Festival Thaipusam di Batu Caves

Akuchichie
Batu Caves - Photo by Akuchichie
Awal tahun 2019 diawali dengan traveling ke Kuala Lumpur, yang pasti kali ini bukan dalam rangka mau liburan manjah tapi lebih ke photo hunting bersama teman-teman. Serunya kali ini saya pergi dengan Lumix Indonesia dan Focus Nusantara, dari sini jadi dapat banyak banget pelajaran untuk street photography.

Mungkin disini ada yang sudah pernah lihat festival Thaipusam? Kebetulan kemarin waktu City Scape di Kuala Lumpur, destinasi hari ketiga adalah ke Batu Caves, padahal sudah kebayang bakal foto ala Tara Milk Tea gitu. Ternyata waktu sampai sana penuh sekali karena bersamaan dengan festival Thaipusam.

akuchichie
Foto by Akuchichie

Waktu sampai di Batu Caves, saya memperhatikan setiap orang yang datang pasti mengenakan pakaian dengan warna kuning. Mereka datang lengkap bersama keluarga, banyak juga yang membawa anak bayi. Selama berjalan memasuki Batu Caves, banyak juga melihat aktivitas orang-orang khususnya pria yang sedang mencukur rambutnya. 

Semakin penasaran dong saya begitu lihat itu, apalagi setelah dicukur maka kepala mereka diwarnai dengan warna keemasan yang merupakan dari serbuk cendana. Bingung awal lihatnya, apakah ini semacam kewajiban bagi seorang pria yang akan mengikuti festival ini?

Kalau menurut Wikipedia, Thaipusam adalah festival yang dirayakan oleh orang-orang Tamil pada bulan purnama pertama pada bulan Thai (Januari atau Februari) dalam kalender Tamil. Perayaan ini diadakan di negara-negara dengan komunitas Tamil yang besar, seperti di India, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia, Mauritius, Singapura, Afrika Selatan dan berbagai negara lain dengan komunitas diaspora Tamil.

Festival Thaipusam ini merayakan momen ketika Parvati memberikan "tombak" Vel kepada Murugan agar Murugan dapat mengalahkan setan Soorapadman. Terdapat keyakinan bahwa hari Thaipusam merupakan hari kelahiran Murugan, tetapi menurut Vaikhasi Vishakam (yang jatuh pada bulan Vaikhasi atau Mei / Juni) adalah hari kelahiran Murugan.

Akuchichie
Perempuan Tamil - Foto by Akuchichie

Akuchichie
Orang-orang Tamil, Foto by Akuchichie

Akuchichie
Foto by Akuchichie
Mereka yang datang ke Batu Caves ini berjalan kaki dari rumah mereka, kalau menurutku semacam keluarga besar yang kesini. Yang unik diawal waktu pertama lihat adalah setiap kelompok diiringi dengan musik untuk masuk ke dalam hingga dia berada diatas untuk masuk kedalam gua.

Waktu awal lihat mereka antara penasaran, takut dan takjub. Mungkin ini karena pertama kali aku lihat festival Thaipusam ini. Ditambah melihat dari mereka ini ada yang pada bagian mulutnya dipasangkan semacam tusukan dari pipi kanan ke kiri atau bagian tubuhnya digantungkan mata pancing.

Menurut dari beberapa orang yang disana aku tanyai, bahwa Thaipusam ini mereka lakukan untuk menebus dosa dan memohon ampun atas apa yang mereka perbuat selama ini. Tetapi tidak semua orang melakukan hal ini katanya, banyak juga orang India yang tidak ikut Thaipusam.

Permohonan maaf ini ditujukan kepada dewa Murugan dan jika permohonan tersebut dikabulkan maka ditandai dengan satu acara yang mereka lakukan sebagai rasa syukur.

Akuchichie
Foto by Akuchichie
Sebenarnya yang bikin saya penasaran itu sama bawaan mereka yang ada didalam tempat yang berbahan alumunium yang mereka bawa diatas kepalanya. Ternyata waktu saya bertanya sama seorang ibu, itu didalamnya terdapat susu. Dan katanya menurut kepercayaan mereka susu itu dianggap suci akrena warnanya putih melambangkan kesucian.

Setiap wadah susu yang mereka bawa ini, juga ditutup dengan kain berwarna kuning sama dengan warna baju yang mereka pakai pada hari itu. 

Membawa Kavadi

Thaipusam

Thaipusam

Akuchichie

Akuchichie


Yang bikin saya takjub dan sempat terpana adalah apa yang dibawa oleh para laki-laki ini, sejujurnya ngeri. Kebayang kalau misal itu bisa terjatuh, karena lihat dari apa yang dibawa sepertinya berat sekali. Dan yang lebih membuat saya degdegan itu mereka harus membawa benda tersebut sampai atas loh.

Saking penasaran apa sih yang dibawanya itu? Karena ini merupakan acara untuk memohon ampun atas apa yang mereka lakukan, maka Kavadi ini akan mereka bawa dan dijunjung diatas bahu atau diatas kepala. Persis dengan foto saya diatas.

Kavadi ini dibuat dari beberapa roda besi atau papan yang diatasnya terdapat patung dewa Murugan dengan berbagai macam ukuran dan bentuk. Selain patung dewa Murugan juga ada bulu burung merak dan bunga-bungaan. Pembawa Kavadi ini kemarin itu laki-laki semua, apa mungkin ini persyaratannya?

Yang saya lihat salah satu pembawa Kavadi ini seperti ingin jatuh tapi langsung dibantu oleh keluarga mereka yang mengiringi. Pembawa Kavadi juga bisa sambil duduk dulu disaat masih mengantri untuk naik kearah ata gua.

Saya juga melihat ada yang memijat kakinya, memberikan minum, menepuk kedua pipi pembawa Kavadi dan ada yang menyemangati. Yang paling khas tercium itu bau bakaran yang mereka bawa. Pokoknya waktu pertama lihat saya merasa kasihan tapi begitu ngobrol dengan orang India yang dekat saya, ternyata memang seperti itu.

Pembawa Kavadi ini ternyata dalam keadaan separuh sadar, iya sih kebayang kalau sadar soalnya itu tusukan yang ada dimulut, lidah dan bagian punggung berasa banget pasti sakitnya.


Thaipusam

Akuchichie

Akuchichie


Menarik sekali bisa melihat festival Thaipusam ini, jadi selain saya kemarin itu melakukan street photography tapi juga dapat pengalaman baru dalam melihat upacara yang dilakukan oleh orang India. Kalau ada pertanyaan bakal mau lagi gak lihat festival ini? Pasti mau bangeeeetttttt....

Foto by Selvy
Setelah melihat festival Thaipusam, rasanya saya ingin mengeksplor festival lainnya terlebih yang ada di Indonesia dulu nih. Ketagihan street photography sebenarnya, mungkin ini efek saya pergi bersama master street photography mas Yuliandi. 

Baca juga keseruan saya selama City Scape di Kuala Lumpur, disini ya. Happy reading!

52 komentar

  1. paling suka dengan pesat budaya seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kalau aku malah awalnya takut tapi lama kelamaan senang melihat seperti ini.

      Hapus
  2. duuuuh ga kebayang itu yg ditusuk mulutnya yaaa. dulu pas msh kuliah di Malaysia, aku tau sih hr besar thaipusam ini. krn slalu dijadiin hari libur nasional ama Malaysia. dan temen2kuliahku banyak yg India tamil. tp slama 4 thn di sana, aku malah ga prnh nonton lgs upcara mereka. cm sekedar tahu aja :D. menarik ternyata yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya menarik banget apalagi ini pertama aku melihat Thaipusam dan memang berkesan karena jadi tau perayaan orang India Tamil juga

      Hapus
  3. Wah seru banget bisa menyaksikan festival seperti ini. Kalau pas jalan-jalan harus liat kalender juga kali ya, siapa tau bisa berkesempatan seperti dirimu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini malah kita gak tau bakalan ada festival, malahan kita awalnya sempat sedih karena ramai sekali.

      Hapus
  4. Kondisi separuh sadarnya itu karena apa kira-kira ya?
    Serem ngeliat tusukan yang di mulutnya itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jadi mereka ini tuh semacam apa ya, pokoknya tidak sadarkan diri makanya pada santai banget itu tubuhnya tertusuk gitu.

      Hapus
  5. Udh kyk nonton Debus ya...ngeri aku, berani juga mbak motretnya.

    BalasHapus
  6. Hoalah ternyata isi wadah di atas kepala itu susu ya, mba.. Pernah jug liat foto Thaipusam tapi aku pikir air putih isinya.. Fotonya bagus-baguuus, seger pun liatnya warna-warni.. :D Seru banget bisa street photography pas lagi ada momen itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya susu, karena penasaran aku nanya sama orang Tamil lainnya.

      Hapus
  7. Gambarnya bgus2 mbak. Momennya juga pas ketika festival. Sya klo traveling jrang bgt pas sma festival2 kekgtu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak, ini pas gak sengaja dapat Thaipusam

      Hapus
  8. Seru ya mb, kl berwisata pas ada event budaya spt ini...itu jadi ceritanya untuk penebusan dosa mereka ditusuk lidah dan punggungnya gitu ya mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi setiap anggota keluarga diwakilkan dengan satu orang yang rela mau seperti itu

      Hapus
  9. Kak Chichie aku jadi mupeeenggg
    Seru bgt kalo traveling berbarengan dgn festival kayak gini yak
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  10. Akh perjalanan yang indah ini mba, suka mendengar suku Tamil,ini baca tulisanmu jadi tambah lagi info apa yang mereka bawa dalam acara ini. Nice info kak

    BalasHapus
  11. suku Tamil itu dari India dan menetap di sekitar Malaysia bukan sih? Aku dulu sering dengar cerita tentang suku Tamil dan Festival Thaipusam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, selain di India orang Tamil terbesar ada di Malaysia juga

      Hapus
  12. Fotonya bagus-baguussss banget!
    Yang bagian ditusuk-tusuk itu mirip sama tradisi Cap Go Meh juga ya.

    BalasHapus
  13. Waah seru sekali ya pas ke Batu Caves pas ada festival. Jadi bisa lihat Festival Thaipusam langsung. Keren banget . Tapi jadi gagal fokus sama Batu Caves yang sekarang dicat warna- warni gitu sekarang

    BalasHapus
  14. Fotonya keren-keren bangeetttt mba

    BalasHapus
  15. Pertama, foto-fotonya bagus banget.
    Lalu, melihat pipi dan lidah ditusuk-tusuk begitu, saya jadi teringat festival cap go meh di Singkawang.
    Berat juga ya jadi mereka, untuk meminta maaf harus melakukan hal seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas, iya ini mirip Cap Go Meh di Singkawang tapi katanya kalau di Singkawang lebih serem dari ini ya?

      Hapus
  16. Keren niih! Aku belum pernah ke Batu Caves :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cus kesana tapi kalau bisa bulan Januari atau Februari pas bersamaan dengan Thaipusam dijamin seruuuuuuu

      Hapus
  17. Setiap Festival Thaipusam ini saya selalu menghindari Batu Caves. Ini perayaan horor banget menurutku. Mereka yang tusuk-tusuk lidah kaya debus gitu, saya yang kesakitan.

    Acara seperti ini juga pernah saya lihat di Selatpanjang kala Imlek. sebenarnya itu bagian dari budaya sik ya kan. Layak dilestarikan, tapi nggak semua orang bisa melihatnya secara langsung.

    Btw, keren foto2nya mbak. colorful.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku pun awalnya serem banget ini, ngebayangin itu jadi mereka. Tapi pas aku tanya mereka itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.

      Hapus
  18. Beruntung banget kamu mba bisa liat festival yang unik ini. Kamu memang sengaja kesana pas festival atau kebetulan mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pas kebetulan ada festival, awalnya malah sedih karena ramai orang eh ternyata malah asik jadi bisa tau festival Thaipusam

      Hapus
  19. Saya menikmati setiap foto dan ceritanya aja, deh. Tapi, kalau diajakin ke sana pasti gak mau. Saya suka takut lihat patung gede hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahahaaa... iya mbak, siapa tau nanti takutnya hilang pas main kesana ya.

      Hapus
  20. Meriah sekali festival nya. Pas kesana ga Ada yg seperti ini. Seru pisaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, malah kita ngarepnya sepi taunya datang dengan bertepatan dengan Thaipusam

      Hapus
  21. Traveling gak sengaja dapet festival kayak gini tuh beruntung banget ya.. meskipun jadinya rame banget tapi tetep seru..

    BalasHapus
  22. Loh sama mbak,
    Tahun kemarin pas aku ke Batu Caves juga pas ada festival, tapi buka festival Thaipusam karena aku datangnya di bulan September.
    Aku malah seneng, karena Batu Caves jadi berasa lebih hidup.
    Aku juga berasa lagi travelling ke India, bukan ke Malaysia. Xixixi.

    BalasHapus
  23. festivalnya keknya menarik yaaa... eh tapi kalo aku ke Baru cave sukak banget nongkrong di warung2 India sambil makan roti canai dan sejenisnya. Nikmaaaaat.

    BalasHapus
  24. Mbak, foto-foto nya keren banget. beruntung ya kalau pas berkunjung ke suatu negara terus ketemu dengan festival seperti thaipusam ini, double happy traveling 😁

    BalasHapus
  25. Kak Chicie salah satu blogger idolaque banget, foto-fotonya bagusssss banget. Doakan aku ya kak semoga bisa lekas kesana.

    BalasHapus
  26. Seru banget yah mbak disaat travelling gitu pas ada festival unik jadi pengen kesana juga akunya.

    BalasHapus
  27. Seru dan unik, upacara keagamaan selalu membawa kesan

    BalasHapus
  28. Unik bgt ya kebudayaan mereka.
    Di KL banyak bgt ya org Indianya, sama kayak di SG.

    BalasHapus
  29. Wah senangnya bisa lihat langsung festivalnya. Semoga suatu saat bisa ke sini juga.

    BalasHapus
  30. Gak sekadar jalan-jalan aja jadinya ya mbak. Tapi sekalian belajar banyak tentang street photography.

    BalasHapus
  31. Sering denger festival ini, tapi sayang belum pernah lihat langsung.. bagus kak foto. Kecelah pokoknya..

    BalasHapus
  32. kereeen bangetttt, seneng banget baca artikel ini, serasa ikut ke sana jugaa.., thanks for sharing Chie !

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.