Nice to meet you!

Holla... Saya Chichie, penggemar hot latte dan americano. Hobinya nenteng kamera karena setiap jepretan adalah cerita yang indah. Indonesian Lifestyle Blogger and love travelling.
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

What Read Next

Kenali Sejak Dini Gejala Kanker

akuchichie

Hari kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari membuat saya teringat beberapa tahun kebelakang saat papah saya pergi karena penyakit kanker yang dideritanya. Bahkan papah saya tidak memberikan sinyal apapun tentang penyakit ini, begitu ketauan sudah di stadium akhir. Saat itu saya merasakan dunia akan runtuh seketika. 

Padahal papah saya termasuk orang menjaga pola makan, tapi sayang tidak imbang dengan kebiasaan lainnya. Jadi waktu dibawa ke rumah sakit di daerah Jakarta Selatan, sudah berada di stadium 4. Sempat di rawat selama sebulan, mengikuti segala pemeriksaan dan operasi yang sudah disetujui oleh kamiu sekeluarga. 

Tapi Allah memang berkehendak lain, papah saya pergi setelah 4 bulan kami tau beliau terkena kanker hati. Kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk papah, apapun itu kami jalankan. Yang saya ingat betul waktu saat dr. Sigit yang saat itu merupakan salah satu dokter yang menangani papah saya berpesan "jaga pola makan dan gaya hidup anak sedarah dengan bapak, karena ini bisa jadi faktor turunan". Jadi nenek saya, ibunya papah saya dulu pergi juga dengan penyakit yang sama.

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Lebih dari 18 juta orang terdiagnosis kanker dan 9,6 juta orang di dunia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Diperkirakan insidens kanker di tahun 2040 mengalami peningkatan menjadi 29,5 juta orang.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi, dimana meningkat dari 1,4 per 1000 penduduk (Riskesdas 2013) menjadi 1,8 per 1000 penduduk (Riskesdas 2018).

Beban pembiayaan kanker yang sangat besar menjadi permasalahan untuk pemerintah dan masyarakat. Menurut data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pada tahun 2018 pasien kanker telah menghabiskan biaya pengobatan sebesar 3,5 triliun rupiah. Nah, beruntung sekali loh ini yang masih menggunakan BPJS, dulu kami menggunakan biaya mandiri dan saat itu memang belum semua rumah sakit menerima BPJS seingatku. 

Fakta Kanker
akuchichie

Penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita.

Penyebaran (metastasis) sel kanker dapat melalui pembuluh darah meaupun pembuluh getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal dari semua unsur yang membentuk suatu organ, dalam perjalanan selanjutnya tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor. 

Jenis Kanker
Kanker dapat menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak ataupun dewasa. Banyak sekali jenis kanker yang menyerang manusia, namun ada beberapa jenis kanker yang sering menyerang pada pria yaitu kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati dan nasopharing. 

Sementara jenis kanker yang sering terjadi pada wanita adalah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kolorektal, kanker ovarium dan kanker paru. Sedangkan pada anak-anak adalah kanker bola mata (retinoblastoma) dan kanker darah (leukemia).

Gejala Kanker
Stadium dini (awal) kanker tumbuh setempat dan tidak menimbulkan keluhan ataupun gejala. Hal ini sering menyebabkan orang yang sudah terkena kanker tidak menyadarinya. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker dengan melakukan WASPADA, yaitu:
  • Waktu buang air besar atau kecil dan perubahan kebiasaan atau gangguan
  • Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
  • Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh
  • Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor)
  • Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal
  • Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh
  • Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Kanker Payudara
akuchichie

Kanker payudara lebih banyak menyerang wanita, walaupun menurut dokter kalau kanker ini pun juga bisa terjadi pada pria. Sampai sejauh ini yang lebih sering saya dengar adalah wanita yang mengalami kanker payudara. 

Ini pun yang terjadi pada adik mamah saya dan beberapa teman yang sedang berjuang melawan ini semua. Salah satu teman saya sudah melakukan pengangkatan salah satu payudaranya, ini saya lupa sebelah mana. Padahal kalau dilihat pola makannya, dia tidak makan daging merah. Pokoknya kalau lihat sehat banget deh hidupnya. Beda dengan adik mamah saya, ini ketauan waktu stadium 3 dan semenjak tau di vonis kanker payudara langsung turun banget kesehatannya.

Kalau setiap datang ke acara kesehatan pasti selalu ada pesan "jangan terlalu stress agar tidak membebani pikiran dan juga membuat kita malah menyerah". Ini makanya yang dibilang setiap orang berbeda dan memiliki caranya masing-masing untuk menghadapi penyakitnya. 


Kanker payudara pada umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu invasif dan non-invasif. Kanker payudara invasif adalah kanker payudara yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara atau disebut duktal invasif. Pada jenis kanker ini dapat menyebar di luar payudara. Sementara kanker payudara non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini sering disebut pra-kanker.

akuchichie

Seperti hasil survey dari Globocan 2018, bahwa kanker payudara di dunia merupakan penyakit kanker dengan presentase kasur baru kedua tertinggi, yaitu sebesar 11.6%. Sementara persentase kematian akibat kanker payudara sebesar 6,6%. 

Kanker Payudara adalah kanker terbanyak di Indonesia. Di Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak dengan jumlah kasus baru sebesar 42,1 per 100.000 penduduk. Sedangkan kematian akibat kanker payudara adalah sebesar 17 per 100.000 penduduk. 

Gejala Kanker Payudara
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan mengenai kanker payudara adalah sebagai berikut:
  • Teraba benjolan di payudara dan seringkali tidak berasa nyeri
  • Terdapat perubahan tekstur kulit payudara
  • Kulit payudara mengeras dengan permukaan kulit seperti kulit jeruk
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
  • Keluar cairan dari puting
  • Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara
Gejala kanker payudara bisa dideteksi sendiri dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Faktor Risiko dari Kanker Payudara adalah sebagai berikut:
  • Usia haid pertama dibawah 12 tahun
  • Wanita tidak menikah
  • Wanita menikan tidak memiliki anak
  • Melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun
  • Tidak menyusui
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama
  • Usia menopause lebih dari 55 tahun
  • Pernah operasi tumor jinak payudara
  • Riwayat kanker dalam keluarga
  • Wanita yang mengalami stres berat
  • Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebihan
  • Perokok aktif dan pasif

Deteksi Dini Kanker Payudara
Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga kesehatan sambil mengajarkan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), yang bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.

Sadari dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke 7 sampai ke 10 yang dihitung dari mulai haid pertama atau pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause/tidak datang haid.

SADANIS dan SADARI mudah dilakukan karena:
  1. Merupakan pemeriksaan yang sederhana dan mudah, cepat dan hasil dapat diketahui langsung.
  2. Tidak memerlukan laboratorium dan hasilnya segera dapat langsung didapatkan.
  3. Pemeriksaan secara benar dan teratur dapat mendetksi kanker pada stadium awal (stadium 1 atau 2) sebesar 68% (Regional Workshop NCCFL India 2010)

Pencegahan Penyakit Kanker Payudara
Beberapa studi menyebutkan kanker payudara erat kaitannya dengan faktor hormonal serta genetika. Namun hal yang perlu diingat, pencegahan utama adalah dengan menghindari faktor risiko kanker dengan berperilaku hidup sehat dan menghindari rokok.

Kanker Leher Rahim

Setiap 2 menit di dunia, 1 orang perempuan meninggal karena kanker leher rahim. Lebih dari 500 ribu perempuan terdiagnosa kanker leher rahim dan angka kematiannya sebesar 310 perempuan. Di Asia terdpat 315 ribu perempuan yang terdiagnosa kanker leher rahim dan angka kematiannya sebesar 168 ribu perempuan. Ini berdasarkan dari Globocan 2018.

Di Indonesia setiap 1 jam 2 orang perempuan menginggal karena kanker leher rahim. Terdapat lebih dari 32 ribu perempuan yang terdiagnosa kanker leher rahim dan angka kematiannya sebesar 18 ribu perempuan. 

