30 April 2021

Tumis Ayam Kemangi dari Hasil Menanam Di Rumah Selama Pandemi

Tumis Ayam Kemangi

Pandemi ini membawa perubahan untuk semua orang, terutama saya yang merasakan sekali perubahan hidup selama pandemi. Sebelumnya saya yang tidak menyukai tanaman tapi semenjak pandemi jadi rajin mengurus anak-anak hijau (panggilan untuk tanaman di rumah). Ternyata gak hanya tanaman hias yang menjadi koleksi di rumah, karena ada Rosemarry, Daun Mint, dan Kemangi yang menghiasi teras belakang rumahku.

Percayalah pertama punya niat untuk menanam bahan pangan ini masih ragu karena ngeri gak tumbuh. Ternyata benar saja, ada beberapa bahan pangan yang hidup tak mau tapi mati pun segan dia. Kadang suka iri lihat orang-orang yang berhasil membuat makanan dari hasil bercocok tanam. Termasuk lihat mamahku yang berhasil bercocok segala macam jenis sayur.

Padahal pengennya tuh bikin hydroponik di rumah seperti teman-teman lainnya tapi apa daya, lahan di rumah kurang memadai untuk kita bikin hydroponik dan sejujurnya saya pun takut tak tumbuh. Akhirnya mencoba cari tanaman yang gampang ditanam dalam pot sajalah, saya rasa ini lebih mudah dan gampang juga carinyakan.

Eits... Tidak usah berkecil hati, ini pun efek intip-intip berintani.id jadi tambah informasi banget tentang bagaimana cara menanam di rumah. Terutama untuk bahan pangan ya, karena ini sudah pasti kita gunakan sehari-hari.

Bercocok Tanam Untuk Pemula
bercocok tanam di rumah

Ternyata bercocok tanam itu tidak harus memiliki lahan yang luas, untuk saya yang memiliki lahan minimalis ternyata bisa kok menanam di rumah. Alhamdulillah ini sudah dilakukan dari awal pandemi, walau emang gak selalu lancar ya dalam menanam.

Berkebun ini merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi saya, karena termasuk kediatan produktif yang menyehatkan dan bisa menghilangkan stres. Apalagi kalau yang kita tanam ini memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah. Sebagai seorang ibu yang menjabat menteri keuangan di rumah tentu ini bisa mengurangi pengeluaran belanja dong, alias berhemat.

Beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk pemula:
  1. Pilih tanaman yang disukai, kita bisa memilih jenis sayuran, buah yang disukai oleh anggota keluarga. Siapkan bibit tanamannya, bisa lakukan menanam didalam pot seperti yang saya lakukan. Bibit tanaman sekarang bisa dibeli secara online, kalau saya kebetulan dekat rumah ada tukang jual tanaman. 
  2. Pastikan area tempat menanam cukup sinar matahari, biar tanaman tumbuh dengan sehat dan juga segar pilih lokasi yang mendapat cukup cahaya matahari. Biasanya untuk sayuran lebih menyukai sinar matahari, cahaya matahari yang paling bagus adalah pagi hari.
  3. Persiapkan media tanam, nah ini yang penting banget untuk bercocok tanam. Pemilihan media tanam sebenarnya yang paling umum adalah tanah tapi pastikan juga tanah yang digunakan bernutrisi tinggi atau sudah digemburkan agar tanaman tumbuh dengan baik.

Daun Kemangi Salah Satu Bahan Pangan Di Rumah
kemangi konvensional

Karena saya lebih senang masak yang gampang-gampang di rumah, jadi tanaman bahan pangan di rumah juga tidak terlalu banyak tapi yang menjadi favorit saya itu kemangi. Walaupun sebenarnya ini bisa beli ke pasar tapi kalau menanam sendiri bisa ambil sesuai dengan yang kita butuhkan jadi gak mubazir.

Kemangi selain dipakai untuk lalapan, daun hijau yang memiliki bau sedap ini juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan juga loh. Manfaat daun kemangi ada beragam, mulai dari menggantikan zat besi saat PMS (pre menstrual syndrome) hingga berpotensi membantu pencegahan kanker.

Manfaat daun kemangi untuk kesehatan
  1. Mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, karena mengandung vitamin A yang penting untuk perkembangan dan menjaga sistem imun tubuh. Selain itu daun kemangi juga mengandung vitamin k yang penting dalam proses penggumpalan darah. Daun kemangi juga mengandung kalium yang berperan mengatur tekanan darah.
  2. Berpotensi melawan kanker, karena kandungan fitokimia yang ada di dalamnya begitu beragam. 
  3. Mengurangi efek yang timbul akibat stres oksidatif,  ini disebabkan kerusakan sel yang terjadi akibat paparan radikal bebas. Saat jaringan mengalami stres oksidatif, maka berbagai penyakit bisa muncul.
  4. Mencegah penuaan dini, wah ini sih harapan semua orang ya. 
  5. Menggantikan zat besi yang hilang ketika haid
  6. Membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan, ekstrak daun kemangi juga efektif untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di tubuh. Hal ini disebabkan kandungan beta-caryophyllene dalam daun kemangi sebagai agen antiinflamasi.
  7. Memiliki kangungan antibakteri, ini dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Di ataranya Listeria Monocytogenes, Staphylococcus, Escherecia Coli dan Pseudomonas aeruginosa.

Ayam Tumis Kemangi Menu Favorit Keluarga di Rumah
daun kemangi untuk masak

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, jika kita memang ingin bercocok tanam di rumah, pilihlah jenis sayuran dan buah yang memang sering dikonsumsi oleh keluarga. Sama seperti saya saat memutuskan untuk menanan daun mint, rosemarry dan duan kemangi. Karena di rumah lebih sering masak dengan menggunakan rosemarry dan daun kemangi, sementara daun mint untuk pemanis saja. 

Salah satu cara untuk menghemat dan tidak menyebabkan terbuangnya bahan pangan. Hitung-hitung juga melatih saya agar semangat untuk bercocok tanam di rumah. Masakan yang saya bikin biasanya yang gampang-gampang saja murah meriah, termasuk waktu masak Ayam Tumis Kemangi. 

Selain itu gara-gara lihat dari instagam @berintani_id membuat saya tertantang untuk membuat hidangan di rumah dengan hasil menanam sendiri. Jadi @berintani.id lagi ngadain Berintani Challenge. Ada 7 aktivitas bercocok tanam di rumah yang bisa kamu kamu ikutin. Informasi lebih lanjut, langsung intip-intip aja di instagramnya Berintani, ya. Kalau saya, lagi ngikutin aktivitas ke 5, masak dari rumah.

Tumis ayam kemangi

Nah ini salah satu menu favorit di rumah dan alhamdulillah deh pak suami dan anakku gak pernah rewel soal pemilihan menu. Sekalian saya share juga resepnya ya biar bisa dieksekusi untuk hidangan makan malam atau sahur nanti.

Ayam Tumis Kemangi ala Akuchichie

Bahan-bahan:
500 gr ayam fillet
1 genggam daun kemangi
3 cabai merah besar
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
Lengkuas ukuran ruas ibu jari
2 daun salam
Kecap manis secukupnya
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/4 sdt garam

Cara memasak:
Panaskan minyak goreng diatas wajan/teflon
Masukkan bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris, tumis hingga layu
Masukkan daun salam, cabai merah besar, lengkuas, merica bubuk, ketumbar bubuk dan garam
Masukkan ayam fillet yang sudah dicuci bersih
Masukkan kecap manis sesuai dengan selera, aduk rata sampai semua bubum meresap
Masukkan daun kemangi, masak sebentar sampai semuanya tercampur.

Nah, ayam tumis kemanginya sudah siap nih untuk disajikan. Oh iya ini takaran untuk 4 orang ya, tapi kalau mau lebih banyak tinggal disesuaikan saja semua dan jangan lupa dicicipi. Gimana? Mudah bangetkan? Sekarang kita juga tetap bisa menanam sayur di rumah walau lahannya tak lagi luas. 

Teman-teman juga bisa loh ikutan Beritani Challenge selama bulan ramadhan ini, hitung-hitung sekalian mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan berfaedah. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung menuju ke berintani.id atau instagram @berintani.id ya. Yuk! Saya tunggu ya menu favorit keluarga di rumah yang dimasak dari hasil #tanamkebaikan dan #pupukpahala dari rumah.

40 komentar:

  1. Tumis ayam kemangi ini dijamin bikin nambah nasi terus. Wangi kemangi itu lho, bikin masakan seger dan tambah enak.

    Ikutan berintani challenge ini seru banget, ya, Mbak. Kita jadi semakin tertantang untuk menanam sendiri dan memasak dari hasil kebun sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mbak, duh aku kalau sama kemangi tuh semacam kayak adict sama wanginya. Iya challengenya seru dan emang mudah banget bikinnya.

      Hapus
  2. Makasii resepnyaa, mak Chiii. Kebetulan aku suka banget sama masakan yang berbau kemangi tuh. Jadi dapet ide buat masak ayam goreng biar gak itu-itu aja nanti.

    Eniwe, aku tu nanam di rumah baru kaya daun mint, sereh, sama kucai. Kayaknya kudu ikut challenge berintani deh ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di rumahku juga belum banyak mak Ana, daun mint, rosemary, kemangi, daun bawang, seledri dan lagi mencoba mau menanam pokcoy nih.

      Hapus
  3. aku belum pernah coba tumis ayam kemangi mba biasanya kemangi aku gunakan buat pepes atau tumis usus mmm rasanya mantab tapi ini resepnya bisa nih dicobain ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya biasanya selain tumisan aku buat lalap dan pepes, sesekali boleh teh dicobain deh.

      Hapus
  4. wuih makin jago aja nih skill memasaknya, penampakannya enak juga, jadi penasaran pengen cobain juga deh tumis ayam kemangi buat kamu kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. pandemi membawaku rajin ngulik resep kak Aie, hahahahahaa

      Hapus
  5. eh lupa ini yang hasil kebun sendiri kemanginya atau ada juga bumbu dapurnya kak? seneng ya bisa masak hasil kebun sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemangi, selain itu di rumah ada mint, rosemary, daun bawang, seledri dan lagi nyoba nanam pokcoy

      Hapus
  6. Waah wajib dicatet nih resepnya, kebetulan aku suka banget makan ayam pake daun kemangi Thanks for sharing yaa Kak

    BalasHapus
  7. aku suka mbak daun kemangi, rasanya kalo dimakan langsung itu berasa agak pedes2 dikit kayak daun mint. daun kemangi juga wangi.

    BalasHapus
  8. kemangi tuh wangi banget yaaa, trus mirip2 mint rasanya, jadi bikin seger kalau di makan :)

    BalasHapus
  9. Aku selalu suka sama foto2 nya mbak Cichie, bagus banget kayak di pexels, hehe. Kemangi sebenarnya aku lumayan suka. Tapi suamiku ga suka. Dipepes ikan pun ada Kemangi dia g doyan. Aku juga nanem sayuran mati mulu . Hiks. Kalo tanaman hias sih hidup

    BalasHapus
  10. Mengolah bahan pangan dari kebun sendiri itu emang rasa kepuasannya beda ya mbak, di banding beli. Saya juga barusan metik oyong dan timun di belakang rumah.

    Kalau kemangi ada juga pohonnya, tapi yang suka cuma suami aja. Biasanya dia makan mentah, buat lalap

    BalasHapus
  11. emang mengolah masakan dari kebun sendiri itu kerasa lebih menyenangkan dan menyehatkan mbak karena kita tahu betul bagaimana pertumbuhannya jadi organic pastinya

    BalasHapus
  12. Saya pernah menanam kemangi. Memang rasanya enak ya kalau makan hasil tanaman sendiri. Lebih seger aja gitu. Sebelnya, tanamannya habis dimakan ma tikus. Kayaknya harus dipindahin tempat menanamnya

    BalasHapus
  13. Duh... aroma ayam tumis kemanginya sampai sini nih mbak. hihihi... Btw, aku juga suka kemangi disambel bawang. Ikut diulek kasar gitu, wah sedep banget pokoknya. Kreatif nih mbak berkebun sendiri.

    BalasHapus
  14. Aku nggak punya ladang di rumah tapi resepnya bisa dicoba sih hehe

    BalasHapus
  15. Hmm..kecium bau ayam kemanginya saampai sini hihih
    Tos kita lahan minimalis, tapi ga juga menutup kemungkinan bertanam kan?
    Penasara kepoin Berintani, banyak info menarik sputar tanam-menanam ini pasti

    BalasHapus
  16. Ga kepikiran nih buat tanam yg bisa dmasak gitu, aku malah tanam yg bunga2 selama pandemi, btw resep ayam tumis nya boleh nih dicoba hehe

    BalasHapus
  17. Ini yang bkin aku pengen punya tanaman macem mint, daun pandan, yang bisa dipetik dijadiin makanan! Thankyou Kak resepnyaa!

    BalasHapus
  18. semenjak pindah ke kalimantan saya mulai bercocok tanam karena di sini lumayan juga kalau mau belanja cukup jauh, dan saya menikmati sekali proses tanam dna emmetiknya, happy aja masak dari kebun sendiri

    BalasHapus
  19. Ada kesenangan dan kebanggaan tersendiri memang yaa, kak Chie ketika memasak dari hasil kebun sendiri. Temen aku juga bikin lahan hidroponik di depan rumahnya, mashaAllah~ Jadi ikutan kebagian sayuran sehat.

    BalasHapus
  20. Senangnya bisa bercocok tanam di rumah, jadi kalau butuh tinggal petik aja ya lebih fresh.
    Resepnya juga bahan-bahannya mudah didapat ya, gampang nih dipraktikkan. Hehe

    BalasHapus
  21. Senangnya kalau ada hasil kebun sendiri yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk dimasak. Kliatannya enak dan aku penasaran mau coba resepnya :)

    BalasHapus
  22. Kemangi biasanya iya sih kami bikin lalapan.
    Di rumah kami jga berkebin, sejauh ini yang sering dipanen tu kangkung, jd mayan bisa buat menumus dan bikin sayur asem bening khas Surabaya hehe
    BTW terikasih resep ayam kemanginya
    Emang kalau dr kebun sendiri lbh terasa yummy

    BalasHapus
  23. Kalo makan daun kemanginya sih gak suka. Tapi aromanya memang seger banget. Kebayang deh tumis ayam pake kemangi tentu tambah seger.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. Belum pernah bikin tumis ayam kemangi. Kalau ayam itu enaknya kisah sambal dan kemangi buat lalap. Nah kalau tumis tempe baru deh. Kadang buat pindang asat juga enak

    BalasHapus
  26. Seru challenge Berintani ini dan mudah untuk diikuti ya aku baru tanam cabe dan minta doang kalau tanaman yang bisa dikonsumsi, lainnya tanaman hias hehe

    BalasHapus
  27. berkebun itu memang menyenangkan ya mbak
    apalagi klo bisa masak makasakan dgn bahan yg mudah seperti itu

    BalasHapus
  28. Gampang banget nih resepnya. Mau coba juga ah. Challenge di Berintani juga seru nih kalau diikuti

    BalasHapus
  29. Aku belum nanem kemangi ini masih nanem cabe aja ma. Pengen juga nanem tanaman lain. Kan seru kalau makan dari kebun sendiri

    BalasHapus
  30. Eh kemangi bisa cegah penuaan dini? aku suka makan lalapan kemangi. Mau ayam penyet, lele penyet, wajib ada daun kemangi yang banyak.

    BalasHapus
  31. Beberapa kali di rumah sempat tumbuh nih mba tumbuhan kemangi. Tapi selalu kok habis itu meranggas dari bawah/akar yaa... padahal ngebantu sekali nih ada kemangi. Manfaatnya pun banyak yaaa..

    BalasHapus
  32. aku langsung kasih tau mamaku kalo kemangi bisa ditanam di rumaah, soalnya papa mamaku suka banget sama kemangii. oiya makasih juga mba buat resepnyaa

    BalasHapus
  33. Salah satu hal yang menyenangkan dari berkebun itu ya ketika menikmati hasilnya sebagai santapan kayak gini...

    BalasHapus
  34. lezatnya kemarin aku baru menikmati tumis cumi asin dan kemangi
    hasil potret Chie selalu mengesankan dan bikin ngiler. enak nih buat sahur

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.