25 Juli 2021

Pengalaman Isolasi Mandiri di Rumah

covid-19

Holla... Gimana kabarnya semua? Semoga dalam keadaan sehat ya... Kalau melihat berita di media elektronik rasanya perasaan ini campur aduk ya. Apalagi baca dibeberapa group what's app yang selalu mampir berita duka cita dan beberapa teman yang terpapar dengan kondisi ringan dan berat. Beneran sedih banget kalau baca group. 

Kami pun sekeluarga sedang recovery dari virus Covid-19, kok bisa sih kena? Ini pun yang menjadi pertanyaan saya sendiri, karena jujur prokes kami lumayan ketat. Tapi saat kami harus PCR tanggal 29 Juni 2021, ternyata hasilnya positif bikin kaget juga. Lalu kami tracing selama 14 hari kebelakang, kami tidak keluar rumah untuk bepergian atau belanja. Ternyata setelah diingat kami hanya sekali bertemu saudara. 

Beberapa teman pun kaget yang mengetahui kami terpapar, karena mereka tau betul bagaimana kami selama pandemi ini. Boro-boro keluar rumah untuk ke resto atau ke mall, diajak ketemu orang saja kami menolak. Tapi ini sudah menjadi takdir kami juga terpapar dari Covid-19 ini, mari di ikhlaskan saja. 

Untungnya sekarang ini informasi dan edukasi mengenai Covid-19 sudah banyak, jadi gak terlalu panik ngadepinnya. Karena segala macamnya sudah sering di share dibeberapa group tapi bukan yang hoax ya, heheheheee...

Apa Yang Dilakukan Pertama Kali?

Suami saya sakit lebih dulu, dia demam, lemas dan juga batuk ini selama tiga hari. Diikuti oleh saya di hari keempat suami saya sakit dengan gejala yang hampir sama. Spontan saya bilang "kita harus PCR sekarang, walaupun nanti ternyata kita hanya flu dan batuk seperti biasa setidaknya kita tau kondisi dulu".

Pergilah kami ke Bumame untuk PCR, selama perjalan saya mendaftarkan secara online untuk kami bertiga PCR. Pilihannya yang paling cepat adalah 16 jam, oke kita pilih ini saja. Karena kita ke Bumame siang jadi hasil dikirimkan itu hampir mendekati subuh. Pas bangung pagi baca hasil PCR kaget dong, saya dan suami dengan hasil positif dan CT rendah. Sementara hasil anakku masih negatif, tadinya kami mau ungsikan Kelvin hari itu tapi setelah dipikir Kelvin kontak erat dengan kami, ini bahaya kalau dibawa ke rumah mamahku.

Oke Kelvin kita pisahin hari itu, semua aktivitas dia di kamar gak boleh keluar kecuali mau ke kamar mandi. Jadi Kelvin menggunakan kamar mandi atas, kami berdua menggunakan kamar mandi atas. Tapi susah juga karena kami serumah dan mau gak mau pasti ini anak bisa ketular. Benar saja, malam dia batuk-batuk dan saya kondisinya dia demam 38,5 langsung kami berikan pertolong pertama dulu, minum paracetamol. 

Besok paginya ini anak PCR lagi karena malamnya sudah demam dan batuk, begitu hasil lab dia keluar dan bikin saya patah hati membaca hasilnya. Hasilnya positif namun CTnya dia leih tinggi dari kita berdua. Kalau kata dokter yang memeriksa kami, imunitas anakku tergolong bagus, alhamdulillah. Dia pun yang paling cepat recovernya dibanding kita berdua. 

Hal yang pertama kali kami lakukan saat hasil PCR keluar tangal 30 Juni adalah langsung beritahu ke RT dan RW, setelah itu keluarga inti dan beberapa teman dekat yang akhirnya teman-teman yang lainnya pun tau. Tapi mamah saya diberitahu hari kedua kami terpapar, karena takut kesehatan mamah terganggu kalau mengetahui kami sakit sekeluarga. Kata adikku si mamah nangis mulu beberapa hari karena kami sakit, terutama tau cucunya juga sakit.

Beruntungnya satgas Covid area kami cepat sekali merespon, setelah lapor ke RT dan RW kurang dari 1 jam pak suami dihubungi oleh satgas Covid Bintaro. Setelah itu dari pihak Puskesmas Rengas juga menghubungi pak suami untuk mengetahui kondisi kami bertiga. Sorenya obat-obatan dari Puskesmas Rengas dikirim ke rumah melalui Grab. Kami pun dipantau oleh dokter dari Puskesmas juga. 

Akhirnya saya dan pak suami memutuskan untuk coba ke Rumah Sakit dihari kedua, maksudnya biar lebih intensif perawatannya. Karena ada anak kami juga yang akhirnya positif dihari ketiga kami terpapar. Tapi ternyata rumah sakit diseputaran Bintaro penuh, untuk pasien Covid sudah ada waiting list. Kami pun menghubungi beberapa rumah sakit di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, hasilnya pun sama untuk pasien Covid sudah penuh dan dalam antrian.

Setelah konsultasi dengan beberapa teman yang dokter, mereka menyarakan untuk mengambil paket Isoman dari rumah sakit saja biar bisa terpantau. Oke, akhirnya kami pun mengambil paket Isoman dari Rumah Sakit Premier Bintaro. Karena di area terdekat dari rumah kami, hanya RS Premier yang punya paket isoman. Enaknya ini dokter yang menangani kami selalu siap untuk kami hubungi kapan pun diluar jam telekonsul ya. 

Selain obat-obatan dari Puskesmas dan rumah sakit, kemarin saat terpapar kami pun mendapat kiriman dari teman-teman juga berupa obat herbal, vitamin dan lain-lainnya yang harus kami konsumsi juga. Tapi ini tentu tidak kami minum secara bersamaan ya, kami pun juga minum invermectin setelah mendapat persetujuan dari dokter. 

Tapi untuk anakku hanya diberikan obat demam dan obat batuk saja oleh dokter, selebihnya dibantu dengan vitamin dan makanan sesuai dengan anjuran dokter rumah sakit. Obat demamnya hanya kami pakai selama dua hari karena setelah itu anakku sudah tidak ada demam, hanya batuk saja. Untuk vitamin saya pakai Blackmores dan Holistic Way yang multi vitamis.

Gejala Kami Berbeda

Saat terpapar kemarin, gejala yang kami alami berbeda. Alhamdulillahnya anakku ringan, hanya demam beberapa hari dan batuk saja. Dia juga lebih cepat sembuhnya daripada ayah dan bundanya, seingatku dia gak sampai 14 hari sudah gak ada batuk. Selain itu juga makannya masih mau, seperti biasanyalah. Saya pun selalu menanyakan terus, apakah tenggorokannya gak enak atau badannya pada sakit-sakit tapi kata anaknya enggak. Ini membuat saya sedikit lega ya karena gejala anakku ringan. 

Sementara pak suami ini mengalami demam selama 3 hari, batuk, badan pada sakit semua, penciuman dan rasa hilang. Jadi kalau kita bilang semacam waktu kami DBD badan pada sakit semua. Hari kelima pak suami mulai membaik kondisinya, mungkin juga efek dihajar vitamin, istirahat dan makan juga ya. Padahal CT dia paling rendah tapi ternyata tubuhnya yang paling kuat. 

Kalau saya pas dapat gejalanya si delta, aduh beneran ini pas tau dari dokter langsung cari-cari informasi juga. Mengingat varian delta cukup bikin was-was ya. Gejala yang saya alami demam, batuk, badan semua sakit, diare beberapa hari, mual dan muntah. Beruntung penciuman dan perasa normal, eh enggak deng mulut malahan pait. Saya pun sempat susah makan, karena mual dan muntah jadi agak susah makannya. Sampai berasa banget stress mau makan karena tau bakal muntah, berat bandan turun drastis ini. 

Akhirnya kemarin jalan satu-satunya beberapa makanan saya haluskan demi bisa masuk mulut, karenakan harus minum obat ya. Kan gak mungkin membiarkan perut kosong tapi maksa minum obat. Tapi akhirnya nyerah, kemarin itu pas susah makan, saya banyakan makan buah dan sayur yang di smoothie saja. Beneran untuk makan tuh masih agak susah banget.

Menggunakan Oksigen

Jadi nih beberapa minggu sebelum kami terpapar itu, pak suami sempat meminta ke saya beli oksigen untuk berjaga-jaga. Karena pada saat itu melihat berita kondisinya kok semakin melonjak ya Covid di Indonesia ini. Eh ternyata tabung oksigennya benaran kepakai untuk saya sendiri.

Lupa banget dihari keberapa ya kondisi saya sempat drop, saturasi perlahan menurun dan kami terus melaporkan ini ke dokter yang handle kami di RS Premier. Tapi memang sebelum kita ambil paket isoman ini dokter sudah memastikan bahwa di rumah memiliki beberapa alat yang dibutuhkan seperti oxymeter, oksigen, alat tensi, termometer dan lainnya. Alhamdulillah semua tersedia di rumah. 

Karena saturasi menurun, saya harus dibantu dengan oksigen. Saat itu saturasi saya di 82, tapi ternyata perlahan menurun sampai titik terendah di 61. Satu tabung oksigen saja tidak cukup, karena 1 tabung yang kecil hanya bertahan sekita 2-2,5 jam. Karena dokter dari puskesmas juga memantau kami, sore itu dari puskesmas Rengas juga mengirimkan 1 tabung oksigen ke rumah. Malamnya beberapa oksigen berdatangan dari teman-teman pak suami. 

Kenapa butuh beberapa oksigen, karena ini juga meminimalis untuk bolak-balik isi ulang oksigen yang pada saat itu pun kalau ngisi oksigen antrinya panjang. Bahkan harus ditinggal dulu nanti 2 jam kemudian baru diambil. Dari mulai isi ulang yang harganya Rp 20.000 sampai akhirnya merasakan isi ulang 1 tabung Rp 100.000 kebayang itu di rumah ada 6 tabung oksigen. 

Mamah sempat mengirim pesan melalui whats app pada saat saturasi saya menurun "Ayo kamu bisa berjuang, kamu pasti bisa. Kali ini kamu harus berjuang sendiri untuk diri kamu, anak dan suami" seketika air mata saya pun membasahi pipi. Iya saya menangis membaca pesan dari mamah, selain itu adik, keluarga besar dan teman-temanku juga selalu memberikan saya semangat. Masya Allah... 

Begitu saturasi mulai naik ke 90 sampai akhirnya ke 95 saya mencoba lepas oksigen untuk sehari melihat perkembangannya, alhamdulillah saat sehari itu saturasinya stabil walau kalau habis naik atau turun tangga saturasinya bisa 88 lagi tapi masih aman sih kemarin karena dibantu lagi pakai oksigen. Karena memang kemarin itu selain nafas yang masih pendek dan juga cepat ngos-ngosan banget. 

Waktu mulai lepas oksigen ada perasaan khawatir sebenarnya, takut saturasinya drop lagi. Jadi emang setelah lepas oksigen selama saya lebih banyak dikamar dan tiduran sih. Kecuali setiap pagi harus berjemur ya jadi harus banget turun kebawah. Nasib emang semua kamar ada dilantai 2.

Jadi kemarin total saya isoman di rumah itu 20 hari karena ada fase dimana saya susah makan dan kondisi sempat melemah. Sementara pak suami dan Kelvin walau sudah membaik lebih dulu tapi tetap mengikuti saya, tapi kami pisah kamar. 

Akhirnya kami bertiga malakukan PCR 15 Juli untuk mengetahui hasil setelah isoman di rumah. Alhamdulillah hasil kami bertiga pertanggal 15 Juli sudah negatif. Tapi kami pun tetap istirahat di rumah, yaiyalah lagi PPKM juga.

Sekarang kami sedang masa recovery, jujur saya sendiri masih ada batuk, mudah capek dan nafas juga masih pendek. Menurut dokter pun memang recoverynya untuk keadaan saya butuh waktu 1-2 bulan untuk semua normal lagi. Sekarang di rumah selain masih rajin berjemur juga latihan pernafasan, mau olahraga belum berani karena pernah nyoba sekali berakhir saya lemas sekali dan ngos-ngosan.

Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat dan yang sedang berjuang melawan covid, insya Allah segera pulih dan selalu diberikan keshatan. 

18 Juli 2021

Belanja Baju Anak di Webstore Babyshop Indonesia

belanja baju anak di babyshop indonesia


Senang sekali waktu tau Babyshop sudah ada di Indonesia, apalagi bisa belanja melalui webstorenya. Di saat seperti sekarang ini belanja melalui online store adalah pilihan yang tepat, termasuk membeli baju si kecil. Jadi beberapa waktu lalu saya langsung deh menuju webstore Babyshop Indonesia kebetulan banget emang cari baju-baju untuk mas Kelvin.

Dulu sebelum Babyshop ada di Indonesia, saya selalu beli pas lagi jalan-jalan ke luar negeri atau biasa titip sama sepupu atau teman yang ke luar negeri. Karena saya paling suka mendadani mas Kelvin dengan gaya kasual, polos-polos gitu. Koleksi yang dimiliki Babyshop ini memang sesuai dengan selera saya juga jadilah memang dari mas Kelvin bayi sudah menggunakan baju-baju dari Babyshop.

Padahal kalau gak pandemi gini pengennya belanja langsung ke tokonya, langsung milih-milih ditempat. Tapi apalah daya, pandemi memang menjadi mengubah segalanya termasuk dalam hal belanja. Pasti banyak juga nih para ibu yang selama pandemi ini jadi lebih senang belanja online untuk kebutuhan si kecil selama di rumah. 

Belanja Melalui Webstore Babyshop Indonesia
babyshop indonesia

Sekarang ini belanja melalui webstore sudah menjadi pilihan yang paling tepat, selain memang lebih praktis dan juga lebih aman tentunya karena kita tidak perlu keluar rumah. Enaknya lagi webstorenya Babyshop Indonesia juga lengkap, menyediakan perlengkapan ibu, bayi dan anak-anak juga. 

Ibaratnya tuh ini Babyshop Indonesia termasuk lengkap, jadi gak hanya baju-baju saja tapi juga menyediakan perlengkapan lain seperti mainan, baby & kids furniture, bedding & linen, strollers & prams, car seat, kebutuhan si kecil selama traveling, infant activity, baby feeding, pacifier & teething. Lengkap bangetkan? Selain bisa belanja untuk diri sendiri, juga bisa kalau mau kirim kado ke teman-teman juga. 

Selain itu yang saya suka dari pembelian online di Babyshop Indonesia ini adalah pembayarannya mudah banget. Bisa menggunakan beberapa cara seperti e-wallet, online paymet, cash on delivery (COD) dan bisa menggunakan gift voucher juga loh. 

Jangan khawatir untuk pengirimannya gak butuh waktu lama, karena kemarin punyaku termasuk cepat pengirimannya dan pas banget dapat bebas ongkos kirim. Happy bangetkan, lumayan banget dapat bebas ongkos kirim karena kemarin lumayan banyak juga belanja bajunya mas Kelvin. 

Outfit Of The Day ala Mas Kelvin
babyshop indonesia

Karena kemarin itu belanjanya melalui webstore jadilah saya juga melibatkan mas Kelvin untuk memilih sendiri baju dan celana panjang yang akan dibeli. Karena sekarang anakku sudah bisa milih sendiri baju yang akan dia pakai, termasuk waktu beli dia pilih sendiri. 

Tapi ini anak mungkin kebiasaan juga karena saya sukanya beli baju yang polos atau biasanya hanya motif garis-garis dan kotak-kotak. Jadi dia pas pilih senangnya yang polos, dengan warna yang gak jauh dari warna putih, hitam dan biru. Kebetulan ini anak emang paling suka dengan warna-warna seperti itu.

kelvin adrian babyshop indonesia

kelvin adrian babyshop indonesia

Walau masih di rumah saja dan biar si kecil juga gak bosan jadi selama di rumah tetap diusahakan rapih biar semakin happy di rumah. Tapi ini anak memang sekarang kalau habis mandi sukanya milih baju sendiri, sudah gak mau dipilihin lagi sama bunda atau ayahnya. 

Makanya ini salah satu alasanku juga selalu beli baju-baju yang casual look, karena emang anaknya juga gak terlalu suka baju dengan motif yang ramai gitu. Persislah kayak ayah dan bundanya yang memang lebih suka casual look.

Biar gak ketinggalan dengan koleksinya Babyshop Indonesia jangan lupa follow juga akun instagramnya @babyshopstores_indonesia ya moms! Jangan lupa kalau belanja melalui webstore Babyshop Indonesia gunakan kode akubaby10 ya.