lifestyle | travel | foodie | personal life

8/19/2019

Sustainable Fashion Gaya Hidup Masa Kini

so klin white & bright

Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, badan yang fokus mempelajari polusi industri mode, limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai US$500 miliar per tahun. Hal ini yang kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan, salah satunya dengan mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang bermanfaat.

Perkembangan dunia fashion adalah salah satu yang menarik bagi saya, namanya perempuan pasti yang diutamakan penampilan dong. Harus selalu update dengan fashion masa kini, padahal kalau dilihat semakin kesini itu gayanya kembali ke masa mamahku remaja. Pernah gak sih merasa bosan atau kadang suka nyesel dengan baju yang kita beli?

Pernah dengarkan kalimat ini "mending nyesel beli daripada nyesel gak beli" ini sering sekali digaungkan oleh kita para penikmat fashion. Sayangnya banyak diantara kita yang kadang hanya menggunakan baju yang dibeli hanya sekali atau dua kali saja. Contohnya saya sendiri, bahkan di dalam lemari masih ada baju yang belum pernah saya pakai, sedih banget sekarang pas tau tentang limbah fashion yang berdampak untuk lingkungan.

Makanya sekarang ini banyak para desainer bahkan sekolah mode ESMOD Jakarta turut andil dalam mempraktekan sustainable fashion. Sustainable Fashion ini merupakan gerakan dan proses mendorong perubahan pada produk fashion dan sistem fashion menuju integritas ekologis dan keadilan sosial yang lebih besar. Kepedulian fashion yang berkelanjutan lebih dari sekedar menangani tekstil atau produk fashion dari menangani seluruh sistem mode.

so klin white & bright

So Klin, deterjen terkemuka andalan Wings, menggandeng sekolah mode ESMOD Jakarta dan komunitas Sadari Sedari untuk menyerukan kampanye Sustainable Fashion melalui talkshow "Be Sustainable, Be Fashion by So Klin" dalam rangkaian kegiatan Jakarta Fashion & Food Festival 2019 di Mall Kelapa Gading 3.

Tujuan dari gerakan ini merupakan langkah peduli So Klin untuk menghimbau masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kreativitas melalui inovasi fashion yang berkelanjutan.

Di Indonesia, sudah banyak desainer yang menerapkan konsep sustainable fashion yakni dengan melakukan prinsip zero waste pattern dimana mengurangi pembuangan kain sisa. Misalnya, bahan yang tadinya harus dipotong, dikemas dengan cara yang lebih sederhana dan tidak perlu ada proses pemotongan. 


Sustainable Fashion Sharing Session
so klin white & bright

Sore itu saya mengikut talkshow bersama So Klin dengan tema Sustainable Fashion, ada Indy Barends selaku Brand Ambassador dari So Klin yang juga menjadi pembawa acara pad asore itu. Ibu Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care PT Sayap Mas Utama (Wings Group), Patrice Desilles, Academic Program Head ESMOD Jakarta dan juga ada Deandra dari Sadari Sedari.

Kain perca pada umumnya hanya dianggap sebagai bahan sisa yang tidak ada manfaatnya, sehingga pada akhirnya akan dibuang dan menjadi limbah atau sampah. Dalam industri kerajinan kreatif ternyata kain perca sangat cocok untuk direproduksi menjadi berbagai macam produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Sebagai pelopor pendidikan fashion di Indonesia, ESMOD Jakarta menyadari bahwa Sustainable Fashion merupakan bagian dari gaya hidup saat ini. Banyak desainer yang mulai menggunakan bahan ramah lingkungan, teknik pewarnaan alami, dan yang tidak kalah penting yaitu menempatkan label tata cara perawatan kain, kami juga lebih memilih untuk menggunakan serat kain tencel yang berasal dari kayu, sehingga ketika pakaian tersebut sudah tidak dipakai lagi, dapat dengan mudah terurai ke alam. Metode ini juga kami terapkan kepada para siswa melalui kurikulum di sekolah." jelas Patrice Desilles, Academic Program Head ESMOD Jakarta.


Kebetulan banget saya punya foto yang diambil saat mampir ke salah satu pop up store produk lokal. Disini sisi kain perca digunakan untuk membuat hiasan gantung di store tersebut, jadi kain sisa dari produk yang mereka gunakan masih tetap bisa digunakan. Padahal kain perca itu tidak hanya untuk hiasan gantung tapi bisa juga kita buat untuk menambah aksesoris pada pakaian. Ini bisa menjadi salah satu contoh dari sustainable.

"Melalui kegiatan kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia agar lebih peduli terhadap lingkungan, salah satu caranya dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan termasuk dalam hal berpakaian. So Klin mendukung inovasi kreatif khususnya dalam hal merawat dan mix and match pakaian. Dengan So Klin White & Bright, pakaian lama akan tetap bersih dan tampak selalu baru." ujar Joanna Elizabeth Samuel, Marketing Manager Fabric Care PT Sayap Mas Utama (Wings Group).

sustainable fashion

Dari sisi sosial, sustainable fashion dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan bermanfaat seperti halnya yang dilakukan Sadar Sedari yaitu mengumpulkan pakaian bekas dan mengubahnya menjadi donasi sosial, atau juga menyumbangkan pakaian pada mereka yang memang membutuhkan.

Nah, yang paling menarik adalah sekarang kita bisa mendonasikan pakaian berlebih yang kita miliki. Kalian bisa memberikannya ke Sadari Sedari di Mall Kelapa Gading 3, buruan ya jangan sampai kelewatan tanggalnya loh, karena hanya sampai tanggal 25 Agustus 2019. Ini sebenarnya menjawab pertanyaan kita "ini baju enaknya dikasih kemana ya?".


Sustainable Fashion by ESMOD Jakarta
akuchichie

Sebagai sekolah mode ESMOD Jakarta turut andil memperagakan beberapa desain sustainable fashion, Patrice Dessiles turut andil dalam menerapkan rancangan yang dikerjakan para alumni ESMOD Jakarta. Hal ini juga bisa kita terapkan dirumah, karena memang ternyata banyak sekali cara membuat pakaian lama kita tampak seperti pakaian baru. 





Empat gaya baju diatas benar-benar didesain oleh anak-anak ESMOD Jakarta dengan menggunakan pakaian lama yang tidak terpakai. Yang membuat saya takjub ketika salah seorang model keluar dengan mengenakan jaket jeans. Kalau dilihat kasat mata itu memang benar jaket tapi ternyata itu jaket yang dibuat dari celana jeans. Kreativitas memang sangat diperlukan dalam sustainable fashion ini.

Patrice Dessiles juga melihatkan bagaimana keempat busana ini dibuat, mulai dari gambar masing-masing fungsi pakaian hingga jadi seperti apa. Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat pakaian lama terlihat seperti pakai baru. 


Workshop Sustainable Fashion


Tidak hanya memberikan teori saja tentang sustainable fashion, tapi sebelum selesai acara kami para bloggers diajak untuk sama-sama membuat pakaian lama menjadi terlihat seperti pakaian baru. Serunya disini baju dan alat-alat untuk mempercantik bajunya sudah disediakan. Sebenarnya saya paling penasaran itu membuat celana panjang jeans itu menjadi sebuah jaket. 

So Klin White & Bright


Yang perlu diperhatikan disini adalah saat kita ingin melakukan sustainable fashion sendiri dirumah, kita harus menjaga warna pakaian itu sendiri. So Klin White & Bright dengan teknologi OPTICAL BRIGHTENER yang menggabungkan deterjen dengan formula khusus yang tidak hanya secara ampuh menghilangkan noda berat, namun juga sekaligus mempertahankan keaslian warna sehingga tidak cepat pudar, bahkan membuat pakaian terlihat lebih cerah setelah pencucian berulang kali.



Kebayang gak kalau ada botol So Klin Liquid sebesar ini, kira-kira bisa untuk berapa bulan? Semoga setelah ini saya juga bisa memulai dengan melakukan sustainable fashion. Karena setelah saya baca diberbagai sumber banyak banget nih referensi untuk membuat sustainable fashion yang super kece. Selamat mencoba ya dan jangan lupa gunakan So Klin White & Bright dirumah.
67 komentar on "Sustainable Fashion Gaya Hidup Masa Kini"
  1. Wiiih, keren bin top markotop bangeettt!
    Semangat sustainable fashion ini yg kudu kita terapkan dalam kehidupan sehari2 ya Mbaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. US$500 miliar per tahun itu berapa kalau dirupiahkan mbak??? *cek kalkulator*
    Emang ya kalau nuruti fashion setiap waktu nggak ada matinya deh, sellau ada saja. syukur2 bisa meminimalisir pembelian pakaian dg merawat pakaian supaya tetap bersih dan bagus ya Mbak
    TFS yahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau ngikutin tren fashion sih bisa kalap ya mbak.

      Hapus
  3. Aku justru kebalikannya: Mending nyesel gak beli, daripada nyesel beli tapi gak kepake. Wkwkwk. meski sempat juga kejadian salah beli sehingga gak kepake. Biasanya kalau kejadian gitu, segera dihibahin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku kadang suka gitu tapi malah sering nyesel kalau gak beli.

      Hapus
  4. Wah keren banget! Ternyata ke 4 baju yg diperagakan itu pakaian2 lama ya. Kreatif banget, dari pakaian lama jadi baru. Itu yang dress warna biru, cakep bener dress nya.

    BalasHapus
  5. Aku banget nih.. kebanyakan baju2 di rumah baru alih fungsi klo udah bener2 gak bisa dipake...sobek disana sini.. Kalo masih bagus.. baru deh didonasikan.Keren euy programnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ini aku juga takjub bisa mengubah baju lama jadi nampak baru

      Hapus
  6. Impian saya yang gak kesampaian pengen sekolah di ESMOD setelah lulus SMA hahaha. Kalau lihat lemari juga ada beberapa pakaian yang jarang banget dipakai. Memang sedih jadinya. Harus mulai ngerem beli baju, nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi lihat pakaian yang ada di lemari. Cari mana yang bisa didaur ulang. Seru kayaknya mendaur ulang pakaian

      Hapus
    2. Tapi bisa di wujudkan nih menciptakan sustainable fashion mak chi

      Hapus
  7. Awlanya mikir apasih suistanable fashion ini oh ternyata semacam mendaur ulang pakaian lama dg style baru yah mbak, jd kita seperti memanfaatkan pakaian itu kembali namun dg cara yg berbeda.

    Campaign yg oke banget dr soklin semoga bisa ketahui oleh lebih banyak org lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, kadang kita juga suka lupakan begitu banyak baju yang dibeli hahahaa

      Hapus
  8. Eh bener ya aku sering merasa bersalah kalo ada baju gak kepake atau baru dua kali, jadi gak tertarik belik baju karena aku rasa maush banyak dirumah. Materi nya bagus kak dan aware memang perlu ditingkatkan . Tapi bener sih ini so Klin perlu menjaga warna baju biar bisa dipake berulang ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba kamu ubah baju lama agar terlihat jadi baru deh

      Hapus
  9. aku mau pakai ini aah buat cuci kemeja putih suamkiku

    BalasHapus
  10. wow keren banget work shopnya, awalnya sempat bingung apa sih sustainable fashion ini ternyata keren ya bisa menggunakan baju yang sama berkali2 dengan cara mempermaknya :)

    BalasHapus
  11. Bagus ya tujuan So Klin membuat kampanye sustainable fashion, yaitu sebagai langkah peduli So Klin untuk menghimbau masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kreativitas melalui inovasi fashion yang berkelanjutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pakai detergent So Klin yang sakura itu lho, enakeun deh di baju, lembut, trus gak perih di tangan

      Hapus
  12. So klin kalau bikin event selalu keren sehingga peserta dibuat tercengang melihat fashionnya, dan ada juga buat interaksi para peserta untuk ikutan meramaikan kreativitas

    BalasHapus
  13. Keren banget, dari pakaian lama yang tidak terpakai hasilnya kaya pakaian baru.
    Suka banget sama kampanye sustainable fashion ini

    BalasHapus
  14. Wah kalau botol So Klin nya sebesar itu bisa buat 7 turunan dong ya. Hehe. Keren konsep sustainable fashion nya

    BalasHapus
  15. Setuju bgt dg gerakan sustainable fashion ini. Tetap stylish dan lingkungan terjaga

    BalasHapus
  16. AKhir-akhirnya ini lagi memilah pakaian juga nih biasanya dibagikan ke kampung yang membutuhkan, padahal masih banyak yang bagus bajunya. Boleh juga nih kapan2 disumbangkan ke komunitas sadari sedari

    BalasHapus
  17. Campaign so klin kali ini bermanfaat banget deh. Selain mengajak kita hemat beli baju juga ngasih tahu cara mencuci baju yg benar. Terutama pemilihan deterjen. Workshopnya juga berguna banget supaya kita bisa lebih kreatif ya.

    BalasHapus
  18. Wah memang desainer masa kini semakin keren.. memanfaatkan bahan yg seefektif & seefisien mungkin.. hasilnya badaaaai

    BalasHapus
  19. Baru tahu soal sustainable fashion. Kalau lihat lemari kadang suka aneh ngerasa g punya baju tapi space lemari udah penuh. Beginilah kelakuan perempuan. Kadang saya juga mikir gitu sih pengen beli baju, nyesel enggak kalau beli baju? Apa mending g usah beli baju aja? Cek dulu keuangan kalau cukup, ya boleh deh sesekali beli baju tapi enggak diprioritaskan harus beli tiap bulan sih.

    BalasHapus
  20. Suka banget sama 'sustainable fashion'ini ❤

    Konsep apik ini benar2 diaplikasikan oleh siswa ESMOD ya. Pakaian bekas aja jadi dress keren kaya gitu.

    So klin pun inovasinya makin kece. Bikin pakaian jadi makin tahan lama alias sustain!

    BalasHapus
  21. Wah konsepnya keren ya, jadi tidak menumpuk pakaian tapi dirawat sehingga lebih awet, juga didaur ulang..

    BalasHapus
  22. memang penting banget untuk memperhatikan perawatan baju supaya bisa bertahan lebih lama dan lebih hemat ya

    BalasHapus
  23. Itu tagline nya fashionista mending nyesel beli dari pada nyesel ga beli hihi konsumtif. Tapi kalau so klin aku juga pakai mba, nanti grocery mau beli varian white&bright nya juga

    BalasHapus
  24. Kadang jadi mikir, aku bisa gak yaa bikin pakaian lama jadi tampak baru? Secara, aku anaknya kurang kreatif. Mau bikin baju anak dari buku kita yang udah gak kepake aja belum terealisasi. Padahal Bisa, kan? Banyak juga tutorialnya di utub .Hmm BTW, aku pake so klin juga loh di rumah

    BalasHapus
  25. Ibuku dari lama udah mempraktekkan membuat kriya dari kain perca loh mba. Bisa jadi selimut, tirai, bahkan rok terusan yang unik ;)

    BalasHapus
  26. Jadi ingat dulu waktu kecil, aku pernah lho buat keset dari kain perca.
    Malah keren dan unik jadinya. Warna-warni!

    BalasHapus
  27. So far, dari diriku sendiri, pelaksanaan sustainable fashion lebih ke sosial Mba. Menyumbangkan pakaian ke mereka yang membutuhkan.

    BalasHapus
  28. Iyaya...cari-cari ide buat bikin baju lama terlihat makin cantik.
    Terutama baju anak-anak nih...bisa jadi objek proyek Mama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. So Klin merawat kain dengan baik, sehingga baju yang lama masih tetap bisa digunakan dengan baik.

      Hapus
    2. aku jadi ngintip Pinterest sekarang nih teh

      Hapus
  29. Salfok ah sama modelnya, kece2 dan inspiring banget. Oiya So Klin ini andalan keluarga juga ��

    BalasHapus
  30. campaign dari So klin ini juara banget, karna limbah pakaian memang gak bisa di tekan, tp dengannya ada campaign dr so klin ini kita tau harus kemana baju lama kita di donasikan

    BalasHapus
  31. "mending nyesel beli daripada nyesel gak beli"
    Aku baru dengar istilah itu mbaa hehe. Tapi emang bingung jg sih kalo punya baju tp ga kepake, bingung mau diapaiin. Kreatif banget nih desainer2nya dan So Klin menggagas acara ini

    BalasHapus
  32. Kain percakalau sama kakak saya bisa sibuat kain lap yang cakep banget Mbak. Terus tetangga saya buat celana anak kecil. Jadi memang banyak gunanya juga kalau dimanfaatkan.

    BalasHapus
  33. Soal fashion memang bikin puyeng, kok, Mbak.Hahaha. Habis fashion sekarang ucul-ucul banget. Bikin tergoda, hahaha. Tapi aku selalu ada yang masuk harus ada yang keluar. Biasanya aku tawarkan ke orang-orang yang mau. Jujur aku gak pernah numpuk banyak. Karena belinya juga nggak setiap bulan. Sesekali kubuat buat anakku. Biasanya sih bawahan, aku jadiin pendek dan kecilin. Mayanlah, modal jahit lurus doang. Hehe

    BalasHapus
  34. Acaranya seru yaaa, dan bener tuh aku sering lihat celana jeans dijadikan tas. Tapi mau bikin belum sempat, ntar nyari tutorialnya dulu deh. Di channel YouTube paling ada ya

    BalasHapus
  35. Waah seru banget bisa dateng ke acara kayak gini sekaligus bisa dapet inspirasi juga yaa buat ber-fashion hehe Btw, semuanya kreatif banget dan jago mix n match-nya

    BalasHapus
  36. Apalagi ya Indonesia dengan industri fashion uslimnya juga menjadi sentra model dunia. pasti banyak limbahnya juga, oleh karena itu perlu banget ada eduksi

    BalasHapus
  37. Keren nih So Klin membawa isu sustainable fashion ke dalam gaya berbusana. Aku juga sekarang memilih memakai gamis berbahan linen dr serat kain biar lebih mudah terurai. Baru langkah kecil sih

    BalasHapus
  38. Bener ya mba chie beli satu baju keluarin 4 baju buat disumbangkan,, atau bisa juga gak beli baju di mix n macth asal bajunya di rawat dng soklin

    BalasHapus
  39. Udah lama aku dirumah pake soklin inih.. Baunya wangi... Harganya terjangkau.. Aku jg skrng jarang beli baju lagi.. Sayang uangnya

    BalasHapus
  40. Keren nih kalau tiap penjahit bisa menerapkan zero waste pattern ya mbak agar limbah fashion lebih minim lagi. Sayangnya SMK tata busana di tempat adikku blm ngajarin nih

    BalasHapus
  41. Wah! Keren dan seru banget event na.. Anyway, aku jadi kepo sama wanginya So Klin yang ini.. Cuss ahh, nanti coba'in beli pas ke supermarket..

    BalasHapus
  42. Zaman sekarang ya, ketika kondisi bumi sudah mengkhawatirkan, kita harus berbuat yang ramah lingkungan. Biar bumi bisa kembali seperti dulu. Dan salah satunya ini. Menggunakan detergen yang ramah lingkungan. Mana bikin baju awet cemerlang pula. Kudu beralin nih aku ke varian So Klin yang ini.

    BalasHapus
  43. Keren banget ya mba, baju yang sudah tidak terpakai ternyata bisa kita modifikasi menjadi baju-baju yang keren-keren banget. Dan aku salut banget sama komunitas Sadari Sedari, jadi pengin beberes lemari rasanya dan menyumbangkan pakaian layak pakaiku kesana

    BalasHapus
  44. Sebenarnya kalau kreatif bisa dilakukan apa saja yang termasuk mengubah baju yang tidak terpakai agar bisa dipakai lagi

    BalasHapus
  45. Fashionable tetap bisa kita lakukan meski dengan baju lama jadi pakaian pun sustainable karena merawatnya mudah dengan soklin

    BalasHapus
  46. Acaranya seru banget ya mba, jadi penasaran, ada kursusnya ga ya bikin pakaian lama menjadi baru, yang tanpa pola2an asal bisa jahit gitu?

    BalasHapus
  47. Asik ya pakaian lama bisa disulap jadi bagus lagi, pakaian lama pun nampak baru soalnya dirawat pakai So klin yah

    BalasHapus
  48. Aku selalu kagum deh sama mereka yang pintar menyulap barang lama jadi baru lagi dan keren dan pastinya berguna. Asli kreatif banget orang-orang ini

    BalasHapus
  49. Jadi respek banget sama ESMOD yang sudah memasukan kurikulum fashion yang sutainable ini. Sebab kalau bukan kita yang menjaga alam, lalu siapa lagi. Oengurangi fabric yang gak ramah alam, langkah yang tepat banget

    BalasHapus
  50. Sama, sayang nya akutu gak bisa jait, kalo bisa pingin rasanya sisa bahan atau baju yg gk dipake dirombak lagi

    BalasHapus
  51. kalo urusan jahit menjahit, kayaknya aku alpha banget deh ka chie, kalo udah suka mah kayaknya aku ga beli baju ya, jait terooos. Btw, aku malah blom pake soklin ini lho, pengen pake ah buat jaga keaslian warna baju, terutama baju putih

    BalasHapus
  52. Sekarang orang-orang sudah mulai sadar untuk membeli ataupun menggunakan barang-barang ramah lingkungan. sipp, semoga kita semua tetap fashionable dan menggunakan barang-barang ramah lingkungan.

    BalasHapus
  53. Salah satu yang dapat dilakukan untuk turut menjaga lingkungan dengan memastikan bahan yang digunakan berasal dari bahan alami seperti serat rayon yang banyak di produksi industri di Indonesia... tetap modis, jaga lingkungan dan bantu negara tak harus impor bahan baku....

    BalasHapus
  54. Jadi penasaran sama so klin yg ini, besok pas belanja mau belanja ini ahhh

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.