Menyambangi Beberapa Kedai Kopi di Sydney


Buatku sendiri rasanya kurang lengkap kalau bepergian itu gak mampir ke kedai kopi, termasuk kalau sedang berlibur bersama keluarga. Bulan Oktober 2019 kemarin saya dan keluarga liburan ke Sydney dan sudah punya tujuan ke kedai kopi yang paling gemes banget. Di Sydney, setiap resto yang hampiri pasti punya kopi sebenarnya.

Salah satu kedai kopi yang emang pengen banget saya datangi itu adalah Celsius Coffee yang letaknya di Kiribili Wharf. Jadi waktu dari Circular Quay sengaja naik kapal buat ke Kiribili, begitu turun langsung nemu deh tuh Celsius Coffee. Tapi yang bakalan dibahas gak semuanya ya, karena banyak banget yang kemarin di mampirin dan beberapa gak sempat difoto.


Selama di Sydney kalau mau foto-foto di kedai kopi kurang bebas, karena foto disini gak segampang di Jakarta loh. Jadi berbahagialah yang suka foto-foto kedai kopi di Jakarta. Kita mau ngapain aja pasti dibebaskan orangnya selama gak ganggu pelanggan. Bahkan kadang suka ada yang ngacak-ngacak kopisyop demi konten, kalau ini curhatan dari barista. Heheheheeee...

Pertama kali ngopi dekat rumah kakak iparku, di Penrith Karena kebiasaan kemana-mana bawa kamera, jadilah waktu itu sehabis pesan kopi langsung motret tempat kopinya dan kopi yang sedang dibuat. Tapi eh ternyata mereka bertanya baik-baik kenapa saya foto-foto, karena kedai kopi itu dalam keadaan sedang sibuk jadi saya candid mereka bikin kopi.

Ternyata kalau di Sydney tidak boleh motret sembarangan tanpa izin tertulis dan sudah disetujui oleh owner kedai kopi. Agak kaget awalnya, karena mungkin ini kebiasaan di Jakarta, boleh motret tapi hanya menggunakan kamera handphone saja dan tidak boleh mengganggu orang lain. Jadilah setiap ke kedai kopi di Sydney saya hanya menggunakan kamera handphone. Jadi kalau ketauan termsuk tindakan ilegal motret dengan menggunakan kamera mirrorless atau dslr tanpa izin.


Celsius Coffee, Kiribili Wharf



Celsius Coffee ini salah satu kedai kopi yang memang pengen banget saya datangi, sebelumnya ada temanku yang ke Sydney dan dia mampir kesini. Jadi memang sudah ku tandai dari awal, alasannya karena ini tuh ada diatas laut dengan pemandangan laut. Pokoknya kalau ngopi disini tuh viewnya asik banget deh.

Cuma kemarin saya dan pak suami kurang beruntung nih, karena kedai kopi ini tutup jam 14.30 dan ternyata ada last ordernya di jam 14.00 dong. Sementara kita sampai sana jam 14.10 jadilah hanya bisa menikmati kopi saja, niatannya mau sambil makan gitu dengan melihat keindahan sekitar Celsius Coffee. Apakah ini pertanda kita harus balik lagi kesini?



Beruntungnya kita masih bisa pesan segelas kopi untuk memanjakan rasa penasaran dengan Celsius Coffee. Yang harus diketahui juga, kalau di Sydney ini kedai kopi tutupnya pada cepat-cepat sekali, rata-rata jam 15.00 sudah tutup atau maksimal jam 18.00 dan ini pun gak banyak. Jadi waktu jalan didaerah mana gitu, nemu kedai kopi yang tempatnya unik dan bagus tapi sayang mereka sudah tutup.


Coffee Guru, Penrith


Kalau kedai kopi ini dekat rumah kakak iparku, di Penrith dan tempatnya menyatu dengan Southlands Shopping Center. Sebenarnya ini karena iseng ngecek via google maps, coffee shop terdekat dan nemu si Coffee Guru. Enaknya disini ada macam-macam cake yang dipilih dan gak hanya croissant doang menunya. Waktu kemarin saya pesan segelas hot latte dan carrot cake, cakenya enaaaakkkkkkk.