Kanker leher rahim merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia, dengan kasur baru sebesar 23,4 per 100.000 penduduk. -GLOBOCAN, 2018


Gejala Kanker Leher Rahim
Pada stadium dini, seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas. Namun, pada stadium lanjut, muncul gejala-gejala yang harus diperiksa lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker itu:
  • Haid tidak teratur
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Keputihan atau keluar cairan encer berwana putih kekuningan terkadang bercampur darah seperti nanah
  • Pendarahan spontan tidak pada masa haid/diantara menstruasi
  • Pendarahan pada masa menopause

Faktor Risiko
Kanker leher rahim disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). HPV mudah ditularkan melalui kontak seksual.
  • Menikah/mulai melakukan aktifitas seksual di usia muda (<20 tahun)
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan 
  • Riwayat infeksidi daerah kelamin atau radang panggul (IMS)
  • Perempuan yang melahirkan banyak anak
  • Merokok/terpapar asaprokok (perokok pasif)
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker
  • Kurang menjaga kebersihan alat kelamin
  • Adanya riwayat tes pap yang abnormal sebelumnya
  • Penurunan kekebalan tubuh misalnya karena HIV/AIDS dan penggunaan obat-obatan kortikosteroid jangka panjang.

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
Deteksi kanker leher rahim dilakukan dengan metode pap smear atau inspeksi visual dengan Asam Asetant (IVA). Tes ini perlu dilakukan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan seksual terutama pada usia 30-50 tahun yang bertujuan untuk menemukan lesi prakanker dan mengetahui adanya perubahan sel dapat di leher rahim.

Keuntungan melakukan IVA adalah sebagai berikut:
  • Merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah, cepat dan hasil dapat diketahui langsung.
  • Tidak memerlukan sarana laboratorium dan hasilnya segera dapat diketahui.
  • Dapat dilaksanakan di Puskesmas bahkan mobil keliling yang dilakukan oleh dokter umum dan bidan.
  • Jika dilakukan dengan kunjungan tinggal (single visit apporoach), IVA dan krioterapi akan meminimalisasi klien yang hilang (loss) sehingga menjadi lebih efektif.
  • Cakupan deteksi dini dengan IVA minimal 80% selama lima tahun akan menurunkan insidens kanker leher rahim secara signifikan (WHO, 2006).
  • Sensitifitas IVA sebesar 77% (antara 56-94%) dan spesifikasitas 86% (antara 74-94%) (WHO, 2006).
  • Skrining kanker leher rahim dengan frekuensi5 tahun sekali dapat menurunkan kasus kanker leher rahim 83,6 (IARC)

Pencegahan Penyakit Kanker Leher Rahim
Pencegahan yang paling utama adalah menghindari faktor risiko kanker leher rahim terutama dengan melakukan vaksinasi HPV, menghindari perilaku seksual berisiko untuk terinfeksi HPV seperti tidak berganti-ganti pasangan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini (kurang dari 20 tahun). Selain itu juga menghindari asap rokok (aktif dan pasif), menindak lanjuti hasil pemeriksaan IVA/pap Smear yang hasilnya positif.


Pelayanan Kesehatan di Indonesia
akuchichie

Pelayanan kesehatan yang saat ini paling dibutuhkan oleh pasien kanker salah satunya ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) salah satu rumah sakit di Indonesia yang selalu menjadi rujukan nasional pasien kanker. Secara kebetulan juga saya pernah mengunjungi kerabat yang dirawat di RSCM karena kanker Nasopharing. 

Menurut saya sendiri rumah sakit di Indonesia sekarang juga sudah gak kalah dengan rumah sakit yang berada di luar negeri. Terbukti waktu kemarin papah sakit, semua perawatan dan tindakan kami lakukan di rumah sakit daerah Jakarta Selatan. Yang menurut saya sendiri semua yang dibutuhkan disana juga ada. 


Hari Kanker sedunia diperingati setiap tanggal 4 Februari.

Penetapan tanggal ini berdasarkan Piagam Paris (Charter of Paris) tanggal 4 Februari 2000 pada pertemuan World Summit Against Cancer for the New Millenium. Sejak tahun 2006 hari kanker sedunia diselenggarakan di seluruh dunia untuk mengkampanyekan perang melawan kanker secara global. Hari kanker sedunia merupakan kesempatan yang baik untuk menyebarkan dan meningkatkan peran serta masyarakat termasuk media. 

Pada tahun 2019-2021 tema Hari Kanker Sedunia "I am and I will" (Saya adalah dan saya akan), untuk mengajak masyarakat menjalankan perannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker. Masing-masing anggota masyarakat memiliki kekuatan untuk melakukan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker terhadap individu keluarga dan komunitas. 

Hari Kanker Sedunia merupakan kesempatan untuk merefleksikan apa yang dapat kita semua lakukan untuk membuat perubahan dalam perjuangan melawan kanker.


Untuk mengetahui lebih detail dan banyak lagi informasi seputar Penyakit Tidak Menular (PTM) bisa langsung kunjungi website P2PTM  dan jangan lupa juga ikuti semua media sosial P2PTM juga. Instagram @p2ptmkemenkesri Twitter @p2ptmkemenkesRI Facebook direktorat p2ptm kemenkes RI

Komentar

  1. Jujur, saya selalu merasa ngeri kalau bahas tentang kanker, tapi memang harus dicari tahu ilmunya ya dan tau gimana cara menghindari serta mengobatiny secara tepat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, aku pun kalau sudah ngebahas kanker suka merinding.

      Hapus
    2. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk selalu bisa semangat hidup sehat, agar terhindar dari sakit kanker, pun juga diberi Allah kesehatan selalu.
      Sedih rasanya melihat banyak orang yang terkena kanker dan menyerah

      Hapus
  2. y alloh, kalau udah stadium 4 pas periksa, pasti sedih banget sekeluarga. Penyakit kanker skrg ga kenal usia juga, temen sebangku SD aku juga meninggal karena kanker PD, sedih dan kaget banget dengernya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, awal tau stadium 4 kita masih syok tapi beberapa hari kita sudah lebih menerima dan ikhlas dengan apa yang akan terjadi

      Hapus
  3. tetangga saya jg meninggal karena kanker payudara. penyakit ini cepat sekali yaa menyebarnya. padahal beberapa tahun sebelumnya tanpa masalah tiba2 tertimpa masalah demikian

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, soalnya almarhum tanteku juga gitu cepat sekali penyebarannya.

      Hapus
  4. Waktu menjadi tutor matematika di tempat yang dulu pernah ada teman yang sakit dan wafat karena kanker payudara. Semoga kita semakin aware dan dilindungi oleh Allah dari penyakit tersebut, aamiin

    BalasHapus
  5. Sebagai wanita, emang rentan banget sama penyakit tidak menular dan mematikan ini. Kebetulan tahun lalu pernah periksa kanker mulut rahim dan sadari dengan bantuan bpjs via klinik prodia. Alhamdulillah negatif. Tapi ini belum ada cek lagi. Semoga kita semua selalu sehat, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah jd inget. saya udah pernah imunisasi ca cx sebelum nikah tp saya sampai sekarang belum iva maupun pap smear. kita perlu waspada yaa

      Hapus
  6. Aku tadinya sungguh percaya bahwa penyakit kanker ini bukan turunan. Yang bikin menurun adalah gaya hidup yang berasal dari keluarga yang sama. Ternyata, faktor genetik tetap ada yaa...
    Semoga Allah melindungi selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendapat penjelasan yang panjang begini, aku jadi paham penyakit kanker.
      Jadi mulai memperhatikan apa yang dirasakan, dipikirkan, dilakukan. Termasuk memilih makanan sehat.

      Hapus
  7. zaman sekarang musti lbh hati2 jaga konsumsi makananan, emang sulit banget, apalagi kl udah promo, lupa dah sama kesehatan. semoga kita selalu diberi kesehatan sama ALLAH, amin

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Kesehatan dan kebersihan tubuh memang penting ya buat wanita. Terima kasih artikelnya, Mbak. Bermanfaat banget


    BalasHapus
  10. abis baca blognya mbak jadi makin sadar kesehatan dan kebersihan itu ga ada toleransi ya lengah dikit kita juga yg bakalan kena dampaknya, jadi harus lebih aware

    BalasHapus
  11. Serem bayanginnya, wanita emang rentan banget sama penyakit ini. Semoga kita semua dijauhkan dari segala penyakit dan sehat selalu.

    BalasHapus
  12. Ngeri banget ya kanker ini. Aku punya tahi lalat yang membesar nih tapi gak gatal. Semoga aja bukan gejala kanker.

    BalasHapus
  13. Membaca ini jadi keingetan aku belum papsmear deh. Kamu udah belum ka?

    BalasHapus
  14. Nah iya, aku juga jadi keingetan belom papsmear. Huhu... aku takut. Pdahal katanya gak sakit. Malah bikin diri tenang. Semoga aku bisa segera papsmear.

    BalasHapus
  15. Informatif mba. Kenali kanker sejak dini memang patut selalu digaungkan ya. KArena kadang kita juga lupa karena keasyikan hal-hal lain. Saat ada reminder maka kita akan melakukan hal baik untuk mencegah kanker itu. Cek ricek is a must ya hehe

    BalasHapus
  16. Seram juga mendengar kata kanker, diam2 juga bisa menyerang. Dan memang harus di deteksi sejak awal untuk pencegahan. Pengetahuan tentang kanker harus lebih dimengerti juga.

    BalasHapus
  17. Huhu memang mengerikan yah Mbak kanker itu :(
    SADANIS & SADARI sama sama pentingnya Mbak. Aku kebetulan dapat kesempatan SADANIS nih semoga bisa dipakai segera.

    BalasHapus
  18. Setuju banget kalo Hari Kanker Sedunia merupakan kesempatan bagi kita semua untuk merefleksikan untuk lebih mengenali risiko kanker dan bagaimana menjauh dari faktor risikot tersebut.. semoga tulisan ini banyak dibaca oleh masyarakat yang lebih luas lagi ya mbak

    BalasHapus
  19. Thank you karena udah bikin tulisan ini mbak. Aku jadi aware banget sekarang dan aku ada rencana mau periksa badan secara rutin biar kalo ada yg gak beres sama tubuh jadi tau dan cepat dapat penanganan yang tepat.

    BalasHapus
  20. Aduh, kalau ngomongi kanker gini. Aku merinding mba. Apalagi soal serangan jantung. Lebih merinding lagi soalnya tiba-tiba. Kayak suaminya BCL yang aku denger juga tiba-tiba meninggalnya. Hiks. Semoga penyakit-penyakit itu sebagai pengingat kita ya bahwa kita ga hidup untuk selamanya dan perbaiki gaya hidup kita juga

    BalasHapus
  21. Banyak yang kurang sadar saat terdeteksi kanker, biasa nya sudah tahap stadium 4 baru diketahui bahwa di vonis kanker oleh dokter.

    Semoga kita lebih sadar bahwa pentingnya pola hidup sehat, dengan cara yang mudah dan simple. Yakni hindari makanan pemicu kanker, olahraga,rutin cek kesehatan serta jauhi rokok

    BalasHapus
  22. Makasih sharingnya mbak, lengkap banget artikelnya... Ternyata perokok pasif pun berisiko terkena kanker ya, huhuhu...

    BalasHapus
  23. Sahabatku meninggal karena penyakit ini, semoga kedepannya gak ada lagi yang menderita karena ini.

    BalasHapus
  24. Papsmear belum begitu saya ketahui dengan detail. Jadi penasaran dan mau coba. Tapi takut juga nih hahaha ...
    Tapi mencegah memang lebih baik daripada mengobati ya

    BalasHapus
  25. Kanker, penyakit yg paling ditakutkan oleh semua orang, terutama kanker payudara, karena wanita rentan banget terkena kanker payudara dan serviks.
    Aku jadi inget aku blm sempet pap smear :(

    Makasih infonya mba Chi2, lengkap skali.

    BalasHapus
  26. Mengenali kanker sejak dini meminimalkan kita terkena kanker yang penangannya rumit ya. Semakin cepat dikenali, semakin bagus. Semakin cepat pula penanganannya. Dan sebaliknya. Semoga kita semua, terutama para perempuan menyadari akan hal ini.

