21 Maret 2021

Pesona Tang Xiao Tian di My Little Happiness Bikin Susah Move On

My Little Happiness Drama China

Ini drama China kedua yang bikin saya belum move on, pertama waktu nonton Go Go Squid 1 karena terbius dengan pesonanya Li Xian. Kali ini mendadak gak bisa move on setelah nonton My Little Happiness karena pesonanya dr. Wen Shao Qing  yang diperankan oleh Tang Xiao Tian. 

Ini bukan pertama kali Tang Xiao Tian beradu akting dengan Fair Xing, karena sebelumnya pernah main dalam drama yang sama Put Your Head on My Shoulder. Tapi kalau dulu Tang Xiao Tian berperan sebagai sahabatnya Fair Xing dan cintanya bertepuk sebelah tangan. Kalau di My Little Happiness, mereka berdua dipertemukan menjadi sepasang kekasih. 

My Little Happiness Drama China

Judul Drama: My Little Happiness

Actor's
Tang Xiao Tian as dr. Wen Shao Qing
Fair Xing as Cong Rong
U. Lin Huang as Zhou Cheng Cheng
Leon Li as Wen Rang
Fu Wei Lun as Zhong Zhen

Nah, ini drama China yang jumlah episodenya gak banyak karena cuma 28 masih okelah untuk ditonton. Apalagi ini drama dengan genre komedi romantis, tapi emang benar bisa gak move on kalau sudah nonton. Parah sih ini sudah sebulanan jadi bucinnya Daddi Tang, wkwkwkwk... 

My Little Happiness bercerita tentang percintaan teman masa kecil, karena dulu dr. Wen dan Cong Rong merupakan teman satu sekolah. Sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali, tapi sebenarnya Wen Shao Qing sudah menyukao Cong Rong dari waktu masih sekolah. Sampai akhirnya harus berpisah karena Cong Rong harus pindah, tapi Wen Shao Qing setia menunggu dan setiap tahunnya selalu datang ke tempat perpisahan masa kecil dengan Cong Rong.

Gimana coba ini gak senang banget ada seorang lelaki modelan dr Wen yang setia menunggu cinta pertamanya. Coba siapa yang punya pengalaman seperti dr. Wen dan Cong Rong? Kalau dulu di Put Your Head on My Shoulder, Fu Pei gak bisa mendapatkan cintanya Situ Mo tapi disini dia membuktikan kesetiaannya. 

My Little Happiness Drama China

Cong Rong yang memiliki cita-cita menjadi pengacara karena ingin seperti ayahnya, membela kaum yang lemah dan benar. Saat kembali ke China, Cong Rong mengikuti interview kerja di kantor pengacara milik Shang Guan Yi. Sampai akhirnya ditempatkan di rumah sakit tempat dr. Wen bekerja, disinilah pertemuan mereka dimulai. 

Karena Cong Rong bekerja di firma hukum, klien pertamanya adalah Wen Shao Qing, teman masa kecilnya yang sekarang berprofesi sebagai dokter bedah ganteng dan menjadi idola para dokter dan perawat di rumah sakit. Pertemuan pertamanya tidak begitu indah, bahkan membuat Cong Rong kesal. 

Zhong Zhen merupakan sepupu Cong Rong yang membantunya mencarikan tempat tinggal. Tak disangka ternyata pemilik apartemen itu adalah Wen Shao Qing yang memiliki apartemen dilantai yang sama juga. 

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Wen Shao Qing mengetahui kalau Cong Rong adalah teman masa kecilnya. Ini diperkuat saat pertemuan yang tidak disengaja di tempat perpisahan mereka, saat itu Wen Shao Qing reflek memeluk Cong Rong. Tak hanya itu, ia pun mengecek pada bagian dalam dahi Cong Rong yang ternyata ada bekas luka jatuh saat kecil dulu.

Karena sudah bertekad ingin menjadi pengacara seperti ayahnya, maka Cong Rong berusaha melakukan yang terbaik untuk mempertahankan pekerjaannya. Wen Shao Qing selalu memperlihatkan rasa suka dan perhatiannya tapi Cong Rong masih cuek, sampai akhirnya mereka jatuh cinta. Dengan syarat bahwa Cong Rong akan menerima cinta Wen Shao Qing kalau lolos dari ujian pengacara. 

di My Little Happiness ada juga Wen Rang (omnya Shao Qing) yang menjadi tetangga sahabatnya Cong Rong, Cheng Cheng. Awalnya Wen Rang hanya membantu Cheng Cheng karena sesama tetangga toko tapi ternyata waktu juga membawa mereka pada kisah cintanya. 