Disini adalah pertama kali saya moto pakai kamera, karena kaget di tegur maka motonya seadanya dan gak bisa bebas styling macam-macam juga. Tapi jadi belajar juga, baiknya mereka memberitahuku lebih dulu dan mereka kasih tau tentang pengambilan gambar di tempat umum.


Soul Origin Coffee, Harbourside

Kalau yang ini saya beli waktu makan siang, sebelum mau duduk-duduk sore takeaway segelas ice latte dulu. Padahal diluar lagi dingin banget anginnya dan harusnya memang pesan hot latte jadi agak berasa aneh kemarin minum ice latte disaat dingin. Ini lumayan banget kopinya dan emang enak banget kalau buat takeaway dengan ukuran regular.


Brew Collective Coffee, Margareth Street



Ini salah satu kedai kopi yang masih buka saat sore hari waktu saya mau menuju ke train, adanya di BDO Building, Margareth Street. Awalnya nawarin ke pak suami mau mampir beli sandwhich gak? Tapi ternyata kita malah mesen kopi doang sambil ngobrol-ngobrol, beruntung banget yang ini deh pokoknya. Mungkin karena posisinya juga maka waktu sore dia buka, Brew Collective,


Guylian Belgian Chocolate Cafe, Opera Sydney


Kalau di Guylian Belgian Chocolate Cafe, Opera Sydney ini menutup sore dengan minum segelas hot latte dan beberapa cake yang gak sempat di foto. Habis jalan-jalan berdua keliling city terus sengaja mau motret Opera Sydney kala menjelang malam, efek keasikan ngobrol malah lewat deh itu blue hour di Opera. Waktu pesan kopi ini dapat chocolate Belgian yang super enak sekali, mungkin karena saya request gak pakai gula makanya dikasih chocolate.


Kedai Kopi di Penrith



Kalau yang ini mampir karena kakak iparku bilang bakerynya disini enak semua terus penasaran malah sama kopinya, karena ada kopinya. Dan ini lupa banget apa nama tempatnya, jadi sebenarnya dia toko roti dan memang seperti yang saya bilang sebelumnya kalau disini rata-rata setiap tokok makanan selalu ada kopinya.

Kalau yang ini tempatnya dekat dengan rumah kakak ipar juga di Penrith, dan kesini hanya jalan kaki saja hitung-hitung olahraga juga. Pertama kesini kopinya sudah tutup tapi si toko roti masih buka, lalu daripada sia-sia ke tempat kopinya jadi sempat take away kopi dalam kemasan yang ternyata enak juga.

Akhirnya kedua kali kesini sukses deh tuh belum tutup tokonya, dan pesan segelas hot latte, yang ini kopinya agak beda dari sebelumnya ku pesan ditempat lain. Ini tuh lebih strong dan semacam apa ya, wanginya pun kalau kopikan enak banget ya. Nah, mungkin si ibu yang bikin kopi ingat sama saya karena waktu datang dia bilang "wah kamu balik lagi ya? kali ini saya kasih gratis cookie bebas pilih". Mungkin wajah saya sore itu sangat memelas, hahahahaaa...


Potobello Caffe, Sydney Harbour 

Ice long black yang saya pesan waktu makan siang di Portobello Caffe, karena emang agak panas tapi angin bertiup dingin. Karena setiap nyoba ice long black disini agak beda-beda rasanya tapi punya Portobello paling okey deh dan bisa request lebih strong.


Pablo & Rusty's, Kingsford International Airport


Sebelum kembali ke Indonesia, kemarin sempat beli hot lattenya Pablo & Rusty's Coffee Roaster di Kingsford International Airport. Sambil nunggu boarding menikmati segelas kopi, eh tapi ini sudah habis malahan sebelum masuk ke imigrasi deng. Karena sampai di bandaranya agak cepat kemarin itu. Disini juga banyak banget kedai kopinya dan semuanya ramai.

Jadi ini beberapa kedai kopi yang saya mampirin kemarin selama di Sydney, untuk harga segelas kopinya disini beda-beda dan tergantung belinya dimana. Tapi start sih kalau beli kopi selama disini di 4 AUD habis ngulas ini jadi pengen balik ke Sydney karena masih penasaran lagi sama menu-menunya Celsius Coffee.


32 komentar

  1. Pertama; bener adanya ya kalau Sydney itu "gudang"nya coffee shop.
    Kedua; jadi paham aturan main motret di coffee shop di Aussie. Insya Allah ke sana, kusudah tahu aturan mainnya.
    Ketiga; ngopi muluk apa gak kembung hihihi #kepo
    Keempat; fotonya masih keren kok walau pake HP.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku pun waktu kemarin kesana baru tau kalau moto di coffee shop disana gak kayak di negara kita. Iya, aku kebetulan emang suka banget kopi.

      Hapus
  2. Wah, kalau ada aturan jelas gitu pengunjung pasti lebih berhati-hati dengan kameranya, ya. Melihat dari gambar-gambar yang ada cafenya memang bagus-bagus semua. Jadi penasaran dengan rasa kopinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa coffee shop rasa kopinya biasa aja tapi memang ada juga yang punya ciri khas. Kebetulan yang diatas aku bahas yang mereka beda dengan yang lainnya.

      Hapus
  3. aku baru tahu kalo di kita sampe ngacak2 tempat barista beraksi demi konten ahaha.
    maklum, aku kalo di tempat makan, motretnya hit n run gitu. pake hp n candid lalu kabuurr :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Jakarta iya mbak, aku pernah lihat sendiri soalnya. Mereka pesan minuman 1 doang foto disana-sini bergerombol. Hahahahaa

      Hapus
  4. Kalau aku ke sana, mungkin paling tertarik nyobain Celcius. Tepi laut geeto. Trus kalau aku perhatikan, rata-rata interiornya kece-kece amat ya. Keren. Kalau untuk rasa kopi, aku mungkin penilai yg buruk. Wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kalau balik lagi ke Sydney mau ke Celsius lagi

      Hapus
  5. Padahal sekarang kamera di smartphone pun udah banyak yang bagus hasilnya, ya. Tapi, jadi catatan juga nih buat saya buat lebih memperhatikan peraturan tentang memotret :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Chi, karena yang pertama aku foto pas aku ga bawa handphone. Mikirnya karena dekat bawa kamera ajalah toh ada kakak iparku.

      Hapus
  6. MasyAllah Mba betapa beruntungnya mba ke luar negeri bisa berburu berbagai kedai kopi ��. Tapi aku penasaran lho mba, kenapa ya mereka sampai nggak dibolehin ambil foto ya. Padahal kan nggak ganggu orang dan aku juga penasaran alasannya kenapa di sana kedai kopi itu pada cepet tutupnya. Jadi kepo aku hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya gak cuma coffee shop atau resto aja sih. Di tempat umumpun kalau kita foto terus terlihat mengarahkan kamera ke orang lain (padahal gak sengaja kena) ini juga gak boleh. Aku dikasih tau sama mereka, disini bebas foto kalau pakai smart phone. Tapi kalau di tempat wisata beberapa aman kok.

      Hapus
  7. Duh, Mak auto mupeng nongkrong d coffee shop, nih. Poto2nya ciamik amaaatt.
    Ternyata tiap negara punya aturan sendiri2 yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku habis di tegor itu langsung pakai hp mulu jepretnya

      Hapus
  8. Banyak banget kesai kopi yang disinggahi.
    Apa jangan-jangan memang tujuan kesana dengan topik "petualangan ke kedai kopi" hehehe...
    Wah baru tahu kalau untuk urusan motret pun ada aturannya ya di sana, berbahagialah kita di Indonesia, masih bebas mau jeprat jepret bahkan bikin video juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain tujuan liburan berjumpa dengan kakak ipar, tapi emang roadshow kedai kopi jadi salah satu itinerary aku di Sydney. Pengen tau vibesnya seperti apa disana.

      Hapus
  9. tetep yaa dimana-mana beli kopi. Eh kaget juga tuh ga boleh motret sembarangan dengan kamera, untungnya dg HP boleh aja ya. Berarti blogger di sana perlu izin kalau mau review coffee shop :D

    BalasHapus
  10. Beda negara beda kebiasaan ya mba. Kalau di Indonesia sih biasanya pengunjung udah langsung fota-foto aja dengan bebas hehehe... Kalau di Aussie mungkin harus minta ijin ke resto or kafenya dulu ya.

    BalasHapus
  11. Wah ngopinya jauh bener mbaa. Hehhehe. Mbaa, aku belum pernah ke Sydney tapi kayaknya berharap bisa ke sini suatu waktu mba. Dan baru tahu kalau ada kesempatan buat ke Sydney ntar bakaln ngopi deh :)

    BalasHapus
  12. Widih mantabs ngopinya jauh sekali, saya jadi ingin ngopi kesana juga deh, ke Sydney, aamiin.

    BalasHapus
  13. Maaaak adoh2 ngopi akeh di Sydneyyy. Aku ga suka ngopi soale, tapi nanti mau nyobain teh-tehnya ahhh.

    BalasHapus
  14. Masyaa Allah itu tempat ngopinya keren-keren. Sayang banget ya kepentok peraturan nggak boleh ambil foto sembarangan. Noted banget nih kalau pas di Sidney. Heran juga kenapa tuh cafe tutupnya pada sore. Ngopi mah enaknya malam hehe.

    BalasHapus
  15. Beruntung di Jakarta gudangnya poto2 dan selfie ya hehe :D
    Kalau harga kopi di sana rata2 berapaan mbak kalau dirupiahkan?
    Penasaran kenapa kedai kopi di sana tutupnya cepet kok gak sampai malam? Apa kalau malam org lbh suka ke pub gtu kali ya?

    BalasHapus
  16. hahaha, kalau aku ditegur gak boleh foto gitu langsung deh malu dan ogah foto-foto lagi. Beruntung ya di Indo bebas mau foto kek gimana juga, hehe. Btw, seru banget bisa coba macam-macam kopi dari berbagai kedai. Sayangnya aku enggak suka kopi, hihih

    BalasHapus
  17. Banyak ya... Tahun kemarin, ortu main ke melbourne dan sempat mampir ke sidney beberapa hari, tapi sayang enggak mampir ke kedai kopinya tuh...

    BalasHapus
  18. Itu liburannya di Sidney berapa hari mbak, sampai mampir ke beberapa kafe kopi, hihii
    Di INdonesia memang semua kafe membebaskan ya untuk ngambil gambar gitu, kadang malah mereka senang aja

    BalasHapus
  19. Unik dan menampol juga Chie, ditegor karena motret heheeee...

    Recommended banget coffee shopnya semua, tempatnya bagus bagus, dan kubayangkan wajah puasnya Chichie saat menikmati segelas kopi berdua suami, berpegangan tangan di atas pantai...

    BalasHapus
  20. Kak Chiiie....uda minum kopi di Sydney aja niih...
    Seneng banget liat mesin brewing coffe yang macem-macem gituu...
    Penasaran sama cara mesen kak Chi...berdasarkan rekomendasi menu atau random aja?

    BalasHapus
  21. kedai kopi nya kece-kece deh
    wah beda ya ternyata, kalo di indonesia kita mah bebas ya hehe
    liat foto-fotonya ku jadi kepengen ngopi mbak..

    BalasHapus
  22. Adudu liat kopi ini kok jadinya pengen segera ke Sydney dan menikmati setiap sajian kopi yang ada plus foto foto di sana

    BalasHapus
  23. Foto pakai hape aja kece banget dehh..ternyata paling bebas foto-foto ya di Indonesia ya, sampai jungkir balik hayo, hahaha

    BalasHapus
  24. Gapapa deh kak meski cuma boleh motret pake kamera ponsel.. hehe.. hasilnya tetep kece.. dan yang penting acara ngopi2nya sukses..

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.