Menyiapkan Bekal Makanan Untuk si Kecil Selama Berada di Sekolah

dok. Akuchichie
"Bunda... mas gak mau makan ini ah!" Mulai deh bunda suka bingung kira-kira bakal bikin menu apalagi ya? Jadi kadang saya pun suka menyiapkan menu bekal untuk mas Kelvin dengan dua pilihan agar dia bisa berbagi dengan temannya.

Pernah gak sih para ibu-ibu berada di posisi bingung memilih menu bekal untuk anak? Suka mulai kehabisan ide nyiapin menu bekal atau menu makanan si kecil dirumah? Jadi ingat masa mempersiapkan MPASI mas Kelvin, segala buku menu MPASI dibeli demi mendapatkan yang terbaik untuk anak.

Berhubung sekarang dia sudah sekolah jadi bundanya harus rajin nih bikin menu bekal ke sekolah. Walau biasanya memang snack atau hanya buah yang dibawakan untuk bekalnya. Karena memang disekolahnya ada katering yang menyiapkan makanannya dan mas Kelvin memang hanya diharuskan membawa snack saja.

Yang saya suka dari sekolah mas Kelvin adalah snack yang dibawa si kecil ini nantinya juga dibagi bersama temannya, istilahnya kalau kata mas Kelvin "berbagi bekal". Saya suka tanya sih tadi teman-teman disekolah pada bawa apa? Jawabannya macam-macam, karena memang sekelas pasti suka gak sama bekalnya.

Tidak hanya kehabisan ide menu bekal yang bikin pusing, makanan yang dimakan mas Kelvin juga menjadi perhatian bagi saya. Sebagai seorang ibu saya ingin apa yang dimakan anak saya aman dan sehat, saya yakin ibu-ibu lainnya pasti sama.

Beberapa waktu lalu saya menghadiri acara Danone - Nutricia Sarihusada dengan tema "Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga". Cocok banget nih sama apa yang sedang saya pikirkan, karena suka mikir apakah menu yang saya siapkan aman untuk anak saya? 

Makanan yang aman dan bernutrisi merupakan salah satu unsur utama untuk mendukung anak dan keluarga yang sehat. Dalam menentukan pangan yang dikonsumsi keluarga, tidak dapat dipungkiri bahwa ibu memiliki peran yang paling penting.

Danone - Nutricia Sarihusada menyambut datangnya Hari Ibu melalui edukasi berkelanjutan kampanye "Pangan Aman Hidup Sehaat" dan berbagi tentang pemilihan, proses, serta penyajian pangan yang tepat dan aman, agar ibu dapat terus memberikan nutrisi terbaik bagi keluarga.

Bapak Arif Mujahiddin, Communication Director Danone Indonesia

"Kampanye 'Pangan Aman Hidup Sehat; merupakan edukasi berkelanjutan dari Danone - Nutricia Sarihusada yang telah berlangsung sejak tahun 2016. Kampanye ini merupakan wujud nyata komitmen kami selaku produsen terhadap konsumen mengenai pangan yang aman agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan bijak dalam memilih dan mengonsumsi produk pangan. Pada tahun ini, kami membawa tema 'Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga', sekaligus untuk merayakan datangnya Hari Ibu." Ucap bapak Arif Mujahiddin, Communication Director Danone Indonesia.

Apalagi ibu sangat berperan sekali dalam menentukan apa yang akan diberikan untuk keluarganya. Mulai dari pengaturan menu makanan, belanja sayur atau produk makanan yang akan diberikan kepada si kecil. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ibu merupakan pengambil keputusan utama konsumen, bertanggung jawab untuk 85% seluruh jenis pembelian dan 93% pembelian bahan pangan yang dikonsumsi setiap hari,

Ki-Ka: dr. Juwalita, bapak Arif Mujahiddin, ibu Dwi Hastuti dan Vendryana

Saya memang agak selektif sekali kalau untuk melakukan pembelian bahan makanan, kadang kalau beli di supermarket saja sampai berulang bacanya. Karena ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya saat melakukan pembelian bahan makanan. 

