Hallo!

Saya Chichie, penggemar hot latte dan es kopi susu. Lifestyle blogger, food & product photographer. Happy wife and mother from The Hariyanto's Family. Part of UploadKompakan, bulur Kompakers Bekasi.
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

What Read Next

Perempuan Juga Mampu Membawa Perubahan Lebih Baik

 

Salah satu agenda tahunan yang selalu saya nantikan adalah IDEAFEST, namun tahun ini terasa berbeda sekali dari tahun-tahun sebelumnya. Karena IDEAFEST tahun ini diselenggarakan secara virtual dengan mengusung tema "Restart", yang menampilkan 110 tokoh dan 6 program yang sangat menarik dengan tren industri kreatif saat ini seperti Talks & Conference, IdeaSpark FORUM, virtual Experience Expo, Music dan F&B.

Tapi yang paling saya nantikan adalah IDEATALKS dihari pertama bersama ibu Vera Galuh Sugijanti, VP General Secretary of Sarihusada, ibu Dewi Muliaty, President Director of Prodia, dan Hannah Al Rashid, Actor & Activist dengan tema More Than a Woman: How These Female Leaders Make a Change.

Yup, sebagai seorang perempuan saya tentu bangga sekali jika sekarang ini sudah tidak adalagi perbedaan antara pemimpin perempuan dan laki-laki. Karena saya sangat yakin sekali bahwa perempuan juga bisa membawa perubahan lebih baik. Setuju gak sih? Jadi ingat kalau banyak sekali stigma seputar perempuan, kalau perempuan itu gak usah sekolah tinggi-tinggi karena nanti juga akan berakhir di dapur, perempuan itu gak usah kerja karena nanti akan jadi ibu di rumah.

Stigma perempuan bekerja kadang masih terlihat, perempuan dianggap lebih lemah dari laki-laki sehingga jarang diberi tanggung jawab sebagai pemimpin. Tapi saya mau flash back sedikit saat masih bekerja di dunia media cetak, percayalah untuk divisi saya itu pemimpinnya adalah perempuan termasuk saya salah satunya. Saya pun membuktikan bahwa perempuan itu juga bisa jadi pemimpin dan bisa membawa perubahan lebih baik. 

Perempuan dianggap lebih kuat, cerdas, kompeten dan memiliki emosi yang stabil dibanding laki-laki. Bahkan sekarang ini sudah terbukti banyak sekali pemimpin perempuan. Tetapi tantangan yang dihadapi oleh perempuan juga banyak, diantaranya:

  1. Isu laki-laki dan perempuan, keduanya memiliki cara berfikir dan bertindak yang berbeda. Namun, terkadang meski sama-sama berbakat, selalu ada diskriminasi yang membedakan keduanya. Hal ini yang membuat tantangan terbesar bagi seorang wanita.
  2. Bayaran yang tidak setara dengan pria atau sebaliknya, ini sering terjadi dalam lingkungan bekerja. Kadang pendapatan yang diterima masih tidak sama padahal tanggung jawabnya sama.
  3. Menyeimbangkan pekerjaan dan hidup, tanpa sadar banyak sekali perempuan yang bekerja berjuang untuk menyeimbangkan kehidupannya di rumah dengan pekerjaan. Terkadang menjadi perempuan bekerja yang sudah memiliki suami dan anak mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan hidup dan perannya sebagai karyawan, istri dan seorang ibu.
  4. Pelecehan seksual di tempat kerja, ini merupakan tantangan yang banyak terjadi dan perlu dihadapi oleh para perempuan adalah pelecehan di tempat kerja. 
  5. Bias gender dan peluang kerja, ini juga salah satu dari tantangan perempuan bekerja. Tapi juga ada loh lowongan pekerjaan yang memiliki tugas tertentu seperti sering berpergian, aktivitas lapangan, dan lain-lain yang menjadikan jenis kelamin sebagai persyaratan utama. 
  6. Cuti hamil, ketika seorang perempuan melahirkan, biasanya perempuan akan diberikan hak cuti lahiran sebanyak 3 bulan. Ini bertujuan untuk memberikan waktu padanya beradaptasi menjadi seorang ibu.
  7. Kurangnya panutan dalam dunia kerja, masih sering terjadi bahwa biasanya perempuan juga menjadi laki-laki panutannya. Contohnya seperit ingin seperti ayah, ingin seperti suami atau ingin seperti tokoh-tokoh sukses yang dikenalnya. 

Semua Bisa dimulai dari Rumah


Menurut Hannah Al Rashid, hal yang paling utama harus dilakukan adalah menghilangkan stigma perempuan dibawah laki-laki. Ini saya setuju banget, karena kita para perempuan juga bisa membawa perubahan lebih baik. Tetapi yang perlu diingat, bahwa setiap perempuan itu memiliki standard yang berbeda. Karena saya pun yakin kalau kita juga memiliki  goals dalam kehidupan, saya pun memiliki goals untuk diri sendiri dan keluarga. Selain itu kita juga membutuhkan support system, terutama keluarga terdekat. 

Pasti sering dong mendengarkan kata-kata ini "jadi perempuan itu gak perlu sekolah tinggi-tinggi karena nantinya juga akan di rumah saja dan main di dapur". Tapi ya masa kita gak punya bekal sama sekali, bekal disini maksudku untuk mempesiapkan diri menjadi perempuan, istri dan juga ibu yang bisa membawa perubahan lebih baik. 

Ibu Vera Galuh, sebagai VP General Secretary of Sarihusada menekankan bahwa "harus dimulai dari rumah seperti 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) yanng merupakan periode emas yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang buat hati hingga dewasa". Karena pada masa ini ibu memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi di awal kehidupan buat hati. Ini sangat penting sekali untuk mendukung tumbuh kembang buah hati sekaligus berpengaruh terhadap kesehatannya. 

Untuk mencapai itu semua "perempuan harus tolong menolong dalam apapun agar bisa memberikan energi positif. Perempuan itu tidak boleh lemah, harus kuat dan bisa mengambil hikmah dari apapaun yang terjadi, ini saya sangat setuju sekali dengan apa yang dikatakan oleh ibu Dewi Muliaty, President Director of Prodia. Perempuan juga tidak boleh lemah, perempuan harus kuat makany disini kita harus menguatkan sesama perempuan. 

Pendidikan untuk perempuan itu sangat penting sekali, mau jadi ibu rumah tangga, ibu bekerja semuanya juga butuh pendidikan menurutku. Dan seperti yang dibilang sama Hannah Al Rashid bahwa setiap perempuan memiliki goals yang berbeda. Dukungan suami, keluarga dan teman dekat memang sangat dibutuhkan sekali. 


Dari IDEAFEST Talk "More Than a Woman: How These Female Leaders Make a Change" ada beberapa rangkuman penting untuk kita para perempuan.

Ibu Dewi Muliaty, President Director of Prodia "Perempuan atau laki-laki memiliki kesempatan yang sama, jika kita memang ingin dan merasa pantas untuk jadi pemimpin harus bisa membuktikannya. Tetapi yang harus diingat jika memang ingin membuktikan janganlah jadi inferior. Memiliki pendidikan yang cukup, dapat memaksimalkan waktu yang ada dan adanya support system sangat penting untuk kita. 

Ibu Vera Galuh Sugijanti, VP General Secretary of Sarihusada "Dimulai dari kita, membangun dengan cepat bersama komunitas yang dimiliki, keluarga dan team yang luar biasa. Rayakan kemenangan yang didapatkan, jadilah diri sendiri jadi pernah lelah berusaha dan carilah sistem pendukung yang tepat. 

Hannah Al Rashid, Actor & Activist "Harus memiliki rasa percaya diri dan mengakui, selain itu harus memiliki team pendukung yang tepat. Kesetaraan gender harus dibarengi dengan support system yang baik. Jadikanlah suami, ayah atau keluarga sebagai support system". 

Komentar

  1. Pastinya setiap perempuan itu bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Tinggal pinter2nya cari peluang dan mengatur semua tanggung jawabnya aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak, mengatur tanggung jawab ini penting banget

      Hapus
  2. Adriana Dian11/16/2020 8:42 AM

    Yes setuju banget. Woman support woman yaaaaa.. Tapi kadang cewek aja suka jatohin cewek lain. Huhu. Biar perempuan semakin kuat, kita harusnya harus support perempuan lainnya yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya sekarang tuh emang masih ada yang suka menjatuhkan, tapi gpp justru itu tantangan buat kita mak.

      Hapus
  3. Setuju banget loh bahwa perempuan pun bisa menjadi pemimpin :) Malah bagus bakalan bisa membawa perubahan positif karena perempuan itu lebih ngeh dengan urusan hati dan domestik tentunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu rumah tangga pun pemimpin dan tetap harus punya bekalkan ya mak

      Hapus
  4. Udah mau IDEAFEST aja ya, tahun lalu aku dateng nih ke sana seru juga bisa dapet ilmu-ilmu baru dari para narasumber. IDEAFEST kali ini bahas tentang perempuan yang bisa bawa perubahan ya seru pastinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak Lid, aku ikutan yang hari Jumat kemarin nih talkshownya karena emang bagus topiknya.

      Hapus
  5. Malah kebanyakan ide-ide perempuan itu lebih fresh dan up-to-date karena mereka berhubungan langsung dengan banyak kalangan dibanding lki-laki yang biasanya fokus pada satu hal aja

    BalasHapus
  6. setuju banget mba, memang support sistem no 1 sih, kalau nggak ada dukungan suami dan keluarga susah mau ngapa2in juga

    BalasHapus
  7. Sejak jaman dulu hinga kini yang kita keluhkan sama aja soal diskriminasi. Ini menandakan bahwa tak ada perubahan walau saya lihat banyak upaya memperjuangkan ini

    BalasHapus
  8. Dulu dari salah satu Mbahku bilang kalau perempuan gak perlu sekolah tinggi. Racun banget sih. Sekarang mah sudah agak bisa jawab bahwa perempuan kudu kuat dan bisa banget bawa perubahan termasuk dalam rumah tangga

    BalasHapus
  9. Sekarang banyak perempuan hebat aksi dan jalan pikirnya. Tetapi, memang tetap aja masih ada stigma kalau perempuan di bawah laki-laki. Semoga aja lama-lama bisa berkurang, ya

    BalasHapus
  10. Suka banget bahasannya mbak, aku tuh suka membaca kisah inspiratif dari para wanita sukses mbak. bener banget kita bisa maju kalau kita bisa membuktikannya sendiri dengan mengoptimalkan segala potensi diri ya dan tentu saja dukungan dari komunitas juga besar. makanya harus bisa memilih teman sukses juga ya

    BalasHapus
  11. Kalau dilihat dan diperhatikan, Sekarang perempuan sudah banyak kesempatan yang sejajar dengan laki laki. Salah satunya menjadi pemimpin.

    BalasHapus
  12. Setuju banget dengan kalimat perempuan harus tolong menolong supaya energi positifnyang dihasilkan makin besar. Sedih kalo melihat fenomena sesama perempuan justru saling menjatuhkan :(

    BalasHapus
  13. kalo inget perempuan yang berpengaruh, aku jadi inget PM nya New Zealand yang kayaknya pemimpin perempuan idaman banget yah? hehe rasa empatinya juga tinggi untuk warganya

    BalasHapus
  14. Setuju banget dengan wanita juga bisa membawa perubahan baik. Karena memang dewasa ini peran wanita di ranah publik pun nggak bisa dipandang sebelah mata ya Mba. Banyak sekali hal hal positif dan pencapaian luar biasa yang dilakukan wanita

    BalasHapus
  15. Iya perempuan itu punya banyak potensi tak kalah dari lelaki, kita harus percaya diri dan terus menggali potensi kita ya..

    BalasHapus
  16. Wah tema workshop virtual ini menarik banget. Aku setuju jika kita para perenpuan dapat disejajarkan dengan laki-laki bahkan gak ada yg salah jika perempuan menjadi pemimpin.

    BalasHapus
  17. Nah iya Mbak, stigma perempuan di bawah laki-laki itu memang harus dihilangkan. Karena pada dasarnya perempuan juga memiliki hak yang sama dan pada kenyataannya sudah banyak perempuan yang bisa berkarya dan bermanfaat untuk sekitarnya

    BalasHapus
  18. setiap perempuan adalah istimewa dengan segala pilihan hidup yang telah dipilihnya, entah itu FTM atau ibu bekerja. Pilihannya dengan caranya bisa membawa perubahan ke arah lebh baik

    BalasHapus
  19. IdeaFest tahun ini meski dilakukan secara virtual tapi keren banget, yaa. Banyak ruangannya, aku sampai nyasar-nyasar. Haha. Btw untuk yang sesi ini aku nggak bisa ikutan, tapi aku setuju sih bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama. Supaya nanti perempuan di generasi berikutnya bisa memiliki kesempatan itu, menjadi tugas kita saat ini untuk mempersiapkannya. Tetap semangat yuk Buibu...

    BalasHapus
  20. Bener banget mba. Justru peran perempuan yg gede ya. Krn sbg pembangun generasi. Jgn sampe patriaki bikin pemahaman ttg perempuan jd down ya. Krn perempuan lebih dr itu. Toss mba

    BalasHapus
  21. Perempuan mampu mmebawa perubahan ke arah yang lebih baik itu memang tidak terbantahkan kok ya..hehe...Tinggal bagaimana caranya saja...dan emmang sudah banyak contohnya.

    BalasHapus
  22. Suka sedih kalau membahas perbedaan perempuan di dunia yang sesungguhnya.
    Bagaimana gender ini memang sungguh berpengaruh di dunia.

    BalasHapus
  23. Habis nikah tuh baru berasa beban berat seorang perempuan. Udah gitu masih aja suka dinyinyirin atau dimarjinalkan. Ckckck

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah senang bacanya mbak, meskipun banyak tantangan yangdighadapi kaum perempuan tapi tetap semangat berkarya

    BalasHapus
  25. Pembahasan yang menarik nih Mba memang seputar kesetaraan Gender dan pemberdayaan perempuan. Di era digital ini memang kita tidak bisa lagi bilang wanita tidak memiliki peran untuk kemajuan bangsa, zaman sudah berubah. Kodrat tetap di jalankan dan knowledge tetap harus di kembangkan

    BalasHapus
  26. Baca ini jadi makin menguatkan diri untuk berjuang dari rumah nggak masalah, perempuan emang luar biasa membawa perubahan kok. Saya pun membuktikan. semangat kita!

    BalasHapus
  27. poin poin penting disini yang aku baca aku catet semua mba, buat jadi reminder aku juga hehe tapi emang ya stigma yang dari dulu sudah terbentuk itu susah dihilangkan, tapi ngga mustahil kita ubah kok

    BalasHapus
  28. Pelecehan seksual yang masih marak terjadi di tempat kerja terhadap perempuan. Kalai di tempatku kerja, alhamdulillah gaji sudah sesuai dengan tanggung jawabnya baik itu perempuan atau laki-laki.
    Aku setuju dengan menghilangkan stigma bahwa perempuan itu tidak harus di bawah laki-laki, walaupun ada beberapa hal juga yang harus digaris bawahi yaitu tidak saling merendahkan.

    BalasHapus
  29. Petemluan otu sebenarnya luarbiasa. Cerdas dan kuat ((tabah)), hanya stigmaasyarakat tentang perempuan dan sulitnya sesama perempuan saling support membuat perempuan langkahnya terbatas

    BalasHapus
  30. Setuju banget. Perempuan memang bisa menjadi agen perubahan karena kita menjadi sekolah pertama untuk anak-anak kita.

    BalasHapus
  31. Jadi semuanya kembali kepada diri masing-masing ya. Perempuan dengan segala permasalahannya pastinya tidak bisa menyimpannya secara sendiri. Karena itu orang terdekat harusnya peka. Mengerti kondisi sehingga tidak perlu diminta sudah bisa mengerti. Seharusnya... Karena kenyataannya tetap saja perempuan harus bisa setrong sesetrong-setrongnya...

    BalasHapus
  32. Eh kakak ikut Ideafest ya kemarin? Mantep ih. Banyak banget ya katanya pematerinay di sana. Banyak dapat ilmu juga jadinya

    BalasHapus
  33. Masalah gender dalam islam itu sangat memuliakan wanita, dan tiap wanita pnya peran2nya masing2

    BalasHapus
  34. Laafff..
    perempuan harus berdaya dalam memahami diri sendiri dan lingkungannya. Support system sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan peran.

    BalasHapus
  35. IDEAFEST, ini event prestisius banget ya. Sukaaakk, perempuan memiliki kesempatan untuk membawa perubahan yang equal dengan laki-laki. Selalu terinspirasi saat baca tokoh - tokoh perempuan yg membawa perubahan besar, ine of them Ibu Kartini, beliau inspire me a lot.

    BalasHapus
  36. Benar sekali kalau perempuan harus tolong menolong dalam apapun agar bisa memberikan energi positif.

    Apalagi pendidikan untuk perempuan itu sangat penting. Justru bagaimana kita bisa mengelola rumah tangga dan mendidik anak kalau ilmu kita minim?

    Itulah pentingnya pendidikan bagi perempuan.

    BalasHapus
  37. Udah gak jaman deh laki2 itu stratanya lebih tinggi dari perempuan.. semua sama, justru harus saling bantu terutama dalam urusan rumah tangga.. bagus bgt ya acara Ideafest

    BalasHapus
  38. Memang masih ada tentang stigma tersebut, walau ada juga yang nggak seperti itu. Semoga dengan edukasi Ideafest ini jadi membuka cakrawala pemikiran bahwa gender nggak lagi jadi penghalang seseorang untuk maju dan lebih baik

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *