20 Oktober 2021

Cara Membedakan Gejala Alergi Saluran Cerna Dengan Gangguan Saluran Cerna Fungsional

bicara gizi

Fase kehidupan seorang anak dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan sampai dengan anak berusia 2 tahun, yang biasa disebut dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat penting karena seluruh organ penting dan sistem tubuh mulai terbentuk dengan pesat. 

Dua tahun pertama kehidupan merupakan masa emas yang dapat terganggu jika ada masalah saluran cerna. Anak terutama bayi yang baru lahir belum memiliki saluran cerna yang berfungsi secara optimal. Karena itu pada beberapa bayi sering mengalami gangguan saluran cerna pada minggu-minggu awal kehidupannya. 

Jika masa emas itu terjaga dengan baik maka manfaat optimal terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik ) berat dan tinggi badan), perkembangan kognitif (bahasa, atensi, IQ), serta perkembangan emosi dan sosial (mengontrol emosi, adaptasi perilaku, interaksi sosial). 

Sedangkan jika masa emas tidak terjaga maka anak akan sering mengalami infeksi sehingga akan kehilangan  kesempatan memanfaatkan masa emas tersebut. Hal ini tentu harus dihindari oleh para orangtua. 

Dua tahun pertama kehidupan juga disebut periode rentan, sebab pada periode tersebut anak telah terpapar oleh ribuan bakteri dan zat asing lainnya sedangkan sistem organ tubuh belum berkembang atau berfungsi secara optimal. Akibatnya anak mudah mengalami gangguan fungsional dan juga mudah sakit.

Dua Jenis Gangguan Saluran Cerna Pada Bayi dan Anak
bicara gizi- gangguan fungsional pada anak

Anak-anak dibawah usia 2 tahun lebih sering mengalami gangguan pencernaan, biasanya ini ditandai dengan diare, mual, munta hingga sembelit, yang dapat mengganggu pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisiknya.

Dua jenis gangguan yang umum terjadi pada saluran cerna bayi dan anak adalah:
  1. Alergi susu sapi / Cow's Milk Allergy (CMPA).
  2. Gangguan saluran cerna fungsional / Functional Gastrointestinal Disorder (FGID)

Alergi merupakan salah satu masalah yang paling sering terjadi pada anak. Meskipun dipengaruhi oleh faktor keturunan, peran lingkungan dalam perjalanan alergi tidak dapat diabaikan. Banyak hal yang terdapat di lingkungan, baik itu makanan, debu, serangga, asap rokok, jamur, hingga suhu dingin sekalipun dapat mencetuskan alergi.

Gangguan saluran cerna  fungsional (FGID) adalah gejala saluran cerna kronis (terjadi jangka panjang) maupun rekuren (terjadi berulang) yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya baik secara struktur maupun biokimia. Gangguan saluran cerna fungsional tidak bisa dianggap remeh karena jika ditangani dengan baik dan benar, bisa mempengaruhi proses tumbuh kembang bai.

bicara gizi - gangguan saluran cerna fungsional

Gangguan saluran cerna fungsional terjadi secara alami karena organ tubuh manusia belum optimal pascalahir. Seiring dengan bertambahnya usia, setiap organnya akan bertumbuh dan berfungsi dengan baik.

Jenis-jenis gangguan saluran cerna fungsional yang paling umum:
  1. Kolik
  2. Gumoh
  3. Konstipasi

Prevalensi gangguan alergi

Gangguan saluran cerna fungsional pada umumnya disebabkan oleh berbagai hal kompleks yang saling berinteraksi, yaitu:
  1. Faktor biologis
  2. Psikpsosial
  3. Lingkungan maupun budaya

Seperti yang dikatakan oleh dr. Frieda Handayani, SpA(K) seorang dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, bahwa gejala gangguan saluran cerna fungsional bisa bervariasi mulai dari kolik, gumoh, hingga konstipasi. Ketiganya bisa terjadi dalam rentang usia yang berbeda-beda dengan gejala yang berlainan juga.

Kolik
Kolik infantil merupakan perilaku bayi berupa menangis, tidak tenang, dan rewel secara berulang dan dalam waktu yang lama, yang dilaporkan oleh orangtua atau pengasuh tanpa alasan yang jelas atau tidak bisa dicegah.

Gumoh
Gumoh atau Regurgitasi adalah dikeluarkannya isi refluks dari kerongkongan ke dalam rongga mulut dan kemudian dikeluarkan dari rongga mulut. Gumoh terjadi karena fungsi motilitas saluran cerna bayi belum berkembang dengan sempurna.

Konstipasi
Konstipasi adalah kesulitan atau jarang buang air besar yang terjadi selama setidaknya dua minggu. Konstipasi cukup sering terjadi sekitar 5-30% keluhan anak yang menyebabkan orangtua membawa anaknya berobat ke dokter.

Konstipasi diklasifikasikan menjadi 2:
  1. Konstipasi fungsional yang sebagian besar dialami anak (belum tentu bahaya)
  2. Konstipasi akibat kelainan organ, konstipasi yang disebabkan oleh gangguan organ (berbahaya)

Mengenal Apa itu Alergi?
alergi susu sapi


Alergi tak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga bisa menyerang anak-anak dan bayi. Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui alergi apa yang dimiliki si kecil dan apa pemicunya. Alergi adalah suatu reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunitas tertentu. Penyebab alergi disebut dengan alergen. Ada beragam pemicu dan ciri alergi pada anak dan bayi, gejala yang ditimbulkan juga tergantung pada pemicunya.

Alergi susu sapi terjadi karena adanya reaksi sistem kekebalan tubuh pada anak dengan protein yang terkandung di dalam susu sapi. Jenis protein yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein. Bayi yang mengalami alergi bisa saja alergi terhadap salah satu kedua protein tersebut.

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala alergi susu sapi terbagi dalam dua, yaitu anak yang sedang menerima ASI Eksklusif dan anak yang mengonsumsi susu formula. Untuk anak yang sedang minum ASI Eksklusif, alergi bukan disebabkan oleh ASI tetapi makanan yang ibu konsumsi sehingga berpengaruh pada kandungan susu di dalam ASI.

Hal ini pun pernah terjadi pada saat saya masih memberikan ASI Eksklusif terhadap anakku, karena saking semangatnya memberikan ASI jadi suka kebablasan makan dan minumnya. Seingatku yang sering saya konsumsi dulu itu makanan dan minumam mengandung dairy. Jadilah saat itu anakku mengalami alergi. 

Hubungan erat antara alergi susu sapi dan gangguan saluran cerna:
  1. Anak dengan alergi susu sapi sering mengalami lebih dari satu gejala; di kulit (kemerahan, pembengkakan di mata/bibir), di saluran nafas )batuk, bersin, hidung berair), saluran cerna seperti gumoh, muntah, diare konstipasi, anemia, darah pada feses dan umum (kolik).
  2. Gejala alergi dapat terjadi di saluran cerna dan gejalanya mirip dengan gejala gangguan saluran cerna fungsional.

Gejala gangguan saluran cerna dapat merupakan manifestasi alergi, bagaimana orangtua dapat membedakannya?
  1. Harus memperhatikan gejala-gejala yang ada
  2. Dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat
  3. Sebab gejala gangguan saluran cerna fungsional dan alergi bisa mirip.

Gejala Alergi Susu Sapi
gejala alergi susu sapi pada anak

Sebagian orang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami alergi susu (rentan) dibanding dengan orang lain. Faktor risiko yang dapat menjadi pemicunya antara lain:
  • Terdapat riwayat alergi pada anggota keluarganya, misalnya asma, eksim, rhinitis atau hay fever.
  • Usia bayi dan anak-anak lebih mudah mengidap alergi susu, karena sistem pencernaan yang belum sempurna. Namun, kondisi ini akan membaik seiring pertambahan usia dan kematangan saluran pencernaan. 
  • Terdapat riwayat dermatitis atopik atau peradangan kulit yang disebabkan alergi pada anak.
  • Mengidap alergi pada makanan atau minuman lain yang umumnya berkembang setelah alergi susu timbul.

Penyebab alergi susu adalah terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh pengidap yang salah mengidentifikasi protein pada susu sebagai zat yang membahayakan tubuh. Hal ini memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi Imunoglobilin E atau menetralkan zat pemicu alergi tersebut dan melapaskan histamin ke dalam darah, sehingga menimbukan gejala alergi susu. 

Berikut gejala alergi di saluran cerna:
  • Naiknya asam lambung ke tenggorokan secara berulang
  • Muntah, diare atau sembelit, dan darah pada feses
  • Anemia defisiensi besi
  • Pilek, batuk dan kronik
  • Kolik persisten (lebih dari 3 jam perhari perminggu selama 3 minggu)
  • Gagal tumbuh karena diare dan anak tidak mau makan

Akibat jika gangguan saluran cerna fungsional dan alergi tidak tertangani (dampak pada anak):
  • Dapat memberikan dampak kurang baik kepada kesehatan anak di masa akan datang bila tidak ditangani dengan tepat.
  • Karena mengganggu kualitas hidup seorang anak dan mengganggu proses tumbuh kembangnya.
  • Oleh karena itu, promotif dan preventif menjadi hal yang sangat penting, apalagi bila dilaksanakan sejak dini. 

Dampak gangguan cerna fungsional atau alergi tidak tertangani dengan baik pada orangtua:
  • Orangtua tentu kuatir jika anaknya tidak sehat
  • Orangtua bisa mengalami rasa bersalah, frustasi, stress, kecemasan bahkan bisa depresi.

Beberapa contoh red flags:
  • Gangguan pertumbuhan (berat badan, tinggi badan tidak sesuai)
  • Muntah darah
  • Masalah makan
  • Gangguan pada organ
  • Dan lain-lain tergantung dari jenis penyakitnya

Tips Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Anak
Jika anak mengalami  gejala alergi susu sapi setelah meminum susu, terutama jika masalah ini sudah terjadi cukup lama, membuat berat badannya berkurang atau hingga menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Orangtua disarankan untuk segera membawanya ke dokter.

Untuk menentukan diagnosis alergi susu sapi dan mencari kemungkinan penyebab alergi lainnya pada anak, dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang, seperti tes darah dan tinja, serta tes alergi. 

Waktu anakku mengalami alergi susu sapi hal yang paling utama saya lakukan adalah menghentikan makanan dengan mengandung susu sapi, memang agak sulit sebenarnya waktu. Tapi karena semua dilakukan demi kebaikan anak, maka perlahan alergi itu hilang. 

Karena balik lagi bahwa alergi susu sapi yang dialami anakku pada saat masih bayi merupakan dari makanan yang saya konsumsi sendiri. Jadilah ini pencetus si alergi susu sapi pada anakku. 

Jika si kecil sudah minum susu formula dan mengalami alergi karena mengonsumsinya makan ini harus dihentikan dan ganti susu yang dikonsumsi dengan susu formula yang sudah diolah dengan dari kacang kedelai.

Pentingnya Kesehatan Perut si Kecil
Perut memiliki peran yang penting dalam tumbuh kembang si kecil. Tidak hanya berfungsi sebagai pencernaan, perut juga memberikan banyak kehebatan bagi si kecil.
  1. Pencernaan nyaman, perut sehat berfungsi dengan baik sehingga tidak menggangu aktifitas anak
  2. Penyerapan nutrisi, perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi keseluruh tubuh sebagi sumber energi dan pembentukan sel
  3. Pencernaan lancar, perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil jadi lebih baik
  4. Perlindungan alami, sel perlindungan tubuh alami di perut sehat
  5. Tumbuh kembang optimal, nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat
  6. Cepat tanggap, 100 juta sel syaraf terdapat dalam perut sehat membawa informasi ke otak
  7. Suasana hati, 90% hormon seretosin yang mengatur suasana hari diproduksi dalam perut sehat

Kapan Anak Harus ke Dokter?
Jika mengalami tanda dan gejala alergi susu diatas, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Deteksi dini alergi susu sapi dengan menggunakan Allergy Tummy Checker
06 Oktober 2021

Melatih Kecerdasan Emosional, Sosial dan Fisik dalam Format Digital

mindtera education wellness

Tak terasa ya kalau 2 bulan lagi kita akan memasuki tahun 2022, gimana nih buibu masih semangat dong ya walau kegiatan saat ini terbatas. Pandeminya juga sudah mau 2 tahun ya mak, semoga kita selalu diberikan sehat ya. Emosi juga masih terkontrol dong ya buibu... 

Pandemi pun membawa perubahan untuk kita semua, terutama untuk kaum ibu nih pasti jadi lebih sibuk lagi di rumah ya. Karena semenjak pandemi, anak-anak harus belajar secara online di rumah. Sudah pasti peran ibu juga sebagai guru saat ini. Sampai hari ini pun anak saya masih pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tanpa disadari juga pandemi membawa pengaruh pada kesehatan mental. Dalam jangka pendek, pandemi bisa memicu rasa cemas, serangan panik, psikomatis, perubahan makan dan tidur, sulit konsentrasi juga stres. Ini pun sempat saya rasakan dipandemi awal, kecemasan yang mengakibatkan saya sakit. 

Selain itu bulan Juli 2021 kemarin saya pun menjadi salah satu penyintas covid di gelombang kedua covid. Benar-benar campur aduklah antara emosi dan rasa yang ada didalam hati pada saat itu. Sampai sekarang pun masih suka cemas apalagi kalau harus keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang. 

Beberapa dampak yang bisa timbul karena stres: 
  • Perasaan takut, marah, sedih, khawatir, mati rasa atau frustasi
  • Perubahan nafsu makan, energi, keinginan dan minat
  • Kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Sulit tidur atau mimpi buruk
  • Reaksi fisik seperti sakit kepala, nyeri tubuh, masalah perut dan ruam kulit
  • Masalah kesehatan kronis yang memburuk
  • Kondisi kesehatan mental yang memburuk 
  • Peningkatan penggunaan tembakau, alkohol dan zat aktif lainnya


kelola stres

Hampir setiap orang pernah mengalami stres, hanya persentase saja yang membedakan tingkatan stres setiap orang. Terbukti waktu diacara webinar bersama Mindtera ternyata tingkat stresku 11,48% masih dibatas aman dan masih bisa dikelola dengan baik.

Namun stres ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena dampaknya akan berbahaya seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dihindari biar tidak stres, mungkin kita merasakan diri ini baik-baik saja tapi siapa yang tau kalau ternyata stres? 

Lakukan beberapa hal berikut ini untuk menghindari stres:
  • Hindari memikirkan segala sesuatu berlebihan atau overthingking.
  • Menahan emosi, karena ternyata banyak juga semenjak pandemi jadi lebih mudah marah, perasaannya terlalu sensitif. 
  • Pola makan yang sehat dan banyak minum air putih
  • isitrahat yang cukup agar terhindar dari sakit kepala atau lelah berkepanjangan
  • Berbagi cerita kepada teman terdekat, suami atau istri, keluarga atau orangtua
  • Mencoba sesuatu hal yang baru, kadang agar kita tidak terjebak pada situasi yang nyaman atau bahkan bosan kita bisa melakukan hal baru
  • Membuat journal kegiatan setiap hari ini menjadi salah satu yang saya lakukan juga untuk terjebak stres
  • Lakukan me time untuk ibu bisa nonton drama terfavorit, baca buku, merawat tubuh atau sekedar tiduran melepas lelas juga sangat baik loh
  • Menulis di blog 
  • Mengikuti program di Mindtera
mindtera

Minggu lalu menjadi pengalamanku untuk mengenal Mindtera, makanya waktu ada ajakan untuk ikut webinarnya saya senang sekali. Karena memang selalu penasaran dengan sesuatu yang baru terutama berhubungan dengan teknologi ya. 

Kenapa penasaran? Karena ini merupakan aplikasi edutech pengembangan diri melalui multiple intelligence pertama di Indonesia. Selain itu memang temanya sangat menarik "Kelola Hidup Lebih Baik dengan Aplikasi Mindtera: Kelola Stress Dengan Berkesadaran" Jangan sampai kita stres dan tidak bisa mengelola secara baik. 

Mengenal Mindtera
mindtera

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bahwa untuk menghindari stres bisa dengan melakukan beberapa kegiatan atau mencoba hal-hal baru. Belum lama ini saya mencoba hal baru nih, mengikuti program kelas dari Mindtera. Penasaran gak sih apa itu Mindtera? 

Mindtera adalah platform edukasi pengembangan diri untuk membantu masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan terbaik mereka melalui kurikulum pelatihan kecerdasan emosi, sosial, fisik yang terstruktur dan komprehensif.

Mindtera mengembangkan potensi dan kualitas hidup dengan kurikulum self-mind mastery yang terdiri dari 4 pilar pembelajaran. 
  1. Kecerdasan Emosi, kemampuan untuk mengenal, menerima, dan mengelola ragam emosi dalam dirimu.
  2. Kecerdasan Sosial, kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan berdaya.
  3. kecerdasan Fisik, kemampuan memahami koneksi antara tubuh dan pikiran kita.
  4. Pengembangan Diri, kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan profesional dengan personal.

Dengan mengikuti perkembangan teknologi, Mindtera ini bisa diakses lewat aplikasi jadi memang memudahkan kita juga. Mindtera merupakan aplikasi edutech pengembangan diri melalui intelligence pertama di Indonesia.

Bagi saya yang menarik tuh setiap malam sebelum tidur, saya selalu membuka aplikasi Mindtera dan langsung disambut dengan Modul produktif. Tinggal tap sesuai urutan dan mengikuti instruksinya, pastikan menggunakan earphone agar lebih nyaman dan konsentrasi. 

Latihan rehat dan hening ini hanya memakan waktu 4 menit saja, anggap saja aplikasi ini membantu kita untuk memerikan ruang rehat dan hening untuk hari kita. 

Tak hanya dengan modul produktif saja, kita juga bisa mengikuti program yang ada didalam aplikasi Mindtera. Ada 5 program yang dibagi sesuai dengan kategori seperti Kerja, Cinta, keluarga, Fitness dan Self Mastery. Semuanya ini tentu dipandu oleh fasilitator profesional. 

Setiap kelasnya pun tidak memakan waktu lama kok jadi memang ini bisa membantu kita juga untuk memberikan jeda setiap harinya. Setiap sesi hanya membutuhkan waktu 2 menit saja, tapi bisa memberikan manfaat untuk diri kita. 

Program yang disediakan oleh Mindtera bisa digunakan oleh semua kalangan, tidak hanya untuk perempuan saja, tapi juga untuk laki-laki pun bisa. Anak remaja pun bisa mengikuti programnya, karena yang namanya mengelola stres itu tidak mengenal usiakan? 

Program Yang Sangat Menarik
program keluarga mindtera

Yang saya suka dari Mindtera itu program yang dimiliki memang sangat relate sekali dengan kehidupan, jadi kita sendiri bisa menyesuaikan ya. Seperti program Keluarga yang belum lama ini saya ikuti. Kenapa saya memilih Program Keluarga karena pembahasannya yang ditawarkan sangat menarik sekali.
  1. Berkelana Bersama Duka
  2. Menghadapi Sibling Rivalry
  3. Menjadi Authentic Parents
  4. Perilaku Perundungan Pada Anak
  5. Cara Kekinian Mendisiplikan Anak

Dari kelima tema diatas yang saya pilih lebih dulu itu Menjadi Authentic Parents, ternyata didalamnya dibagi lagi menjadi 5 pembahasan: 
  • Sesi 1: Masa kecil Sebagai Akar Pola Asuh (5 menit)
  • Sesi 2: Contoh Pertama Sebuah Hubungan (5 menit)
  • Sesi 3: Mematangkan Legasi Pola Asuh (5 menit)
  • Sesi 4: Berkenalan Dengan Ego & Takut (5 menit)
  • Sesi 5: Menjadi Orangtua Versi Sejatiku (5 menit)

authentic parents


Ketika sudah memilih tema Authentic Parents, sebelum mulai ada beberapa langkah dulu nih yang dilakukan untuk kita agar lebih nyaman dan fokus untuk meyimak setiap sesinya. Setiap program di Mindtera ini tentu memiliki manfaat ya, seperti Authentic Parents ini manfaat yang bisa diambil:
  • Menjadi orangtua otentik yang selalu belajar JEDA untuk menggali sumber pola pikir dan perilaku saat mengasuh anak.
  • Menjadi individu yang dapat memetakan isi pikirannya dengan OBSERVASI.
  • Mengenal komposisi ego dan rasa takut dalam diri agar dapat TERSALURKAN dengan sehat.
  • Mulai untuk melakukan RANCANG ULANG pola asuh saat ini agar lebih baik dan tentunya lebih otentik.

Untuk teman-teman yang penasaran dan ingin mencoba program yang ada di MINDTERA ini bisa langsung download aplikasinya loh karena sudah tersedia di Appstore dan Playstore. Selamat mencoba dan jangan lupa beri JEDA setiap harinya. 

Link Download Appstore:

Link Download Playstore:


03 Oktober 2021

Nutrisi Yang Dibutuhkan Anak Dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

bicara gizi, penyakit jantung bawaan pada anak

Di Indonesia, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Penyakit ini telah memakan korban sebanyak 17,3 juta orang setiap tahunnya. Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September, Danone Specialized Nutriotion ingin mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam pencegahan penyakit jantung terutama untuk Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak.

Tak hanya pada orang dewasa, penyakit jantung juga umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bisa bawaan atau bisa juga karena kondisi jangka panjang yang tidak terdeteksi. Jadi ingat cerita salah satu temanku tentang anaknya yang ternyata memiliki penyakit jantung bawaan, sayangnya ini tidak terdeteksi sama sekali. 

Ada banyak jenis penyakit jantung yang bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Ada beberapa jenis juga penyakit jantung yang dialami anak sejak lahir, seperti ASD dan VSD. Kedua penyakit jantung tersebut termasuk dalam kelainan jantung bawaan lahir, yaitu kelainan jantung berupa struktur atau fungsi sejak bayi dalam kandungan.

penyakit jantung bawaan pada anak

Seperti yang diungkapkan oleh dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M.Kes "Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan struktur, letak atau fungsi jantung  akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trisemester awal kehamilan yang terbawa sampai lahir".

Jenis dan tingkat kondisi pada anak yang memiliki jantung bawaan sangat beragam. Sebagian kondisi hanya memerlukan pemantauan rutin, sebagian lainnya memerlukan operasi hingga transplantasi (penggantian) jantung. 

Pemeriksaan sebelum lahir sangat diperlukan, seperti tes pencitraan yang berupa USG (ultrasonografi). Degnan melakukan tes ini, dokter dapat melihat gambaran struktur jantung janin. Tes selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mendekati penyakit jantung bawaan adalah fatal ekokardiogram atau ekokardiogram janin.

Tes ini mirip dengan USG, hanya tampilan informasi mengenai kondisi organ jantung bayi yang didapat akan lebih rinci. Biasanya tes ini dilakukan di minggu ke-18 hingga minggu ke-24 kehamilan.

gejala penyakit jantung bawaan

Di Indonesia penyakit jantung bawaan pada saat bayi lahir sebanyak 40 - 50.000 pertahun. Faktor risiko Penyakit Jantung Bawaan biasanya terjadi saat kehamilan dengan riwayat sebagai berikut:
  • Infeksi kehamilan 
  • Penyakit bawan ibu seperti diabetes, lupus dan hipertensi
  • Konsumsi obat, merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Nutrisi tidak seimbang
  • Kelainan genetik janin
  • Riwayat keluarga dengan kelainan jantung

Jantung manusia terbagi menjadi 4 ruang, 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel (bilik), masing-masing di sisi kanan dan kiri. Atrium kanan berfungsi menerima darah kotor dari seluruh tubuh. Darah yang masuk ke atrium kanan akan dipompa ke ventrikel kanan, kemudian ke paru-paru.

Setelah mengikat oksigen di paru-oaru, darah kembali ke jantung lewat atrium kiri. Selanjutnya, darah yang kaya oksigen tersebut masuk ke ventrikel kiri, untuk kemudian dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.

Pada penderita penyakit jantung bawaan, siklus dan aliran darah ini akan terganggu. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan pada katup, ruang jantung, septum (dinding penyekat antar ruang jantung), atau pembuluh darah dari dan ke jantung. Gangguan aliran darah ini akan menimbulkan keluhan dan gejala pada penderitanya. 

Gejala dan Tanda Penyakit Jantung Bawaan
  1. Kebiruan
  2. nafas cepat / sesak nafas
  3. Kelelahan saat aktivitas / menyusu
  4. Pertumbuhan terhambat dan berat badan susah naik
  5. Perubahan bunyi / letak jantung
  6. Infeksi paru berulang
  7. Kelainan bawaan lain / sindrom
  8. Pingsan / berdebar / nyeri dada
  9. Kurus stunting
  10. Kelihatan "sehat"

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Menyebabkan Gagal Tumbuh dan Kurangnya Gizi Pada Anak 
nutrisi anak penyakit jantung bawaan

Gangguan gizi pada anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) disebabkan oleh penyakit jantungnya sendiri atau karena asupan zat gizi yang kurang. Biasanya anak kesulitan makan, kebutuhan kalori yang meningkat, gangguan penyerapan sari makanan dalam usus, sering dijumpai pada anak dengan PJB.

Gangguan gizi pada anak dengan PJB membawa akibat sering sakit karena daya tahan tubuh yang menurun dan berpengaruh terhadap keberhasilan operasi jantung di kemudian hari. Nutrisi yang tidak optimal berdapan terhadap luaran PJB.

Per-operasi
  • Mortalitas dan morbiditas meningkat
  • Penundaan tindakan
  • Infeksi
  • Lama rawat

Pasca Operasi
  • Mortalitas dan morbiditas meningkat
  • Gagal organ
  • Lama rawat ICU
  • Infeksi

Kontrol
  • Morbiditas komplikasi 
  • Gangguan tumbuh kembang
  • Neurodevelopmental

Nutrisi merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan energi yang adekuat untuk metabolisme basal, pertumbuhan dan aktivitas fisik. Bayi dan anak memiliki tingkat metabolisme yang tinggi serta memiliki risiko untuk mengalami kekurangan energi. 

Bayi dan anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) memiliki risiko yang signifikan terjadinya ketidakseimbangan energi karena meningkatnya pengeluaran energi dan asupan nutrisi yang tidak memadai. ketidakseimbangan energi mengakibatkan terjadinya malnutrisi. 

Malnutrisi dan gagal tumbuh pada anak dengan penyakit jantung bawaan sangat tinggi. Sekitar 60% - 70% anak yang dirawat di rumah sakit dengan PJB mengalami gagal tumbuh sebagai akibat dari kurangnya pemasukan nutrisi dan gangguan penyerapan. Dukungan nutrisi yang optimal harus memberikan cukup energi dan protein tidak hanya untuk mencegah kerusakan atau katabolisme protein dan mempertahankan komposisi tubuh dan berat badan.

Menghitung Kebutuhan Nutrisi
  • Kebutuhan nutrisi yang dihitung umumnya kebutuhan kalori seperti karbohidrat, lemak dan protein.
  • Perhitungannya tergantung berat ideal dan usia panjang badan dikalikan RDA-nya.
  • Target pemberian 80% dari RDA tergantung respon dari si anak
  • Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan terkadang memerlukan formula dengan densitas kalori tinggi (ONS = oral nutrition supplement) karena pembatasan pemberian cairan.

Kebuthan Nutrisi Pada Anak Dengan PJB
  1. Berikan ASI dan susu berkalori tinggi, suplemen nutrisi khusus bisa ditambahkan ke dalam susu formula atau ASI untuk meningkatkan jumlah kalori. Minuman berkalori tinggi juga bisa diberikan untuk meningkatkan gizi pada anak yang lebih besar.
  2. Berikan makanan dan camilan dengan kalori tinggi. Berikan makanan atau camilan yang berigizi untuk anak PJB. Baca tabel informasi nilai gizi terutama kandungan kalorinya dengan cermat.
  3. Hindari memberikan makanan dengan kalori kosong. Hindari makanan dengan banyak gula dan sedikit nutrisi, seperti minuman ringan bergula, junk food, dan makanan cepat saji. Lebih baik berikan anak makanan bergizi seimbang dan tinggi kalori.
  4. Bantuan tabung nasogastrik, beberapa bayi dengan PJB kemungkinan tidak mengonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup hanya dengan menyusu ASI atau minum susu formula.

Evaluasi kecukupan nutrisi pada bayi dengan penyakit jantung bawaan meliputi:
  1. Pengukuran antronometri secara teratur. Berat badan, tinggi badan, dan lingkat kepala diukur setiap 2 minggu hingga usia 6 minggu dan setiap bulan di usia 2-12 bulan. Lingkat lengan atas dan tebal lemak subkutan (triseps) diukur setiap bulan sejak usia 3-12 bulan.
  2. Plot hasil pengukuran antropometri ke dalam kurva pertumbuhan WHO 2006 untuk anak usia <24 bulan.
  3. Evaluasi riwayat makanan yang diberikan pada bayi meliputi jenis dan jumlah makanan dan adanya kesulitan pemberian makan seperti bayi tidak nafsu makan, kesulitan menelan atau menolak makanan.
  4. Riwayat pengobatan dan suplemen nutrisi yang didapat
  5. Riwayat keluhan terkait sistem gastrointestinal dan toleransi makanan peroral atau enteral, misalnya muntah, distensi abdomen, nyeri abdomen, diare atau konstipasi.
  6. Riwayat keluhan terkait penyakit jantung bawaan yang menandakan adanya keadaan akut atau progresivitas penyakit.
  7. Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda klinis terkait malnutrisi, seperti tampak pucat, dermatitis, muscle wasting, edema perifer, esites, kelainan kuku, alopesia, cheilitis.

penyakit jantung bawaan pada anak

Untuk orangtua dengan anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, menjaga kesehatan si kecil perlu lebih cermat. Harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter dan menjalankan pola hidup sehat. Seperti beberapa saran yang disampaikan oleh Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K) untuk para orangtua yang memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan.
  1. Anak dengan PJB memerlukan perhatian khusus dari orangtua terutama pemberian nutrisi yang telaten karena berisiko tinggi mengalami malnutrisi dnegan berbagai dampak negatifnya bahkan sudah bisa terjadi sejak masa bayi.
  2. Pada usia 6 bulan pertama berikanlah ASI dalam keadaan tenang, hindari bayi sering menangis karena saat aktif kebutuhan kalir akan meningkat.
  3. Pada usia lebih besar pertimbangkan pemberian formula khusus dengan densitas kalori lebih tinggi sesuai petunjuk dokter anak.
  4. Bila ada tanda gagal tumbuh yaitu kenaikan berat badan dibawah persenti-5 sesuai tabel WHO segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Selain itu orangtua juga harus melakukan hal berikut:
  1. Bawa ke faskes terdekat bila ada tanda dari PJB
  2. Konsultasikan ke dokter anak atau konsultan kardiologi
  3. Asuhan nutrisi
  4. Memantau tumbuh kembang anak dengan PJB
  5. Vaksinasi rutin
  6. Jaga kesehatan gigi dan mulut
  7. Obati infeksi degnan tuntas: ISPA, radang telinga
  8. Menyesuaikan aktivitas
  9. Tidak panik, mengiukuti saran dokter
  10. Ikhlas, ikhtiar, sabar dan tawakal

Nah, merawat anak dengan penyakit jantung bawaan ini tidak sama dengan anak normal yang sehat. Orangtua perlu melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter spesialis jantung, ahli gizi, sekaligus yang menangani kondisi anak.