Nice to meet you!

Holla... Saya Chichie, penggemar hot latte dan americano. Hobinya nenteng kamera karena setiap jepretan adalah cerita yang indah. Indonesian Lifestyle Blogger and love travelling.
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

What Read Next

Begini Cara Mengolah Daging Yang Benar

mengolah daging untuk menu di rumah


"Mau masak apa ya hari ini?"
"Enaknya daging sapi dibikin apa ya?"
"Nyontek resep dulu ah"

Ini tuh saya banget deh, mungkin karena pandemi juga ya dan lebih sering masak di rumah jadi kadang suka mati gaya gitu mau menentukan menu makanan di rumah. Ada yang mengalami hal serupa? Belum lagi kalau bertepatan dengan hari raya ya, kadang suka bosan dengan menu yang itu-itu saja. 

Kadang lihat resep juga belum tentu itu dieksekusi nanti endingnya bisa masak menu yang lain, hahahaa... Makanya pak suami gak pernah nanya masak apa, dia menyerahkan urusan dapur sepenuhnya sama saya dan gak pernah komplain. Karena menurut dia apa yang aku rencanakan malam hari biasanya gak sama dengan hasil esokannya, ini emang benar sih. 

Buat yang minggu lalu ikutan live instagramnya @emak2blogger pasti tau dong ya kalau saya live bareng dengan mbak Joanita Ary. Jadi tulisan ini saya bikin karena ada beberapa tips yang kemarin didapatkan saat live belum pernah saya praktekan di rumah. 

Mengenal Joanita Ary, Praktisi Makanan Sehat
Joanita Ary

Sebanarnya saya dan mbak Joanita Ary ini bertemu pertama kali saat acara klien disuatu Coffee Shop daerah Ahmad Dahlan Jakarta Selatan. Saat itu mbak Ary (panggilan akrab saya ke beliau) sebagai salah satu nara sumber Praktisi Makanan Sehat. Selain itu juga mbak Ary mengikuti komunitas yang sama dengan saya, UploadKompakan. 

Surprisenya lagi waktu menjelang Hari Raya Idul Fitri kemarin itu pak suami dapat kiriman makanan dari salah satu anak media. Pas saya yang terima dan melihat namanya kok seperti familiar sekali ya, ternyata benar ini mbak Ary yang saya kenal. Senang banget dong waktu dapat kirimannya karena saya suka dengan salad buahnya mbak Ary. 

Mbak Ary ini memang hobi banget masak, kalau lihat feed instagramnya pasti bikin ngiler deh karena semuanya yang dia posting itu bikin kita pengen nyaplok kalau kata anak instagram sih bahasanya "ilerable" hahahahaa... 

Saat ini pun mbak Ary masih aktif bekerja disalah satu media massa di Jakarta, dan saya pun mengenal beberapa teman-teman mbak Ary juga. Selain itu mbak Ary ini juga masih suka mengulik rese-resep makanan, smoothies, juice dan lainnya. 

Memulai Dengan Makanan Sehat
Sempat menanyakan juga ke mbak Ary, kenapa sih dia tertarik dengan makanan sehat ini apalagi mengingat dia juga merupa wanita kantoran yang kadang orang berfikir pasti suka gak ada waktu untuk itu. Ternyata ketertarikannya itu dimulai dari 5 tahun lalu karena dia mengalami peningkatan berat badan yang cukup bikin kaget menurutnya. Lebih kagetnya waktu mau pakai seragam kantor ngancingin bajunya tuh susah banget, bahkan harus tarik nafas dahulu.

Ikutan daftar catering diet yang terkenal di Jakarta pada saat itu tapi harus antri dan baru dapat slot lagi itu 2 bulan berikutnya. Kebayang ini paniknya orang mau diet cepat disuruh waiting list, bete sih pasti. Sepertinya ini catering yang sama dengan saya ikuti waktu itu deh. Tapi mbak Ary gak putus asa, sambil menunggu antrian catering dia mencoba makanan diet sendiri. Saat itu yang sedang booming banget itu diet mayo. 

Mbak Ary selalu mengunggah menu dietnya di media sosial dan itu membuat banyak teman-temannya tertarik dan ingin memesan. Jadi dari sinilah asal mula kenapa mbak Ary ini senang sekalu menyiapkan menu-menu makanan sehat. Sampai dengan hari ini pun beliau juga masih menerima pesanan makanan sehat. 

Tapi bukan berarti makanan sehat itu kita jadi terbatas makannya ya, karena semuanya jika dimakan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita dan tidak berlebih saya kita aman. Termasuk bagaimana mengolah menu daging untuk hidangan di rumah tanpa rasa takut dihantui "kolesterol berlebih". 

Tips & Trik Mengolah Daging Ala Joanita Ary
Tentunya menu daging-dagingan ini sangat disukai oleh semua kalangan, jadi gimana sih agar kita tetap aman mengonsumsi daging tanpa harus dihantui rasa takut. Takut disini tuh maksudnya lemak berlebih, kolesterol naik, dan sebagainya. Ternyata itu semua ada tips dan triknya loh, seperti berikut ini:
  1. Cuci bersih daging yang kita punya dengan air mineral bukan air air keran ya, kenapa harus dengan air mineral? Karena untuk menghindari bakteri pada daging yang kita punya, karena biasanya kita gak akan masak sekaligus daging yang kita punya kecuali memang sudah berencana masak besar. Daging yang tidak masak bisa langsung disimpan ke dalam freezer jadi sudah dalam keadaan bersih saat disimpan. 
  2. Gunakan metode memasak dengan cara, mengukus atau merebus atau memanggang. Metode memasak tersebut dinilai sangat sehat sekaligus mampu mempertahankan nutrisi dalam daging. 
  3. Singkirkan semua lapisan lemak pada daing sebelum mengolahnya.
  4. Salah satu cara untuk menghilangkan aroma daging kambing bisa dengan meremas-remas potongan timun ke daging, lalu bersihkan dengan lap kering sebelum lanjut dibuat masakan.
  5. Untuk proses masak yang lebih cepat empuk, bisa dengan merendam potongan daging ke dalam parutan nanas sebelum daging tersebut diolah. Karena buah nanas adalah sumber bromelain, yakni enzim yan dapat memecah protein.
mengolah daging


Setiap masak olahan daging, ada gak sih anggota keluarga di rumah yang susah makan daging? Apalagi begitu lihat bentukan menunya? Ini anakku kalau lihat hidangan daging gak menarik dia gak bakal mau makan, jadi selama ini selalu menyiasati cara penyajiannya. 

Kalau kata mbak Ary, mengolah daging ini bisa divariasikan sesuai dengan kebutuhannya, contohnya jika ada anak-anak dalam keluarga bisa membuat beberapa menu olahan daging seperti bola-bola daging menggunakan bumbu tongseng misalnya. Ini untuk membuat anak tertarik menikmatinya, tapi sebenarnya ini juga bisa dilakukan untuk membuat variasi menu makanan di rumah juga. 

Dalam mempersiapkan menu olahan daging untuk makan bersama keluarga takarannya dan bumbunya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga masing-masing. Karena setiap masing-masing menu yang dibuat itu tergantung dari apa yang akan disajikan. 

Untuk beberapa keluarga pasti juga ada yang memiliki anggota keluarganya tidak bisa mengonsumsi makanan yang bersantan karena misal memiliki penyakit tertentu. Tapi pengen banget bisa menikmati gulai kambing, gulai sapi atau opor ayam dan lainnya yang menggunakan santan. Santan ini bisa juga diganti dengan menggunakan susu, nah kalau ini saya memang selalu menggunakannya untuk masak soto betawi, gulai dan opor ayam. 

Susu apa saja yang bisa mengganti santan? Pilih susu yang tidak mengandung gula, plain. Selain itu menurut mbak Ary juga bisa menggunakan susu kedelai, susu almond. Tapi gimana kalau gak suka susu? Bisa juga masak tanpa santan-santan tadi dan buat menu bakaran dengan menggunakan rawit dan pete. Bisa dibuat oseng-oseng mercon atau pepes daging sapi cincang atau kalau mau yang berkuah bisa buat sup daging. 

Biar makan dagingnya gak bablas, jangan lupa selalu menyelipkan sayuran (kalau bisa sayuran mentah seperti kol, selada, timun, kemangi dan lainnya) pada setiap kita menyantap menu-menu perdagingan. Ini jadi mengingatkanku dengan masakan Korea yang selalu menyediakan selada disetiap menyunyah daging. 

Penting banget nih kalau yang habis melakukan pesta makan daging saat Idul Adha, yaitu dengan minum teh hijau hangat tanpa gula ya buibuk. Karena salah satu manfaat teh hijau adalah membersihkan pencernaan kita dari lemak-lamak tak jenuh dari sisa makanan tadi, Jangan pakai Sunlight ya, karena itu untuk membersihkan lemak membandel di piring makanan. 

Biasakan setelah mengonsumsi daging yang cukup lumayan itu dengan detox selama 1-3 hari saja dengan cara mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan air mineral saja selama detox berlangsung. Nah, buat teman-teman yang habis pesta dading kemarin sudah melakukan detox belum? Kalau belum bisa dicoba ya setelah membaca blogpostku ini. 

Komentar

  1. Pas banget ada daging di rumah jadi nggak binggung mau mengolahnya seperti apa. Heheh. Oh aku baru tahu bersihkan dagingnya pakai air mineral ya bukan air keran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mak Alida, aku pun selama ini pakai keran loh jadi kemarin dapat pencerahan juga tentang membersihkan daging.

      Hapus
  2. Whoaaa, ternyata begini tho rahasianya.
    Langsung catat dan praktekkan kalo dapat daging lagi hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, aku pun baru tau nih beberapa tekniknya ternyata lebih mudah.

      Hapus
  3. waa terima kasih untuk tips dan sharingnyaa pas banget nih kemaren ada yang ngasih daging dan masih belum tau mau diapain jugaaa, beum perlalu paham mengolah dagong akunyaa, biasanya masak yang gampang2 kaya sayur tumis gitu hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama yang penting cara mengolahnya biar daging berasa empuk dan juga aman dikonsumsi

      Hapus
  4. Setau aku malah daging yang sudah diolah kalau dari supermarket ya, itu engga perlu dicuci lagi karena justru menghilangkan saripati mineral dan vitaminnya? kalau sudah higienis ya beda kalau dari pasar heehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalau dari supermarket rata-rata memang sudah dibersihkan.

      Hapus
  5. Pas banget! Aku sama sekali belum masak daging. Orang rumah sering masak dengan direbus. Jarang banget bakar-bakaran

    BalasHapus
  6. Saya pun di rumah sebisa mungkin menyajikan olahan daging dengan sayuran hijau mba.
    Satu rumah suka banget makan daging. Dan semuanya gak ada yang bosen. Makanya aku pun jadi semangat untuk masaknya. Beberapa tips di atas sudah aku ikuti mba, cuma mencuci pake air mineral yang aku baru tau. Thanks mba insight nya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun mengusahakan banget kalau ada menu daging harus diimbangi dengan makan sayur juga.

      Hapus
  7. Wooowwww aku baru tau loh kalau mencuci daging itu ternyata mesti menggunakan air mineral, bukan air keran. Selama ini salah dong aku yach hihihihihi :D Btw iya sih lemak daging aku juga ga doyan, memang selalu disingkirkan. Merebus daging menjadi sayur sop atau semur atau gulai itu paling cucok. Hhmm....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga biasanya air keran mbak, ini pas kemarin dapat pencerahan dari mbak Ary.

      Hapus
  8. Saya selalu menyingkirkan lemak pada daging. Cuma mencucinya nggak pakai air mineral. Kudu memperhatikan tips ini deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kadang aku kalau bakaran malah gak aku singkirkan hahahahaa

      Hapus
  9. Oalah ini nih saya yang salah. Selama ini cucinya tuh pakai air keran. Ternyata harus pakai air mineral yaa. Sama itu tuh, saya baru tahu tentang penggunaan potongan timun untuk menghilangkan aroma daging kambing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun juga masih mencuci dengan air keran tapi memang untuk beberapa kadang dengan air mineral

      Hapus
  10. Mantap nih mbak Ary.
    Kelebihan berat badan akhirnya memotivasinya untuk bikin makanam sehat da jadi chef handal.

    BalasHapus
  11. Ooh jadi cuci bersih daging yang kita punya dengan air mineral bukan air air keran ya karena dengan air mineral bisa lebih melindungi dari bakteri ... sip, terima kasih, Mbak.

    BalasHapus
  12. pernah dengar sih mba ttg bagaimana seharusnya mencuci daging yang benar tapi saya sendiri memang biasanya mencuci daging hanya saat akan saya masak, begitu beli langsung dibungkus rapat masuk freezer hehehee

    BalasHapus
  13. Baru tau deh buat ilangin bau kambing pakai di timun yg direas2 ke daging. Memang kadang kan org ada yg ga suka bau daging ya. Soalnya kalau ga pintar motongnya ya dagingnya suka bau banget.

    BalasHapus
  14. Wah pas banget habis idul adha dan dapat daging banyak terus dapat tips mengolah daging....beberapa hari lalu aku nyoba masak kare daging kambing juga ga pakai santai melainkan yogurt dan susu plain, ternyata rasanya juga ga jauh beda dengan yang santan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba share resep karenya, aku jadi tertarik pengen nyoba bikin kare deh.

      Hapus
  15. Ooh ternyata mencuci daging sebaiknya pakai air mineral ya, bukan air keran. Aku biasanya pakai air keran kalau mencuci daging. Untuk penyimpanan daging, aku agak bingung, dibersihkan dulu baru masuk freezer atau langsung masuk freezer saja, dibersihkan kalau mau diolah? Kalau daging ayam, biasanya aku bersihkan dulu baru masuk freezer.

    BalasHapus
  16. Aku belum mendetox diri habis makan daging. Tapi manfaat dr sayur mentah gt apa ya kak ? Banyak masakan korea kalau daging selalu ada selada gitu.

    BalasHapus
  17. Ini jadi reminder banget buat aku mba, tepatny abuat suami sih yg suka banget mengkomsumsi daging...Jadi perlu detoks ya antara 1 - 3 hari, notedd

    BalasHapus
  18. Sayangnya aku uda vegetarian, jadi gak makan daging-daging lagi hehe... 5 tahun sbelumnya juga aku uda stop daging merah 🙈

    BalasHapus
  19. Tahun ini aku justru mengurangi konsumsi daging, jadi aku bagikan tuh jatah dari masjid.
    Nah, aku baru tahu kalo mencuci daging lebih baik pakai air mineral, noted. Makasih sharing nyaa yaa

    BalasHapus
  20. Mantap..
    Tips yg menarik dan bermanfaat..
    Pas buat skrg yg lagi banyak daging di rumah

    BalasHapus
  21. sebagai orang yang baru belajar masak tentunya cara mengolah dan membersihkan daging ini sangat bermanfaat sekali buat saya Mba Chi, izin save artikelnya ya mba

    BalasHapus
  22. nah aku malesnya makan daging karena detoxnya lama mbaa hahaha tapi tetap saja tergoda. Thanks for all the info aaa

    BalasHapus
  23. AKu jadi ingat...kalau Hari Raya Besar begini, makan daging melulu.
    Nuhun, kak Chie diingatkan untuk tetap sehat dengan minum teh hijau.
    Cuuss langsung bikin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aah...ini niih..penyebab kenapa daging lebih mudah busuk yaa, kak Chie.
      Ternyata aku membersihkannya menggunakan air keran.
      heuuheu~

      Alhamdulillah,
      Dapat jawaban dari tulisan kak Chie.

      Hapus
  24. Yang aku tahu selama ini daging ga boleh dicuci pakai air, mbak. Hahaha ternyata bisa ya dicuci dengan air keran

    BalasHapus
  25. Ternyata aku pun juga masih keliru soal mengolah daging.
    Dan ternyata baiknya konsumsi sayuran hijau juga ya mba, jadi walaupun makan makanan berlemak tetap dapat sehatnya dari sayuran yang kita konsumsi.

    BalasHapus
  26. Wah, ternyata harus dicuci dulu ya baru disimpan. Aku taunya untuk perdagangan, jangan dicuci dulu kl mau disimpan. Baru kalo mau dimasak, dicuci.

    Sebel juga ya mau diet disuruh nunggu 2 bulan ahaha

    BalasHapus
  27. Waaah terima kasih tipsnya Mbak, kebetulan daging kurban masih banyak nih di kulkas jadi bisa mengikuti tips di atas.

    BalasHapus
  28. yess, i am agree with your blogpost. after eat meat, i am still stock Fruit, vegetable. So if i am cooking Meat and do ready vegetable.

    BalasHapus
  29. Aku udah melakukan tips diatas Juga mba chief, justru Aku baru Tau kalo makan daging saat Idul Adha, dengan minum teh hijau hangat tanpa gula biasanya Aku pkai air hangat lemon

    BalasHapus
  30. saat lebaran haji kemarin cuma bantuin nyokap mengolah daging menjadi kari dan gulai, trus makannya dengan roti canai. tips cara mengolah daging ini bisa dipraktikkan juga ya. terima kasih

    BalasHapus
  31. makan daging sate diselipin ama selada biar kayak Korea-korea itu malah menyehatkan ya Chie
    makasih tipsnya, masak daging emagn ngak bisa sembarangan

    BalasHapus
  32. Seperti anak saya, kalau penampakan daging tidak menarik, dia ga mau makan. Hehehe
    Perlu banyak belajar soal penyajiannya nih

    BalasHapus
  33. Baru tau nih ttg memasak daging kambing diremes2 ke timun dulu. Biasanya aku remes2nya sama nanas. Hehe. Coba ah entar

    BalasHapus
  34. Aku kok ga pernah mencuci daging ya mba, soalnya pernah baca tutorial sebaiknya daging tidak dicuci ketika disimpan di lemari pendingin. Jadi bingung hehehe...

    Sama nih, aku juga pake nanas untuk mengempukkan daging dengan cepat. Kemarin pas Idul Adha sudah bikin rawon dan empal nih dari daging kurban yang dibagikan oleh mushola depan rumah. Ga begitu suka sate daging merah soalnya.

    BalasHapus
  35. Yahh aku salah dong yah. Udh 2x lebaran ini aku Qlo punya daging gak pernah di cuci dulu. Lgsg masuk in frezer aja. Ps mau di olah baru di cuci. Aman gk yah Mba ?

    BalasHapus
  36. Saya kemarin baru aja bikin soto betawi. Akhir-akhir ini, saya memang mengganti santan dengan susu kalau untuk olahan daging. Rasanya juga jadi lebih enak

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir ke personal blog saya, mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *