21 Desember 2020

Sudah Saatnya Sekarang Perempuan Pelaku Bisnis Mikro Melek Teknologi Digital

pelaku umkm di indonesia 60% perempuan
Semenjak pandemi ini saya lebih sering jajan atau membeli dari teman-teman yang memiliki usaha, baik itu makanan, pakaian, produk rumah tangga, perlengkapan fotografi dan lainnya. Dari cerita teman-teman yang memiliki usaha, pandemi ini memang terasa sekali perubahannya. Tapi beberapa teman yang memiliki usaha mikro gak pantang menyerah dong, mereka juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan digital.

Memang tidak mudah awalnya untuk bertransformasi ke digital tapi ini harus dilakukan agar usahanya tetap berjalan dan bisa menghidupi keluarga mereka. Eits... tunggu dulu, ini teman-temanku yang memiliki usaha mikro kebanyakan perempuan loh. Karena perempuan sekarang itu bukan hanya menjadi ibu rumah tangga saja tapi perempuan bisa memperkuat ekonomi keluarga dengan usaha mikro yang dijalaninya. Setuju gak nih?

perempuan merupakan pelaku umkm terbesar di Indonesia

Menurut data Bank Indonesia, total Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60% dikelola oleh perempuan (jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 37 juta). Tentunya melalui UMKM, perempuan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Bidang UMKM yang paling banyak dilakukan perempuan diantaranya adalah usaha kuliner sebanyak 41,69%, usaha fashion sebesar 18,15% dan usaha kriya sebesar 15,70%. Tuhkan keren banget emang perempuan Indonesia ini ya. 

Tapi kalau menurut data IFC & USAID tahun 2016 sebanyak 47% perempuan tidak menggunakan teknologi untuk bisnisnya. Namun dengan keadaan sekarang ini mau tidak mau marketing yang tadinya secara tradisional harus beralih ke social media marketing dan ecommerce. Ini memang terlihat sekali perkembangannya sampai sekarang ini semakin banyak pelaku usaha mikro yang menggunakan social media marketing dan ecommerce untuk melakukan penjualan. 

Di saat pandemi sekarang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari kalangan perempuan di Indonesia terus bertambah. Sama seperti yang disampaikan oleh ibu Destry Anna Sari, Asisten Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM bahwa UMKM "Perempuan merupakan kekuatan perekonomian untuk Indonesia untuk saat ini, terutama sekarang di tengah pandemi Covid-19. Teknologi saat ini sangat berperan penting dalam ekosistem usaha, termasuk usaha mikro.

Danone SN Indonesia Menyediakan Akses Hidrasi dan Gizi Yang Sehat Terhadap Masyarakat Indonesia
program binaan Danone SN Indonesia

Danone Indonesia juga memiliki dua program yang melibatkan para ibu rumah tangga, Warung Anak Sehat (WAS) dan AQUA Home Service (AHS). Dimana kedua program ini dapat memberikan peluang bagi para perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga mereka. 

Beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Danone SN Indonesia untuk Warung Anak Sehat:
  1. Peningkatan kompetisi ibu-ibu kanting tentang pengetahuan kesehatan dan gizi serta keterampilan memberikan jajanan gizi sehat di kantin melalui pelatihan.
  2. Bantuan dan pendampingan terus menerus.
  3. Bekerja sama dengan Danone Ecosystem Foun dan Yayasan Lumbung Pangan Indonesia, Danone SN Indonesia telah menyalurkan bantuan dengan total lebih dari Rp 1 Miliar yaitu bantuan langsung tunai. 

Beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Danone SN Indonesia untuk AQUA Home Service:
  1. Mendukung Pertumbuhan AHS Melalui AHS Akademi: Bermitra degnan Umar Usman Business School untuk pelatihan, pembinaan dan modul tentang keterampilan bisnis dasar seperti pemasaran, penjualan dan hubungan pelanggan.
  2. Peningkatan Kompetensi AHS tentang pentingnya Hidrasi Sehat sebagai Duta Kebaikan: Memberikan rangkaian konten edukasi dan pelatihan sejak 2019.
  3. Memastikan kesehatan dan keselamatan AHS: Menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk seluruh AHS dengan jumlah 7.500 APD.


Tapi bagaimana di saat pandemi Covid-19 untuk para ibu kantin Warung Anak Sehat tentu ini menjadi keharusan bagi mereka untuk bertransformasi ke digital. Tentu ini tidak mudah dilakukan, karena pada dasarnya perempuan juga butuh literasi digital. Apalagi untuk mereka yang tidak terlalu akrab dengan dunia digital.

