lifestyle | travel | foodie | personal life

6/29/2019

Sayangi Keluarga dengan Mengendalikan Penyakit Tidak Menular (PTM)

penyakit tidak menular

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu Penyakit Tidak Menular (PTM), yang kadang menurut saya ini menjadi momok paling menakutkan bagi keluarga. Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, hipertensi, dan diabetes mendominasi daftar 10 penyebab kematian utama di Indonesia dengan presentase yang terus meningkat setiap tahunnya. Ngeri banget ngebayanginnya, makanya kita harus bisa mengendalikan PTM.

Pengobatan untuk PTM ini pun menelan biaya kesehatan hingga triliun pertahunnya, baik pembiayaan melalui Jaminan Kesehatan Nasional maupun melalui pembiayaan pribadi. Kebetulan papahku merupakan pasien PTM yang menggunakan biaya pribadi, yang kalau menurut kami sekeluarga waktu itu biaya berobat almarhum papa setara dengan membeli mobil baru. Maka dari itu jika prevalensi tidak mampu dikendalikan, penyakit ini dapat menimbulkan beban ekonomi yang lebih besar di waktu mendatang.

Penyebab dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
penyakit tidak menular
dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA
Beruntung sekali saya bisa ikutan workshop dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang "Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)" bersama dengan teman-teman BloggerCrony. Selama dua hari penuh belajar dan sharing mengenai PTM yang setiap tahunnya terus bertambah. Tak hanya itu, saya dan beberapa teman juga turun langsung ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk bertemu dengan dokter specialis dan juga pasien penderita PTM.

dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA memaparkan "bahwa pada saat ini PTM merupakan permasalahan kesehatan yang paling utama". Tentunya penyakit sekarang ini tidak mengenal usia, karena banyak penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) usia muda dengan penyebab gaya hidup yang salah. Makanya dr. Theresia menyarankan untuk memeriksakan kesehatan secara berkala, ini penting sekali untuk melihat perkembangan kesehatan tubuh kita sendiri.

80% Penyakit Tidak Menular (PTM) disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat.

Faktor Risiko Penyebab PTM yang harus diperbaiki:
  1. Penduduk di Indonesia sebanyak 26,1% kurang melakukan aktivitas fisik.
  2. Sebanyak 92,5% penduduk usia di atas 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur.
  3. Sebanyak 26,3% penduduk usia 15 tahun ke atas merokok. Perempuan usia >10 tahun sebanyak 1,9% juga merokok.
  4. Sebanyak 4,6% penduduk di atas usia 10 tahun sudah mengonsumsi alkohol. 

Beberapa faktor diatas memang terjadi bahkan disekitar kita, makanya suka sebal sebenarnya ngelihat anak-anak kecil yang kalau main diluar rumah pada ngerokok atau ikutan minum-minuman beralkohol. Mau tidak mau memang masyarakat Indonesia masih butuh edukasi kesehatan dengan baik. 

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Jadi bukan hanya stroke, hipertensi dan diabetes saja merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) tapi juga jantung, kanker dan lainnya. Yang mana semuanya memiliki pembiayaan kesehatan paling mahal. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), yang paling mudah dilakukan adalah mengubah gaya hidup kita sendiri dan tularkan itu kepada orang terdekat seperti keluarga dan juga teman.

Kementerian Kesehatan RI memiliki 9 target global pengendalian PTM tahu 2025 diantaranya:
  1. Menurunkan 25% kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Jantung, Kanker, Diabetes atau penyakit Paru Kronik) hingga tahun 2025.
  2. Penurunan konsumsi tembakau sebanyak 30%
  3. Peningkatan Diabetes/Obesitas sebanyak 0%
  4. Penurunan konsumsi alkohol sebanyak 10%
  5. Penurunan asupan garam sebanyak 30%
  6. Penurunan kurang aktivitas fisik sebanyak 10%
  7. Cakupan pengobatan esensial dan teknologi untuk pengobatan PTM 80%
  8. Cakupan terapi farmakologis dan konseling untuk mencegah serangan jantung dan stroke 50%
  9. Penurunan tekanan darah tinggi sebesar 25%
penyakit tidak menular
Foto: KemenkesRI
Jangan lupa selalu lakukan gaya hidup sehat dengan perilaku CERDIK untuk menuju masa muda sehat, hari tua nikmat. Untuk berperilaku hidup CERDIK dalam mengatasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan mengimplementasikannya dalam POSBINDU PTM

POSBINDU PTM merupakan pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pemberdayaan masyarakat. Beberapa manfaat dari Posbindu PTM adalah:
  1. Mengetahui atau mendeteksi faktor risiko PTM.
  2. Melakukan upaya intervensi faktor risiko PTM dengan modifikasi perilaku, konseling dan edukasi.
  3. Melakukan rujukan bagi individu berisiko tinggi yang memerlukan layanan pengobatan lebih lanjut.

Bagaimanakah Pola Hidup Sehat yang Baik?
penyakit tidak menular
dr. Rita Ramayulis
Seperti yang kita ketahui bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, lalu bagaimana menyeimbangkan pola hidup yang baik? Beruntungnya saya hari itu bisa mendapatkan pencerahan dari dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes tentang "Diet Seimbang dan Aktivitas untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)".

Yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah Keseimbangan Gizi berdasarkan hasil Rikerdas 2013 - 2018: Faktor Risiko PTM:
  • Berat badan berlebih (11,5% -> 13,6%)
  • Obesitas (14,8% -> 21,8%)
  • Obesitas Sentral (26,6% - 31%)
  • Aktivitas fisik kurang (26,1% - 33,5%)
  • Konsumsi buah dan sayur kurang (93,5% - 95,5%)
  • Konsumsi tinggi gula, garam dan lemak (GGL)

Kalau menurut dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes orang sekarang ini sudah dimanjakan dengan apa yang ada, maunya serba mudah. Padahal aktivitas fisik ini perlu sekali untuk pencegahan PTM, saya sendiri pun mengakui kalau masih menikmati kemudahan sehingga badan malas bergerak. Jadi aktivitas fisik ini tidak hanya untuk dewasa loh, anak-anak juga harus melakukan aktivitas fisik sesuai dengan porsinya. 

Akibat aktivitas fisik rendah/kurang gerak:
  1. Energi yang diasup tidak bisa digunakan semua, akibatnya terjadi penumpukan energi dalam bentuk lemak.
  2. Penumpukan sel lemak juga bisa terjadi di pembuluh darah akibatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  3. Massa tulang berkurang karena jarang digerakkan, akibatnya risiko pengeroposan.
  4. Detak jantung tidak efisien, akibatnya risiko jantung melemah.
  5. Peningkatan hormon stress, akibatnya gangguan psikologis.

Yang selalu ditekankan oleh dr, Rita Ramayulis adalah melakukan aktivitas fisik, karena jika kita malas melakukan hal tersebut tapi makannya terus-terusan tanpa dikontrol dapat menimbulkan obesitas. Nah bagaimana kita bisa mengontrol makanan, ada baiknya kita melakukan pengecekan Indeks Masa Tubuh (IMT). 

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Kemarin waktu workshop saya tidak sempat melakukan IMT, tapi tahun lalu saya pernah melakukan IMT saat diacara Kementerian Kesehatan juga. Dari hasil yang didapatkan saya harus mengurangi berat badan sebanyak 15kg. Nah, untuk mengurangi berat badan ini juga tidak boleh sembarang diet. Apalagi sekarang ini banyak macam pola diet yang sedang digemari, tapi sebenarnya belum tentu cocok untuk kita. 

Yang perlu diketahui dari manfaat aktivitas fisik:
  1. Mengendalikan berat badan
  2. Mengendalikan tekanan darah.
  3. Menurunkan risiko keropos tulang (osteoporosis) pada wanita
  4. Mencegah diabetes melitus atau kencing manis
  5. Mengendalikan kadar kolesterol
  6. Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh
  7. Memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan oto
  8. Memperbaiki postur tubuh
  9. Mengendalikan stres 
  10. Mengurangi kecemasan

Porsi makan yang disarankan adalah makanan pokok lebih dominan dibanding lauk pauk pada separuh bagian piring. Selain itu juga sayuran lebih dominan dibanding buah pada separuh bagian piring. Selain itu juga harus memperhatikan asupan gula dan garam, ini semua harus seimbang. Untuk yang ingin melakukan diet ada baiknya harus dikonsultasi kepada ahlinya, agar diatur pola makannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


Kendalikan Penyakit Tidak Menular Sedini Mungkin
akuchichie
Foto by Elly Nurul
Dihari kedua saya berkesempatan mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta bersama beberapa rekan blogger. Kali ini saya akan bertemu dengan dokter specialis yang khusus menangani pasien Diabetes dan pasien terdiagnosa Ginjal. Diabetes dan ginjal ini merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM), keduanya pun bisa disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau diatas angka normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan si penderita.

Sementara penyakit ginjal adalah gangguan yang terjadi pada organ ginjal, yaitu dua buah organ bentuk seperti kacang merah yang berada di kedua sisi tubuh bagian punggung bawah, tepatnya dibawah tulang rusuk.

Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sendiri banyak terdapat pasien dengan Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan ginjal. Keduanya pun memiliki korelasi, seperti halnya dengan penyakit diabetes jika tidak ditangani secara serius akan menyebabkan komplikasi dan bisa merusak ginjal juga.

Fakta dan Mitos Diabetes
penyakit tidak menular
dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD
Menurut dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD sesuai dengan hasil riset dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2016 jumlah penderita diabetes sebesar 6,9% dan naik di awal tahun 2018 menjadi 10,9%. Badan Diabetes Dunia (IDF) mencatat pada tahun 2017 di Indonesia terdapat 10,3 juta penderita diabetes dan ini bisa terus naik jika polanya sama dan tidak dikendalikan. 

Menurut dr. Imam Subekti kendali diabetes pada saat ini belum memuaskan, besar harapan dr. Imam Subekti masyarakat sekarang ini lebih tanggap dengan keadaan dirinya. Jangan pernah takut untuk datang kerumah sakit dan memeriksakan, jadi tidak tunggu sampai sakit.

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Kebanyakan masyarakat memulai mengatur pola makan begitu sudah terdiagnosa penyakit, karena sebelumnya terlalu cuek. Karena untuk penderita diabetes memang memiliki beberapa pola makan yang berbeda walau sesama penderita diabetes. 

Yang perlu diketahui juga bahwa Diabetes juga memiliki dua tipe, diabetes tipe 1 dan tiper 2. Diabetes tipe 1 biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Untuk tipe 1 ini juga dikenal dengan diabetes autoimun. 

Sedang diabetes dengan tipe 2 ini yang lebih sering terjadi di masyarakat. Penderita Diabetes dengan tipe 2 ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin). Sekitar 90-95% penderita diabetes di dunia menderita diabetes tipe 2.

Kalau ngobrolin diabetes seperti ini jadi teringat dengan mamah saya, pada tahun 2002 beliau terkena diabetes karena gaya hidup dan pola makan. Bagaiman tidak, dulu setiap pulang kantor mamah saya pasti selalu makan cake cokelat kesukaannya dan segelas besar minuman soda pakai es. Tiba-tiba mamah saya waktu itu timbul luka seperti bisul, ternyata gak sembuh-sembuh. 

Karena mama sudah berasa pegal sekali badanya akhirnya dibawa ke dokter, pada saat itu dokter yang memeriksa juga sudah menduha kalau mamah terkena diabetes. Begitu hasil lab keluar ternyata dugaan dokternya pun benar, hari itu juga mamah harus rawat inap di rumah sakit kurang lebih selama dua minggu. Jadi selama dua minggu pola makan dan gula darah mamah saya dikontrol oleh rumah sakit. Sepulangnya dari rumah sakit, mamah saya kapok dan langsung menjaga pola makannya.

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Panduan dari Kementerian Kesehatan ini juga bisa jadi pedoman dan acuan untuk penderita diabetes dalam mengatur pola makan. Apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sendiri memiliki kegiatan rutin setiap hari rabu bagi para penderita diabetes. Jadi jangan pernah takut mengkonsultasikan kesehatan ke dokter. 

Yang harus diwaspadai adalah beberapa gejala Diabetes seperti:
  • Sering merasa haus
  • Sering buang air kecil, terutama malam hari
  • Sering merasa sangat lapar
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Berkurangnya massa oto
  • Terdapat keton dalam urine, Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi
  • Lemas
  • Pandangan kabur
  • Luka yang sulit sembuh
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina atau saliran kemih.
penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI

Penyakit Ginjal, Penyebab dan Pengendaliannya
penyakit tidak menular
Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH,KGer dan dr. Aida Lidya, PhD,SpPD-KGH
Selain Diabetes, ada juga penyakit Ginjal yang merupakan Penyakit Tidak Menural (PTM), Gangguan pada ginal dapat mempengaruhi kinerja tubuh dalam melakukan hemodialisis, yaitu menyaring limbah tubuh dan cairan berlebih yang akan menjadi urine. Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting seperti:
  • Menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah.
  • Menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan dan asam darah dalam tubuh.
  • Menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfunsi dalam pembentukan sel darah merah.
  • Menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah.
  • Menghasilkan senyawa aktif dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer dan dr. Aida Lidya, PhD, SpPD-KGH siang itu menemani kami dengan bercerita mengenai bagaimana pasien terdiagnosa ginjal ini ditangain di RSCM. Tak hanya itu, bahkan siang itu kami pun mendengarkan cerita dari salah satu pasien yang terdiagnosis ginjal. Awalnya pasien ini juga memiliki pola hidup yang tidak sehat, maka menyebabkan fungsi ginjalnya terganggu.

Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer juga memberitahukan bahwa jenis penyakit ginjal ini ada beberapa jenis, seperti infeksi ginjal, batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. Yang harus diwaspadai adalah beberapa gejalanya, seperti:
  • Ternjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata
  • Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan
  • Volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang
  • Urine berbusa
  • Merasa lelah dan sesak napas
  • Kulit kering dan terasa gatal
  • Terjadi kram otot terutama pada bagian tungkai
  • Susah tidur
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Penurunan kesadaran
  • Pada gagal ginjal aku dapat terlihat tanda dehidrasi
  • Nyeri punggung bawah dan urine bercapur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik dan infeksi ginjal
  • Pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan mengigil.

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Untuk pengendaliannya, Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer menyarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala secara lengkap. Sebenarnya tanpa harus menunggu gejalanya kita juga bisa memeriksakan sedini mungkin dan jangan pernah menunggu sakit dulu. 

Seperti yang diceritakan oleh pasien terdiagnosa ginjal bahwa gejala awalnya yang dirasakan adalag darah tinggi, datang ke klinik terdekat dirumah selalu diberikan obat untuk darah tinggi. Setelah disadari selama 6 bulan darah tingginya tidak turun-turun. Maka ia memutuskan untuk berobat ke RSCM, ternyata saat diperiksa ukuran ginjalnya mengecil. Sudah 3 tahun berobat di RSCM dan alhamdulillah mengalami perubahan yang lebih baik.

Rata-rata penderita penyakit ginjal sebanyak 30% disebabkan oleh hipertensi, 20-30% disebabkan oleh diabetes. Ternyata disini pun pola makan yang tidak baik masih menjadi penyebab utama Penyakit Tidak Menular (PTM). 

penyakit tidak menular
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI
Tidak hanya mendengarkan cerita dari salah satu pasien yang terdiagosa ginjal, saya pun sempat melihat pasien yang sedang melakukan Dialisis (Cuci Darah). Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer memberikan penjelasan bagaimana dialisi ini bekerja dan memenuhi kebutuhan pasiennya.

Padahal sebulan sebelumnya saya juga berkunjung ke RSCM karena menengok adik papah saya yang sedang menjalankan dialisis. Sekarang ini beliau sudah melakukan dialisis dua kali dalam seminggu. Makanya waktu kemarin masuk kedalam ruang dialisi seperti dejavu.