Pesona dr. Wen Shao Qing 
My Little Happiness Drama China

My Little Happiness Drama China

Padahal sebelumnya kalau buka appsnya Wetv ini juga selalu ada di list "Rekomendasi Minggu Ini" tapi ya gitu deh terlewatkan begitu saja, sampai akhirnya Februari baru mulai nonton. Emang jadi beda banget penampilan Daddi Tang disini ya, lebih mature. Ya iyalah perannya dokter, masa harus modelan si Fu Pei atau Tu Si Yi di "To Get Her" tapi sekarang karena lagi jadi bucinnya Daddi Tang, nonton drama on goingnya yang The Sword and The Brocade. 

Tapi kalau boleh zuzur ya ini My Little Happiness sudah 4x saya tonton ulang, ada juga beberapa episode yang ditonton ulang. Yang paling sering itu saat dia ketemu Cong Rong di pohon besar, episode Wen Shao Qing masuk ke dalam ruangan saat menikahi Cong Rong. 

My Little Happiness Drama China

Apalagi lihat Wen Shao Qing jalan tuh berasa gimana gitu deh, langkahnya mantep banget deh pokoknya. Kebayang ya kalau dokter di rumah sakit modelan dr. Wen gini pasti antrian bedah panjang banget deh. Lalu saya juga suka dengan penampilannya disini, enak dilihatnya juga sih. 

Tapi memang ya ini chemistrynya Daddi Tang dan Fair Xing tuh emang dapat banget, sama kayak waktu Fair Xing dan Lin Yi di Put Your Head on My Shoulder. Enak banget dilihat mereka ini, pas bangetlah.

Daddi Tang, Wayback Into Love
Daddi Tang - Way Back Into Love

My Little Happiness Drama China
Daddi Tang - My Little Happiness

Daddi Tang, The Sword and The Brocade
Daddi Tang - The Sword and The Brocade

Daddi Tang, To Get Her
Daddi Tang - To Get Her

Put Your Head on My Shoulder
Daddi Tang - Put Your Head on My Shoulder

Nah, kalau kamu lebih suka penampilan Daddi Tang yang mana? Kalau aku sih masih tetap ya dr. Wen Shao Qing karena pesonanya itu loh. Untuk yang belum nonton bisa nonton My Little Happiness di Wetv ya. 



20 Maret 2021

Virtual BloggerDay 2021 Keluarga Jempolan dari Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh Sampai Senjakala Content Creator

blogger day 2021

Hallo apa kabar semua.... Mana suara hati para orang tua yang selama ini membersamai si kecil Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya tau banget ini rasanya. Pandemi ini memang mengajarkan kita akan banyak hal, terutama dalam hal pendidikan anak-anak. Tak hanya pihak sekolah saja yang harus belajar dengan adanya perubahan ini tapi juga orang tua dan anak-anak juga harus belajar.

Masih ingat sekali waktu bulan Maret 2020 dimana pembelajaran jarak jauh ini sudah dimulai, dan seminggu pertama masa adaptasi teknologi antara guru, orang tua dan anak-anak. Apalagi saat itu anakku masih TK, jadi saya pun harus mengajarkan kepadanya bagaimana cara menggunakan aplikasi yang digunakan untuk belajar. 

Sepanjang belajar selalu ada drama di kelasnya. Drama-drama yang selalu dijumpai saat belajar online:
  • Jaringan sekolah atau di rumah kadang kurang stabil 
  • Anak-anak ada yang tidak betah duduk menghadapi layar gawainya
  • Anak-anak tidak mematikan microphone sehingga terdengar suara-suara dari rumah
  • Teriakan orang tua yang suka gemas dengan anaknya
  • Anak-anak mematikan kamera videonya

Kita memang tidak bisa memukul rata permasalahan yang dijumpai setiap orang tua saat pembelajaran jarak jauh. Kadang saya sendiri kalau mau mengeluh itu suka malu, karena masih banyak orang yang kurang beruntung untuk memenuhi pembelajaran jarak jauh untuk anaknya. 

Selama satu tahun lebih sepertinya ini sudah terlewati oleh kita semua, tentu banyak pengalaman yang seru ya. Dalam mengasuh anak, tugas dan tanggung jawab seorang ibu itu begitu besar. Bukan hanya mengasuh tapi juga mendidik. Jadi ingat dengan kata-kata "Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya". Makanya kalau di rumah lagi membersamai anakku belajar selalu mengingat kata-kata tersebut, untuk memberikan suntikan semangat.

Tantangan Baru Dimulai Saat Masuk Sekolah Dasar

Kalau waktu masih TK kemarin lebih banyak membuat prakarya dan pembelajaran persiapan jadi anak sekolah dasar (SD) saja disisah masa sekolah. Begitu kemarin masuk SD sepertinya saya akan mendapatkan tantangan baru, bukan perkara koneksi internet atau aplikasi lagi tapi mata pelajaran yang didapatkan anak saya. 

Yang perlu diingat juga tantangan utama pembelajaran jarak jauh ini kondisi psikologi anak. Karena adanya perubahan lingkungan belajar, yang biasanya di sekolah bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Sekarang hal itu hanya bisa dilakukan dari layar gawainya. Disini peran orang tua harus menyediakan kenyamanan untuk anaknya, tapi bagaimana dengan mereka yang tidak bisa?

Beruntungnya sebelum masuk sekolah, orang tua sudah mendapatkan pembekalan dari seorang psikolog dari sekolah bagaimana menghadapi pembelajaran anak-anak di saat pandemi seperti sekarang ini. Kalau curhatan dibeberapa grup whats app bisa jadi pembelajaran kita juga, karena memang beda sekolah akan beda lagi cara belajarnya. Tapi cara kita membersamai dan mengajari si kecil ini yang paling penting. 

Tantangan kedua adalah peran orang tua dan guru kelas. Jadi kalau sekarang itu anak sekolah, ibunya ikutan sekolah juga. Saya yakin setiap sekolah sudah pasti punya caranya masing-masing untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, termasuk guru-guru juga. Bagaimana mereka memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak, sampai bisa materi tersebut dimengerti oleh anak-anak didiknya. Setelah pembelajaran yang diberikan ibu guru harus dilanjutkan oleh orang tua di rumah. 

Tugas-tugas dan semua pembelajaran setiap harinya sudah ada dalam satu web dari sekolahnya, jadi ini memudahkan orang tua juga untuk mengaksesnya. Jadi setiap hari saya pun harus selalu mengecek materi pembelajaran dan tugas yang dibeikan oleh sekolah. Selain itu kordinasi dengan guru kelasnya juga, intinya komunikasi harus lancar juga sama gurunya.

Tantangan ketiga adalah fasilitas penunjang tentunya, sistem pembelajaran jarak jauh ini mengharuskan siswa menyediakan perangkat gawai yang memadai seperti smartphone atau laptop. Tak hanya itu karena ada kuota internet untuk menunjang pembelajaran. Tapi apa kabar dengan anak-anak yang berada di daerah? 

blogger day 2021

Waktu acara BloggerDay 2021 bersama Bloggercrony, ada materi tentang "Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh" bersama mbak Ifa H. Misbach, Psikolog Klinis. Dimana materi didalamnya tantangan-tantangan yang memang selalu dihadapi setiap ibu. Karena permasalahan diatas selalu jadi curhatan para ibu nih, benar gak?

Kita juga harus berempati terhadap gurunya anak-anak, karena tidak semua guru bisa leluasa mengajar secara online  di rumah. karena ada keluarga yang harus diperhatikan juga. Guru juga punya anak yang harus mereka ajarkan juga. Sama seperti kita loh, disesi ini saya jadi mewek karena teringat kerja keras para guru di saat pandemi ini untuk memberikan materi pembelajaran.

Gak cuma orang tua saja yang memiliki tantangan dalam pembelajaran jarak jauh, guru pun juga memiliki tantangannya. Makanya disini mbak Ifa selalu mengingatkan kita untuk terus kerjasama antara orang tua dan guru.

Tapi sejujurnya tantangan saya di rumah adalah menjaga mood anak setelah sekolah online selesai. Dari awal pandemi saya sudah membuat jadwal kegiatan sehari-hari selama di rumah untuk keluarga kami. Mengajak si kecil juga terlibat dalam kegiatan yang saya dan pak suami lakukan di rumah, ini selain melatih kemandiriannya juga melatih dia untuk bertanggung jawab.

Beberapa kegiatan yang saya lakukan di rumah bersama si kecil selama di rumah saja:
  1. Bermain bersama, saya biasanya selalu memposisikan teman bukan orang tua saat sedang bermain. Masuk dalam dunia permainannya, akan membuat si kecil gembira loh.
  2. Mengajaknya untuk berolah raga setiap harinya minimal 30 menit, karena kebanyakan di rumah biar gak mager harus olah raga.
  3. Mengajakanya menyiapkan makanan di rumah atau membuat cemilan, ini dia senang banget loh walau hanya diminta mengaduk telur misalnya. 
  4. Membersihkan rumah tapi kalau dia khusus kamarnya saja, dari bangun pagi diajarkan merapikan tempat tidurnya.
  5. Karena ibunya suka tanaman, jadi saya juga mengajaknya untuk merawat tanaman yang ada di rumah. 
  6. Memberikan peliharaan, untuk melatih tanggung jawab juga.
  7. Ikut beberapa kegiatan secara online, virtual tour, gambar dan coding.

Boleh ditanya ke anakku kalau ketemu sama dia "bosan gak di rumah?" pasti dia jawab enggak karena katanya enak di rumah, bahkan kalau diajak ke luar sekedar belanja mingguan saja dia suka gak mau. Tapi ada kegiatan yang disuka semenjak pandemi, ikutan virtual tour, apalagi kalau yang berhubungan dengan apa yang dia suka.

BloggerDay 2021 Dilaksanakan Secara Virtual bersama Keluarga di Rumah

Sebenarnya saya merindukan BloggerDay secara offline, karena bisa bertemu dengan teman-teman Komunitas Bloggercrony Indonesia seperti 2 tahun lalu. Karena saya absen di BloggerDay 2020, kelupaan mau daftar soalnya. Makanya senang banget pas masuk di BloggerDay 2021, seusai dengan temanya Keluarga Jempolan.

Pas sudah dibuka pendaftaran langsung buru-buru daftar biar tidak lupa lagi, melihat rangkaian acaranya bagus-bagus. Terutama bisa mengajak si kecil untuk ikutan Virtual Family Trip ke Universal Studios Hollywood bersama kang Idfi. Jadi selama virtual tour kemarin itu, ipad diambil alih sama anakku karena dia penasaran. 

bloggerday 2021 bloggercrony

Sampai waktu saya minta dia screenshots gak boleh, katanya biar dia saja yang screenshot sesuai dengan apa yang dia suka. Waktu ke Universal Studios anaknya langsung berucap "wwwooowwww". Pokoknya ini sukses banget bikin anakku mengikuti virtual tour sampai selesai, setelahnya dia bilang deh "kalau virus corona sudah hilang kita boleh ke Universal Studio?" Boleh nak, mari kita aminkan dulu keinginannya.

Setelah anaknya puas virtual tour keliling Hollywood terus giliran ibunya belajar lagi nih bersama kang Maman Suherman, Penulis & Pegiat Literasi dan mas Shafiq Pontoh, Pegiat Media Sosial/Provetic temanya aja bagus banget loh "Senjakala "Content Creator". Ini salah satu meteri yang paling saya tunggu, 

Jadi ya seorang content creator bukan hanya bikin konten yang dipublikasi lalu sudah selesai, tapi juga harus bertanggung jawab dengan konten tersebut. Bukan asal bikin konten karena biar mendapat view atau likes banyak, bahkan sampai viral. Content creator harus bertanggung jawa untuk setiap informasi yang diberikan terutama media digital.

Konten yang dibuat biasanya memiliki nilai edukasi dan hiburan, apalagi disaat pandemi seperti sekarang ini ya. Konten-konten hiburan lebih sering dicari juga, tapi balik lagi konten yang disajikan juga dapat dipertanggung jawabkan. Konten apa yang lebih kalian suka sekarang ini? 

Dari virtual BloggerDay 2021 bersama kang Maman dan mas Shafiq ada beberapa hal bisa disimpulkan untuk content creator agar tidak hilang karena waktu. Biar selalu dihati pemirsa gitu jadi ada beberapa hal nih yang harus dipahami dan dilakukan oleh teman-teman konten kreator.
  1. Sajikan konten yang baik, dalam artian harus bisa dipertanggung jawabkan.
  2. Jangan lupa ada etika dalam membuat atau menulis konten, tidak menjadi plagiat dari konten orang lain.
  3. Gunakan bahasa yang baik dan benar dalam setiap menyajikan konten.
  4. Buatlah konten sesuai dengan passion dan jangan lupa jadilah diri sendiri.
  5. Membangun kerjasama. 
  6. Jangan pernah merasa puas dan teruslah belajar untuk menciptakan sebuah konten yang original.

bloggerday 2021

Karena waktu sesi virtual tour anakku lupa ngasih membuka kameranya jadilah gak ada fotonya dong, tapi akhirnya ada fotoku bersama BCC Squad yang saya screenshot. Senang sekali rasanya bisa menghadiri BloggerDay 2021 secara virtual, bisa lihat beberapa teman yang belum pernah ketemu juga. 

Terima kasih Bloggercrony sudah membuat acara yang sangat bagus dan membuat saya juga jadi banyak mencatat nih tentang materi-materi yang dihadirkan. Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah mendukung acara BloggerDay 2021:

KITATAMA EVENT @kitatama.id
Virtual Family Trip: Idfi Pancani
Narasumber BloggerHangout 50-51: Maman Suherman, Shafiq Pontoh, Ifa H. Misbach, Kania Safitri
Host: Gita Siwi
Moderator: Helen Simarmata
Bloggerpreneur:
@duorajistore @katalensa.photoworks @ebigsoo_fashion_ @anesacooking @geraiaksesoris2 @aykoprojects @makarame @resepdapurayah @dapursesukahati @hennahijab_collection @asiboostertea @kitatama.id @sreehandmate @photo_coffee_

10 Maret 2021

Memasak Menu Rumahan dengan Minyak Goreng Sania Royale Soya Oil

sania royale soya oil

Memasak dengan menggunakan minyak goreng memang selalu jadi favorit ya, apalagi untuk menggoreng menu favorit di rumah. Tapi jujur ya belakangan saya malah mengurangi memasak menggunakan minyak goreng sebelum saya menemukan Sania Royale Soya Oil. 

Makanya waktu ketemu sama Sania Royale Soya Oil ini tuh senang banget, karena ini satu-satunya minyak goreng ber-VCO dengan kandungan MCT mencegah penyakit degeneratif seperti kanker. MCT ttidak rusak oleh suhu panas. Sania Royale merupakan perpaduan 3 bahan alami minyak goreng yaitu, kelapa sawit, minyak kelapa, dan VCO (Virgin Coconut Oil). 

Kali ini saya mau share resep masakan rumahan yang masaknya menggunakan Sania Royale Soya Oil. Menu ini juga merupakan comfort food kami sekeluarga, bahkan kadang anakku selalu minta dibuatkan Chicken Milk yang kalau kata dia itu rasanya unik. 

Chicken Milk
sania royale soya oil


Chicken Milk ini sebenarnya saya recook dari Jamie Oliver, tapi ini saya modifikasi lagi supaya anakku suka. Buatnya gampang banget dan gak pakai ribet, apalagi sekarang kalau mau goreng atau numis gak perlu khawatir karena sudah menggunakan Sania Royale Soya Oil.

Bahan-bahan yang digunakan:
  • 500 gr ayam fillet
  • Susu UHT
  • Sania Royale Soya Oil
  • 10 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 1 batang kayu manis
  • Daun sage
  • 1 buah lemon
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt garam

Bahan-bahan Marinasi Ayam
  • 1 buah lemon
  • Black Pepper

Cara Memasak:
  1. Marinasi ayam selama 1 jam, peras lemon dan campurkan black pepper.
  2. Panaskan minyak goreng Sania Royale Soya Oil
  3. Tumis bawang putih yang sudah digeprek dan bawang merah utuh
  4. Masukkan kulit lemon, merica bubuk, garam, segenggam daun sage dan 1 batang kayu manis
  5. Masukkan ayam yang sudah dimarinasi, goreng hingga matang
  6. Tuangkan susu uht, lalu masak hingga mendidih
  7. Jangan lupa cek rasa

Untuk video tutorialnya bisa lihat disini ya, oh iya ini nanti susunya akan pecah karena adanya kulit lemon didalam. Jadi kemarin pun banyak yang tanya juga tentang memasak dengan menggunakan kulit lemon. Iya bisa karena kulit lemon ini akan memecah susunya dan membuat rasanya jadi lebih unik.

Beef Bulgogi
sania royale soya oil

Kalau Beef Bulgogi ini salah satu masakan tergampil dan masakan kalau lagi males mikir masak apa langsung eksekusi Beef Bulgogi. Mungkin ini juga sebagai obat karena tahun 2020 kemarin gak jadi ke Korea Selatan karena masih pandemi, jadi kita hadirkan saja menu Korea di rumah.

Bahan-bahan yang digunakan:
  • 800 gr beef slice
  • 1/2 bawang bombay
  • 2 batang daun bawang
  • 2 sdm wijen sangrai
  • Minyak goreng Sania Royale Soya Oil

Bahan Marinasi:
  • 3 sdm kecap asin
  • 3 sdm madu
  • 1 sdm minyak wijen
  • 1/2 sdt bubuk lada hitam
  • 5 siung bawang putih cincang

Cara Memasak:
  1. Campur semua bumbu marinasi, aduk rata menggunakan tangan dan diamkan selama 1 jam didalam kulkas
  2. Panaskan minyak goreng Sania Royale Oil
  3. Masukkan bawang bombang dan tumis hingga layu
  4. Masukkan daging sapi yang sudah dimarinasi masak hingga matang
  5. Masukkan daun bawang yang sudah diiris 
  6. Taburkan wijen sangrai

Beef Bulgoginya siap disantap menggunakan nasi panas nih, untuk pembuatannya bisa cek videonya disini ya. Saya tuh selalu stok slice beef karena untuk masak beef bulgogi dikala mager masak yang ribet-ribet.

Ayam Tumis Kemangi
sania royale soya oil

Selain beef slice, saya juga paling senang kalau masak ayam itu yang fillet karena saya team masak simple. Salah satu menu andalan juga di rumah, tumis ayam kemangi karena masaknya gampil banget. Maklumlah ya saya gak jago-jago amat masaknya tapi minimal punya menu favorit di rumah.

Bahan-bahan yang digunakan:
  • 500 gr ayam fillet
  • 1 genggam daun kemangi
  • 3 cabai merah besar
  • 6 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • Lengkuas dengan ukuran ibu jari
  • 2 lembar daun salam
  • Kecap manis secukupnya
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • 1/4 sdt garam

Cara Memasak:
  1. Panaskan minyak goreng Sania Royale Soya Oil
  2. Masukkan bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris, tumis hingga layu
  3. Masukkan daun salam, cabai merah besar yang sudah diiris, lengkuas yang sudah diiris, merica bubuk, ketumbar bubuk dan garam
  4. Masukkan ayam fillet yang sudah dicuci bersih
  5. Masukkan kecap manis sesuai selera, aduk rata sampai semua bumbu meresap
  6. Masukkan daun kemangi, masak sebentar sampai semua tercampur
  7. Jangan lupa selalu koreksi rasa

Omelette Spinach and Cheese
sania royale soya oil

Menu sarapan terpraktis dan ya sering diulang cuma beda di dressingnya aja sih biasanya. Masak omlette gini kayaknya seminggu bisa 2-3 kali deh, karena anakku paling doyan telor apalagi dikasih keju gini.

Bahan-bahan yang digunakan:
  • 3 telur ayam
  • 1 genggam bayam hijau
  • Keju parut secukupnya
  • Minyak goreng Sania Royale Soya Oil

Cara Memasak:
  1. Campur telur, bayam dan keju lalu aduk rata sampai semuanya benar-benar tercampur
  2. Panaskan minyak goreng Sania Royale Soya Oil
  3. Tuangkan telur yang sudah dicampur ke dalam wajan, masak dengan menggunakan api kecil

Biar menu sarapannya selalu bervariasi bisa ditambahkan temannya juga nih, kalau saya biasanya selalu ada tomat cherry, avocado, letuce atau kol ungu. Bisa juga ditambahkan dengan mayonaise atau sambal, pokoknya sesuaikan saja dengan selera ya.

Selamat mencoba di rumah ya bersama dengan keluarga tersayang.


04 Maret 2021

Penuhi Gizi Seimbang si Kecil Lewat Panduan Isi Piringku

Festival Isi Piringku Danone Indonesia

Hollaaaa... Gimana kabarnya? Masih semangat dong ya si rumah saja, karena menurutku ini bisa jadi momen kita untuk memberikan menu gizi seimbang untuk si kecil. Ini yang saya lakukan juga, bukan berarti sebelumnya makannya gak bergizi ya. Karena di rumah saja jadi lebih rajin membuatkan menu untuk si kecil sesuai dengan pedoman "Isi Piringku", sama seperti yang dilakukan Danone Indonesia yang selalu mengedukasi tentang Isi Piringku.

Karena makan bukan hanya sekedar kenyang, tetapi harus memperhatikan kebutuhan gizi hariannya terpenuhi. Salah satu cara yang paling mudah adalah memang mengikuti panduan dari "Isi Piringku". Apalagi begitu si kecil sudah mulai banyak aktivitas seperti sekolah dan bermain di rumah, sudah pasti asupannya mulai bertambah juga. 

Hal yang harus diperhatikan untuk memilihkan menu makanan harus dipastikan bahwa makanan itu sehat dan sesuai dengan kebutuhannya. Supaya si kecil tetap aktif dan sehat sepanjang hari. Jangan lupa selalu perhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) juga ya buibu. Menurut Kementerian Kesehatan RI, rata-rata kebutuhan energi harian anak usia 4-6 tahun yaitu 1.600 kalori. Maka sebisa mungkin, sajikan menu makanan untuk memenuhi gizi anak dalam porsi yang mudah digenggam dan dikunyah. 

Festival Isi Piringku Danone Indonesia

Supaya ada gambaran tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) ini saya rangkum dari anak usia nol bulan sampai 9 tahun. Biasanya saya selalu membuat menu untuk seminggu, biasanya juga cari tau berapa kalori dari menu yang saya sajikan setiap harinya. 

Apalagi ya anakku ini gak pernah mau makan sayur yang sama setiap harinya, begitu juga dengan lauknya. Jadi memang setiap hari menu makan siang dan malam kita selalu berbeda. Tapi kalau kata ayahnya, selagi anaknya mau dan suka tidak apa-apa. Walau jadi lebih sering di dapur, hahahaha... 

Panduan Memenuhi Gizi Harian Untuk Si Kecil 
Gizi seimbang itu harus cukup secara kuantitas, kualitas dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tentunya jika anak-anak memiliki gizi yang cukup makan pertumbuhannya juga akan lebih baik. Untuk memenuhi kebutuhan gizi harus memperhatikan keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan normal. Ini harus dilakukan untuk mencegah gangguan gizi atau stunting. 



1. Makan Sesuai Dengan Panduan Isi Piringku
Mungkin ini bukan saya saja yang merasa kalau menyiapkan menu sesuai isi piringku itu masih menjadi PR juga. Karena sejujurnya anakku juga masih suka pilih-pilih kalau disuruh makan buah. Jadi sekarang ini memang harus membiasakan anak juga mengonsumsi beraneka ragam makanan secara rutin setiap hari.

Jadi yang harus dikonsumsi setiap hari:
  • Makanan Pokok adalah pangan yang mengandung karbohidrat yang sering dikonsumsi atau telah menjadi bagian dari budaya makan berbagai etnik di Indonesia sejak lama. Makanan pokok juga beragam, sesuai dengan keadaan tempat dan budaya serta kearifan lokal contoh beras, jagung, singkong, ubi talas, sagu, dan produk olahannya (roti, pasta, mie dan lain-lainnya). Ada syarat makanan dijadikan sebagai makanan pokok, mengandung karbohidrat (HA), bersifat menyenangkan, rasanya netral, murah harganya, mudah ditanam, mudah didapat, mudah diolah dan dapat disimpan lebih lama.
  • Lauk Pauk terdiri dari pangan sumber protein hewani dan pangan sumber protein nabati. Lauk-pauk hewani seperti daging (sapi, kambing, rusa dan lain-lain), unggas (ayam, bebek dan lain-lainnya), ikan termasuk hasil laut, telur, susu dan hasil olahannya. Sedangkan lauk-pauk nabati berupa tahu, tempe, kacang-kacangan (kacang tolo,kacang merah, kacang tanah, kacang hijau dan lain-lain). 
  • Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin (A, B, B1, B6, C), mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam buah-buahan berperan sebagai anti oksidan. Manfaat buah-buahan untuk tubuh sangat banyak dan beragam, buah umumnya merupakan salah satu kebutuhan untuk hidup sehat dan merupakan salah satu cara mencegah kanker.
  • Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral terutama koroten, vitamin A, vitamin C, zat besi dan fosfor. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran berperan sebagi anti oksidan. Beberapa sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak terlebih dahulu sementara yang lainnya dapat dimasak dengan cara dikukus, direbus dan ditumis.

2. Perilaku Hidup Bersih
Selalu melakukan perilaku hidup bersih karena sangat bermanfaat untuk mencegah tubuh dari infeksi penyakit. Infeksi adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi. Anak-anak yang mengalami penyakit infeksi dapat mengalami penurunan nafsu makan, sehingga zat gizi yang masuk ke tubuh pun berkurang.       

Biasakan selalu mencuci tangan menggunakan sabun, karena tangan melakukan banyak hal seperti memegang, membersihkan kotoran, menyiapkan makanan, memberi makan anak, meyusui bayi dan lain-lain. Begitu juga dengan anak-anak, walau sekarang ini mereka masih beraktivitas di rumah tapi harus tetap memperhatikan kebersihan tangannya. 

Cuci tangan harus pakai sabun dengan air mengalir, karena dengan memakai sabun dapat membersihkan tangan dari kotoran yang mengandung penyakit. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dapat mencegah penyakit diare, infeksi saluran pernafasan atas hingga lebih dari 50%, menurunkan 50% insiden avian influensa, hepatitis A, cacingan, kulit dan mata.

3. Aktivitas Fisik
Setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Untuk anak-anak aktivitas fisik ini bisa dilakukan dengan melakukan aktivitas ringan atau sedang. Ini yang membuat saya selalu cerewet juga nih, pokoknya setiap sore minimal kita harus berjalan kaki.

Aktivitas fisik untuk anak bisa membawa banyak manfaat, selain mengurangi obesitas, penyakit pembuluh darah, dan keganasan di kemudian hari. Pertumbuhan tulang dan otot dapat berlangsung dengan baik, Keterampilan gerak, interaksi sosial, dan perkembangan otak juga terasah saat bermain. Anak yang aktif akan belajar dengan lebih efektif, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Si kecil juga akan merasa gembira dan percaya diri, serta memiliki pola tidur yang baik. Aktivitas fisik yang dilakukan sejak dini akan membentuk anak menjadi seorang dewasa dengan gaya hidup aktif. Lakukan aktivitas fisik bersama si kecil minimal 30 menit sehati, kalau saya berpedoman pada "badan harus gerak setiap hari".

4. Pantau Berat Badan
Dengan melakukan pola makan dengan gizi seimbang, kita harus juga memastikan berat badan si kecil tidak melebihi dari Indeks Massa Tubuh (IMT. Memantau berat badan si kecil secara rutin sangat penting karena bisa menjadi gambaran umum perkembangan fisik, mencegah kekurangan gizi atau gizi buruk pada anak, mendeteksi gangguan atau penyimpangan tumbuh kembang anak, dan mencegah obesitas.

Festival Isi Piringku Bersama Danone Indonesia
festival isi piringku danone indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Danone Indonesia menyelenggarakan Festival Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun yang dilakukan secara virtual dengan tema "Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini". Festival ini bertujuan untuk mengajak para guru dan anak Indonesia, orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Berdasarkan angka Riskesdas 2018, proporsi anak dengan status stunting sekitar 30,8%, masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan oleh WHO di bawah 20%. Ditambah lagi, edukasi gizi seimbang di sekolah maupun di rumah menjadi tidak optimal semasa pandemi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka akan dapat berdampak buruk bagi negara.

Menurut Dr. Dhian Dipo, SKM., MA, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pencegahan stunting masih jadi fokus, dimana pemerintah telah membuat strategi dengan berbagai program untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. 

Danone Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA)-IPB untuk menyusun dan memproduksi buku edukasi "Isi Piringku" yang merupakan pedoman edukasi yang dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk edukasi makan dan minum sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi.

Panduan Isi Piringku


Nah gimana buibu sudah memberikan makanan si kecil dengan menu gizi seimbang untuk hari ini? Mulai sekarang bisa langsung menerapakan memberikan makan si kecil dengan panduan isi piringku.