetes.
  2. Membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia terkait Hari Diabetes Sedunia untuk melakukan promosi kesehatan, deteksi dini dan kerjasama dengan LSM untuk melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat.


dok, Instagram P2PTMKemenkesRI

dok, Instagram P2PTMKemenkesRI

dok, Instagram P2PTMKemenkesRI

Mengenal Fulki Baharuddin Prihandoko

dok. Akuchichie

Pagi itu juga dihadirkan salah satu anak yang terkena diabetes, aduh ini saya sendiri saja tidak membayangkan kalau anak-anak ternyata bisa terkena diabetes. Kalau dilihat Fulki ini sama seperti anak-anak lainnya, sehat dan selalu ceria. Tapi siapa yang mengira bahwa Fulki sejak kelas 4 SD terkena diabetes melitus dengan hasil diagnosa saat itu adalah 750.

Seisi ruang waktu dikasih kalau gula darah Fulki saat itu 750 langsung terkejut, hebatnya Fulki pada saat itu masih tetap semangat untuk mengikuti ujian dihari esok. Dokter Aman pun langsung menginstruksi untuk dirawat agar dipantau  gula darahnya.

Tentu ini bagi orang tua Fulki merupakan kiamat kecil dalam keluarga mereka karena mengetahui Fulki yang terkena diabetes. Awalnya ibu Aisyah orang tua Fulki agak heran, Fulki suka mengompol kalau tidur malam, lalu selalu merasakan haus yang berlebih dan suka ada semut didalam kamar mandinya.

Hal-hal ini yang membuat ibu Aisyah merasa harus memeriksakan Fulki ke dokter, karena sangat khawatir dengan kondisi anaknya. Setelah dilakukan pemeriksaan benar saja, kadar gula darah Fulki sangat tinggu sekali, 750.

Waktu saya membuat instagram story dengan memberitahukan kadar gula darah Fulki, beberapa teman banyak yang merespon terlebih mereka yang memiliki keluarga penderita diabetes. Saya pun juga kaget banget, kalau sudah begini jadi ingat sama mamahku yang juga penderita diabetes tapi beruntungan mamah saya tidak sampai menggunakan insulin.

dok. Akuchichie

dok. Akuchichie

Sampai saat ini walau Fulki sudah duduk dibangku SMP tapi tetap harus mengontrol apa yang dia makan dan minum. Setiap harinya Fulki membawa 1 box kecil yang isinya insulin, alkohol, jarum, alat periksa gula darah dan buku catatan. Fulki ini menyuntikan insulin sendiri loh, disekolah pun sama.

Ayah, ibu dan kakak-kakak Fulki selalu memberikan semangat dan juga selalu memberikan apa yang dibutuhkan oleh Fulki. Belajar dari kisah Fulki ini betapa kita yang masih sehat juga harus menjaga pola makan dan gaya hidup. Diabetes ini tidak mengenal usia, karena selain genetika ada gaya hidup yang menjadi faktor diabetes.

Foto bersama teman-teman Blogger
Senang sekali saya dan teman-teman blogger bisa hadir didalam acara Diabetes World Day 2018 di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Yuk! Mulai sekarang mari kita sayangi anggota keluarga dengan waspada akan diabetes melitus. Happy Reading!








37 komentar

  1. selamatkan keluarga dari diabetes, yuk ah fokus cegah rumus 5210 dari dr Aman

    BalasHapus
  2. Agak surprise juga saat tau kalau anak bisa kena diabetes juga. Orang dewasa kena penyakit gula ini aja udah bikin sedih, apalagi kalau penderitanya anak-anak. Harus lebih waspada lagi dehh sama pola makan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeetttttt... AKu mengira hanya orang dewasa saja yang bisa terkena diabetes loh, duh kudu jagain pola makan anak nih.

      Hapus
  3. Waahh, serem ya mbak karena kita baru nge bahwa diabetes dimana-mana. Semoga kita bisa menjalani gaya hidup sehat yang bisa menjauhkan dari penyakit apapun...aamin

    BalasHapus
  4. Aku ngeliat mama mertua diabetes aja, sedih banget gimana kalo liat bayi yang kena ya, gak tega, semoga tulisan kita memberi pelajaran buat yg lain ya mba

    BalasHapus
  5. Aku ngeliat mama mertua diabetes aja, sedih banget gimana kalo liat bayi yang kena ya, gak tega, semoga tulisan kita memberi pelajaran buat yg lain ya mba

    BalasHapus
  6. Serem juga ya, anak bayi udah kena diabetes.
    Liat orang dewasa kena diabetes aja ngeri, apalagi masih bayi.
    Semoga anak2 kita selalu diberi kesehatan, aamiin :)

    BalasHapus
  7. Haduh, ngeri banget ya Chie, kasian kalo sedari anak2 menderota DM, hiks..
    Semoga anak2 kita dijauhkan dari penyakit ini.
    Dan diberikan kesehatan .
    *aku jadi merinding

    BalasHapus
  8. Kalo anak2 yg kena Diabetes gini kok kayanya gak tega ya mba. Org dewasa aja kesakitan apalagi anak2. Memang pola hidup sehat itu harus diterapkan sejak dini.

    BalasHapus
  9. duh semoga Fulky sehat2 selalu, aku baru tahu bisa kena anak2 mba apalagi lihat gejala Fulky dari yg ngompol sampe suka ada semut di toilet gimana ga jadi kiamat kecil buat keluarganya y mba semoga keluarga sehat2 selalu aamiin

    BalasHapus
  10. Duh, ternyata bayi pun juga bisa terkena diabetes ya. Berarti harus rutin cek up gula darah juga nih meski masih anak-anak dan harus waspada dengan gejala2 yang ada.

    BalasHapus
  11. Ngeri juga ya.. ternyata anak-anak juga bisa terkena diabetes. Terus gejalanya banyak makan, banyak minum, kalau gitu kan kayak gak terjadi apa-apa ya?

    BalasHapus
  12. Ibu saya JUGA pernah cerita Ada anak di kampungnya yg kena diabetes Karena keseringan minum SKM

    BalasHapus
  13. Masya Allah.. aku baru tau loh mba kalau bisa menyerang balita juga. Duh jadi was-was. Bener yaa jd orngtua harus mawas terutama soal asupan makanan. Nice share mba 👍

    BalasHapus
  14. hiiks serem banget yaa.. padahal diabetes adalah sumber dari pnyakit2 berat lainnya, kasian banget kalau masih kecil udah diabetes. makasih ya mba, jadi peringatan buat aku supaya lebih menjaga kesehatan anak-anak.

    BalasHapus
  15. Saat ini pola makan memang dapat menimbulkan diabetes ya, mba. Hingga anak2 pun bisa terserang juga. Ngeri gimana gitu ya.

    BalasHapus
  16. huaa serem yah , makasih banget sharingnya. Jadi saya harus lebih memperhatikan asupan makanan untuk anak

    BalasHapus
  17. Waduh, jadi ngecek kebiasaan saya dan anak-anak nich. Memperhatikan gerak juga penting ya, jangan sampai anak ndak bergerak apalagi sekrang banyak sekali penyebab anak ndak mau gerak. Salah satu pola hidup yang baik supaya terhindar dari diabetes kan berolah raga dan bergerak.

    BalasHapus
  18. Duh saya termasuk keturunan diabetes ni mba, harus lebih perhatikan asupan anak-anak ni..

    BalasHapus
  19. Wah..nice sharing mbak chie. Dulu saat tinggal di tanah karo, tetangga depan saya (anak SD) kena diabet dan akhirnya meninggal. Sediih rasanya.

    BalasHapus
  20. Duh jadi deg degan nih, si kakak hobi banget makan gula dan manis-manis. Apalagi es krim, susu juga suka sekali. Harus di check ke dokter.

    BalasHapus
  21. Serem juga ya anak-anak bisa diabetes. Tapi secara logis, memang masuk akal. Kalo kebanyakan konsumsi gula, dan kurang gerak, gula bakal numpuk di tubuh. Semoga angka diabetes semakin sedikit ya. Baik itu pada anak mau pun orang dewasa.

    BalasHapus
  22. Harus waspada nuh utk cucu2ku yg pada suka haus mulu dan malam suka lapaar. Tp tanda2lson gak ada tuh seperti ngompil, pipisnta disemutin atau yg lain. Md2an mereka sehat karena kami di keluarga kandung tidak ada yg diabetes.

    BalasHapus
  23. Gak bisa bayangin, gimana anak anak bisa terkena penyakit ini. Mereka yang hidupnya penuh kegembiraan harus menderit. Jangan sanpai ya terjadi sama anak-anak kita. Semoga mereka terjaga selalu.

    BalasHapus
  24. Sedih banget aku pas tahu kalau ada anak terkena diabetes. Aku juga berharap semakin memperhatikan asupan makan dan gaya hidup anak dan aku sekeluarga agar terhindar dari diabetes

    BalasHapus
  25. Anaknya teman saya nyaris kena diabetes Mbak, berawal dari obesitas. Akhirnya harus menjalani diet ketat.

    Sejak itu saya jadi tahu bahkan Meski anak-anak, jika pola makannya tdk dijaga juga bisa kena diabetes ya.

    BalasHapus
  26. Wah mba Chi, aku baru tahu kalo anak-anak pun bisa terkena diabetes.
    Kudu hati-hati ya, polanya memang harus dijaga ya. Terima kasih telah mengangatkan dan sharing mba Chie.

    BalasHapus
  27. Sedih ya kalo masih kecil udah kena diabetes. Mengajak anak-anak untuk aktif melakukan kegiatan luar ruangan bisa jadi mencegah penyakit ini. Dari pada main game dan ngemil jajanan

    BalasHapus
  28. waah kaget juga yaa, ternyata anak2 bisa DM yaa.
    wajib hati2 juga nih jaga pola konsumsi mereka

    BalasHapus
  29. Sedih ya masih ana2 kena diabetes. Ini warning banget buat para ortu supaya selektif kasi asupan bagus buat anak2nya. Khususnya yang gak terllau banyak gula garam TFS

    BalasHapus
  30. Waduh, anak2 juga rentan kena diabetes juga ya ternyata. Sebagai orang tua kita harus makin menyadari tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang ya untuk anak, enggak sekedar memberikan apa yang anak2 mau.

    BalasHapus
  31. Aku kira yang bisa diabetes orang" yg sudah berumur, ternyata anak" bisa terkena diabetes ya. Wah harus waspada ini.

    BalasHapus
  32. Waktu bawa anakku berobat aku ketemu anak umur 12 thnan yg berobat karena diabetes aku tanya apa karena keturunan?bukan karena makanan...

    BalasHapus
  33. Bener banget mbak Chie, anak2 pun bis kena DM. Aku pernah beberapa kali dadapat kasus ini pas di RS

    BalasHapus
  34. Ya Allah Mbak, saya beneran baru tahu kalau anak juga bisa diabetes, up grade pengetahuan tentang kesehatan ternyata penting sekali juga ya. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.