    BalasHapus
  27. Duh baca2 gejalanya bkin serem banget y mba aku pernah alamin operasi tumor payudara soalnya itu aja bkin takut pas diperiksa untungnya bkan tumor ganas

    BalasHapus
  28. Waktu ikut pemeriksaan payudara ada rasa deg degan karena kan kaitannya juga ke benjolan. Alhamdulillah aman. Itu korengan juga nggak boleh dianggap remeh ya kalau nggak sembuh-sembuh

    BalasHapus
  29. semoga keluarga kita selalu di berkati dengan kesehatan ya mbak, karena mau sebanyak apapun materi yg kita punya kalau nggak sehat tu percuma :(

    BalasHapus
  30. Kanker memabf jd momok yg menakutkan ya mbak

    Mqkanya aq rutin melakukan SADARI dan juga papsmear

    Btw maksih infonya mbak, sngt bermanfaat

    BalasHapus
  31. Aku kalau denger kanker suka bergidik karena yg ku tahu kebanyakan akan meninggal #sad
    Pernah ada tetangga sih kanker payudara alhamdulillah operasinya sukses, alhamdulillah msh ada umur hingga skrng. Emang yg paling penting adalah usaha hidup sehat mencegahnya ya

    BalasHapus
  32. kata WASPADA itu ternyata punya arti tersendiri ya membuat kita menjadi semakin mawas diri terhadap gejala dari Kanker yang saat ini menjadi momok menakutkan

    BalasHapus
  33. Kanker ini emang harus diwaspadai ya. Kitanya pun harus mawas diri dan jaga asupan makanan.

    BalasHapus
  34. Saat ini pengobatan terhadap kanker makin bagus. Makin banyak survivor kanker yang bisa dinyatakan bersih dari kanker dan melanjutkan perjuangannya dengan mengubah pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Yuuk kita dukung terus saudara-saudara kita yang sedang berjuang mengatasi kanker yang sedang mereka derita.

    BalasHapus
  35. Penting banget ya mbak buat kita mendeteksi kanker sejak dini, agar pencegahan bisa segera dilakukan. Sesungguhnya memang kanker menjadi hal yang ditakutkan terjadi dalam hidup

    BalasHapus
  36. Mba Chicie ikut berduka ya. Senasub kita mba karna mamaku meninggal karna kanker. Eyangku (mamamnya mamaku) pun sama. Gaya hidup sehat dan baik harus kita giatkan ini ya mba

    BalasHapus
  37. Kanker ini kan sel yang seharusnya mati dan tergantikan dengan sel baru tapi malah tumbuh secara anomali. Nah, penyakit ini termasuk membuat saya ngeri. Ya sih, kadang bukan hanya pola hidup dan lainnya yang menjadi penyebab, tapi juga tingkat stres. Duh, semoga hal ini nggak terjadi pada diri saya.

    BalasHapus
  38. Kanker ini juga sepertinya genetik ya Mbak. Awalnya anaknya temenku yang masih SMP meninggal karena kanker. Setahun kemudian temenku alias ibunya juga meninggal karena kanker

    BalasHapus
  39. Dengan WASPADA, memudahkan kita utk lebih aware terhadap kondisi kanker dan gejaal diminta yah Mbak. Semoga kita semua terhindar dari kanker dan segala jenis penyakit berbahaya.

    BalasHapus
  40. Serem juga ya kak, yuk ah kita mulai gdengan cara hidup sehat dr konsumsi makanan dan pola hidup d ubah

    BalasHapus
  41. Sedih saat tahu ada kerabat yang meninggal karena kanker payudara, kita harus mewaspadai setiap gejala yang ada dan lakukan medical check up secara berkala untuk menghindari penyakit kanker

    BalasHapus
  42. wah ternyata penggunaan kb hormonal dalam waktu lama bisa menjadi penyebab kanker payudara juga ya. jadi mikir nih mau ganti kb

    BalasHapus
  43. Suka sedih dan takut kalau ingat penyakit kanker. Sepupu saya juga gak bertahan karena leukemia. Gejala awal kanker memang harus waspada. Biasanya masih banyak yang banry nyadar setelah stadium tinggi

    BalasHapus
  44. Nah, ini sama dengan yang kubuat kemarin nih, benar banget, info dari Kemenkes. Intinya kita harus WASPADA.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *