Hallo!

Saya Chichie, penggemar hot latte dan es kopi susu. Lifestyle blogger, food & product photographer. Happy wife and mother from The Hariyanto's Family. Part of UploadKompakan, bulur Kompakers Bekasi.
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

What Read Next

Kisah Tiga Anak Remaja Tumbuh Bersama Tanpa Ikatan Darah


Setelah beberapa lalu selesai nonton Go Go Squid yang para pemainnya ganteng-ganteng banget itu, eh kemarin dikasih rekomendasi untuk nonton drama China berjudul Go Ahead. Apalagi yang ngasih tau temanku waktu ngantor di media dulu, jadilah penasaran. Awalnya dia komen dikolom facebook dan bilang kalau di drama Go Ahead banyak banget nilai-nilai kehidupan yan bisa dipelajari. 

Tapi nih ya sejauh nonton drama China emang bagus-bagus sih dan selalu banyak yang bisa diambil. Ditambah lagi emang gak mencla-mencle ceritanya, alurnya bagus dan banyak pesan yang disampaikan juga. Lah... Ini kenapa sekarang saya jadi suka nontonin drama sih? Oke kali ini mau nulis tentang Go Ahead, btw kemarin saya nontonnya di WeTV.


Judul Drama: Go Ahead (以家人之名)

Penulis: Wang Xiong Cheng
Sutradara: Ding Zi Guang

Actor's
Seven Tan as Li Jian Jian
Song Wei Long as Ling Xiao
Steven Zhang as He Zi Qiu
Tu Song Yan as Li Hai Chao
Zhang Xi Lin as Ling He Ping

Genre: Comedy Romance
Episode: 40 
Network: Hunan TV, iQiyi, Mango TV

Kalau nonton awalnya tuh lucu banget waktu lihat Li Jian Jian masih kecil karena selain dia lucu, gemesin dan juga centil sama Ling Xiao. Li Jian Jian senang sekali waktu tau bakalan ada teman main yang seumuran dan tinggal persis diatas rumahnya. Ling Xiao yang sering duduk diluar karena malas mendengar pertengkaran ayah dan ibunya, selalu dibawa ke rumah oleh ayah Li Jian Jian, Li Hai Chao. 

Li Hai Chao berkenalan dengan seorang wanita yang tidak lain ibu dari He Zi Qiu, pada akhirnya ibunya meninggalkan He Zi Qiu. Li Hai Chao tak tega melihat He Zi Qiu hidup di kampung bersama neneknya dan membawanya ikut tinggal bersamanya dan Li Jian Jian.



Gemes banget gak sih lihat mereka kecilnya? Apalagi Li Jian Jian yang galak dan selalu membela kakaknya Ling Xiao. Sementara He Zi Qiu juga tak kalah menggemaskan. Mereka bertiga akhirnya tinggal dalam satu rumah tanpa ikatan darah. Namun kekuatan kasih sayang mereka seperti saudara kandung. 


Mereka bertiga dibesarkan oleh Li Hai Chao yang merupakan ayah Li Jian Jian dan Ling He Ping ayah dari Ling Xiao. Ibunya Ling Xiao pergi meninggalkan rumah karena sering bertengkah dengan ayahnya dan selalu menyalahkan Ling Xiao sebagai penyebab kepergian adiknya. 


Tumbuh sebagai remaja dan memiliki pengalam bersama untuk mejadi keluarga terbaik yang mereka bisa untuk satu sama lain. Mereka tumbuh dalam rumah tangga yang disfungsional membuat mereka seperti keluarga. Karena mereka merindukan cinta yang tidak dapat mereka temukan di rumah. 



Ling Xiao merupakan kakak tertua mereka, kakak kedua He Zi Qiu dan anak bungsunya Li Jian Jian. Ini membuat Li Jian Jian senang karena memiliki dua sekaligus kakak laki-laki. Mereka tumbuh bersama, mengalami banyak kegembiraan hidup dan juga perselisihan saat mereka saling mendukung jalan yang dipilih.


Li Jian Jian sangat sedih saat mengetahui kedua kakak laki-lakinya akan kembali ke keluarga asal mereka dan meneruskan sekolah ditempat masing-masing. Tak terasa waktu terus berjalan hingga akhirnya He Zi Qiu kembali lebih dulu dan disusul oleh Ling Xiao. 


Akhirnya mereka dipersatukan kembali setelah sekian lama terpisahkan, tentu ini membuat Li Jian Jian, Li Hai Chao dan Ling He Ping senang karena anak mereka akan bersatu kembali. Tapi sekembalinya mereka tidak tinggal lagi di rumah lama mereka dulu.


Li Jian Jian tinggal bersama kedua temannya, Qi Ming Yue dan Tang Can di apartemen. Ternyata saat Ling Xiao kembali dia sudah menghubungi Qi Ming Yue dan minta dicarikan tempat tinggal berdekatan dengan Li Jian Jian, akhirnya Ling Xiao dan He Zi Qiu tinggal satu apartemen. 


Efek dari luka pengasuhan masa kecil mereka oleh ibu kandung mereka, Ling Xiao dan He Zi Qiu membuat mereka selalu terbayang dengan rasa sakit hati itu. Disaat mereka dewasa sekarang ini mereka terus berjuang agar mereka bisa terus hidup lebih baik dan mengobati luka masa lalu mereka. 



Waktu melihat mereka hidup bersama dengan segala aktivitas dan pekerjaan yang mereka jalani, mereka selalu gembira dan tidak pernah melupakan masa kecilnya di rumah lama mereka bersama ayah mereka Li Hai Chao dan Ling He Ping. 

Di drama ini emang yang paling bikin kesel itu ibu kandungnya Ling Xiao, namanya juga drama ya pasti selalu ada aja yang ngeselinnya. Sementara ibu kandung He Zi Qiu juga sama saja, bahkan mau melupakan He Zi Qiu. Beneran deh Go Ahead emang bisa banget bikin saya berlinang air mata tanpa sadar.  

Dengan berjalannya waktu, akhirnya Ling Xiao jatuh hati sama Li Jian Jian sementara mereka berdua merahasiakan ini dari He Zi Qiu. Ibu kandung Ling Xiao yang tinggal di Singapore mendadak kembali dan mencari tempat tinggal dekat Ling Xiao. Saat mengetahui bahwa anaknya jatuh hati dengan Li Jian Jian, tentu ini tak membuat Chen Ting ibu kandung Ling Xiao tinggal diam. 

Chen Ting tidak menyukai Li Jian Jian bahkan tak segan-segan memperlihatkan sikap ketidaksukaannya, begitu juga dengan adik perempuan Ling Xiao. Tapi ini pun tidak membuat Ling Xiao patah semangat untuk mempertahankan hubungannya dengan Li Jian Jian. Walau emang bisa ketebak sih awalnya bakalan ada yang jatuh cinta Li Jian Jian. 

Dari Go Ahead ini kita bisa belajar bahwa luka masa kecil dan juga salah pengasuhan itu bisa berdampak pada pertumbahan anak dan juga emosionalnya. Karena bagaimanapun luka itu akan terus membayangi mereka saat dewasa. Beruntung He Zi Qiu dan Ling Xiao bertemu Li Jian Jian dan menjadi keluarga yang tumbuh dengan penuh kasih sayang walau tidak sedarah. 


Komentar

  1. Dalam kehidupan nyata ada juga Mbak kisah yang mirip seperti ini. Kebetulan saya mengenalnya. Si ibu meninggalkan anaknya, akhirnya dibesarkan oleh paman yang memiliki anak angkat. Akhirnya jadi kayak saudara beneran meskipun tanpa hubungan darah. Memang benar sih, luka pengasuhan itu efeknya luar biasa. Bahkan bisa sampai generasi berikutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih dalam kehidupan nyata pun ini ada tapi memang bener sih luka pengasuhan masa kecil itu membekas banget.

      Hapus
  2. Benar banget luka pengasuhan masa kecil mereka oleh ibu kandung. Bahkan topik ini jadi ide film ya. Pelajaran banget bagi kita sebagai ibu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa drama dari Tiongkok ini ceritanya tuh bagus-bagus banget dan emang banyak sekali yang bisa jadi pelajaran kita.

      Hapus
  3. Whoaaa, ini ide dan plotnya super menarik.
    Yg main juga karakternya kuat ya.
    Bisa ditonton niiihh

    BalasHapus
  4. Aku inget duluuuu pernah nonton drakor yang kakak dan adik ternyata ga sedarah, lalu jatuh cinta. AKhirnya sih agak tragis ya, perempuannya sakit tapi lakinya tetap sedia menggendongnya. Kayaknya bahagia tapi sedih juga. Ada kisah pengasuhan anak yang mungkin belum benar di cerita ini. Perlakuan ibu dan bapaknya berbeda pada anak2nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini tuh kalau gak salah judul drama Endless Love deh mbak, bener gak sih?

      Hapus
  5. ahaaa, yang pemain kecil-kecilnya cakep ya, gedenya juga...Tema yang diangkat menarik, benar-benar pola asuh dan gimana luka yang pernah dialami saat kecil bisa kebawa sampai dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. gemes banget aku sama peran mereka waktu kecil, cobain deh nonton si Go Ahead

      Hapus
  6. Aku belum nonton drama ini padahal suka Song Wei Long. Lagi milih drama yang gak panjang. 40 episode kan lumayan tuh. Btw, aku kadang lihat videonya dan ngakak banget waktu yang cewek bilang dia haid. Secara ya semua orang di rumah itu laki-laki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pertama kali aku nonton si Song Wei Long di GO Ahead tapi memang bagus banget sih GO Ahead ini dan wajib nonton.

      Hapus
  7. Luka batin bisa lama banget ya penyembuhannya. Jadi harus hati-hati juga kalau begini. Pemainnya cakep semuanya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mak Chy karena ada juga temanku yang seperti ini dan sampai sekarang dia gak akur sama ibunya.

      Hapus
  8. Dari sebuah drama kita gak cuma mengambil hiburannya tapi juga ada hikmah di dalamnya ya. Luka masa kecil kadang terbawa hingga dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Lid, ah kalau nonton drama bisa bablas deh aku. Heheheee

      Hapus
  9. Pantes anda anteng dirumah ya....stok film china yang bagus-bagus ini sudah menemani anda dirumah, ini rahasianya wkwkwkw. We TV bayar ga kaka...hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dong makanya aku anteng, mon maap nih semua layanan tv dramaku berbayar dong karena gak mau ada iklan dan mau yang lebih dulu dapat updatenya wakakakakaa

      Hapus
  10. Pelajaran banget buat aku sbg ortu, apalagi anakku juga 1 cewek 2 cowok, berusaha banget gak menanamkan luka di masa kecilnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun mbak, walau cuma 1 dan emang selalu menjaga perasaan dia banget jangan sampai kita melukai karena bisa membekas terus.

      Hapus
  11. Aaah ini cuman segini aja? Konfliknya di manakah?

    Btw suka banget sama aktor-aktornya yang cute!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa... sebenarnya cerita ini lebih menceritakan luka pengasuhan di masa kecil

      Hapus
  12. Eh kirain tadi pilem KOrea, ternyata pilem Cina :D
    Eh tapi ketiga karakternya tumbuh jadi anak baik2 semua ya? Walau mereka sebenarnya membawa luka masa lalu, apa tu istilahnya? Inner childnya yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakaa... iya kak, ini drama dari Tiongkok dan emang bagus banget ceritanya deh.

      Hapus
  13. Pesan moralnya dalem banget nih... Jadi pelajaran ya untuk para orang tua agar hati-hati dalam mengasuh anak karena terbawa sampai dewasa...

    BalasHapus
  14. Wah ini banyak nilai nilai parentingnya ya mbak..
    Benar sekali, pengasuhan saat kecil akan berpengaruh saat dewasa

    BalasHapus
  15. Drama China kadang mirip dengan drama Korea. Banyak nilai moral yang bisa kita petik dari jalan ceritanya. Sepertinya saya jadi penasaran dengan drama Go Ahead ini, jalan ceritanya menarik.

    BalasHapus
  16. Iya gemesin banget nih dari fotonya aja kelihatan, dari senyumnya, sorot matanya.
    Aku nggak pernah tahu dengan kisah nyata yang ada di lingkunganku, tapi misal nonton film ini kayaknya bakal nangis deh. Luka ditinggalkan ibu tentu bikin sedih.

    BalasHapus
  17. Ih, aku udah lama banget deh gak nonton chinese drama. Ini kayaknya seru deh. Nyari ah, mumpung waktu lagi lowong. Pemain-pemainnya beneran bikin gemes deh :D

    BalasHapus
  18. Chinese drama itu punya feel sendiri ya. Aku suka tema tema persahabatan kaya gini. Karena dulu inget punya sahabat dekat banget jaman kuliah. Kayanya tiada Hari tanpa keseruan bareng mereka.

    BalasHapus
  19. Kisahnya pasti bikin terharu dan nangis nihh, kebayang keeratan mereka bertiga karena senasib ya dikecewakan orang tua sendiri...

    BalasHapus
  20. Salah fokus sama wajah-wajah pemeran anak-anak di atas itu. Ya ampun..lucu dan imut bener ih. Gumashhh~

    BTW, saya belum pernah nih nonton drama China. Kalau Meteor Garden sama Orange Boy itu tuh masuknya drama China apa Taiwan ya?

    BalasHapus
  21. Hmm jd ingat scene anak itik yg jelek di its okay to not be okay. Tiga anak yg bersatu krn kehilangan sosok orang tua.

    BalasHapus
  22. Ternyata bisa banget yaa...luka pengasuhan itu disembuhkan.
    Aku pikir bakalan selamanya membawa pengaruh psikis yang buruh bagi jiwa anak-anak dan akan terbawa hingga mereka dewasa.
    Bagus dramanya kak Chie...Sukaaa~

    BalasHapus
  23. Sekarang istilah luka pengasuhan jadi booming ya. Pelajaran buat kita para ortu hari ini

    BalasHapus
  24. Suka banget lihat film drama keluarga begini ya, kadang saya suka belajar juga dari film mbak, ada beberapa film yang jadi favorit saya, dalam soal pengasuhan, salah satunya film jepang, Hikaru to tomo ni. Bagus banget ini mbak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *