Mengenal Budaya Jawa Barat dari Desa Budaya Kampung Sindangbarang

kebudayaan jawa barat

Waktu di ID Corners membuka pendaftaran untuk acara Telisik Budaya Jawa Barat, saya langsung ngecek kalendar dan memastikan ke orang rumah kalau pada tanggal 24 Agustus 2019 tidak ada acara. Karena pengen banget ikutan acaranya ID Corners, yang membuat saya tertarik untuk ikutan karena penasaran sebenarnya sama Kampung Sindangbarang. 

Biasanya kalau saya akan ikut suatu kegiatan, suka mencari tau dulu tentang tempat tersebut. Sekarangkan mudah banget ya mencari informasi, tinggal cari di Google dan Instagram kalau saya. Melihat Kampung Budaya Sindangbarang ini yang membuat penasaran, ada apa sih disana? Apalagi ini sekalian belajar tentang travel photography dan travel blogger.

Titik kumpul acara langsung di stasiun kereta Bogor, saya janjian sama Gina untuk bertemu di stasiun Cawang dan naik kereta ke Bogor jam 05.18 ternyata kereta menuju Bogor sesuai dengan jadwal yang saya lihat di aplikasi. Jujur ya ini perjalanan pertama saya ke Bogor menggunakan kereta. Ternyata di jam segitu paginya sudah lumayan juga penumpang yang hendak ke Bogor melalui stasiun kereta Cawang. 

Sesampainya di stasiun Bogor, saya dan Gina mencari sarapan terlebih dahulu untuk ngeganjel perut sebelum perjalanan menuju Kampung Sindangbarang. Ekspektasi mau sarapan bubur ayam tapi nampaknya ada toko yang sudah dadah-dadah untuk memanggil kami untuk sarapan segelas mie instan dan sebotol air mineral. 


Sambutan Hangat dengan Alunan Angklung Gubrag
kebudayaan jawa barat

Perjalanan kurang lebih satu jam dari stasiun kereta Bogor menuju Desa Budaya Kampung Sindangbarang dengan menggunakan angkot yang disewa untuk mengantarkan kami. Asik banget deh perjalanan saya kali ini, karena memang seru bersama teman-teman blogger. 

Untuk menuju Kampung Sindangbarang ini memang jalannya agak lumayan sih, ada beberapa kali tanjakan yang tidak memungkin kami berada didalam mobil. Karena mobil angkot yang kami naiki ini ada mobil lama, mobil angkot pada umumnya di kota Bogor. Jadi setiap mau tanjakan yang lumayan, si abang langsung meminta kami untuk turun agar kuat di gas mobilnya. Lumayan bakar kalori setelah makan mie instan pagi-pagi.

Akhirnya kita sampai nih di Desa Budaya Kampung Sindangbarang, berasa banget deh hawa-hawa syahdu gitu. Emang masih berasa di desa dengan keadaan udara yang menyejukan sekali. Begitu dekat dengan pintu masuk, sudah ada para ibu-ibu yang menyambut kami dengan suara Angklung Gubrag dan bernyanyi dengan sayup-sayup. Yang saya ingat hanya kata-kata ini "selamat datang di Sindangbarang". 

Buat yang belum tau tentang Desa Budaya Kampung Sindangbarang ini merupakan suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Kampung Budaya Sindangbarang adalah salah satu komunitas yang hingga kini mempertahankan aspek kebudayaan lokal kerajaan Pajajaran, dimana terdapat 78 lokasi situs sejarah Pakuan Sindangbarang. 

Nah, kemarin waktu di Kampung Sindangbarang saya dimanjakan dengan beberapa kesenian dari Jawa Barat seperti Tari Rampak Gendang, Barudak Kaulinan, Tari Merak, Angklung Gubrag dan Parebut Seeng. Yang semuanya ini membuat saya mengingat kembali tentang budaya Indonesia. Coba deh kalau gak ikutan acara dari ID Corners ini pasti belum tentu bisa lihat seni budaya khas Jawa Barat. 


Merekam Indahnya Seni Budaya Jawa Barat di Kampung Sindangbarang
seni budaya jawa barat

Yang membuat saya kagum pada masyarakat Kampung Sindangbarang ini adalah, mereka masih terus melestarikan seni kebudayaan Jawa Barat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang semuanya adalah masyarakat sekitar Desa Budaya Kampung Sindangbarang. Semangat mereka untuk memberikan yang terbaik juga melestarikan budaya ini patut diacungi jempol loh. 

Waktu dikasih tau sudah saatnya mereka akan segera tampil, saya bergegas untuk mengambil posisi yang paling oke buat nonton dan sekaligus ngejepret saat mereka menari. Sudah pasti dong ini kamera kudu benar settingannya jangan sampai salah fokus. Tantangan banget emang motret movement ginikan? Biasanya yang saya foto tuh objeknya diam tak bergerak tapi kali ini kudu lebih cepat dan tepat membidikan kamera.

Yang pasti settingan kamera harus continues dan pastikan juga speednya. Tapikan kamera sekarang itu sudah canggih banget jadi tinggal auto saja bagiannya speednya agar dia menyesuaikan apa yang kita akan tangkap. Apalagi kalau menggunakan kamera dari Fuji Film, sudah tidak perlu diragukan lagi kehandalannya dalam menangkap gambar. 

1. Tari Rampak Gendang
seni budaya jawa barat

seni budaya jawa barat

seni budaya jawa barat

Yang paling pertama disuguhkan adalah Tari Rampak Gendang, ini dibawakan oleh tiga orang anak remaja perempuan. Dengan sangat semangat dan gembira mereka memberikan yang terbaik untuk mengingatkan kami akan indahnya seni budaya Jawa Barat di Kampung Sindangbarang. 

Rampak Gendang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. "Rampak" berasal dari bahasa sunda yang bermakna serempak atau secara bersama-sama, jadi rampak gendang bisa diartikan sebagai suatu pertunjukkan gendang yang dimainkan secara bersama-sama. Untuk memainkan Rampak Gendang ini biasanya dipertunjukkan lebih dari dua orang. 

Kesenian Rampak Gendang merupakan representasi dari kebersahajaan masyarakat Sunda. Di dalam kesenian tersebut kaya akan nilai-nilai filosofis, mencerminkan masyarakat sunda yang guyub dan harmonis berlandaskan sifat-sifat kegotong-royongan dan keceriaan. 

2. Kaulinan Barudak
kampung sindangbarang

desa budaya sindangbarang

kampung sindangbarang

seni budaya jawa barat

Yang paling gemes nih, atraksinya para bocah-bocah Desa Budaya Kampung Sindangbarang. Gimana gak gemes coba, lihat mereka menari, bermain dengan riang gembira. Kaulinan Barudak yang dalam bahasa sunda berarti permainan anak-anak, jadi mereka memberikan kita suguhan permainan anak-anak pada zaman dulu.

Jadi mereka ini mengingatkan kembali kepada kita betapa permainan anak-anak pada zaman dulu itu benar-benar mengasyikan, apalagi jika dimainkan bersama dengan teman-teman. Tentu saja ini merupakan hal yang baik untuk melestarikan permainan tradisional yang menurut saya sudah hampir punah ditelah oleh banyaknya permainan digital. Padahal permainan anak-anak pada zaman dulu itu merupakan salah satu harta waris kebudayaan. 

3. Tari Merak
seni budaya jawa barat

seni budaya jawa barat

budaya jawa barat

budaya jawa barat


Salah satu tarian yang berasal dari Jawa Barat adalah Tari Merak yang merupakan tarian khas yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini merupakan ekspresi kehidupan dari seekor burung merak, gerakan-gerakannya pun diambil dari tingkah laku burung merak.

Tarian ini lebih tepatnya diambil dari tingkah laku burung merak jantan pada saat ingin memikat burung merak betina. Suatu gerakan burung merak jantan ketika memperlihatkan keindahan bulu ekornya. Gerakan ini dimaksudkan untuk menarik perhatian dari burung merak betina. Namun seiring dengan perkembangan zaman tari merak Jawa Barat ini telah mengalami beberapa perubahan dari gerakan aslinya.

4. Angklung Gubrag
budaya jawa barat

Waktu beberapa hari lalu saya pernah mengunggah foto para ibu-ibu pemain Angklung Gubrag ini. Ternyata tidak hanya saya saja yang tidak mengetahui tentang Angklung Gubrag ini. Dari beberapa yang komen di instagramku juga lumayan pada gak tau, mungkin karena memang si Angklung Gubrag jarang menjadi salah satu pertunjukkan di daerah lain.

Angklung Gubrag merupakan kesenian yang lekat hubungannya dengan kebudayaan Sunda. Kesenian yang sudah ada sejak zama kasepuhan ini merupakan salah satu bentuk seni dari pola kehidupan masyarakat Sunda yang agraris. Pada zaman dulu ketika ingin menanam dan memanen padi, masyarakat Sunda menggunakan angklung gubrag sebagai iringan. 

Bagi masyarakat Jawa Barat tempo dulu, hal-hal yang berkaitan dengan perladangan dianggap sebagai suatu yang sakral. Karena dianggap sakral, maka setiap masyarakat yang hendak menaman dan memanen padi harus dilalui dengan sebuah ritual. 

Masyarakat Jawa Barat meyakini bahwa suara rampak yang keluar dari angkung gubrag dipercaya dapat menggetarkan tumbuhan, sehingga pada dapat cepat tumbuh. 

5. Parebut Seeng
budaya jawa barat

budaya jawa barat

budaya jawa barat

Nah, jangan sedih jangan pilu saya pun baru tau tentang Parebut Seeng ini. Waktu kedua anak laki-laki ini tampil dan mempertontonkan awalnya emang dikira hanya silat biasa saja. Ternyata bukan dong, ada ceritanya banget si Parebut Seeng. 

Parebut Seeng ini biasa dilakukan oleh laki-laki, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam permainan ini, peserta diharuskan mengenakan pakaian hitam-hitam khas tradisional sunda yang dikenal dengan nama baju kampret, dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut dengan iket atau totopong. Sebagai seni tradisi yang sudah ada sejak zaman Kasepuhan Sundah, Parebut Seeng selalu dipentaskan dalam berbagai acara tradisional masyarakat Sunda, seperti pada pernikahan adat, khitanan dan Seren Taun.

Secara umum, peraturan dalam Parebut Seeng sangat sederhana sekali. Salah satu membawa Seeng, yaitu tungku nasi tradisional. Sementara gerakan silat, peserta yang lain berusaha untuk merebut tungku nasi tersebut. Apabila tungku nasi tersebut berhasil direbut, maka peserta lain harus merelakan tungku tersebut pindah tangan. 

6. Silat dari Cimande
budaya jawa barat

budaya jawa barat

Setelah tadi ngobrolin tentang Parebut Seeng yang didalamnya pun ada seni bela diri, nah iya seni bela diri Silat Cimande. Pencak silat Cimande merupakan seni bela diri asli dari Bogor, Jawa Barat. Tidak hanya terkenal di dalam negeri tapi juga tersohor hingga ke mancanegara dan telah memiliki banyak perguruan pencak silat. 

Kenapa kalau seni bela diri pencak silat gini ingatnya sama Iko Uwais ya? Mungkin ini efek dari kebanyakan lihat film laga yang diperankannya. Habis lihat ini, saya bilang ke anakku kalau kelak dia haru bisa silat. 


Merekam Seni Budaya bersama FujiFilm dan ID Corners

Jadi hasil jepretan saya tentang seni budaya Jawa Barat di Kampung Sindangbarang hasil dari belajar bersama ID Corners dengan uni Raiyani Muharramah. Jadi dapat ilmu baru lagi nih tentang travel photography terutama motret pertujukan seperti kesenian budaya. Bagaimana mendapatkan angle yang baik dan ada tata cara dalam memotret. 

Tapi benar juga sih kata uni Rai ini, kebanyakan kita lebih sering motret dengan angle "eyelevel" setelah kemarin belajar low angle untuk movement ternyata enak juga dan emang jadi beda banget sih. Kalau menurut saya tuh, setiap foto terlihat bagus itu tergantung dari kita cara ngambilnya. Yang akan selalu saya "setiap orang tidak akan memiliki hasil bidik yang sama walau berada bersebelahan". Emang bener sih, kalau mau cek bisa #idcornerstravelworkshop beda-beda hasilnya.

Gak cuma soal moto aja sebenarnya, menulis pun juga ada caranya. Walau kebanyakan kalau di blog itu lebih sering curhat, hahahahhaaa... Pembekalan ilmu travel blog yang disampaikan oleh mbak Donna Imelda juga menjadikan masukan untuk saya nih. Bagaimana suatu tulisan hasil traveling itu enak dibaca, dan mengajak pembaca kita juga ikut merasakan dengan apa yang kita tuliskan.

Setelah dapat materi gitu emang paling enak langsung praktek deh ya. Mengulik kamera FujiFilm saat di Kampung Sindangbarang menjadi suatu tantangan bagi saya. Jujur deh ya kemarin motret itu saya setting semua secara manual untuk speed, bukaan dan iso. 

Teman-teman yang lain juga pada senang sekali ngulik kamera FujiFilmnya, apalagi sekarang itu menurut saya sudah banyak sekali kemudahan yang deberikan oleh FujiFilm dalam mengambil moment.
Kampung Sindangbarang

Fuji Film

Semua langsung praktek deh sama ilmu yang diberikan oleh uni Rai, seru banget ya. Apalagi kita motret ramai-ramai gini seru, yang paling seru tuh bisa kita menggunakan kamera FujiFilm dengan berbagai macam tipe. Apalagi sekarang kamera FujiFilm ini lebih gampang penggunaannya untuk orang yang baru belajar motret. Kalau kalian dikasih pilihan mau pilih FujiFilm seri apa ya untuk kegiatan motretnya? 

Jangan lupa, "kamera yang paling bagus adalah kamera yang sekarang sudah dimiliki dan menjadi teman dalam segala motret".

Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Pakai FujiFilm XA5
Oh iya, sekalian saya mau ngasih rekomendasi nih buat teman-teman yang ingin belajar foto atau sekalian mau bikin video dengan kamera mirrorless bisa menggunakan kamera FujiFilm XA5. Ini salah satu kamera untuk para pemula atau yang emang sedang mencari kamera baru nih.

Photo by Instagram FujiFilm Indonesia
Kalau saya pertama lihat kamera FujiFilm XA5 ini langsung naksir dengan design bodynya, semacam retro gitu soalnya. Apalagi yang warna hitam dengan kombinasi warna abu-abu tua itu, cocok banget itu emang deh. Kalau saya bawa-bawa untuk traveling juga gak makan tempat soalnya. 

Layar LCDnya sudah touchscreen loh, sesuaikan dengan jaman sekarang yang apa-apa tangannya demen ngetouch. Layar LCD dengan ukuran 3inci ini bisa dilipat hingga 180 derajat hingga menghadap ke depan untuk mempermudah kita kalau mau foto selfie atau bikin video ala-ala para Youtuber gitu. Kabarnya FujiFilm XA5 dilengkapi dengan lensa type XC 15-45mm terbaru dengan menggunakan system elektronic zoom.

Buat yang suka bikin video kamera FujiFilm XA5 ini sudah dilengkapi dengan jack untuk mic external loh, jadi kalau mau nambahin mic gampang banget. Dengan resolusi 4K adalah fitur yang ditambahkan untuk kamera mirrorless Fuji Film XA5. Nah yang ini penting nih, di FujiFilm XA5 memiliki rentang sensitivitas ISO antara 200 hingga 12800. Di XA5 ada dua mode baru yakni 4K Burst Shooting yang memungkinkan pengguna memilih sekaligus menyimpan bingkai terbaik dari rekaman video 4K dan Multi Focus Mode. 

Nah, gimana? Ini beberapa yang bisa aku kasih tau tentang FujiFilm XA5 untuk yang ingin belajar motret atau mengganti kamera mirrorless. Ini saya aja naksir banget sama XA5 ya, karena emang compact kalau menurut saya sendiri. 


budaya jawa barat

Foto bersama teman-teman ID Corners dan pengisi acara di Desa Budaya Kampung Sindangbarang. Seru deh, ingin rasanya mengulang momen tiarap lagi. Hahahaa... Untuk teman-teman yang mau main ke Desa Budaya Kampung Sindangbarang bisa langsung ajak teman-teman, keluarga atau gebetan sekali pun untuk melihat bagaimana seni budaya Jawa Barat ditampilkan disana. 


Desa Budaya Kampung Sindangbarang
Jl. Endang Sumawijaya, RT 01/RW 08, Sindang Barang,
Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih 

110 komentar

  1. Yaampun seru banget bisa mengunjungi desa budaya kayak gini, jadi bisa nambah ilmu dan pengalaman juga
    Btw, liat tari merak dan angklung jadi flashback zaman masih SD hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu SD ikutan ekskul angklung ya mbak?

      Hapus
    2. Aku terakhir lihat itu waktu kuliah. Kebetulan ikut unit Seni Sunda. Kangen deh lihat pentas tari dan angklung lagi

      Hapus
    3. Suara angklung itu yaa, teh..
      Bikin hati tenang...gitu.

      Hapus
  2. Ya ampyuuun, liat gambar tari merak jadi baper, inget masih kecil dulu sering nari merak ngisi acara.. seru banget katanya ni kampung sindang barang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ternyata masih ada yang melestarikan seni budaya Sunda

      Hapus
  3. Kenapa aku jadi gagal fokus sama hasil jepretannya Mak Chicie yahh,
    Benerann cakeepp asliii huhuuu
    Berasa hidup dan ikutan hadir di acaranya itu, mbak hehhee
    Semoga bisa punya Kamera Fujifilmnnya hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak ya mbak, semoga keinginannya terwujud ya mbak

      Hapus
  4. Jepretannya keren mba... Merekam moment dan menceritakan tentang budayanya secara lengkap. Keren masih ada kampung atau desa yang mempertahankan budayanya, bahkan yang anak-anak kecil dan pemuda masih turut ikutan..Akses ke desa wisata ini terbuka atau harus reservasi dulu untuk datang? Haruskah berkelompok / datang dengan komunitas ke sini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau kesini bisa kok, bayarnya kalau gak salah Ro 65.000 deh perorangnya. Mau nginep disini juga bisa, karena ada penginapannya.

      Hapus
  5. Rame juga ya kak yang ikutan event ini...Kalo deket aku udah cuzzz nih...Semoga di kesempatan lain bisa ikutan...Seni budaya di Kampung budaya Sindangbarang unik bangte...apalagi yang angklung dimainkan ibu-ibu yang udah lansia...angklungnya beda ya..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti ID Corners bisa bikin telisik budaya ke daerah lain ya mbak.

      Hapus
  6. aku naksir fuji film XA-5 ini sejak lama mbak,s ejak yang warna hitam, lalu keluar warna coklat, eh sampe yang biru juga nggak kebeli :( jepretannya mantul ya mbak, terbukti sama hasil foto2 disini

    BalasHapus
  7. Beneran deh fotonya keren-keren teh.
    Emang yabkalau workshop gak langsung praktik hasilnya kurang maksimal. Terus harga kamera nya Fuji kisaran berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk XA5 ini sekisaran 5,8jutaan tergantung kitnya yang mana.

      Hapus
  8. Kameranya aku udah punya mbak! tapi kok kemampuan memotret aku gak maju-maju ya, hahahaha.

    tapi acaranya seru bnaget ya mbak. Banyak banget kebudayaan jawa barat yang aku baru tahu dari postingan ini. Yang tahu palingan cuma angklung aja yang lain blass baru dengar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah asik banget sudah punya kameranya, yuk di maksimalkan dengan kameranya

      Hapus
  9. Ih seru bgt. Aku jg suia bgt klo udh ngomongin dan ngeliat tradisi kata gini.. btw tari merak kostum nya bagus banget yaaa

    BalasHapus
  10. Keren banget ya ampunn!! Bisa mengabadikan momen keren kayak gitu pakai kamera. Hasilnya keren juga pula. Duh pengen nabung beli kamera nih.

    etherealpotato

    BalasHapus
  11. seru banget yah kak acaranya, jadi kangen nari deh liat foto-foto kecenya.. terakhir nari tradisional waktu SD huhuhu :""

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku pun menari tarian tradisional zaman masih sekolah dasar

      Hapus
  12. Khas banget Jawa Barat ya mbk. Seru ya busa bareng2 lihat budaya Jawa Barat lebih dekat. Busana tari meraknya cantik banget

    BalasHapus
  13. Kegiatannya seru mba, aku suka banget sama hasil jepretan mba Chichie. Ternyata pakai kamera Fuji. Sebenernya udah notice pengen pindah ke Fuji, makin yakin mau beli deh gara-gara lihat ini ��

    BalasHapus
  14. Wow resolusinya sudah 4K mendukung sekali untuk perpotoan dengan hasil yang bagus. kalau liat tari merak saya jadi ingat dengan almarhumah ibu yang pernah menjadi penari tari merak. Saya sendiri engga bisa menari alias kaku. Hehe bagus ya kebudayaan jawa barat semoga masih terus dipertahankan dan diturunkan.

    BalasHapus
  15. Selalu excited klo ada desa budaya gini. Bisa jd tmpat wisata sambil belajar budaya juga

    BalasHapus
  16. keren ini tempat ya, melestarikan budaya sunda

    BalasHapus
  17. Kerennya kebangetan...
    Acara yang menggabungkan ilmu dan silaturahm dibalut dalam Budaya Jawa Barat.
    Aku salut banget sama totalitas blogger, sampai me"rumput" gitu yaak...
    Hhehe...pantesan hasil fotonya gak ada yang mengkhianati hasil.
    Bagus baguuss~

    BalasHapus
  18. Seru banget teteh, bisa langsung melihat dan menikmati kesenian dan bidaya khas jawa barat. Yang kaya gini, yang harus dijaga biar ga hilang ga tergerus jaman ya teh. Btw makasi teh rekomendasi kameranya. Kalo harganya kisaran berapa nih?

    BalasHapus
  19. Wah masih ada tenyata kampung khas Sunda yg kental seperti ini yah. Takjub deh liat foto2 dari Tari Merak cantik bgt mba hhi

    BalasHapus
  20. Seru banget deh bisa main ke Kampung Budaya Sindangbarang ini. Bisa lihat berbagai kesenian yang udah mulai jarang. Aku baru tahu kalo Sindangbarang itu di Bogor. Aku kira di Sukabumi :D

    BalasHapus
  21. Wah serunya ngeliat beragam pertunjukan tradisional Jawa barat. Kayaknya udaranya sejuk banget ya. Anyway, hasil foto-fotonya keren mbak. Jernih dan tajam. Jadi pengen punya kamera Fujifilm kayak gitu juga hihihiii

    BalasHapus
  22. Seru banget kegiatannya! �� jalan2 ke kampung belajar budaya indonesia, plus belajar foto. Lengkap banget ilmunya, pingin banget bisa ikutan acara begini, banyak dapet ilmu :)

    BalasHapus
  23. Sebenernya dari semua foto yang ada di tulisan ini sudah menceritakan gimana indahnya budaya Jawa Barat

    BalasHapus
  24. Masya Alloh itu seru bgt jalan2nya Mba, nikmatin kesenian Jawa Barat n sambil gathering dgn blogger lainnya. fotonya kece2 euy, mupeng ama kamera2nya semua :)

    BalasHapus
  25. Kayaknya seru ngajak anak usia sekolah ke sini ya Mak. Banyak belajar hal baru tentang budaya sunda. Seneng ada pelestarian budaya yang diwadahi begini. Semoga tetap lestari. Hasil fotonya bagus, ternyata pakai fuji ya, terfujilah. Hihi. Itu xa5 baru kah Mak? Udah lama ga ngamatin seri terbaru fuji.

    BalasHapus
  26. Bagus nih sepertinya buat wisata sekolah anak - anak yang liburan buat kenalan sama budaya jawa Barat yah.

    BalasHapus
  27. ih seru banget buat wisata edukatif, ini tuh harus masuk rombongan ya mba? trs pertunjukannya ada jam-jamnya gak? apa mereka perfom pas kita dateng?

    BalasHapus
  28. Sepertinya seru banget ya wisata budaya ini karena edukatif dan tentunya memberikan banyak inspirasi di sini

    BalasHapus
  29. Bagus banget nih ada wisata budaya kayak gini supaya budaya asli Indonesia dikenal banyak generasi milenial dan gak hilang

    BalasHapus
  30. Iya nih. Banyak yang bilang memang kalau cari kamera mirrorless yang bagus hasil fotonya itu ya fuji film.

    BalasHapus
  31. Yang bikin aku salfok itu pas foto ramean trus ada Mas Salman yang saling tatap menatap dengan kucing. Sumpah dapat banget momennya kak ahhahaha

    BalasHapus
  32. sebagai urang sunda kok aku baru ngeh ya mba dengan parebut seeng, tari rampak gendang wkwkwk kayaknya dipertanyakan banget nih pengetahuan kesenian aku :D

    BalasHapus
  33. Pantesan hasil jepretan nya sangat bagus dari merek kamera yang kualitasnya udah tenar banget. Asli itu yang gambar tarian merak ambil angle nya pas banget kak chichie

    BalasHapus
  34. Aku sedih loh gagal ikut event keren ini bareng IDCorner. Etapi baca cerita Chichie jadi ikut membayangkan kegiatan di Kampung Sindang Barang. Asik ya bisa traveling sambil belajar ngulik kamera Fuji

    BalasHapus
  35. Foto2nya bagus banget. Keren sih acara ke Sindangbarang ini. Kemarin mau ikutan workshop ini tapi bentrok dengan acara yang udah disusun sebelumnya. Smg lain kali bisa ikutan.

    BalasHapus
  36. Perjalanan yang menyenangkan dan hasil fotonya memang bagus-bagus, btw aku mau nabung ah buat beli kamera fuji film ini udah naksir berat sama fitur-fiturnya

    BalasHapus
  37. Kalau hasil foto2 kak Chichi mah gak perlu ditanyakan lagi, keren banget euy seakan fotonya bicaraaa apalagi pas motret tari meraak sama silat cimandenya hidup semuaaa

    BalasHapus
  38. Asli mupeng baca ceritanya Mbak Chichie, aku nggak bisa mudik buat ikutan acara itu, sedih hanya bisa lihat fotonya yang keren-keren..hebat pisan kalian!

    BalasHapus
  39. Seru banget mba acaranya, kita dapat langsung melihat kebudayaan di Jawa Barat secara langsung. Btw, aku juga lagi mupeng banget sama kamera mirrorless dan Fuji XA5 ini salah satu kamera yang menjadi incaranku

    BalasHapus
  40. Aku biasanya suka foto low angel kak... entahlah, lebih menarik aja. Tapi sementara sih masih pakai kamera HP gara-gara kamera sudah pensiun dari tuganya. hehe.... Kayaknya si Fuji Film rekomendasi kaka keren nih untuk di coba... Thankyou atas informasinya. Btw aku suka hasil jepretannya, terutama itu, si kucing, foto yang bisa bercerita :-)

    BalasHapus
  41. Salut banget sama warga Kampung Sindangbarang masih bisa melestarikan budaya Sunda seperti ini. Di kampung saya malah sudah punah sama sekali keseniannya. Btw, ini mereka tampil khusus untuk menyambut teman-teman ID Corner saja atau ada tamu lainnya?

    BalasHapus
  42. Wah aku udah lama bgt pengen main ke kampung Sindang Barang. Jadi makin pengen setelah baca ulasan ini 😍

    BalasHapus
  43. Seru ya

    Aku pengen bgt bisa jalan2 ke kampung budaya spt ini..

    Kita bisa belajar budaya sekaligus jalan2

    BalasHapus
  44. Wah aku baru tau Kampung Sindangbarang mba. Lokasinya Masih di Bogor Kota yah? Appreciated, salah satu bentuk melestarikan budaya Jawa Barat. Kapan kapan Kalo waktunya Pas pengen ikut juga jelajah bareng IR Corners, hehe

    BalasHapus
  45. mupeng pengen kamera FujiFilm XA5, karena design bodynya mungil dan simple

    BalasHapus
  46. Kesenian dari Jawa Barat seperti Tari Rampak Gendang, Barudak Kaulinan, Tari Merak, Angklung Gubrag dan Parebut Seeng, yang pernah aku liat itu baru Tari Merak dan Angklung kak.

    BalasHapus
  47. Beruntungnya mba ini bisa menyaksikan langsung budaya jabar di Desa ini yah, mana atraksi anak2 gemesiinnn lgi, yg buatku terharu krna di era yg smkin modern ini, semakin bxk yg melupakan budaya, beruntung banget rasanya jka mengetahui informasi pelestarian budaya sprti ini

    BalasHapus
  48. Desa Budaya Kampung Sindangbarang ini berapa km jaraknya kak dari stasiun Bogor? kudu lanjut ngangkot kan ya? Itu udara di sana masih bersih pisan kali ya, pemandangannya pun memanjakan mata teramat sangat

    BalasHapus
  49. Aku suka sekali nih sama daerah-daerah yang masih mempertahankan budayanya. Kalau mau berkunjung ke sana, bisa langsung datang saja atau harus bawa rombongan gitu mbak? Btw, hasil jepretan mbak juara deh.. 😉

    BalasHapus
  50. Senang deh melihatnya remaja dan anak-anak disana masih peduli dan mau melestarkan kesenian tradisional ya. Btw kameranya keren banget mba :D

    BalasHapus
  51. Bagus banget mb.. Saya juga suka menikmati wisata sejarah dan budaya seperti itu. Semakin berasa cinta saja sama Indonesia. .

    BalasHapus
  52. Harus banget ini budaya kita seperti angklung tetap di lestarikan ya.. Aplagi buat kita ajarkan ke anak cucu kita nanti.

    BalasHapus
  53. Aku juga sebenarnya pengin ikutan mba, tapi pas lagi bentrok sama jadwal anak2 huhuhu...

    Keren banget ya mba budaya2 yang ditampilkan di sana. Kapan2 pengin ajak keluarga ke sana ah ��

    BalasHapus
  54. Mak bagus2 edit fotonya. Ini deket sama aku dulu daerhnya, cuma mau ke sana ga jadi2. Keduluan dirimu

    Ini bukan kampung kkn desa penari kan xD

    BalasHapus
  55. Pengen juga rasanya jalan-jalan ke daerah seperti itu. Btw foto-fotonya bagus Mba, hasilnya keren-keren

    BalasHapus
  56. Waktu tinggal di Bogor, aku beberapa kali nonton tari Merak mbak, bagus banget apalagi kalau sudah pakaian lengkap dan di make up-in. Btw aku memang mupeng banget sama kamera ini mbak, kapan ya punya hihi.

    BalasHapus
  57. Melestarikan budaya emang penting banget karena itu merupakan salah satu identitas bangsa iIndonesi. Kamera fujifilm AX5 dengan bodi klasiknya dan hasil jepretan yang oke banget bikin aku ingin memilikinya . 😄

    BalasHapus
  58. Wisata budaya ke Kampung Sindangbarang ini menarik banget yaa. Kalau pergi individu, ga segrup gini, apa bisa? kalau segrup gini enaknya udah siap penampilan dari mereka yaa. Dari anak-anak sampai dewasa terus melestarikan budaya lokal.

    BalasHapus
  59. Berasa ikut berwisata budaya ke Kampung Sindangbarang, enakan memang segrup ya mbak, jadi lebih rame gitu dan lebih berkesan di sana.

    BalasHapus
  60. Fotonya cakep bikin pengen ke sana, aku masih meraba raba cara kerja kamerannya nih. Baru coba soalnya, yang sony a6000 aja belum begitu bisa. Ajarin dong hehehe

    BalasHapus
  61. wah menarik ya, moga-moga bisa selalu terjaga budaya di kampung sindang barang tersebut. bocah-bocah itu bikin inget permainan tradisional Ular Naga Panjangnya, udah lama g liat permainan itu di mainkan lagi..

    pernah nyoba kamera fujifilm xa5. tombol dan fiturnya mudah bgt dipakai apalagi buat pemula yang pingn belajaar foto-foto,

    BalasHapus
  62. Aku tuh sebenarnya pengen ikutan juga event ID Corners ini, cuma kalau jauh aku masih belum tega ninggalin anak hehe.
    Wah menarik ya, aku udah jarang banget loh liat Rampak Kendang. Terakhir liat tuh waktu usia SD di deket rumah.

    BalasHapus
  63. Sekaya itu budaya kita ya Mba.
    Dari tarian saja sudah beragam, belum lagi lantunan musik dan alat musiknya yang jauh lebih beragam. Dan kekayaan budaya ini akan terekam makin apik jika dipotret dengan menggunakan FujiFilm XA5

    BalasHapus
  64. Fuji filmnya kece2 bikin mupeng, apalagi buat saya yg suka jepret2. BTW, dsana masih asri banget ya mbak, dari foto2nya berasa adem melihat pemandangan ijo2 alamnya

    BalasHapus
  65. pingin bisa main angklung, dari dulu. keren ya bisa nyoba kamera ini nih kapan-kapan, mantab hasilnya

    BalasHapus
  66. Sedari dulu, desa seperti ini selalu punya cerita yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Menyenangkan bisa melihat tarian dan berinteraksi seperti ini.
    Oya, foto-fotonya keren :-)

    BalasHapus
  67. Mbak... aku baca dan lihat foto-foto di artikel ini seperti turut merasakan keseruan hari itu. Baru tahu lho ada kampung Sindangbarang yang masih melestarikan budaya daerahnya. Pun yang terlibat banyak anak mudanya. Salut! Foto-fotonya emang keren, sampai si Miauw pengen juga eksis hahaha

    BalasHapus
  68. Keren niii acaranya, jadi belajar banyak. Ya budaya, kesenian, penulisan, fotografi. Apakah acara di Desa Sindangbarang merupakan acara rutin u tujuan wisata, ato khusus acara ID Corner aja Mbak?

    BalasHapus
  69. Kegiatannya seru sekali ya Kak Chichie, bisa jalan sekaligus belajar fotografi ;)
    Mesti sering diasah nih ya skill fotografiku biar makin handal foto perjalanannya seperti fotonya Kak Chiechie hihihi. Salaam ;)

    Regards,
    HeyDeeRahma.com

    BalasHapus
  70. Wah..seneng banget bisa belajar motret langsung dr ahlinya. Aku blom prnh kl motret yg budaya apalagi penari pd lagi bergerak, kapan2 ada lagi mau ikutan ah

    BalasHapus
  71. Wahhh ternyata kebudayaan Jawa Barat indah-indah dan mempesona banget ya mbak. Seriusan! Ditambah lagi dengan foto-fotonya yang kece membuat saya jadi terhanyut.
    Btw Fuji emang keren mbak. Kami juga makai Fujififlm buat mengabadikan moment perjalanan...

    BalasHapus
  72. Sepanjang baca tulisan ini, saya terpukau sama fotonya yang bagus-bagus.
    Yang mau saya tanyakan, sebagai orang yang baru belajar fotografi, itu efek cahaya yang ada di Tari Merak apakah karena lighting, atau murni cahaya matahari atau memang editing pada aplikasi?

    BalasHapus
  73. Huhuhuhu aku pengen banget ikutan acara ini, apa daya barengan acara lain yang gak bisa ditinggalkan. Dan sedihnya, aku tuh sering lewat di jalur Sindangbarang ini, tapi belum pernah mampir hiks

    BalasHapus
  74. Asyiik banget ya mbak acara ID Corners di Kampung Sindang Barang kemarin. Bisa belajar fotografi langsung dari ahlinya

    BalasHapus
  75. Saya maju mundur mau ikut acara ini. Pengen banget ini, tapi hati merasa ragu-ragu. Padahal gak tau juga apa yang bikin ragu. Saya putusin gak ikut kalau masih ragu.

    Eh, sehari sebelum acara, anak saya kecelakaan. Mungkin itu kali ya yang bikin saya ragu. Ya meskipun tadinya gak tau kenapa. Tetapi, feeling ibu aja gitu.

    Mudah-mudahan IDC bikin acara kayak gini lagi. Dan saya bisa ikut :)

    BalasHapus
  76. ID Corners bikin acara keren2 terus, aku udah 3 kali ikut mbak Chichi
    kalau ada lagi ikut lagi yuk..., seru banget seperti ini

    BalasHapus
  77. Baru dengar soal angklung gubrak
    Bakalan menarik mengulik kekhasan budaya Indonesia kalau lihat postingan Mba ini
    Bisa jadi referensi pelajaran anak juga

    BalasHapus
  78. Lihat tarian merak jadi inget pas resepsi pernikahan aku hahaha :) Btw seru banget ya acara ID Corners nih travel photography plus halan2 ke Sindang Barang dan tempat2 lainnya di Bogor. Hasil jepretannya keren ya pantes pake FujiFIlm yg ketjeh mantafffff :) Permainan anak2 dan silatnya keliahatn riil ya. Mau ah kapan2 kalao ada lagi dan waktunya berjodoh :)

    BalasHapus
  79. Beda angle beda hasil bidik...bener.. tapi kalo liat orang nari gitu akutu bingung nentuin fokus.. ini hasil potonya kece kece

    BalasHapus
  80. Kegiatan Travel photography emang mengasyikan ya, apalagi sekalian mengulik kamera. Tapi sebagai mantan pengguna XM1, aku kurang suka sama fuji film, pindah aliran :))
    Tapi cukup penasaran sih sama si XA5 ini

    BalasHapus
  81. Aaakk, fotonya bagus-bagus banget Kak!
    Kereennnn, ya ampun sukak!

    BalasHapus
  82. Saya selalu bersemangat setiap membaca tulisan terkait budaya nusantara seperti ini. Terimakasih utk postingan ini, foto2nya sangat bagus

    BalasHapus
  83. Waktu aku kecil, masih banyak banget temen2 dan sodara yang berminat sama tari tradisional.. Setiap ke acara nikahan atau agustusan dll pasti ada deh yang tampil nari merak dll.. Anak sekarang? sepertinya jarang sih ya.. pada lari ke gadget semua :D Hopefully masih ada beberapa khususnya di kota-kota juga

    BalasHapus
  84. Desa Wisata Sindangbarang bagus banget buat wisata budaya dan edukasi. Inget dulu pernah belajar tari merak pas sekolah. Seru banget berkunjung ke sini.

    BalasHapus
  85. Nah ini edukasi langsung ya buat generasi muda ya. Nama nama tarian yang udah familiar dari zaman sekolah nih semoga terus lestari.

    BalasHapus
  86. Menarik semua tradisinya. Kalau yang parebut seeng ada cerita di baliknya kenapa sampai ada tradisi itu?

    BalasHapus
  87. Seru banget nih jalan2nya,, sambil jalan2, sambil menikmati seni budaya, sambil belajar motret & nulis.
    Sering2 dong ID Corners bikin acara seru begini.

    BalasHapus
  88. Selalu takjub sama perempuan-perempuan penabuh gendang atau drum dan sejenisnya. Tenaganya itu kuat banget. Dan mampu menjaga stamina sampai habis waktu tampil.

    BalasHapus
  89. Mbak Chichiii, aku suka tulisanmu! Rapi, enak dibaca, aku betah nyimak dari awal hingga akhir. Foto-fotonya juga juara. Nggak gampang lho mengabadikan gambar dari orang yang sedan bergerak. Tone dan angle-nya ciamik.

    Haha, kereta ke Bogor memang selalu penuh setiap hari, mbak. Kalau weekday padet karyawan kantor, kalau weekend padet buibuk piknik sama anak-anaknya :D

    Aku juga suka warna dan desain bodi FujiFilm itu. Lakik!

    BalasHapus
  90. Aku pengen kesini jadinya. Mudan-mudahan IdCornwr buka batch ke 2 nanti hehehe. Foto-foto mu keren ka, aku suka, eh ini diambil manual ya....emang kamu mah keceh.

    BalasHapus
  91. Pernah ke sini bareng bapak dan ibuku, ikut acara perkumpulan arisan alumni SMA bapak, adem tempatnya, rumahnya juga unik dan bikin betah buat rebahan hihihi

    BalasHapus
  92. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi klo maen ke Bogor, selain kaya akan budaya tempatnya juga nyaman dan cocok untuk keluarga

    BalasHapus
  93. waah pasti seru banget dong kak bisa mendokumentasi dan menyaksikan acara budaya seperti ini. aku suka banget sama angle dan toon warnanya. ciamik banget! aku jadi penasaran sama kampung Sindangbarang ini. kayanya asri dan bikin betah banget nih.

    BalasHapus
  94. Saya selalu suka dengan artikel bertema budaya seperti ini, apalagi pembahasan soal Kaulinan Barudak rasanya ikut bahagia melihat anak-anak masih punya kesempatan bermain permainan tradisional seperti ini

    BalasHapus
  95. Pasti deh tiap melipir ke blognya Mba Chichie selalu salfok sama dokumentasinya hehe. Btw, ini dekat kampus aku lho mbaa, tapi belum pernah main kesana (parah). Mesti cobain nih kapan-kapan main kesini.

    BalasHapus
  96. andai tiket garuda terjangkau... andai tidak semahal itu, aku pasti pengen banget bisa main ke sana.. apalagi liat tarian meraknya..duuuh

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.