Pengendalian penyakit ginjal ini bisa dilakukan dengan melakukan pencegahan terhadap diabetes dan hipertensi. Karena penyakit ginjal timbul karena diabtes dan hipertensi maka yang harus dilakukan pertama adalah mengendalikan kedua penyakit tersebut dengan mengubah pola makan yang seimbang. Dan jangan lupa minum air putih yang cukup, minimal 8 gelas sehari.

penyakit tidak menular

Kita juga bisa secara bersama-sama untuk saling mengingatkan untuk melakukan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), baik untuk diri sendiri, keluarga dan teman-teman. Yang bisa kita lakukan adalah mengajak keluarga untuk melakukan pola hidup sehat, dan jangan lupa selalu melakukan pengecekan kesehatan.

Kamu juga bisa mengunjungi

Follow
Instagram: @p2ptmkemenkesri





61 komentar on "Sayangi Keluarga dengan Mengendalikan Penyakit Tidak Menular (PTM)"
  1. Ayo ayo hidup sehat supaya mencegah PTM ini. Nggak keliatan dari luar tapi diam-diam membunuh diri sendiri ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener nih kak, secara tak sadar PTM ini menghantui gak sih?

      Hapus
  2. Kalau udah baca yang kayak gini, langsung sadar. Kurang banget olahraga, banyak makan-makanan yang junk, gitu. Payaah bangetttt. Tapi ya bener, banyak malasnya orang sekarang (ini nunjuk diri sendiri).

    BalasHapus
  3. Noted mba, jadi reminder buat pola hidup sehat yaa. Aku kurang olahraga juga nih.. tapi kalau sayur sama buah masih sering makan. Semoga bisa sehat selalu.
    Btw aku tadi iseng juga buat menghitung IMT. Alhamdulillah aku masih batas normal :D

    BalasHapus
  4. Penyakitnya memang tidak menular ya.. tp pola hidup tidak sehatnya yang bisa menular... hehe. .Jadi harus kompak nih serumah utk berpola hidup sehat...

    BalasHapus
  5. Keluargaku ada keturunan hipertensi, MBak. Baik dari keluargaku juga suami. Ya emang sih, tanpa kami sadari itu sudah mulai nurun ke saya juga suami. Kadang kalau kecapekan gitu tensi beneran sampai lumayan tinggi. Sekarang aku bener2 mewaspadai biar nggak sampek naik gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi kalau PTM ini lebih ke gaya hidup dan pola makan ya. Kurang seimbang dalam asupan juga kurang seimbang antara gerak dan diam. Aku lagi program mau ikut yoga lagi nih. Semoga nggak bolong2 lagi, hehe

      Hapus
  6. Alm kakakku salah satu yang terkena PTM ini. Dan gak ketahuan, gak terkontrol. Tau2 begitu sakit, diagnosanya langsung gagal ginjal :( Entahlah, mungkin sebelumnya dia ada merasakan sakit, tapi gak dirasa atau gak bilang. Cuma ya memanh taunya darah tinggi dan tetap beraktivitas normal seperti biasa. Silent killer :((

    BalasHapus
  7. PTM ini memang mengintip kita yg malas berolah raga rapi bunda wlp jarang betolah raga setidaknya mengusahakan furi utk banyak bergerak. Alhamdulillah sabgat menolong kesehatan diri dengan banyak bergerak.

    BalasHapus
  8. Hal yang paling tidak dipikirkan adalah PTM ini ya. Berpikir tidak memiliki riwayat dan keturunan yang memiliki PTM lantas abai. Beruntung ada pesan yang penting sekali dari artikel ini, supaya menjaga pola hidup yang sehat untuk terhindar dari PTM. Semoga kita semua dan keluarga senantiasa sehat ya MBak

    BalasHapus
  9. Saya kalau baca artikel kesehatan sebenernya merasa ciut nyali mbak, merasa bahwa pola hidup yang dijalani belum seimbang. Tapi thanks sudah ngasih reminder, mudah2an diri bisa terpacu buat terus mengupayakan pola hidup sehat.. Dan bisa mengendalikan diri dan keluarga dari PTM ��

    BalasHapus
  10. Mendadak langsung merasa ditampol nih saya. Karena saya termasuk orang yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur. Makan buah itu kalau udah ada di piring (ya elaa manjanyaaa), makan sayur hanya sayur tertentu yang suka dan kalau direbus doyannya. Anehlah memang saya ini. Padahal itu penting untuk kesehatan agar tidak terkena PTM.

    BalasHapus
  11. Mba, aku baru tahu kalau penyakit diabetes harus konsumsi banyak lemajk. kebetulan ibu mertuaku diabetes dan informasi ini tentu erharga untuk kami. Makasih ya

    BalasHapus
  12. PTM ini kayak diabetes makin banyak ya :( apalagi anak-anak sekarang rentan juga. Jadi tugas rumah bagi kita, agar bisa sehat dengan tubuh sendiri juga menjaga kesehatan keluarga. Informasi lengkap banget mbak tentang PTM sama diabetes nih. Jadi, nggak ada alasan lagi untuk gak olahraga.

    BalasHapus
  13. aku tulisan blog kamu yang ini antara shock, kaget tertampar, tapii juga menohok kak huhuhu... ternyata ya pola makan dan gaya hidup yang semaunya bisa berbahaya buat tubuh

    BalasHapus
  14. Serem ih baca beginian, auto ngukur lingkar pinggang dong aku hahahaha.... termasuk obesitas gak ya akutu

    BalasHapus
  15. Aku ngeri baca bagian di Indonesia, usia diatas 10 tahun sudah mengkonsumi alkohol dan usia diatas 15 tahun sudah merokok. PR besar ini buat kita semua. Penyakit ginjal ini sering kali nggak nyadar penderitanya. Dipikir hanya darha tinggi biasa. Sudah saatnya menjaga pola makan dan rajin olah raga nih.

    BalasHapus
  16. Semua penyakit datangnya dari pola hidup yang tidak sehat ya...
    Nyadar banget, belum bisa rutin berolahraga hihihi...harus dibiasakan hidup dengan pola yang sehat supaya terhindar dari penyakit tidak menular.

    BalasHapus
  17. Jadi kunci utamanya ada pada pola hidup yg kita lakukan sehari-hari. Olahraga, banyak konsumsi sayur & buah, cukup istirahat... Sebenarnya sepele namun susah untuk mendisiplinkan diri melakukannya

    BalasHapus
  18. Membaca ini saya sekeluarga langsung cek lemak perut dan IMT. Wah, dah diambang batas semua nih. Harus olahraga dan jaga pola makan dan pola hidup sehat. TFS mba :)

    BalasHapus
  19. Walau tidak menular, penyakit ini termasuk paling mematikan ya Mak. Gaya hidup sehat merupakan upaya untuk menghindarinya

    BalasHapus
  20. Semenjak mamaku ginjal dan diabetes, aku jadi jaga gula juga hikz. Bener ptm itu biayanya besar, apalagi melihat gaya hidup huhuhu.

    Jadi harus makin olahraga ini dan makan gizi seimbang

    BalasHapus
  21. Penting banget nih gerak. Pantas ya orang zaman dulu sehat-sehat dan umurnya panjang-panjang karena suka gerak apalagi saat belum ada kendaraan.

    BalasHapus
  22. Aku mulai membiasakan menakar asupan air mineral setiap hari.
    Karena kalau gak di takar di botol 1 L, suka lupa, sehari uda minum berapa gelas.
    Kalau belum terpenuhi sehari, aku ngebut pas malem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata penyakit diabetes itu gejalanya sangat menyenangkan bagi kaum hawa yaa..
      Meskipun makan manis, tetap merasa lapar dan BB malah turun.
      Ya Allah~
      Musuh banget...

      Aku suka padahal...makan cake dan minum soda.
      Minum soda bisa dikendalikan karena anak-anak mulai strict sama Mamanya..

      Hapus
  23. Duh serem juga ya lemak di perut bisa jadi pemicu penyakit, saya masih banyak pr nih agar hidup lebih sehat

    BalasHapus
  24. Lah iya. Kadang sebagai ibu aku hanya fokus sama penyakit yang menular. Sedangkan yang tidak menular sering terabaikan. Merasa kayak nggak mungkin ah kenak. Padahal mah, banyak dari gaya hidup yang bisa jadi pemicu penyakit tidak menular.

    BalasHapus
  25. Jika Mbak merasa beruntung ikut acara ini, saya merasa beruntung bisa membaca artikel reportasenya ini. Ilmu dan wawasannya ikut saya serap. Semoga penyakit yang sedang banyak mewabah di masyarakat ini meski tidak menular bisa kita hindari ya

    BalasHapus
  26. Noted. Mikir keras banget deh, aku jadi merasa tertampar bacanya hihihi. Pokoknya semoga bisa hidup sehat bisa hindari penyakit tidak menular ini, aamiiiin..

    BalasHapus
  27. Terlupakan bahkan sempat terabaikan ya soal penyakit tidak menular, karena mungkin yang sering diantisipasi adalah penyakit menularnya

    BalasHapus
  28. Kedengerannya sih gak berbahaya ya karena tidak menular
    Padahal sebenarnya ini penyakit-penyakit berat
    Memang harus menjaga kesehatan banget ini
    Karena kesehatan itu kalau kita bisa menjaga pola hidup dan pola makan akan mengikuti dengan sendirinya

    BalasHapus
  29. Makasih sharingnya mba. Meski ga menular tapi berbahaya ya. Pola hidup sehat masih jd PR buat saya dan keluarga nih.

    BalasHapus
  30. Kalau bicara penyakit penyakit sekarang serem serem ya makanya jaga pola makan dan gaya hidup adalah wajib.

    BalasHapus
  31. Jaga pola hidup sehat itu yang paling penting, terima kasih infonya kak

    BalasHapus
  32. PTM ini kasusnya banyak makanya BPJS bisa dibukang tekor juga ya mba. Daripada mengobati mending mencegah sih memang. Duh aku termasuk yang malas bergerak lagi deh. Huhuhu....baca artikel jadi banyak banget pola hidup ku yang harus diperbaiki deh.

    BalasHapus
  33. Baca ini dan langsung mematut diri depan kaca, ternyata aku gendut banget hiks. Enggak pengen jadi obesitas, perlu dicerna baik-baik nih advicenya dari tulisan Mba Chichie biar tetap sehat tanpa penyakit. Intinya sih mesti cerdas menjaga pola hidup yang sehat ya mba. Noted!

    BalasHapus
  34. baca ini lagi bikin aku makin dan makin tercerahkan kalo sebagai seorang ibu haruslah cerdik buat kendalikan penyakit tidak menular.

    BalasHapus
  35. Beneer! Kata dokternya kakakku, paling ngaruh pada kesehatan ya gaya hidup dan pola makan. Karena yang kita konsumsi itulah yang menentukan kondisi tubuh kita.

    BalasHapus
  36. waaah aku langsung cek timbangan badanku. Sepertinya aku agak gemukan deh, ga mau kena PTM ini, kebanyakan jajanan aja nih

    BalasHapus
  37. Selain pola hidup sehat dan olahraga, kegiatan fisik itu penting juga yah ternyata. Untung hobi naik gunung masih konsisten dijalanain. Semoga kita semua terhindar dari PTM.

    BalasHapus
  38. Wow, PTM merupakan penyakit yang perlu kita waspadai, apalagi untuk yang usianya sudah lewat dari 50 tahun

    BalasHapus
  39. Lengkap banget ulasannya. Seneng banget saya baca ini. Duh, kalau inget Pola makan masih amburadul. Itu lingkar perutku juga kayaknya melebihi batas. Hehe ��
    Konsumsi gula or garam juga harus dikontrol, baiklah ... sip

    PTM ini memang harus diwaspadai juga, bisa berakibat fatal kalau diabaikan.

    BalasHapus
  40. Salah satu yg harus jadi concern kita sebagai ibu2 ya mbak memberikan nutrisi yg bagus buat buah hagi kita. Trus jg hindarkan keluarga dr kebiasaan merokok. Pokoknya menciptakan situasi sehat di keluarga dan kebiasaan baik dlm lifestyle shg kita sekeluarga sehat terus

    BalasHapus
  41. noted banget nih buat membangun keluarga yg sehat dengan menjaga pola makan, pola hidup dan aku lagi terapin itu ka Chie. Setakut itu aku tuh sama penyakit tidka menular ini, apalagi sama ancaman obes dan hipertensi

    BalasHapus
  42. Papaku juga diabetes nih mba.. Dan itu menjalar kemana-mana juga termasuk mata.. Agak ngeri juga nih takut kena juga, mau gak mau mesti merhatiin lifestyle dan pola makan ya.. Itu banyak bangeeeet ya orang Indonesia yang gak mam buah n sayur.. Sampe 90 persen lebih...

    BalasHapus
  43. Saya sepakat bahwa PTM dianggap silent killer, dan pengobatannya mahal.
    Maka mumpung sehat, penting banget memperhatikan gaya hidup dan pola makan. Kemenkes dg program CERDIK, bisa jadi reminder kita untuk hidup sehat.

    BalasHapus
  44. Alhamdulilah mamah bisa tertangani ya mba, ketauan segera meski dirawat juga. btw memang makan kayak kebiasaan mamah minum soda dingin sama kue coklat pas banget untuk hilangin kelelahan sepulang kerja mba tapi ternyata ga sehat yah :(

    BalasHapus
  45. Ah iyaa PTM ini walau ga menular tapi tetap aja bahaya ya mom. Meskipun kadang disebut penyakpe tuatt nyatany dialami anak kuda juga

    BalasHapus
  46. PTM ini memang penyakit yang ditimbulkan oleh diri sendiri ya. Walaupun tidak menular tetap saja bahaya.

    BalasHapus
  47. Waktu yang kunjungan aku ternyata kak chichie ke RSCM ya dapat info soal diabetes, waktu daku ke RSPON

    BalasHapus
    Balasan
    1. PTM harus dicegah dengan semaksimal mungkin baik yang punya riwayat keturunan ataupun yang enggak

      Hapus
  48. Papah mertua saya nih yang terkena DM. Sayangnya beliau gak disiplin. Tapi, kami sekeluarga juga jadi lebih memperhatikan asupan dan aktivitas karena katanya DM juga bisa menurun secara genetik

    BalasHapus
  49. Wah sangat bermanfaat kaka infonyaa.
    Aku juga lagi ngerutinin jogging tiap minggu dan jalan kaki setiap hari, agar ada kegiatan fisik. Dan juga makan buah dan sayur biar seimbang hehe.

    BalasHapus
  50. Membaca tulisan mba Chichie jadi mengingatkanku dengan orang-orang disekitarku yang juga terdiagnosis PTM :( adikku juga meninggal dunia karena PTM. Memang menjaga pola hidup sehat sangat penting ya sekarang ini,mba. Namun sedihnya di sekitar kita masih banyak yang belum sadar, dan tidak jarang yang orang menjaga pola makan malah dipandang dengan aneh karena orang tersebut tidak sakit. Masa iya harus sakit dulu baru dilihat wajar menjaga pola makan :( Anw, terimakasih sharingnya mba Chi, bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
  51. Dokter Rita itu penjelasannya bikin lemes. Kebayang semua yang kita makan, masih banyak yang gak guna buat tubuh.

    BalasHapus
  52. Noted banget ini buat saya yang masih belum aware sama kesehatan gini huhuhuh, kadang makan suka seenaknya aja gak mikir kebanyakan lemak atau gula.

    BalasHapus
  53. Padahal judulnya penyakit tdk menular kesannya tidak berbahaya tapi pas lihat list penyakitnya aduh..bikin dag dig dug ya kak. Gaya hidup sehat memang paling utama. Happy bngt bisa tahu informasi dr narsum berkompeten di bidangnya ya kak.

    BalasHapus
  54. Sekarang semenjak tau ada PTM ini, ak jd makin berbenah diri aja kak Chie. Perbanyak aktivitas fisik jangan lupa buat pola makan juga. PR besar nih, karena kesehatan investasi masa depab

    BalasHapus
  55. Menjalani secara teratur program dalam gaya hidup dan keseharian membantu bagi Kita untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari berbagai penyakit

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.