15 November 2021

Membangun Literasi Bahasa Inggris Bersama LEXO Lab

aplikasi lexo lab


Holla... Apa kabarnya? Semoga selalu diberi kesehatan ya dan tetap semangat membersamai anak-anak dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena anakku sampai hari ini masih menjalani Pembelajaran Jarak Jauh, tidak hanya sekolah saja termasuk kegiatan-kegiatan luar sekolah seperti les bahasa Inggris pun masih memilih secara online.  

Kalau ngobrolin tentang cara belajar anak tuh rasanya gak ada habisnya ya, apalagi di era serba digital sekarang ini. Dimana perkembangan pendidikan anak pun semakin maju mengikuti perkembangan teknologi. Terutama saat pandemi ini berasa banget perubahannya, orang tua juga harus dituntut bisa menghadapi perkembangan yang ada. 

Teringat waktu beberapa minggu lalu saya mengikuti workshop bersama Kemendikbudristek, bahwa orang tua juga harus membuat goals pendidikan anaknya. Salah satunya adalah literasi bahasa Inggris, kenapa ini sangat penting? Karena bahasa Inggris salah satu bahasa pengantar International, apalagi saya memiliki cita-cita kalau anakku nanti bisa kuliah di luar negeri seperti yang sudah kami rencanakan. 

Karena kami sudah merencanakan pendidikan anak sampai ke perguruan tinggi, jadi ada beberapa hal yang harus kami siapkan untuk memantapkan itu semua. Dimulai dengan membuat target jangka pendek dan jangka panjang. Apalagi bahasa Inggris tidak hanya cukup pembelajaran dari sekolah saja, biar si anak lebih terbiasa berbicara dan menulis harus lebih dimantapkan. 

Pesatnya perkembangan teknologi dapat membantu kita mendapatkan informasi berbahasa Inggris dengan mudah melalui smartphone, laptop atau PC. Anak-anak pun sekarang terbiasa dengan mudah mengakses informasi dengan berbahasa Inggris pada aplikasi seperti yang mereka lakukan saat belajar secara online, bermain game atau membuka Youtube. 

Jadi selama masih di rumah ini saya membuat beberapa program belajar untuk anakku, termasuk dalam program jangka pendeknya juga nih. Salah satunya dengan mengikutkannya belajar bahasa Inggris secara online bersama Lexo Lab merupakan aplikasi belajar bahasa Inggris untuk anak.


Lexo Lab Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Untuk Anak
aplikasi belajar bicara bahasa inggris


Semenjak pandemi ini jadi challenge juga nih untuk saya mencari beberapa kegiatan untuk anakku di rumah supaya dia gak bosan dan tentunya bisa bermanfaat. Akhirnya bertemua dengan Lexo Lab yang merupakan aplikasi belajar bicara bahasa Inggris. Yang bikin saya lebih tertarik ini tuh ada 14 hari uji coba secara gratis, jadi bisa punya waktu untuk mengetahui apakah si anak suka dan senang belajarnya. 

Apa sih Lexo Lab itu? LEXO LAB merupakan solusi belajar bicara bahasa Inggris online berbentuk web aplikasi yang dibuat oleh perusahaan asal New Zealand menggunakan sistem pembelajaran seperti proses belajar bahasa ibu dengan menggunakan pendekatan yang efektif serta memberikan feedback yang akurat, korektif dan secara real time pada kemampuan berbicara anak.

LEXO LAB mampu membuat anak-anak mau mulai berbicara bahasa Inggris sekaligus menjaga minat mereka untuk tetap berbicara menggunakan bahasa Inggris. Enaknya tuh web aplikasi LEXO LAB dapat diakses di Android, IOS dan desktop juga. Ini juga salah kemudahan untuk para orang tua dan anak-anak untuk mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris. 

Sudah beberapa hari ini anakku mengikuti uji coba gratisnya dari LEXO LAB awalnya masih meraba-meraba dulu nih saat buka aplikasi untuk belajar bahasa bicara bahasa Inggris. Tapi setelah mecoba kedua kali bahkan hari ini saya juga mengajaknya untuk membuka LEXO LAB dia sudah bisa mengoperasikannya sendiri tanpa bantuan saya lagi. 

Menurut saya sendiri saat mendampingi anakku mengikuti belajar bicara bahasa Inggris ini sangat bagus dan mudah dimengerti juga anak-anak. Selain itu juga video dan kuisnya sangat interaktif dan gambar-gambar yang dihadirkannya juga sangat menarik. Ini salah satu daya tarik untuk anak agar dia lebih senang dan semangat belajarnya. 

Salah satu yang menarik saat anakku harus belajar menghafal dan merekam suaranya untuk menirukan kalimat yang diucapkan sebelumnya. Jadi disini tuh memang benar-benar dilatih agar anak fokus dan mampu mengingat kalimatnya. 

Selain itu alasan saya juga mengikutkannya belajar bahasa Inggris dengan LEXO Lab:
  • Pendekatan melalui simulasi bahasa ibu atau bahasa pertama
  • Menarik dan menyenangkan, proses pembelajaran yang menarik dilengkapi dengan berbagai karakter yang berwarna-warni dan feedback yang real-time pada proses perkembangan kemampuan bicara anak
  • Meningkatkan kemampuan pelafalan dan kelancaran anak dalam berbicara bahasa Inggris
  • Kurikulum standar International
  • Tekonologi belajar yang canggih
  • Mudah digunakan
  • Harga terjangkau
  • Lingkungan belajar yang bebas tekanan
  • Efisiensi waktu belajar

Seperti hari ini saya juga menanyakan sama mas Kelvin apakah dia senang belajar melalui aplikasi belajar bahasa Inggrus dari LEXO Lab? Dasar emang anakku jawabannya "senang dong, apalagi ini bisa belajarnya dari laptop dan ipad, seru banget bun ini sih gampang" hahahaa... sombong dia mentang-mentang setiap kelas uji selalu bintangnya 4-5.

14 Hari Coba Gratis 
aplikasi belajar bahasa inggris anak free

Ini sebenarnya juga bisa jadi salah satu cara orang tua untuk menumbuhkan anak senang dengan belajar bahasa Inggris. LEXO LAB memberikan 14 hari uji coba gratis untuk anak yang ingin belajar bahasa Inggris. Selanjutkan akan mendapatkan harga penawaran eksklusif. 

Sekarang ini di LEXO LAB sedang ada promo yang sangat menarik, dengan Rp 50.000 perbulan dan berlaku selama 4 bulan. Sementara untuk harga normal Rp 75.000 perbulan. Tapi jangan khawatir, kalau terlewatkan promo eksklusif ini, anak-anak juga tetap bisa mendapatkan 14 hari uji coba gratis kemudia perbulannya mendapat harga normal.

Selain itu di LEXO LAB juga akan memberikan laporan setelah 3 bulan bagi para pengguna yang mendaftar sebelum akhir tahun ini. 

Untuk para bunda-bunda yang penasara dan pengen banget nyobain anaknya belajar bahasa Inggris secara gratis selama 14 hari bisa langsung ke www.lexolab.com/indonesia/pricing dan klik tombol "Mulai Uji Coba Gratis" pada navigasi bar. Lengkapi informasi yang dibutuhkan dan pastikan data bunda dan si kecil terisi dengan benar. 

Jadi sekarang bisa belajar bahasa Inggris dimana pun dan bisa menyesuaikan jamnya si anak dan orang tua juga nih. Karena sekarang sidah ada aplikasi belajar bahasa Inggris untuk anak di Android. 

Bagaimana Cara Bergabung di LEXO LAB?
aplikasi belajar bicara bahasa inggris lexo lab


Berikut cara bergabung dengan LEXO LAB
  1. Kunjungi laman https:lexolab.com/indonesia/signup lalu isi data diri secara lengkap, lalu klik tombol kirim.
  2. Setelah mengirimkan data diri lengkap dan akun berhasil dibuat, klik tombol "click here to login" untuk masuk ke akun LEXO LAB.
  3. Welcome to LEXO LAB jangan lupa untuk verifikasi email yang didaftarkan, klik "add child" untuk menambahkan data diri anak yang akan mengikuti #LEXOLABChallenge.
  4. Isi data diri lengkap anak dan klik tombol "add".
  5. Akun anak berhasil dibuat, silakan logout dan login kembali dengan menggunakan username dan password pada saat mendaftarkan diri anak.
  6. Klik "go" untuk memulai #LEXELABChallenge
  7. Klik tombol "play" untuk memulai Pre-test

Gampang bangetkan bun? Nah daripada bingung sekarang mau memberikan kegiatan apalagi di rumah untuk si kecil. Sekarang bisa ajak si kecil belajar bahasa Inggris agar anak semakin pintar bicara bahasa Inggris.

aplikasi lexo lab

03 November 2021

Rencanakan Persalinan Secara Matang Dengan Tes Potensi Caesar

rencanakan persalinan dengan matang


Setelah 8 bulan menikah, saya dan pak suami memutuskan untuk melakukan program untuk memiliki anak disalah satu rumah sakit swasta di Jakarata Selatan. Program kehamilan ini tentunya sudah kami bicarakan dan rencanakan, mulai dari pemilihan rumah sakit, dokter kandungan dan sampai ke biayanya. Intinya sih memang harus dipersiapkan secara matang segalanya. 

Beruntungnya adalah program kehamilan yang kami lakukan berjalan lancar, kami pun melakukan pemeriksaan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokter kandungan. Bulan Oktober 2012 suami saya sempat melakukan operasi yang memang sudah dijawalkan oleh dokter urologi, ini juga salah satu rangkaian  program kehamilan yang saya dan pak suami jalani. 

Masih teringat jelas bulan Oktober 2012 dokter urologi suami saya bilang "recovery untuk kembali normal kurang lebih 3-4 bulan, nanti jika dalam jangka waktu tersebut belum ada tanda positif hamil bisa kita lakukan tes lanjutan". Tapi karena kami percaya bahwa usaha dan kesabaran itu akan berbuah manis. Maret 2013 saya mulai iseng tes kehamilan lagi, rasanya tuh masih gak percaya kalau melihat dua garis merah. 

Hari itu juga saya telpon rumah sakit dan langsung bikin janji ketemu dengan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Oh iya, saya saat itu memiliki miom dekat jalur lahir si bayi jika nanti akan lahiran secara normal. Dari hasil perjumpaan dengan dokter kandungan, saya harus bedrest selama dua minggu karena pada hari itu kondisi detak jantung bayi masih agak lemah.

Rencanakan Persalinan Secara Matang
rencanakan persalinan dengan matang


Setelah melakukan program kehamilan berhasil, langkah selanjutnya adalah merencanakan persalinan secara matang. Apalagi saya kemarin itu hamil dengan kondisi ada miom di rahim jadi ini juga salah satu alasan dokter kandungan juga untuk merencanakan persalinan nanti. Yang perlu diingat adalah kondisi setiap ibu itu berbeda jadi ini harus dipahami betul.

Kenapa persalinan itu harus direncanakan? Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi atau yang biasa disebut sebagai janin atau kandungan. Seorang ibu akan merasa bahagia dan senang sebelum proses persalinan setelah penantian panjang. Ini pun akan memberikan rasa aman dan kebahagiaan untuk kehidupan ibu dan keluarganya. 

Persalinan normal adalah istilah bagi ibu yang melahirkan bayi melalui vagina. Proses ini akan dijalani ibu hamil ketika janin yang dikandungnya siap untuk dilahirkan. Sementara persalinan caesar adalah proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan cara menyayat bagian perut hingga rahim ibu. Sayatan pada perut tersebut merupakan jalan keluarnya bayi.

Dengan melihat kondisi saya, dokter pun memberikan kemungkinan-kemungkinan jika melahirkan secara normal dan caesar. Akhirnya kami pun sepakat memilih untuk melahirkan secara caesar, jadi setelah itu sekalian pengangkatan miom juga. Kami memutuskan yang terbaik untuk proses persalinan pada saat itu, karena tidak ingin membahayakan anakku pada saat lahir nanti. 

Alasan Mengapa Harus Operasi Caesar
Sebagian ibu hamil dapat memilih untuk menjalani operasi caesar meskipun memiliki opsi untuk melahirkan secara normal. jadi kemarin itu lahir caesar memang karena tidak memungkin melahirkan secara normal, bahaya. 

Tapi ada hal yang membuat saya selalu mengingat momen lahiran, jadwal melahirkan caesar sudah ditentukan sesuai kesepakatan antara saya, pak suami dan dokter obgyn. Tapi saya sudah mengalami kontraksi lebih dulu sebelum jadwal operasi. Padahal kalau lahiran secara normal itu masih 2 minggu lagi prediksi dokternya, kok ini bisa maju ya? 

Hari Rabu akan menjalani operasi caesar, hari Seninnya saya melakukan meni pedi terlebih dahulu, ternyata ini salah satu pemicu saya kontraksi. Jadi niatan lahir caesar dengan tidak merasakan mules yang luar biasa, tapi pagi dini hari saya mulai kontraksi dan jaraknya pun dekat. Saat sampai di rumah sakit, posisi bayinya sudah turun, itu sebenarnya kalau lahir normal pasti prosesnya cepat deh. 

Tetapi ada beberapa kondisi tertentu yang memang mengharuskan seorang ibu hamil diharuskan untuk melahirkan melalui operasi caesar. 
  • Ukuran bayi terlalu besar, sedangkan ukuran panggul ibu kecil
  • Kelainan pada janin, misalnya spina bifida, gawat janin atau bayi terlilit tali pusar
  • Bayi kembar 
  • Posisi janin sungsang atau melintang
  • Komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, diabetes gestanional dan hipertensi dalam kehamilan
  • Gangguan plasenta, seperti plasenta previa
  • Infeksi pada ibu hamil, misalnya herpes genital, hepatitis B atau HIV
  • Persalinan lama
  • Ketuban pecah 
  • Ibu menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, mata minus parah

Selain itu, ibu hamil yang pernah melahirkan dengan operasi caesar sebelumnya mungkin disarankan untuk melahirkan secara caesar kembali.

Sebelum Operasi Caesar
Beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter sebelum operasi caesar adalah:
  • Pemeriksaan darah, pasien akan disarankan untuk menjalani uji darah, agar dokter dapat mengetahui kadar homoglobin serta golongan darah Anda. Tes golongan darah perlu dilakukan guna persiapan transfusi apabila dibutuhkan. 
  • Amniosentesis, tes ini mungkin disarankan apabila akan menjalani operasi caesar pad ausia kehamilan yang belum mencapai 39 minggu. Dokter akan memeriksa kematangan paru-paru janin dengan meneliti sampel air ketuban di laboratorium.

Prosedur Melahirkan Caesar
Melahirkan secara caesar berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut sang ibu. Sebelum pembedahan, dokter akan mempersiapkan obat bius atau anastesi epidural agar area perut akan disayat menjadi mati rasa. Namun, pada kasus tertentu, dokter juga bisa memberukan bius total.

Setelah obat bius bekerja , dokter mulai melakukan operasi caesar dengan membuat sayatan pada perut dan otot rahim, kemudia mengeluarkan bayi secara perlahan. Prosedur ini biasanya tidak memerlukan waktu lama dan bahkan tidak sampai hitungan jam hingga bayi akhirnya berhasil dilahirkan.

Risiko Melahirkan dengan Operasi Caesar
Operasi caesar merupakan prosedur yang cukup umum dilakukan dan dinilai aman, operasi ini termasuk jenis operasi besar yang tetap memiliki risiko. Berikut beberapa risiko melahirkan dengan operasi caesar yang harus diketahui:
  • Nyeri pasca operasi, terutama pada luka sayatan
  • Infeksi, misalnya pada luka sayatan operasi, saluran kemih, atau dinding rahim
  • Pembekuan darah di kaki atau paru-paru
  • Perdarahan berat, sehingga perlu mendapatkan transfusi darah
  • Efek samping obat bius, misalnya mual, muntah dan sakit kepala
  • Munculnya bekas luka atau jaringan perut pada perut dan rahim
  • Produksi ASI terhambat atau berkurang

Saya sendiri setelah menjalankan operasi caesar tidak mengalami beberapa risiko yang baisa ditimbulkan setelah operasi. Pada hari kedua saya sudah mulai bisa jalan, tanpa merasakan rasa perih bekas sayatan. Sampai sekarang pun sudah 8 tahun berlalu operasi caesarnya, alhamdulillah tidak mengalami risiko setelah lahiran caesar. Ini seperti yang saya bilang sebelumnya, kondisi setiap perempuan itu berbeda jadi belum tentu memiliki risiko yang sama satu dan lainnya.

Bisakah Melahirkan Caesar di Prediksi
melahirkan secara caesar

Biasanya yang sering jadi perbincangan adalah apa nanti saya bisa melahirkan secara normal? Atau jangan-jangan malah caesar ya? Saya yakin para ibu yang sedang hamil atau yang sudah pernah hamil pasti akan selalu menjadi galau dengan rencana persalinan. Beruntungnya sekarang ini sudah ada Tes Potensi Caesar, yang bisa dilakukan secara online. 

Seperti yang diungkapkan oleh Dr. dr. Rima Irwinda, SpOG(K) ibu bisa melakukan Tes Potensi Caesar di Nutriclub. Rangkaian pertanyaan di dalamnya serta hasil analisis dikembangan oleh Nutriclub. Dengan menggunakan Tes Potensi Caesar sangat membantu sekali karena banyak informasi yang sangat membantu ibu melakukan beberapa hal berikut:
  • Mempersiapkan kelahiran si kecil dengan mengetahui metode kelahiran yang tepat
  • Banyak informasi yang sangat membantu seputar alergi, bayi, balita dan extra care
  • Memiliki tools untuk anak seperti deteksi alergi, keterampilan, perlindungan anak, karakter anak dan lainnya
  • Expert Advisor yang siap membantu Ayah dan Bunda

Dengan mengikuti perkembangan teknologi, Tes Potensi Caesar ini hadir untuk membantu para ibu bisa merencanakan persalinan secara matang.  Untuk lebih jelas dan mendapatkan informasi terbaru tentang Tes Potensi Caesar jangan lupa cek juga instagram @nutriclub_id

Daya Tahan Tubuh Anak Yang Lahir Caesar
imun anak lahir caesar

Persalinan caesar sering sekali dipertimbangkan untuk kebaikan bunda dan si kecil, sama seperti yang saya alami waktu melahirkan anak semata wayangku. Melahirkan secara caesar menjadi pilihan karena memang saat itu tidak memungkinkan untuk melakukan lahiran secara normal. Ternyata melahirkan secara caesar dapat mempengaruhi imunitas si kecil.

Seperti yang diungkapkan oleh dr. Molly Oktarina, SpA(K), Dokter Spesialis Anak, Konsultan Alergi Imunologi diacara Bicara Gizi "pada 1000 hari pertama kehidupan apa yang kita alami, lakukan ataupun makan selama 1000 hari pertama kehidupan akan memberikan konsekuensi yang panjang terhadap kesehatan di masa depan".

Pada 1000 hari pertama kehidupan, si kecil akan mengalami pertumbuhan berat dan tinggi badan, pertumbuhan sel otak dan perkembangan sel-sel imun. Anak yang lahir caesar memiliki imunitas yang lebih rendah sehingga rentan dan sensitif terhadap alergi atau penyakit. Pada dasarnya melahirkan secara normal maupun caesar memiliki kelebihan tersendiri. 

Melahirkan secara normal lebih dianjurkan oleh dokter, sebab selain pemulihan lebih cepat, sistem imun dari bayi lahir normal biasanya lebih kuat. Hal ini dikarenakan jumlah mikrobia dalam tubuh bayi dipengaruhi oleh proses kelahirannya. 

Di dalam saluran tubuh manusia terdapat mikrobiota yang dihuni oleh mikroba baik dan jahat. Mikroba baik, yakni lactobacillus, bifidobacterium, serta escherichia coli bermanfaat dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dan imunitas tubuh. 

Bayi yang lahir melalui proses pervaginam akan menerima bakteri baik dari tubuh ibunya, di antaranya bakteri lactobacillus. bakteri baik ini tadi akan masuk ke dalam tubuh lewat sel-sel tubuh yang bersifat permeabel. Kemudian menginvasi bayi dan membuat jumlah mikrobiota atau bakteri baik tadi meningkat secara signifikan.

Berbeda dengan bayi yang dilahirkan caesar tidak terpapar dengan mikrobiota yang ada di jalan lahir dan vagina. Sehingga perkembangan mikrobiota normal pada usus menjadi tidak optimal, yang kemudian akan berpengaruh pada daya tahan tubuh si kecil di kemudian hari. Akibatnya bayi akan rentan dan mudah terkena penyakit, seperti diare dan sensitivitas.

Risiko gangguan kesehatan pada bayi lahir caesar bisa diminimalisir dengan cara pemberian air susu ibu (ASI). ASI merupakan nutrisi paling baik untuk bayi karena mudah dicerna dan mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh bayi, terutama untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

ASI memiliki kandungan antibodi yang dikenal dengan immunologlobulin, merupakan sejenis protein yang dapat mengantarkan kekebalan untuk si kecil. Antibodi yang terdapat dalam ASI mulai dari Immuglobulin A, Ummunoglobulin D, Immunoglobulin G dan Immunoglobulin M.ASI berwarna kuning yang keluar pertama kali dipercaya memiliki kandungan immunoglobulin paling tinggi.