Mengurangi Polusi Plastik Dengan Mencegah Sampah Plastik Ke Laut Dengan Menggunakan Interceptor 001

the ocean cleanup

Apa yang kita harapkan dari laut di Indonesia? Kalau saya paling utama adalah "laut di Indonesia harus bebas dari sampah plastik" ini pasti menjadi salah satu keinginan semua orang di Indonesia. Tapi tahukan bahwa Indonesia termasuk negara terbesar penyumbang polusi plastik di dunia? Berdasarkan hasil riset bahwa 80% sampah di laut berasal dari sungai, lalu bagaimana kita mengurangi polusi plastik tersebut?

Hal yang paling mudah dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan menekan penggunaan plastik untuk kehidupan sehari-hari. Ini juga bisa dimulai dari diri sendiri dan menularkannya kepada keluarga, teman dan menyebarkan di media sosial untuk pentingnya mengurangi penggunaan plastik.

Beberapa tips berikut bisa membantu untuk kurangi sampah plastik:
  1. Membawa botol minum sendiri, hal ini dapat mengurangi sampah boto plastik air mineral. Karena botol plastik merupakan sampah plastik yang paling sering dijumpai baik di laut maupun di sungai.
  2. Bawa bekal makanan, selain kemasan botol plastik, kemasa plastik juga menjadi sampah yang sering dijumpai. Jadi kalau jajan diluar bisa menggunakan tempat bekal makanan untuk mengurangi penggunaan wadah plastik. Selain itu membawa makanan dapat meminimalkan sampah plastik, bekal makanan juga akan mengurangi keinginan untuk jajan diluar. 
  3. Tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja, ini bisa disiasati dengan membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Ini yang bisa saya lakukan sekarang ini, selalu membawa kantong belanja sendiri.
  4. Buang sampah pada tempatnya, sekarang sudah banyak dijumpai tempat sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan kategorinya. Ini juga bisa memudahkan kita dalam mengurangi polusi plasti, dan harus dimulai dari kita sendiri untuk melakukan hal ini. 

Kerjasama Danone-AQUA dengan The Ocean Cleanup 
interceptor

Danone dan AQUA di Indonesia bekerjasama dengan The Ocean Cleanup melakukan riset pengumpulan sampah plastik di sungai menggunakan sistem InterceptorTM 001. Kerjasama ini juga didukung oleh Kementerian Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Belanda.

Sampah plastik merupakan isu global yang sangat signifikan dan dampaknya tidak hanya pada lingkungan kita, namun juga terhadap perekonomian, pariwisata serta kesehatan. Oleh karena itu pemerintah Indonesia memiliki target untuk mengurangi sebanyak 70% sampah plasti di laut pada tahun 2025. 

Penting sekali untuk dapat mengurangi sampah plastik serta menggunakan prinsip circular economy yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik serta menggunakannya sebagai sumber daya secara terus menerus. 

Direktur Utama PT Investama (Danone-AQUA), Corine Tap, mengatakan "Kami sangat berbahagia dapat bekerjasama dengan The Ocean Cleanup untuk mengoperasikan sistem pertama yang bukan hanya dapat mencegah sampah plastik masuk ke laut, namun juga membantu membersihkan sungai-sungai. Sebagai merek kelahiran Indonesia dengan pengalaman lebih dari 46 tahun, kami senantiasa melakukan inovasi-inovasi dan fokus pada aksi nyata dalam mencapai tujuan dan membawa kebaikan kepada masyarakat. Kerjasama kami dengan The Ocean Cleanup merupakan bukti komitmen kami tersebut dan AQUA merasa bangga bermitra dengan The Ocean Cleanup untuk memulai penelitian ini. Sejalan denagan komitmen kami untuk mengumpulkan lebih banyak dari yang kita produksi, tahun lalu, kami menjadi pionir dengan meluncurkan gerakan #BijakBerplastik. Gerakan ini juga menjadi wujud nyata upaya kami untuk menumbuhkan budaya daur ulang serta tanggung jawab lingkungan di Indonesia melalui kerjasama dengan mitra dan juga jutaan konsumen kami."


Mengurangi Sampah Plastik ke Laut dengan Interceptor 001
Foto: Instagram @boyanslat
Dalam rangka untuk mengurangi sampah ke laut dengan memanfaatkan Interceptor 001 yang dikembangkan oleh The Ocean Cleanup. Interceptor 001 adalah sistem pertama yang diciptakan The Ocean Cleanup untuk mencegah masuknya sampah plastik ke laut lewat sungai. Interceptor 001 saat ini berada di drainase Cengkareng, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Interceptor 001 dapat mengambil puing-puing mulai dari berukuran besar seperti jaring penangkapnya yang ditinggalkan, hingga barang kecil seperti plastik yang bahkan berukuran 1 milimeter.

Sistem ini terlihat seperti jaring yang membentuk huruf U, bergerak sesuai arus dan mengumpulkan plastik atau sampah yang melewatinya. Binatang atau ikan tetap bisa lewat dan berenang seperti biasa di bawahnya.

Sistem ini sendiri sangat ramah lingkungan karena 100% bertenaga surya dengan baterai lithium-ion sehingga dapat beroperasi siang dan malam tanpa suara bising ataupun mengeluarkan asap. Sistem ini berfungsi untuk mengambil sampah plastik dari sungai, yang kemudian akan disortir, dan mencegah agar sampah tersebut tidak masuk ke laut.

Hingga saat ini, sudah ada empat Interceptor di dunia, dua diantaranya telah beroperasi di Jakarta (Indonesia) dan Klang (Malaysia). Sistem ketiga akan segera ditempatkan di Can Tho yang terletak di Mekong Delta (Vietnam) dan sistem keempat akan ditempatkan si Santo Domingo (Republik Dominika).



"Agar sampah benar-benar hilang dari laut, kita harus membersihkan sampah plastik yang sudah ada di laut dan disaat bersamaan, 'menutup keran' sampah plastik, yaitu sungai agar tidak ada lagi aliran sampah plastik masuk ke laut. Kerjasama dengan Danone digabung dengan mendekatkan yang sistematis dari The Ocean Cleanup serta program pembersihan sungai yang sudah dilakukan oleh pemerintah akan sangat membantu menciptakan laut Indonesia yang lebih bersih." ungkap Boyan Slat, Founder and CEO of The Ocean Cleanup.

"Sistem pembersih samudra kami kini mulai menangkap plasti, dari jala satu ton sampai keping mikroplastik!" -Boyan Slat

Faktanya 80% sampah di laut berasal dari sungai. Pemerintah Indonesia memiliki target untuk mengurangi sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025. Dalam periode 12 bulan, ada 3 tujuan utama riset:
  1. Plastic Waste Flow, mengukur kuantitas dan tipologi sampah plastik di sungai.
  2. Facility Design, mengembangkan sistem pemilahan yang efektif dan aman untuk memproses sampah plastik dari sungai.
  3. End Market Solution, mengindentifikasi teknologi dan industri yang mampu mendaur ulang sampah plastik dari sungai.
"Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bagaimana sistem ini dapat mengakomodir kondisi lokal juga mendesain solusi agar mesin dapat beroperasi secara efisien. Mencegah sampah plastik masuk ke laut dari sungai merupakan bagian penting dari sebuah solusi pengelolaan sampah di Indonesia. AQUA bekerjasama dengan pemerintah, komunitas pemulung, bank sampah dan pemangku kepentingan lain, membentuk program untuk mengumpulkan 12.000 ton sampah setiap tahun melalui 6 unit daur ulang (RBU) yang dikembangkan oleh AQUA bersama parner lokal untuk kemudian diolah kembali menjadi bahan baku botol baru." ungkap Corine Tap.

Dari hasil riset tentang Interceptor 001:
  1. Interceptor 001 dapat mengurangi 60% sampah di sungai yang menuju ke laut. Angka ini dapat meningkat terutama saat riset lanjutan yang akan dilakukan di musim hujan.
  2. Total sampah: 1,8 ton perhari atau 670 ton pertahun dengan pengoperasian 24jam/hari. Sampah plastik yang diambil sebesar 466 kg/hari atau sekitar 170 ton/tahun.
  3. Karakteristik sampah di sungai: 37,8% plastik, 59,5% organik, 8,8% plastik mulitlayer, 3,4% botol PLT, 76% plastik fleksibel, 0,1% bahan berbahaya beracun, 2,6% sampah jenis lain: popok, kayu dan kaca, 6,5% gelas plastik, 3,5% plastik rigid umum digunakan di rumah tangga dan 1,2% sedotan dan styrofoam.
  4. 20% sampah plastik dari sungai kotor sehingga nilai ekonomis relatif rendah dibanding sampah plastik di darat. Agar nilainya lebih baik, perlu dibersihkan dan dikeringkan.
  5. Penting untuk menjaga agar sampah plasti tidak masuk ke sungai. Jika di darat maka sampah plastik dapat lebih mudah didaur ulang dan mendorong ekonomi sirkulasi.

The Ocean Cleanup dan Boyan Slat

The Ocean Cleanup mengembangkan teknologi maju untuk membersihkan laut dunia dari sampah plastik. Didirikan pada tahun 2013 oleh Boyan Slat, The Ocean Cleanup berada di Rotterdam, Belanda. Boyan Slat, anak muda yang berasak dari Belanda. Ia tidak lulus kuliah dan kini berusia 25 tahun. Boyan Slat mulai mengumpulkan sampah plastik dari sebuah daerah yang dikenal sebagai The Great Pacific Garbage Patch atau kumpulan sampah plasti yang luas di Pasifik.




Senang sekali rasanya saya dan teman-teman yang bisa hadir ke acara Innovation on Waste Management River Plastic Interceotion. Besar harapan saya, dengan adanya Interceptor ini semoga dapat mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut. Tak hanya bergantung dengan alat tersebut, namun kita juga bisa ikut menyukseskannya dengan melakukan #BijakBerplastik yang dimulai dari diri sendiri. 

67 komentar

  1. Keren nih inovasinya...Semoga dengan alat ini laut jadi semakin bersih ya...Tapi emang harus diikuti kesadaran masyarakat untuk tidak mebuang smapah di sungai juga sih ya...

    BalasHapus
  2. Penting nih menjaga laut tetap bersih. Secara wilayah negara kita 2/3 adalah perairan, ya

    BalasHapus
  3. Inovasi yang keren dan inovatif ya mba Chie untuk mengurangi polusi plastik. Tapi selain itu, kesadaran dari diri sendiri juga penting ya sebagai bagian dari usaha kita untuk mengurangi polusi plastik

    BalasHapus
  4. Interceptor ini teknologi yg canggih bgt dan bisa jadi solusi jitu utk masalah sampah plastik yak. Semoga terobosan Danone juga bisa ditiru oleh perusahaan lain.

    BalasHapus
  5. Semoga sukses dan membuat lautan kita bersih, bebas plastik. Jangan sampai cucu dan cicit kita mendapat warisan lautan sampah...

    BalasHapus
  6. Patut diapresisasi nih kegiatan AQUA demi lingkungan ini. Karena memang sampah plastik dan botol air mineral mendominasi dalam jumlah sampah. sedih kalau tidak ditangani dengan baik.

    BalasHapus
  7. Interceptor ini akan bekerja lebih ringan kalau kita sendiri mulai bijak menggunakan plastik. Semoga Indonesia tidak lagi berada di peringkat atas dalam hal penyumbang plastik

    BalasHapus
  8. Agak susah kalau di Pasar itu belanja cuman dikit aja dapat plastik padahal kubilang GA tapi tetep dikasihin plastik mba :( semoga edukasi cem begini tuh nyampe deh ke pasar

    BalasHapus
  9. Saya sendiri termasuk orang yg belum bisa bijakberplastik. Masih sering beli makan via Gofood/Grabfood yg notabene akan menghasilkan sampah plastik (utk bungkus makanan/minuman). Dilema juga ya, di satu sisi ingin praktis utk makan, di lain sisi malah menghasilkan sampah plastik

    BalasHapus
  10. wah lengkap sekali rangkuman dari acara Danone Aqua, meski jujur aku masih menggunakan plastik dan belum menerapkan zero waste maksimal dan optimal

    BalasHapus
  11. btw ini masih muda banget ya Boyan Salt, keren dah dia bisa bikin alat buatan buat bersihin laut

    BalasHapus
  12. Waah sungguh inovasi dari ocean cleanup ini patut diacungi jempol. Apalagi bekerjasama dengan Danone sebagai perusahaan masive. Pasti susah beresin sampah plastik yanh sudah bertebaran, tapi langkah interceptor ini keren.

    BalasHapus
  13. Bangga deh, Indonesia melalui Danone sudah punya interceptor buatan The Ocean Cleanup. Tapi, selain membersihkan sampah yang sudah ada sekarang, harus ada edukasi juga ke masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga tidak sampai 5 tahun ke depan laut dan sungai di Indonesia sudah bisa bebas sampah.

    BalasHapus
  14. Sedih banget aku tuh kalau lihat laut dan sungai penuh sampah plastik. Makanya, sejak dulu selalu bawa tumbler, kotak makan, dan tas belanja kemana-mana biar bisa zero waste. Semoga Indonesia bisa punya banyak mesin ini ya Mbak biar laut kita bersih.

    BalasHapus
  15. Setuju.
    Mengurangi polusi kudu dimulai dari diri sendiri, dengan hal-hal kecil saja dulu.

    Bayangkan jika setiap orang di bumi melakukannya!

    ... dan lihatlah apa yang terjadi!

    BalasHapus
  16. PR besar nih buat Indonesia untuk mengatasi sampah plastik di laut. Semoga dengan inovasi ini bisa membawa angin segar untuk mengatasi sampah di laut

    BalasHapus
  17. Bagusnyaa, Interceptor bisa mengurangi sampai enam puluh persen sampah sungai, ya.

    Saya sekarang mulai juga belajar mengurangi sampah plastik, meski belum bisa menghindarinya sama sekali, maksudnya menghindari barang yang tanpa plastik.

    BalasHapus
  18. Klo aku mengurangi sampah plastik dgn membawa tas belanja sendiri

    Atau botol plastiknya aku tukarin tiket Suroboyo Bus

    BalasHapus
  19. Ngeri banget emang plastik ini ya sampahnya.

    BalasHapus
  20. Boyan slat memang pemuda yang bisa di ambil contoh. Terkadang sampah bikin sebel terutama yang hoby memancing, dapat sampah.

    BalasHapus
  21. Membahas masalah sampah memang bukan hal yang sepele, karena hampir laut yang ada di Indonesia terpapar oleh sampah plastik.
    Sebenarnya jika kita menjaga kebersihan laut bukan tidak mungkin akan mengundang para wisatawan ke daerah kita.
    Karena laut yang ada di Indonesia sangatlah indah.
    Mari kita untuk tidak membuang sampah plastik dilaut mulai dari diri sendiri.

    BalasHapus
  22. Patut diacungi jempol nih upaya Danone dalam membantu perbaikan kualitas lingkungan. sebenarnya juga harus diimbangi dengan pembinaan perilaku masyarakat dalam membuang limbah sehari-hari ya. Kalau setiap orang punya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, tentunya permasalahan plastik di sungai, laut dan mana saja itu bisa teratasi.

    BalasHapus
  23. Enam puluh persen sampah plastik di sungai bisa terjaring itu sesuatu banget. Salut sama pencapaian yang dibuat. Semoga laut kita semakin bersih dan kita manusianya pun bisa menjaga kebersihan.

    BalasHapus
  24. Buang sampah pada tempatnya, itu adalah hal kecil yang seringkali dilewatkan. Ada tulisan dilarang buang sampah, malah jadi seakan perintah untuk busng sampah, hanya karena ada seonggok sampah mejeng di sana, lama-lama numpuk. Kalau udah numpuk, yang disalahin pemerintah. Wkwkwk

    BalasHapus
  25. aku termasuk yang suka miris kalau ngeliat sampai di laut. huhuhu
    keren banget danone ngeluarin alat interceptor. semoga menjadi inspirasi untuk perusahaan lain. saling bahu membahu menjaga negeri sendiri ya, Mak :)

    BalasHapus
  26. Aku tuh penasaran loh sama alat ini, kaya gimana kerjanya dan penampakannya di dalam laut kya gimana.

    BalasHapus
  27. Dan saya masih menjadi penyumbang sampah plastik. Karena kalau pergi ke mana-mana, saya pasti beli air mineral yang kemasan. :( Ya, meskipun saya buang sampahnya di tempat sampah khusus yang sudah tersedia.

    Di sungai itu sampah plastik memang sukar terurai. Dan saat ini masih banyak sungai atau laut yang sampah plastiknya sudah tidak tertahankan. Malah ada sungai yang airnya tertutup karena saking banyaknya sampah di sana :(

    BalasHapus
  28. memakai tenaga surya yaaa..pastinya ramah lingkungan. keren loh negara kita punya salah satu dari 4 Interceptor di dunia

    BalasHapus
  29. Bawa air minum sendiri dengan botol minum, terkadang belum banyak orang ya yang melakukannya, termasuk saya

    BalasHapus
  30. wuiiih kereeen... inovated sekali Danone Aqua ini, semoga semakin banyak interceptor yang beroperasi di Indonesia

    BalasHapus
  31. Kita harus bijak berplastik ya mba intinya semoga saja banyak produsen seperti Donone yg ikut menyelematkan lingkungan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya Kita bisa melakukan setiap hari untuk mnjaga lingkungan terlebih lagi bijak berplastik

      Hapus
  32. Keren dan modern ya kini ada solusi cepat dan tepat dengan Interceptor :) Ternyata paling banyak sampah laut dari sungai ya sampai 80% gitu? Baru ngeh aku :) Semoga upaya Danone ini diimplementasikan daengan baik juga dukungan masyarkat aga mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan.

    BalasHapus
  33. Inovasinya keren ya, dengan alat Interceptor jadi berkurang sampai 60 persen.
    Tapi kalo menurutku sih, pemerintah bisa mengajak semacam gerakan menyiapkan air isi ulang di beberapa tempat. Misal kayak aku bawa tumbler dari rumah, isinya cuma 600 ml itu masih kurang untuk kegiatan seharian. Jadi tetap aja beli air mineral di jalan.

    BalasHapus
  34. Semoga sampah yang menuju lautan benar-benar teratasi. Karena solusi terbaik dengan tidak menggunakan produk berbahan plastik. Aqua sendiri termasuk penyumbang sampah pelastik terbanyak.

    BalasHapus
  35. Iya, kita harus menghemat penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya

    BalasHapus
  36. Wah coba dikembangkan dan diperbanyak lagi ya Mbak interceptor 001nya ini. Berguna banget untuk mencegah sampah masuk lautan

    BalasHapus
  37. Aku ikutin nih waktu live di IG nya. Danone luar biasa ya kontribusi nya terhadap kepedulian mengenai sampah plastik yg masih belum ada penyelesaian nya. Semoga alat ini bisa membantu mengurangi sampah plastik di laut

    BalasHapus
  38. Terasa banget yaa...kalau gaya hidup mesti dirubah demi keberlangsungan masa depan bumi.
    Bener katanya bahwa bumi ini menua.

    BalasHapus
  39. Danone memang top banget deh inovasinya dalam mengurangi sampah plastik jadi ikan2 dalam laut gk kena sampah plastik lagi membuat lingkungan kita bumi Indonesia selalu sehat

    BalasHapus
  40. Kagum dengan Boyan, pemuda masa kini yang menginspirasi kita untuk lebih peduli dengan lingkungan. Kuy kita ikuti langkahnya agar lingkungan kita semakin membaik

    BalasHapus
  41. Aku kadang masih merasa berdosa, suka terima plastik kalau belanja karena lupa bawa tas belanja.Memang sampah plastik harus dikurangi supaya tidak mencemari.

    BalasHapus
  42. Keren loh. Gak lukus kuliah ajah bs bikin inovasi secanggih ini. Apalagi kalau pendidikannya lebih baik lagi...masih muda, berprestasi, ganteng pula

    BalasHapus
  43. Alhamdulillah happy bgt makin banyak program kerjasama Danone untuk memperbaiki lingkungan dan SDA di Indonesia. Jadi termotivasi juga untuk ikut berkontribusi mengurangi sampah plastik nih

    BalasHapus
  44. Boyan Slat ini keren, masih muda sudah menyumbangkan ide keren yah buat Ocean, ah keren banget memang.

    BalasHapus
  45. Sampah di laut emang kudu dihilangkan. Yah minimal dikurangi ya. Hebat sudah ada alatnya gt ya. Semoga laut kita semakin bersih kedepannya. Sayang kan kalo laut tercemar dan ikan ikut mati hiks

    BalasHapus
  46. Keren ya ocean clean up ini. Setelah sungai bersih yang tidak kalah penting kesadaran masyarakat untuk memelihara kebersihan sungai. Miris kemarin ketika membaca di Medan ada yang membuang bangkai babi yang mati karena sakit ke sungai. Mengotori sungai sama dengan mengotori laut. Padahal di laut banyak ikan yang kita konsumsi juga. Mencemari laut = mencemari ikan = meracuni kita sendiri.

    BalasHapus
  47. Ngomongin soal sampah ga ada abisnya apalagi sampah di laut. Duh kalo tangan mampu rasanya mau bersihin laut sendiri deh tapi apa daya.. aku cuma bisa ngurangin pemakaian plastik hiks

    BalasHapus
  48. Kalimat terakhirnya bener banget, Mba. Iya, kita tentu senang ada inovasi seperti ini, semoga makin berkembang dan dampaknya pun semakin baik, tetapi tetap harus kita dukung juga ya dengan bijak menggunakan plastik agar mengurangi sampahnya itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. Perubahan perilaku minim sampah itu sangat perlu. Agar bumi tetap terjaga keberlangsungannya

      Hapus
  49. Jadi ini konsepnya: sebelum masuk ke laut, sampah2 plastik tersaring di interceptor ini, gitu bukan ya? Trus kalau pengangkatan sampah plastik nya sendiri dilakukan manual atau mesin ya Mbak? Keren nih konsep nya. Semoga perairan kita lebih bersih dengan adanya alat ini.

    BalasHapus
  50. Suka sedih kalo liat video semacam di discovery channel atau animal planet ada penyu makan plastik atau paus mati gara2 kejebak di sampah2.. Miris aja gitu.. Makanya sejak ada teknologi ini aku jd seneng banget..

    BalasHapus
  51. Makin canggih nih, salut banget. Miris juga kalo sampai ada sampah di pantai, that's why kita harus mengajarkan kalo membuang sampah pada tempatnya itu penting

    BalasHapus
  52. Waah salut dengan inisiatif kementerian bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Semoga Interceptoo 101 semakin banyak dan tersebar di sungai2 maupun lautan lainnya di Indonesia :)

    BalasHapus
  53. teknologinya kereen ya...kayaknya aku perlu browsing gambar penampakan nyata aplikasi teknologi ini di sungai. penasaran.

    BalasHapus
  54. Sebagai orang yang suka main di air, laut, pantai dan sungai, saya suka sedih kalau lihat sampah di sana euy sampai pernahmenghabiskan sebagian waktu cuma buat mungutin sampah di pantai yang gak abis-abis.

    Harapannya Interceptor ini bisa ada banyak di lautan-lautan Indonesia sehingga bisa membersihkan sampah-sampah di sana.

    namun menurutku edukasi bagi penduduk Indonesia untuk tidak buang sampah sembarangan terutama ke sungai dan laut juga penting sihh..

    Percuma juga kan ada mesin pembersih lautan kalau masyarakatnya masih hobi buang sampah sembarangan.

    BalasHapus
  55. Kenapa siiiih Danone Aqua selalu keren inisiatif-inisiatifnya?!!
    Emang suka sedih ya kalo liat lautan tercemar sama sampah plastik huhu. Apalagi kalau liat berita-berita ikan yang salah nelen sampah. huhuhu.

    Semoga laut juga bisa semakin bersih, dan semoga kita juga terbuka matanya buat selalu jaga kebersihan~

    BalasHapus
  56. #BijakBerplastik dan mendukung campaign mengurangi plastik lewat sosial media, langkah sederhana tapi tentu jika semua melakukan akan luar biasa hasilnya!
    Salut untuk Interceptor buatan the Ocean Clean Up dari Danone Aqua

    BalasHapus
  57. Keren nih alatnya. Setidaknya bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke laut

    BalasHapus
  58. Sedih rasanya kalau udah ngomongin sampah
    Kita ini udah terlanjur kebablasan memakai plastik
    Tapi syukurlah, sekarang kesadaran akan bahaya plastik sudah semakin baik
    Bersyukur juga Danone sudah melakukan tindakan nyata untuk perbaikan lingkungan
    Mari jaga bumi bersama-sama

    BalasHapus
  59. Mudah2an Kita bisa ya bijak berplastik ya mba,, ternyata plastik bukan Hal berbahaya klo Kita bisa Mendaur ulang Dan milah sampah

    BalasHapus
  60. Danone memang luar biasa inovasinya. Sekarang ada Interceptor ya yg canggih bgt dan bisa jadi solusi jitu utk masalah sampah plastik yak. Semoga terobosan Danone juga bisa ditiru oleh perusahaan lain aamiin

    BalasHapus
  61. Mungkin gak ya kali di Jakarta bisa dilewati perahu-perahu kecil kalau sudah bersih. Etapi, dengan menjadi bersih aja udah bikin nyaman banget. Interceptor keren nih alatnya. Semoga masyarakatnya juga semakin bijak dengan sampah

    BalasHapus
  62. Ide anak muda kayak Boyan ini memang patut didukung ya, manfaatnya banyak banget untuk mengurangi sampah plastik di dunia. Moga di Indonesia sampah plasti =k dapat ditanggulangi. tentu harus didukung kesadaran masyarakatnya

    BalasHapus
  63. wow! The Ocean Clean Up, idenya keren banget ya Boyan ini dan Danone juga turut berperan dalam meminimalisasi sampah plastik, good cause!

    BalasHapus
  64. Aku sudah mencoba pakai kain atau plastik sendiri saat belanja di pasar. Senang juga bisa ikut andil mengurangi sampah plastik ini ya.

    BalasHapus
  65. Dengan inovasi yg d hadirkan oleh Boyan ini menginspirasi banget hadirkan interceptor 001 ini kak. Semoga makin bisa terkurangi dan bahkan hilang ya sampah-sampah plastik ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.