Menurut dr. Juwalita, M.Gizi, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinis "Ibu perlu untuk lebih memperhatikan keamanan pangan  untuk menghindari kontaminasi bakteri yang dapat menimbulkan penyakit bawaan pangan. Selain itu, ketelitian ibu dalam mempersiapkan bahan makanan dengan baik akan bermanfaat untuk menjaga kandungan gizi yang optimal dari makanan yang disajikan karena dapat mempengaruhi kesehatan dan masa depan anak".

Ada 3 tahap yang perlu diperhatikan ibu dalam menjaga keamanan pangan, diantaranya:
  1. Pemilihan bahan pangan segar dan kemasan
  2. Penyimpanan pangan 
  3. Proses pengolahan dan penyajiannya

Hal yang sering dilupakan para ibu adalah tidak cermat membaca informasi pada makanan kemasan, ini juga suka terjadi pada saya. Kalau pas belanja kadang baca kadang juga enggak memperhatikan label informasinya yang ada di kemasan.

Penyimpanan bahan makanan seperti sayur, daging, buah dan lainnya juga harus dalam perhatian nih. Karena tidak boleh asal menyimpan, semua itu ada batasan masa penyimpanan. Perhatikan kebersihan tangan dan alat masak untuk menghindari kontaminasi silang. 

Sebenarnya kebiasaan anak itu tergantung dari keluarga dan tentunya terdapat korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan dengan perilaku anak. 

Seperti yang diungkapkan oleh ibu Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc, Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. FEMA IPB."Peran penting ibu dalam menentukan panganan aman dan sehat bagi anak telah dimulai sejak dalam kandungan. Selanjutnya, apa yang dikonsumsu ibu akan dikonsumsi oleh anak. Anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencotohnya. Oleh sebab itu, makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mengandung gizi seimbang dan aman. Jangan hanya mengikuti kehendak anak."

Kadang nih para ibu suka merasa kalah kalau anaknya gak mau makan, iyakan? Apalagi anak-anak ini memiliki 1001 macam alasan untuk melakukan pembelaan terhadap diri mereka.

Yang selalu nempel dipikiran saya adalah "Anak itu adalah peniru yang ulung" Jadi kalau kita gak doyan makan, si anak juga gak doyan makan. Anak kita itu cerminan diri kita sendiri. Jangan maksa anak harus makan sayur kalau kita saja gak pernah makan sayur dan biasakan makan bersama-sama.


Vendryana (dok. Instagram Vendry)

Vendryana, ibu dari Zayka juga berbagi pengalaman dalam menentukan menu aman bagi keluarga. "Sebagai ibu, saya selalu berusaha menyajikan makanan yang aman bagi keluarga, khususnya untuk anak saya Zayka. Selain memperhatikan keamanan saat memilih bahan pangan, cara menyimpan dan cara memasak, kadang ibu juga kesulitan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan apa yang disukai anak.:

Jadi sebenarnya ibu ini harus selalu memperhatikan keamanan pangan dan juga selalu berkreasi dengan menu-menu yang disajikan selama dirumah terutama untuk si kecil. Ini yang dilakukan oleh Vendry juga, tidak pernah patah semangat walau anak suka menolak makanan.

Jadi ingat dimana dulu mas Kelvin tidak mau makan nasi, segala macam cara dilakukan untuk berkreasi dengan nasi. Sekarang anaknya malah sering nyari nasi.


Memyiapkan Menu Bekal si Kecil

dok. Akuchichie

Karena di sekolahnya mas Kelvin menggunakan katering untuk makan siang, jadi yang dibawa bekalnya cemilan atau snacknya dibuat dari rumah saja. Karena ini bekalnya juga untuk di nikmati bersama-sama teman sekelas mas Kelvin jadi dibawakan yang mudah dimakan bersama.

Yang pasti bekal yang sering dibawa selalu roti, buah, telur rebus, sayur yang dikukus, cokelat, biskuit dan kue-kue. Selain itu tampilan juga menjadi faktor si anak mau makan atau tidak bekalnya. Yang bikin senang tuh mas Kelvin kalau dibawakan bekal selalu habis dimakan bersama atau kadang sendiri.


dok. Akuchichie

dok. Akuchichie

Selain tampilan cara menyiapkan bekal, kalau saya lebih percaya warna tempat makan juga bisa menjadi salah satu faktor si anak doyan menghabiskan bekalnya. Belum lagi kalau pas ada kegiatan sehabis pulang sekolah, saya suka membawa 2 tempat makan dengan isi yang berbeda. 

Dirumah pun saya selalu mencoba berbagai macam makanan dengan tujuan agar si anak mengenal berbagai jenis makanan. Sering sih kalau dia lihat tampilan bilangnya gini "mas gak mau ah makan itu bun?" tapi saya selalu bilang "tidak boleh bilang gak suka kalau belum mencoba".

dok. Akuchichie

Sesekali saya juga suka kok memberikan makanan yang ada didalam kemasan, inikan nanti gimana ibunya saja yang mengolah makanan tersebut. Sama halnya kayak waktu dirumah, pulang sekolah sudah saya siapkan steam boat dengan aneka macam isian. 

Awal lihat steamboat juga dia bikang gak suka, tapi begitu dikasih coba suapan pertama ternyata habis dan anaknya suka minta bundanya bikin lagi. So far saya senang sampai sekarang pun mas Kelvin gak susah makannya dan gak pilih-pilih yang gimana.

Nah sekarang nih yang selalu jadi perhatian saya adalah penyimpanan makanan, karena keamanan pangan dimulai dari penyimpanan dan penyiapannya. Jadi untuk para ibu-ibu juga harus memperhatikan cara penyimpanannya nih.

Salah satu menyimpan makanan di dalam kulkas menggunakan wadah yang tepat, yaitu dengan wadah yang memiliki sirkulasi udara yang baik, aman dan juga higienis. Gunakan beberapa wadah untuk menyimpan bahan makanan dengan memisahkan dari jenisnya.

Dan waktu yang baik menyimpan didalam kulkas menurut dr. Juwalita tidak lebih dari satu bulan didalam freezer, kadang aku suka lebih malahan. Karena agar kondisi bahan makanan tetap sehat dan terjaga gizinya.

Selain itu amati juga keadaan kulkas kita dirumah, apakah dinginnya masih stabil atau sudah tidak bagus. Karena ini juga mempengaruhi sekali pada saat kita menyimpan makanan.

Agar kegiatan memasak dan menyiapkan bekal berjalan dengan aman dan selalu terencana baiknya lakukan metode food prep dirumah karena ini membantu sekali. Kalau saya biasanya sudah mencatat dalam 1 minggu akan masak apa saja.


Yuk share disini ya menu bekal favorit anak-anak apa saja sih? Happy reading!

18 komentar

  1. Waduh kalo aq tipe ibu yg males banget nyiapin bekal hahaa... Buat makan diri sendiri aja sukanya beli di warung tetangga. Apalagi bekal anak, aq serahin ke sekolah. Iuran bulanan dei sekolah utk uang makannya dia

    BalasHapus
  2. Whuaa asyik banget kalau bekalnya selalu habis. Anakku kadang habis kadang gak, makanya aku bekalkan sesuai porsinya saja supaya dia gak terbebani pas buka tempat makannya, lha kok banyak bgt. Qiqiqi

    BalasHapus
  3. Sama banget, aku juga concern sama masalah penyimpanan bahan pangan karena pernah kedapatan makanan di toples plastik baunya jadi bau plastik...

    BalasHapus
  4. Benar banget dibalik warna ada semangat anak makan bekal... Kayak si sulung saya, semangat jika kotak makan warna pink...

    BalasHapus
  5. Iya, kadang-kadang suka bingung mau bekel apa buat mereka. Apalagi sampai SMP begini mereka tetap maunya bawa bekal daripada jajan. Tapi, saya senang aja, meskipun kadang-kadang bingung dan mager :D

    BalasHapus
  6. menu bekal favorit anakku ke sekolah nasi kuning dong. bundanya ini gak bisa bikin nasi kuning jadiiii beli deh. tapi emang aq gak bisa masak juga sih. aq selalu salut loh sama ibu-ibu seperti mbak chichie nih yang prepare banget untuk bekal si kecil kesekolah, karena effortnya kan luar biasa yah.

    BalasHapus
  7. Ya ampuuun bekal Mas Kelvin bikin lapar saya. Pantesan selalu dihabiskan karena enak,variatif dan prepare Bundanya luar biasa.
    Kalau anakku sampai sekarang kelas 4 dan 8 masih bawa bekal juga...Alhamdulillah jadi terkontrol asupannya

    BalasHapus
  8. Mba Chichii kreatid banget siih bikin bekal buat anaknyaa , aku jadi ngedrop karena ga kreatif biKin bekal anak hahaa. Duh pokoknya tahun 2019 ini harus lebih semangat nih demi anak sehat dan nutrisi bergizii hehee

    BalasHapus
  9. Wah akupun rutin bawain bekal ankku mb,klo aku suka dbentuk bento gitu supaya ank juga happy pas buka kotak bekel klo bekelnya lucu2

    BalasHapus
  10. Menunya enak banget ituu.. seger kayaknya. Aku juga udah mulai food prep. Semenjak food prep, jadi sering makan di rumah. Soalnya udah kebayang mau makan apa dan sayang aja kalau sampai kebuang gegara makan di luar.

    BalasHapus
  11. Anakku juga di sekolahnya ada catering dan juga cemilan mba cuman tetep aja aku harus siapin makan siang dan sorenya serta cemilan kalau udah di rumah si sulung itu seneng banget ngemil dan emang mikirin ini suka bikin sakit kepala hahaha..

    nah metode prep juga udah aku mulai lakukan terlebih aku belanja tiap 1 minggu sekali karena weekdays aku kerja :)

    BalasHapus
  12. Semenjak anakku sekolah juga diwajibkan bikin bekal sama pihak sekolah. Ehehehehe meski sebenarnya ribet tapi food pref ini nolong bgt ya ternyata

    BalasHapus
  13. Aku juga selalu bikin menu bekal seminggu biar gampang nyusunnya. Kebanyakan isinya buah, sayur kukus, puding. Karbonya berbentuk mie, bihun, roti, atau kentang, karena di rumah juga udah makan nasi, biar gak bosen bekalnya jarang bawa nasi :)

    BalasHapus
  14. Kalau keponakanku paling suka bekal nasi sama ayam goreng krispi terus minumnya teh manis. Kalau aku lebih suka bekal nasi putih terus laukknya nugget dan minumnya juga air putih atau susu segar.

    BalasHapus
  15. Aku jd galfok ke kotak2 makannya, banyak yaaaa, lucu2 pula. Mama Chicie rajin sekali nih emnyiapkan bekel buat si kecil, keren :D
    memang ya bahan pangan harus dijaga selalu, mulai dr pemilihan, pengolahan, hingga penyajiannya :D

    BalasHapus
  16. Tiap jari harus puter otak yah mom nyiapin apa lagi dan model nya harus di gimana in lagi biar si anak tertarik. Hebat mom kreatif banget.

    BalasHapus
  17. wah gemes sama bekalnya..lucuk2. kreatif deh mom. yang tampilannya begini bikin anak semangat ya buat makan hehe

    BalasHapus
  18. Kalau sekarang anakku bekalnya masih biskuit-biskuit aja sih bun buat di daycarenya. Kayaknya harusnya ada buah juga ya. Kalau soal makan masih pr banget nih anaknya susah banget makan kalau di rumah. Huhu

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.