Danone SN Indonesia berkolaborasi dengan Women Will memberikan edukasi berupa pelatihan seputar literasi digital untuk para pelaku mikro bisnis untuk 700 mitra bisnis di Indonesia. Women Will Indonesia membantu wanita memanfaatkan teknologi untuk membangun keterampilan, mendapatkan inspirasi, dan terhubung satu sama lain melalui pelatihan, acara dan advokasi

Peranan Penting Digital bagi Pelaku UMKM 
peranan digital bagi umkm

Tak bisa dipungkiri bahwa saat sekarang ini peranan digital sangatlah penting bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apalagi ditengah pandemi seperti sekarang. Sayangnya tidak semua perempuan pelaku usaha mikro sudah paham dengan teknologi digital. Masih banyak perempuan yang kurang mendapatkan edukasi literasi digital, dengan adanya kerjasama Danone SN  Indonesia dengan Women Will ini diharapkan dapat membantu para perempuan pelaku UMKM.

Pandemi Covid-19 memberikan ruang untuk menggerakan transformasi digital usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ini bertujuan untuk mengubah strategi penjualan offline menjadi online, tetapi ini juga yang diperhatikan oleh Danone SN Indonesia untuk memastikan mereka bertahan dan berkembang setelah mantap mendapatkan pemahaman ke dunia digital.

Pemanfaatn teknologi digital untuk pelaku UMKM bukan hanya sekedar memindahkan penjualan secara online saja. Tapi dengan adanya pemanfaatan teknologi digital ini bisa menjadi perempuan Indonesia lebih kreatif dan dapat berinovasi. Selain itu kualitas produk UMKM juga harus memiliki standar mutu yang baik, karena persaingan di pasar digital tidak hanyak pelaku UMKM tetapi juga perusahaan berskala besar.

Hayo, selama pandemi ini siapa yang paling rajin belanja online? Saaaayyyyaaaa... Yup, ini juga dilakukan oleh teman-teman yang lain juga berbelanja kebutuhan pangan dan rumah tangga lewat online. Selain itu berbelanja secara online baik melalui social media marketing atau platform ecommerce dapat membantu perputaran ekonomi. 

Ini juga yang menjadi perbincangan saya dan teman-teman di grup, tentang perputaran ekonomi. Jadi bagaiaman biar kita tetap bertahan itu dengan cara membeli barang yang dijual oleh teman sendiri dulu. Terbukti sampai hari ini pun banyak teman-teman saya yang sudah menjalankan usaha mikro dengan metode penjualan secara online. 

Yuk, kita percepat pertumbuhan bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan teknologi digital. 

51 komentar:

  1. Wah iya juga ya, aku baru sadar, pelaku umkm kebanyakan wanita ya. Mungkin krn faktor ingin membantu suami kali ya.
    Dan ya aku pernah denger juga ikut webinar, pelaku usaha yg akan survive nantinya ke depannya kalau pandemi sudah berakhir, adalah yang melek digital. Jadi mau gak mau ikut perkembangan zaman ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Oline, memang ini menjadi keharusan buat pelaku umkm untuk terus berkembang dan tetap ada dipasaran.

      Hapus
  2. Kemarin abis ikutan webinar ini ngerasa langsung termotivasi buat mulai bikin usaha. Hihi. Karena wanita tuh sebenernya bisa banget kok ya mulai usahanya sendiriii.. wanita pasti bisaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus banget ya kak materinya, aku pun jadi tergerak pengen ikutan loh.

      Hapus
  3. Bagus nih, Danone kasih ide bisnis yang dekat sama dunia perempuan. Ditunjang dengan sarana digital insyaallah cukup buat survive, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, apalagi sekarang ini memang kayak ibu kantin itukan mau belajar seperti terhalang dengan fasilitatornya jadi dengan kerjasama Danone dan Women Will bisa mengakomodir itu semua.

      Hapus
  4. benar banget ini mbak, sejak pandemi banyak temanku yg kehilangan pekerjaan
    imbasnya mereka sekarang pada berdagang...
    ini yg membuat aku selalu membeli barang barang dagangan mereka, buat bantu agar perekonomian mereka
    nah skrg dgn adanya women will ini bisa semakin membantu para pelaku ukm khusunya bagi perempuan ya mbak
    keren sekali yg dilakukan danone, salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang ini banyak sekali teman-temanku yang berdagang juga mbak. Banhkan ada yang tadinya hanya mengandalkan jualan offline jadi lebih gencar ke penjualan online.

      Hapus
  5. DANONE emang selalu ketjeee
    COncern akan perempuan dan para pelaku UMKM, agar makin berdaya dan bisa mengarungi digital world dengan lebih baik lagi.
    Bravo!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, ini saatnya perempuan bisa berdaya dengan fasilitas dan ketrampilan yang ada.

      Hapus
  6. setuju banget ini, Pelaku UMKM emang harus melek digital ya. apa lg semenjak pandemi gini, banyak yg masih di rumah, belum dapet kerjaan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pandemi gini sudah pasti 90% pelaku UMKM harus melakukan penjualan online.

      Hapus
  7. Saya termasuk yang memilih beli dari lingkaran pertemanan dulu jika perlu sesuatu, apalagi sejak pandemi. Benar memang UMKM yang melek digital pasti akan lebih berkembang apalagi saat era dimana orang memilih untuk lebih aman di rumah demi keselamatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, apalagi sedang pandemi sekarang yang memang sudah banyak penjualan secara online jugakan.

      Hapus
  8. Sama, Mbak. Akupun berusaha untuk beli dari teman kalau ada yang dibutuhkan. Dan berusaha support mereka untuk belajar teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Jadi salut banget dengan program-program Danone ini.

    BalasHapus
  9. Juaraa Danone nih kalo urusan memberdayakan pelaku bisnis mikro, apalagi di serba digital begini yaa. Plus terutama perempuaan yang banyak jadi pelakunya, huhuu suka bangga liat perempuan2 berkarya, tak dipungkiri perempuan berkarya untuk membantu keluarganyaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh, programnya tuh selalu bagus-bagus untuk mereka yang memang memiliki usaha sendiri

      Hapus
  10. Setuju banget saya, Mbak, bahwa para pemilik UMKM saat ini harus melek teknologi digital. Media ini sangat membantu bagi mereka yang usahanya masih banyak dikerjakan sendiri. Membantu promosi dan lebih banyak pelanggan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Evi, apalagi bagi mereka yang baru memulainya saat pandemi ini ya. Promosi digital sangat memberikan pengaruh juga.

      Hapus
  11. Iya Teh, sedih ya pandemi gini jadi bikin UMKM makin terperosok. Jadi aku setuju banget apalagi dizaman now ini, para UMKM kuduk melek teknologi. Karena sekarang apa-apa udah pakai teknologi dan dunia digital. Ngomong-ngomong aku baru tahu teh, ternyata para pelaku UMKM ini perempuan ya. Sepertinya untuk membantu perekonomian keluarga dan sebagai ruang aktualisasi diri juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tanpa disadari bahwa pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

      Hapus
  12. Perempuan itu memang hebat ya. Banyak yang mereka lakukan dan juga menginspirasi bagi sesama. DUkungan seperti ini tentunya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Alida, apalagi kalau dibarengi dengan bakat dan keterampilan yang ada.

      Hapus
  13. perempuan bisa memperkuat ekonomi keluarga dengan usaha mikro yang dijalaninya >> setuju aku dengan pernyataan ini ka. Memang optimis banget peran perempuan itu memang sebagai penyeimbang dalam rumah tangga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, perempuan juga bisa membantu dari rumah ya kak

      Hapus
  14. takut gagal ini lho yang membuatku ragu saat mau jualan sesuatu. Eh tapi mana kita tahu jika tidak mencoba. Apalagi sekarang eranya digital, mau belajar berwirausaha udah gampang banget ilmunya bertebaran di internet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama Mba helen. Aku juga takut untuk memulai. Mungkin tepatnya, aku kurang seneng bisnis juga. Cuma yang kasian itu kalau perempuan itu terpaksa dan dipaksa oleh keadaan untuk bisnis walau sbnernya kurang seneng. Sedihnya itu di sini. Makanya aku salut ama perempuan2 tangguh seperti ini dan semoga mereka dimudahkan

      Hapus
  15. Karena sekarang memang zamannya teknologi digital ya, Mbak. Jadi semua pelaku bisnis harus menyesuaikan agar bisa membuat bisnisnya maju berkembang. Lagi pula dengan teknologi digital, pemasarannya bisa lebih luas jangkauannya.

    BalasHapus
  16. apa yg dilakukan danone ini patut diapresiasi ya mbak,
    sekarang zamannya ekonomi digital
    makanya wajib hukumnya bagi semua pelaku ekonomi termasuk ukm
    biar bisnis mereka semakin berkembang

    BalasHapus
  17. Judul artikelnya cukup provokatif, memantik semangat banget. Dan sepakat, sudah saatnya perempuan melek digital.

    Keren sekali Danone Aqua. Menghadirkan AHS dan Warung Anak Sehat demi menggerakkan UMKM.

    BalasHapus
  18. Totally agree, kecanggihan dan perkembangan teknologi digital akan sangat berpengaruh buat kemajuan usaha, sekarang siapapun kudu melek digital

    BalasHapus
  19. agak sulit ya kalo pelaku bisnis mikro gak melek digital di era teknologi canggih seperti sekarang ini. Untungnya ada program dari Danon yang bisa menggerakkan UMKM

    BalasHapus
  20. Keren nih kolaborasi dengan Google ya Danone biar para pebisnis perempuan lebih melek digital marketing..salut...

    BalasHapus
  21. Setuju banget nih, pelaku UMKM harus melek teknologi. Program dari Danone ini keren banget ya. semoga program-program seperti ini bisa ditiru oleh perusahaan atau lembaga lain, agar pelaku UMKM bisa terus teredukasi.

    BalasHapus
  22. UMKM adalah bagian terkuat dari ekonomi bangsa ini. Terbukti ketika industri dan perusahaan besar tak mampu menahan tempaan krisis pada tahun 98 ke atas, UMKM tetap survive dan membantu perekonomian negeri.

    BalasHapus
  23. Sebenarnya bangga banget karena banyak pelaku UMkM adalah perempuan tapi memang PR terbesar UMKM adalah penggunaan teknologi digital terutama untuk promosi, pemasaran, serta media menemukan ide baru untuk inovasi produk. Senang banget Danone memiliki progran untuk dukung UMKM Indonesia.

    BalasHapus
  24. Iya banget niih...kak Chie.
    Andaikan mereka lebih mempergunakan teknologi, bisa semakin memperluas jaringan.
    Ini penting banget mengedukasi para pelaku usaha UMKM terutama perempuan.

    BalasHapus
  25. Zaman sekarang emang sebaiknya pemasaran tu dialihakn ke digital juga ya mbak.
    Apalagi zaman pandemi, pembelian online konon katanya meningkat, maka kudu dimanfaatkan dengan baik.
    Bagus dan bermanfaat sekali pelatihannya utk UMKM perempuan

    BalasHapus
  26. Ternyata ada kerja sama ya antara Danone dengan Womenwill untuk menggerakkan tingkat melek digital bagi para perempuan pelaku UMKM. Bagus banget nih untuk makin memberdayakan perempuan di sektor ekonomi.

    BalasHapus
  27. Keren yah program Danone ini bantu umkm khsusnyabyang digaungi oleh perempuan agar melek dengan digital apalagi ditengah kondisi pandemi ini semoga programnya continue

    BalasHapus
  28. Women Will bangus banget ya programnya memberdayakan perempuan pelaku UMKM, kalau ibu berdaya secara ekonomi, anaknya juga akan lebih sukses ya

    BalasHapus
  29. Program Danone memang sangat bagus untuk didukung karena memberdayakan perempuan. Maka wajar aja bila sektor UMKM lebih dari 50% nya adalah perempuan ya. Semoga terus berkelanjutan agar perekonomian kita juga makin meningkat

    BalasHapus
  30. Setuju banget aku mbak.. dari awal pandemi aku berusaha belanja dari kawan supaya roda perekonomian tetep berjalan dan kawan kita yg mulai berjualan gara-gara engga kerja lagi bisa menafkahi hidupnya

    BalasHapus
  31. Ke depannya apa-apa akan berjalan secara digital. Kalo enggak dirintis dari sekarang ya tidak mengherankan kalo tak lama lagi akan tertinggal jauh. Nah, salah satu dampak pandemi nih membuat kita kudu melek digital dalam waktu cepat.

    BalasHapus
  32. Saya belanja online pas ada gratis ongkir soalnya ongkir ke Sulawesi mihil, Mak. 😅

    Tapi memang terbantukan sekali dengan para pelaku UMKM, khususnya mikro. Kayak beli masker murah kan bisanya beli sama mereka ya.

    Yes setuju para pelaku UMKM harus melek dunia digital dalam menjalankan usahanya.

    BalasHapus
  33. perempuan bahagia, keluarga sejahtera itu bukan cuma slogan, soalnya klo menteri keuangan udah ngamuk keluarga yang sengsara hehehe

    BalasHapus
  34. ibu2 mah jangan ditanya deh, pasti lebih kreatif dibandingkan bapack2 :D
    lagi pula, perempuan harus berdikari, bisa cari uang sendiri pasti bahagia, pasti seneng bisa beli skinker sendiri tanpa harus meminta pada suami

    BalasHapus
  35. Program Danone ini terasa banget pemberdayan perempuannya. Karena memang para pemilik umkm itu sebagian besar perempuam.

    BalasHapus
  36. Keren banget deh perempuan ini. Di masa pandemi, produktivitasnya malah naik. Dan gak hanya lokal, tapi merambah ke dunia digital. Dan salut untuk Danone yang sudah mewadahi potensi perempuan-perempuan ini. Semoga ke depannya akan semakin banyak lagi perempuan yang produktif seperti ini.

    BalasHapus
  37. Sepakat bangeettt... pandemi ini tuh jadi kayak maksa semua pelaku ekonomi untuk go digital dan pivot. Mudah2an ada manfaatnya yaa

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.