5 Cara Menentukan Harga Untuk Foto Produk dan Makanan

26 Juni 2020

akuchichie photography

Beberapa hari kemarin habis nyoba live perdana di instagram bersama salah satu teman fotografi juga, namanya Winda Priandita atau bisa cek instagramnya di @dartz27. Awalnya bikin ini tuh iseng karena ingin menyapa teman-teman yang masih betah #dirumahaja tapi sambil ngobrol yang spesifik gitu. Akhirnya saya dan Winda ngobrolin tentang fotografi secara luas ya. 

Gak nyangka ternyata disambut hangat sama teman-teman dan juga banyak yang bertanya, tapi emang sebelumnya saya sudah buka pertanyaan juga di instagram story. Tapi banyak juga yang nanya di kolom komentar pas live. Untuk yang gak sempat nonton livenya bisa cek di @akuchichie  tapi jangan bosan ya karena cukup lumayan durasinya. 

Nah dari live pertama karena waktunya sudah tidak memungkinkan ada pertanyaan yang gak sempat terjawab oleh kita berdua. Pertanyaan ini dari teman fotografi juga, mbak Anissa seingatku. Pertanyaan ini tuh sebenarnya sering sekali mampir ke chat what's app atau dm instagram saya. Bagaimana cara menentukan harga dan negosiasi terhadap klien? Jadi bukan hanya blog atau media sosial saja yang kadang bikin pusing menentukan harganya, kita tukang foto (aseeeekkkkk... tukang foto) juga bingung kalau nentuin harga.

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Menentukan Harga
akuchichie photography

"Kalau saya mau difotoin produknya sama mbak Chichie kira-kira berapa?"
"Saya sedang membangun usaha, tapi saya ingin produknya punya foto yang bagus. Budget promosi saya tidak banyak tapi akan diusahakan"
"Apakah saya boleh mengirimkan produk yang nantinya jika tidak keberatan boleh di foto oleh mbak Chichie dan di masukan dalam instagram?"

Ini dia pertanyaan yang kadang bikin saya bingung sendiri, bahkan untuk teman-teman yang hobi foto juga sama kok. Kita sering banget sharing di grup tentang hal-hal seputar foto. Walaupun sebenarnya saya dan juga pasti teman-teman sudah memiliki rate sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuannya. Karena foto produk itu bukan asal jepret sudah, karena ada proses dibalik itu semua. 

Apalagi semenjak pandemi saya pun senang foto di rumah, ya iya masa foto keluar rumah gak mungkin ya. Hihihihihihiiii... Di rumah pun saya menerima jasa motret makanan atau produk, banyakan dari yang foto adalah saya kenal orang-orangnya. Tapi walau kenal juga bukan berarti bisa seenaknya ya, beruntungnya adalah teman-teman ini masih sopan dan beretika mintanya. 

Jadi untuk kamu yang sedang memulai atau lagi pada taraf bingung menentukan harga foto produk bisa juga memperhatikan hal-hal berikut nih:
  1. Ada teman yang profesi atau mata pencahariannya dari motret juga, jadi jangan memberikan harga seenaknya. Harga itu harus disesuaikan dengan hasil dan kemampuan kita, yang tau hasil foto kita bagus atau tidak adalah kita sendiri. 
  2. Investasi alat yang digunakan seperti kamera, bisa kamera dslr atau mirrorless atau kamera handphone. Untuk yang menggunakan kamera dslr atau mirrorless sudah ada investasi yang namanya lensa. Perlu diingat bahwa kamera kita juga memiliki shuttercount. Belum lagi kalau yang motretnya pakai artificial light.
  3. Pengalaman, setiap orang yang bisa fotografi tentu memiliki pengalaman bukan? Kita gak mungkin beli kamera langsung bisa jepret sebagus atau sekeren mas Roy Genggam atau Nicoline Patricia kan?
  4. Waktu, ini yang paling harus diingat bahwa motret makanan atau produk ada waktu yang kita keluarkan. Nyiapin dan beberes foto itu kadang lebih lama daripada motonya. 
  5. Properti foto yang digunakan, contohnya saya setiap motret pasti menggunakan alas foto dalam bentuk papan. Dan properti lain seperti peralatan makan atau properti lain yang mendukung.

Bedakan Harga Foto Sesuai Kebutuhan
akuchichie photography

Ada hal yang suka terlupakan kalau sedang menentukan harga, apakah foto kita hanya untuk media sosial semata? Ataukah bakal untuk alat promosi lain seperti brosur dan lainnya? Kadang ini juga suka luput dari teman-teman, ini juga kejadian disalah satu temanku yang fotonya cakep banget. Dia kira hanya untuk media sosial begitu gak berapa lama fotonya digunakan untuk sticker dan brosur. 

Ternyata ribet ya nentuin harga foto? Lah emang, ini yang suka bikin saya pusing juga. Saya selalu bertanya pada orang yang memberikan saya pekerjaan "apakah ini hanya digunakan untuk media sosial saja atau nantinya akan digunakan untuk promosi lainnya?". Bukannya sombong, kalau sudah gini kudu balik sama 5 point yang saya tulis diatas dong. 

Menentukan harga foto produk atau makanan ada aturannya dong dan perhatikan 2 hal ini ya:
  1. Foto yang digunakan hanya untuk promosi di media sosial seperti instagram, facebook dan twitter. Pastikan file yang diberikan ada size untuk media sosial ya bukan baliho loh.
  2. Foto kita dijadikan aset mereka, mulai untuk media sosial, promosi cetak seperti brosur dan lainnya, baliho dan media promosi digital.

Kalau Gak Mau Dibayar atau Sekedar Hobi?
akuchichie photography

akuchichie photography

Beda lagi nih urusannya kalau sudah menyangkut hobi atau gak mau dibayar misalnya, karena saya sendiri juga tidak semuanya dibayar kok. Balik lagi pada negosiasi awal dan untuk siapa fotonya, karena memang untuk yang hobi ya banyak. Alangkah baik jika semua enak komunikasinya dan etika saat meminta. 

Seperti saat pandemi Covid-19 ini saya juga menerima jasa foto produk tidak berbayar untuk makanan rumahan atau UMKM yang memang baru merintis atau memiliki media sosial tapi masih sedikit pengikutnya. Jadi cara yang paling ampuh adalah menampilkan foto produk atau makanan mereka sebagus mungkin. Karena tidak semua dari mereka memiliki alat untuk itukan, bukan mengecilkan tapi alangkah baik jika kita juga bisa membantu. 

Banyak juga diantara teman-teman saya pada sekarang ini memberikan jasa untuk mereka yang baru merintis usahanya di masa pandemi. Ini selain memang hobi motret juga ikut membantu mereka mempromosikan produknya. Jadi semua itu balik lagi tergantung diri kita dan dengan siapa kita bernegosiasi. 

Boleh dong kalau teman-teman juga punya saran atau tanggapan ya bisa share di kolom komentar. Atau mungkin ada yang mau difotoin produknya bisa langsung kontak ke email atau line saya ya. Lah malah promosi ini, hahahaha... Semoga ini sedikit membantu untuk meringankan beban dalam menentukan harga ya. 






35 komentar

  1. Aku malah gagal fokus sa foto-fotonya, selalu stand out!! Memang bikin bingung yah, menentukan harga foto. Tapi semuanya balik lagi pada kemampuan kita dan negosiasi yang tercipta. Tsaaahhh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuulllll... Karena kita juga memiliki investasi berupa kamera yang belinya jugakan penuh perhitungan.

      Hapus
  2. aku gagal fokus sama fotonya :) bagus bangetttt, kalau foto makanan begitu propertinya terjangkau nggak mbak? biasa beli di mana kalau boleh tahu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. harga properti foto untuk makanan beragam harganya. Aku biasa beli di properti foto di Decorprops, Keukenary, Elmoussa, Nuanza Porcelain, Sango, dan Supermarket kayak Ranch Market, Food Hall dan Hero.

      Hapus
  3. Kalau kita berbaik hati memotret produk untuk teman yang baru memulai UKM itu bagus ya. Ibarat sambil belajar mengasah kemapuan juga. Seiring berjalannya waktu, akan ada makin banyak orang melirik hasil foto kita, nanti bisa makin banyak orderan deh. Betul, jangan sembarangan ngasih harga, karena penghargaan usaha kita itu penting banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, karena kalau aku sendiri balik lagi "ada teman-teman yang mencari penghasilan dari motret makanan atau produk"

      Hapus
  4. Foto-fotonya keren banget Mbak Chie, iya zonk banget deh kalau harga yang kita kasih untuk di medsos tahunya mereka cetak juga untuk brosur dan banner...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak Dew, iya karena memang harus diperhatikan betul-betul ini dalam memberikan harga

      Hapus
  5. Aku mah belajar styling dulu deh dari postingan ini. Belajar properti juga apa aja yang simple dan mudah didapat dirumah. Soal tarif foto nanti dulu, masih cere hhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa... betul kak, semangat terus ya untuk belajar

      Hapus
  6. Menentukan harga photo untuk sebuah produk memang suka bingung, ya. Karena peralatan yang digunakan juga butuh perawatan. Selain itu perlengkapannya rempong daripada motretnya.

    Kalau Mba Chichie ini mah dah bagus banget hasil fotonya, bisalah mungkin tarifnya cukup tinggi. Tapi kalau memang sebuah hoby kadang kita juga gak mau dibayar.

    BalasHapus
  7. Ya ampun cakep amat ih mbak hasil fotonya.

    Sayangnya, sampai sekarang, masih ada aja yang usahanya udah besar tapi selalu minta dipotret gratisan. Hiks.

    BalasHapus
  8. master nih yang berbicara tentang food photography, hasil fotonya bagus semua, clean, dan gak pernah jelek

    BalasHapus
  9. cakep cakp semua ini foto makanannnyaaa hihihi, dalam kondisi pandemic kaya emang lagi banyak pelaku usaha makanan yang minta fotoin makanan yaaa, aku sendiri punya IG khusus food dan selama pandemic ini ngasih free ke semua pelaku usaha makanan hihihi

    BalasHapus
  10. Foto foto makanannya cakep banget mbaaa! Kadang-kadang bikin kesel kalo ada yang minta difotoin makanan atau produk tp minta gratis. Wkwk

    BalasHapus
  11. Aaaah kok sehati Chie... ini aku juga lagi mulai foto foto makanan karena suka tiba tiba ada yang ngirim makanan. Lalu mulai kalap beli perlengkapan yang ternyata harganya lumayan ya. Soal beberes juga bener banget hahaha. kadang leboh lama dari fotonya.

    BalasHapus
  12. Aku ngiler di ciloknya. Emang ya kalo dah dipegang food fotografer, makanan sereceh apapun jadi kelihatan lezat banget. Aku tu salut gimana bisa food fotografer motoin makanan tanpa ngiler. ��

    BalasHapus
  13. Duh foto-fotonya terlihat "hidup", maksudnya dengan melihat fotonya saja bisa membayaangkan kelezatan yang menggiurkan. Ada beberapa poin yang serupa dengan postingan di blog ya mbak, untuk jenis postingan yang sifatnya publikasi/promosi, tidak selalu saya buat karena deal berbayar. Ada beberapa S&K, meski sebuah tulisan bersifat komersil tapi behind the scene tulisan tersebut saya buat for free

    BalasHapus
  14. Kalau sudah masuk profesi memang harus diperhatikan baik-baik untuk urusan harga foto ya, mba. Tapi sebagai hobi pun bisa saja ya tergantung diri sendiri mau seperti apa dan bagaimananya. Asalkan sesuai saja dengan kemampuan.

    BalasHapus
  15. foto yang terakhir sih bikin aku speechless kak, warna dan angle pengambilan gambarnya just perfect:)

    BalasHapus
  16. aku suka semua hasil jepretan mbak chiechie, enak dipandang. kebayang banget alat tempur dan skillnya kayak gimana.

    BalasHapus
  17. Untuk bidang apapun, bikin rate card emang suka dilematis ya kak. Aku suka hasil fotonya kakak deh cakep2 semua. sukses selalu kak ♥️

    BalasHapus
  18. Luar biasa hasil jepretanmu Chie, selalu bikin takjub dan suka.
    Bening, pas, komposisinya juga ciamik keren pokoknya . Subuh-subuh liat beginian ngeces banget akaka
    sukses terus ya Chie usaha fotonya, aku aja yang bagian produksi craft juga kadang suka ragu menentukan harga

    BalasHapus
  19. Hasil fotonya keren2 bgt kak. Clear sekali. Pasti worth it ya kalau pakai jasanya kak Chichie��, gak akan nyesel.

    BalasHapus
  20. Iya nih Mba perlu banget juga fotografernya menginfokan harga untuk foto medsos itu sensiri, eflye atau brosur sendiri. Atau ada paketnya juga

    BalasHapus
  21. keren banget ka hasil jepretannya, tipsnya sangat bermanfaat ya, pasti bingung juga ya nentuin harga gitu, at least dengan tipsnya nanti bisa kita hitung-hitung sendiri biaya per photo berapa

    BalasHapus
  22. Foto-fotonya cakep banget, Mbaaaakkkk. ❤❤
    Emang yaahh kalo ngelakuin sesuatu berdasarkan rasa cinta, hobi yang tersalurkan, dan.... yaahh... emang suka aja gitu, hasilnya pasti bagus, ciamik!

    BalasHapus
  23. untuk yang memang ingin serius dan pro di bidang food photography, semua aspek memang harus dipertimbangkan ya mba. apalagi ada skills tertentu yang dioakai dalam hal ini

    BalasHapus
  24. Makanannya semuanya menggoda setelah difoto, itu ciloknya bikin hemmm tempat propertimu komplit banget ya Chie
    salut sama food fotografer itu, kan dia PRnya harus menggoda fotonya kalau orang melihat ya

    BalasHapus
  25. Aku selalu kagum mba dengan orang yang bisa motret dengan bagus. Foto makanan dengan segala pernak perniknya, angle pengambilan foto, bikin makanan jadi menarik sekali deh. Harus dihargai kemampuan untuk mencapai level itu kan.

    BalasHapus
  26. Fans kak Chiiee...
    Fotonya selalu indah dan enak dipandang berlama-lama (lalu ngileerrr, hahhaa...soalnya yang di foto objeknya pas makanan).

    Aku kalau dimintain tolong temen kasih testi yaa...aku foto semampuku.
    Tapi gak bertarif karena seneng aja bisa nyobain produk temen yang pertama.

    BalasHapus
  27. Duhh ft makanannya cakep bgd. Aku tertarik bgd buat ft makanan cm kurang pinter buat prep

    BalasHapus
  28. hasil fotonya Kak Cici bagus banget nih jadi sangat menarik banget apalagi makanannya jadi kelihatan wow gitu Aku suka deh keren

    BalasHapus
  29. wah emang cakep2 hasil food fotography dari mba yak.. seandainya deket boleh dong belajar bareng buat foto2 mba hhi eny juga mau kok kadang fotoin produk usaha temen sekalian bantu secara g langsung hhi

    BalasHapus
  30. Wah penting banget nih mak buat para freelancer di bidang fotografi, terutama yg spesifik nawarin jasa foto produk dan makanan. Masalah lighting udah pasti yang utama. Masih belajar juga sampe sekarang krn terus terang tricky banget!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.