02 Desember 2021

Tips Memilih Robot Vacuum Cleaner Sesuai dengan Kebutuhan

Tips Memilih Robot Vacuum Cleaner


Semenjak pandemi siapa yang jadi rajin bersih-bersih rumah? Bahkan sampai beli beberapa peralatan untuk membersihkan rumah, tentu saja saya termasuk orang-orang itu. Karena memang pandemi dan waktu lebih banyak di rumah jadi kenapa gak kita coba membersihkan rumah sendiri? Ingatkah kalian sekarang jadi banyak orang memilih robot vacuum cleaner sebagai alat bantu mereka bebersih rumah?

Saya pun sekarang ini sepertinya jarang pegang sapu lagi semenjak dikasih kemudahan membersihkan rumah dengan robot vacuum cleaner. Sebenarnya kalau saya pribadi lebih ke simple dan mudah untuk digunakan dan menurutku juga sudah menjadi kebutuhan untuk kita yang memang memiliki aktivitas baik di kantor maupun di rumah.

Jadi sekarang ini tuh bisa membersihkan lantai rumah sambil ditinggal dengan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Selain memang jadi menghemat waktu dan tenaga yang kita miliki, rumah juga menjadi bersih dan bebas dari kuman. 

Robot vacuum cleaner jadi banyak diminati para ibu rumah tangga, karena penggunaannya diperlukan untuk membuat rumah bebas dari debu. Tapi jujur sih, saya sendiri merasa sangat terbantu sekali semenjak adanya robot vacuum cleaner, karena tugas menyapu lantai sudah diganti oleh si robot vacuum cleaner.

Tapi nih sebelum memutuskan untuk memiliki robot vacuum cleaner sebaiknya cari tau produk yang akan digunakan. Beberapa tips berikut bisa dijadikan salah satu cara nih untuk membeli robot vacuum cleaner. 

Tips Untuk Memilih Robot Vacuum Cleaner Sesuai dengan Kebutuhan
Robotic Home Assistant

Biasanya nih orang memilih robot vacuum cleaner itu berdasarkan apa yang dipakai oleh temannya. Contohnya nih waktu awal tahun lalu mau beli robot vacuum cleaner itu berdasarkan apa yang paling banyak dipakai sama orang-orang. Atau biasanya kalau saya punya idola yang memang senangnya beberes rumah juga. Jadi sebelum membeli barang itu kita wajib banget paham dulu tentang barang yang akan kita beli.

Perhatikan beberapa hal berikut saat membeli robot vacuum cleaner:
  • Fitur yang disediakan, karena setiap pembersih vacuum memiliki fitur yang berbeda tergantung pada merknya. Periksa dulu fitur apa saja yang diasjikan dan apakah fitur tersebut telah mampu memenuihi kebutuhan kita para ibu di rumah. 
  • Sesuaikan kembali ke rumah, pemilihan robot vacuum cleaner harus disesuaikan dengan luas rumah. Karena kapasitas debu dan sampla container pada vacum robot berkisar 0,25 - 1 liter. Jika kapasitas kecil, maka alat ini hanya dapat menyimpan rumah kecil saja atau sebaliknya.
  • Kualitas robot vacuum cleaner, ini yang paling penting menurutku. Seperti kualitas filter robot vacuum juga perlu diperhatikan. Jika kualitas filter, sehingga kotoran dan debu untuk dilepaskan kembali ke udara juga berkurang. Robot vacuum yang memiliki filter HEPA sangat bagus untuk mereka yang memiliki alergi terhadap bulu binatang. 
  • Setiap produk memiliki fitur yang berbeda-beda. Biasanya, semakin lengkap fitur suatu produk, semakin mahal harganya. Tapi belum tentu semua fitur tersebut kita butuhkan.
  • Auto charging, ini memastikan robot vacuum cleaner tidak akan berhenti di tengah pekerjaannya. 

Bagi saya yang anaknya ogah ribet memiliki robot vacuum cleaner ini menjadi kewajiban ya. Jadi gak encokk-encok lagi deh kalau nyaou, karena sekarang ada Robotic Home Assistan yang siap membantu kita di rumah. 

Robotic Home Assistant - AVARO X1 +UVC Dengan Teknologi AI
Robot Home Assistant Avaro X1

Kali ini saya mau ngenalin Robotic Home Assistant, AVARO X1 +UVC salah satu robot vacuum yang sekarang ini banyak diminiati oleh masyarakat di Indonesia. Kalau saya memang tipe yang kalu beli apa-apa itu harus bacain detail dan beberapa review dari teman-teman yang sudah menggunakan produk yang akan digunakan. 

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, bahwa salah satu membeli barang itu harus banget cek spesifikasinya. Untuk Avaro X1 +UVC memiliki spesifikasi sebagai berikut:
  • A.I sensor, anti bump and fall
  • Strong power, Vacuum at 2700 pA
  • Auto-schedule with app, personalized operational time
  • 5200 mAh Battery

Untuk mendapatkan robot vacuum cleaner yang berkualitas, sangatlah penting untuk membandingkan dahulu fitur apa saja yang ditawarkan, ukuran dan harga. Semakin tinggi spesifikasinya, maka semakin mahal harganya, namun juga terkadang justru semakin hemat listrik. Jadi jangan menjadi harga sebagai patokan kualitas tapi lihat lagi fitur dan kualitasnya.

Avaro X1 +UVC memiliki tempat tabung lebih besar yang bisa menampung sampah dan debu lebih banyak jadi gak perlu khawatir harus bolak-balik untuk membuang debu atau sampah yang tersedot. Selain itu juga Avaro X1 juga memiliki sinar ultraviolet dan bisa membantu membunuh kuman 99,9% loh. 

Tidak hanya menyedot saja, karena Avaro juga bisa sambil ngepel nih, emang deh cocok banget untuk kita para kaum wanita yang ingin memiliki rumah bersih tapi gak mau encok harus beberes terus. Terutama untuk para ibu yang memiliki anak kecil. Karena saya sendiri setiap hari melakukan sedot debu itu sehari satu kali. 

Avaro X1 +UVC memiliki sensor AI sehingga memudahkan ia untuk bekerja membersihkan ruangan di rumah jadi tidak akan menabrak atau pun jatuh. Jadi gak usah takut si robot bakal terbentur furnitur atau untuk yang sedang membersihkan lantai 2 akan terjatuh. 

Kalau saya biasanya memilih vacuum untuk di rumah yang paling utama itu memastikan dia tidak berisik, biar tidak mengganggu juga kalau di rumah anakku sedang sekolah online atau pak suami pas work from home. Pastikan memilih robot vacuum cleaner yang tidak mengganggu.

Dengan menggunakan bahan yang berkualitas dan terbaik, pada roda Avaro X1 +UVC ini dilengkapi dengan sabuk anti-slip yang diperuntukan untuk permukaan yang basah dan licin. Jadi tambah semangat dong ya ini bersih-bersih rumahnya. 

Kamu bisa mendapatkan produk Avaro X1 +UVC di Tokopedia ya.

01 Desember 2021

Selain Hobi, Aktivitas Berkebun Juga Bisa Menambah Pendapatan di Rumah

berkebun di mulai dari rumah

Waktu memutuskan untuk merawat tanaman di rumah rasanya agak takut-takut, jujur saja karena memang sebelumnya saya sendiri tidak terlalu menyukai tanaman sebelumnya. Tapi pandemi memang membawa perubahan yang berarti bagi saya, semenjak itulah saya jadi suka sekali dengan tanaman. Awalnya tuh sempat dikasih sama teman, karena katanya biar di rumah ada hijau-hijau gitu. 

Akhirnya jadi ketagihan juga jajan tanaman, bahkan saya sampai ikutan live sale juga loh. Tapi memang sedari awal itu saya mencari tanaman yang mudah dirawat alias gak rewel. Sebagai first timer tentu masih banyak belajar dong. Mulai dari mencari informasi tanaman apa saja yang bagus untuk di rumah, baik indoor maupun outdoor. Bagaimana cara merawat tanaman, mengenal beraneka macam jenis pupuk, media tanam dan vitamin untuk tanaman yang semuanya ini saya temukan di demfarm.id 

Ternyata setelah hampir dua tahun ini merasa senang banget akhirnya bisa melihat tanaman-tanaman yang tumbuh di rumah dengan hasil perawatan yang sesuai dengan jenis tanamannya. Tapi walau begitu tetap saja selalu ada yang gak berhasil ditanganku, karena sudah beli berulang dan masih saja gak bisa sukses tumbuhnya.

Jadi tahun lalu itu hobiku adalah beli tanaman setiap sore, kebetulan dekat rumah banyak tukang jual tanaman dengan berbagai macam jenis. Mulai dari tanaman hias, buah-buahan dan sayuran. Sampai sejauh ini yang tanaman yang saya miliki di rumah adalah tanaman hias, kalau sayur palingan lebih ke bumbu dan carinya yang paling gampang dirawat.

Membuat Kebun di Rumah
demfarm

Rasanya hampir semua teman-teman saya juga mulai bercocok tanam di rumah semenjak pandemi, mulai dari bikin kebun mini sampai ada yang membangun lahan khusus untuk tanaman hydroponiknya. Sampai hari ini pun masih senang sekali melihat teman-teman masih dengan anak-anak hijau mereka. Waktu memutuskan untuk beli beberapa tanaman untuk di rumah tentu saya lebih memilih tanaman yang mudah dirawat, bukan berarti ini saya malas ngurusin ya. 

Karena banyak teman yang sedang main tanaman juga jadi bisa saling bertukar informasi. Apalagi informasi tanaman murah, pasti taukan tanaman sempat melambung bahkan ada label "tanaman sultan". Dimulai dari tanaman hias, akhirnya beberapa bulan belakangan tuh lagi coba-coba nanam sayur yang bisa untuk bumbu kalau masak. Kayak rosemary, bawang daun, jeruk limo, daun kari dan beberapa jenis lainnya. 

Karena emang rajin cari informasi seputar merawat tanaman, akhirnya mulai berani deh mencacah tanaman yang ada di rumah. Awalnya memang dari permintaan beberapa teman yang pengen banget sama tanamanku. Atau biasanya kita suka saling bertukar tanaman. Namanya rejeki itukan bisa berupa apa saja, sama seperti saat saya betukar tanaman, memberikan tanaman secara gratis atau biasanya suka iseng nawarin untuk dibeli.

Awalnya lihat salah satu teman yang memulai menjual tanaman yang dirawatnya, saya akui kalau tanaman yang dijualnya memang bagus dan sehat semua. Sehat dalam artian, pertumbuhan daunnya bagus, akarnya juga bagus dan gak rewel ngerawatnya. Akhirnya saya iseng dong mencoba menjual beberapa koleksi tanaman yang saya miliki ke saudara dan teman terdekat yang memang suka tanaman. Terus senang gitu rasanya bisa menhasilkan sesuatu dari rumah. 


Potensi Sukses Petani Milennial Dalam Bimbingan Program Makmur
Potensi Sukses Petani Milenial

Hari Minggu kemarin saya mengikuti webinar bersama Demfarm yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Nasional. Apalagi kita tau bahwa negara Indonesia itu memiliki lahan pertanian terluas sehingga mayoritas profesi masyarakat Indonesia adalah bertani. Sayangnya dengan lahan pertanian yang luas tapi petaninya tidak banyak, apalagi generasi muda sekarang ini jarang sekali yang berfikir untuk terjun langsung ke sektor pertanian.

Indonesia juga menjadi negara yang memiliki lahan pertanian terluas sehingga mayoritas profesi masyarakat Indonesia adalah bertani. Namun, keberadaan petani semakin hari semakin berkurang karena minimnya minat generasi muda pada sektor pertanian. Menjadi petani masih dianggap sebagai profesi yang kurang cakap dan tidak bergengsi. Jadi kalau kita lihat dulu tuh petani ya hanya orang-orang di desa saja.

Kalau kata mas Iqbal yang merupakan petani milennial binaan PKT "bahwa orang kita itu merasa pekerjaan sebagai petani tidaklah keren, bahkan banyak orang memandang sebelah mata pekerjaan sebagai petani". Padahal kebutuhan makanan kita sehari-sehari juga dihasilkan dari para petani, padahal ini juga bisa dijadikan peluang loh untuk memajukan sektor pertanian dan menikmati hasilnya sendiri nanti. 

Serunya lagi webinar kali ini tidak hanya mas Iqbal saja, tapi juga ada Soraya Cassandra merupakan Founder Kebun Kumara, Adrian R.D. Putera selaku Project Manager Program Makmur PKT. Jadi lebih seru obrolannya karena memang tujuan diadakannya acara ini untuk meningkatkan minat para generasi muda di bidang pertanian, dimulai dengan bercocok tanam milenial yang sukses memajukan sektor pertanian di Indonesia. 

Dari webinar kali ini pun saya jadi tau bahwa petani itu bekerja tidak lagi dengan cara-cara lama. Teknologi juga berkembang dengan cepat, sehingga para petani juga bisa memanfaatkan teknologi yang ada agar dapat terus berkembang. Apalagi untuk menambahkan gairah sektor pertanian, sejumlah program dan pengembangan pun dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak lainnya. 

Salah satu yang dilakukan oleh pemerintah melakukan program pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak lainnya. Salah satunya adalah Program Makmur dari PT Pupuk Kaltimantan Timur (PKT), yang merupakan perusaan industri pupuk terbesar di Indonesia. Dengan demikian dapat memberikan solusi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan keseteraan.

mengajak kaum milenial untuk menjaga alam

Seperti yang dilakukan oleh Soraya Cassandra, founder dari Kebun Kumara yang mengajak kaum milennial untuk mulai bercocok tanam. Dengan mengutamakan prinsip permakultur, yaitu menanam dan mengondisikan kebun sebagaimana alam bekerja. Jadi kita tidak hanya sekedar menanam, tetapi juga harus memahami prinsip bagaimana tanaman itu bisa tumbuh dan berkembang. 

Saya pun setuju banget, karena memang dari awal ingin memulai menanam di rumah langsung cari informasi seputar bercocok tanam di rumah. Walau dengan lahan kecil tapi rasanya ini jadi tantangan bagi saya sendiri untuk menciptakan rumah yang asri dengan sentuhan tanaman yang saya rawat sendiri.

Karena memang sampai sekarang ini saya lebih banyak menanam dengan pot jadi harus pinter-pinter juga memahami media tanam, dan jenis tanamannya. Mencoba beberapa cara yang dilakukan oleh teman-teman juga, seperti dengan memberikan cangkang telur. Daripada terbuang ternyata ini juga bisa jadi media untuk menaruh benih tanaman.

petani milennial

Yang menarik bagi saya saat webinar adalah mas Iqbal yang merupakan petani milennial asal Jember, jarang sekali rasanya anak muda yang memang tertarik dengan bertani, apalagi ini sampai dengan bisa menghasilkan keuntungan dengan apa yang ia lakukan. Kata-kata yang sampai sekarang saya ingat "kalau anak muda sekarang itu menjadi petani itu tidak keren" emang benar sih karena lebih ke gengsi ya. 

Menurut mas Iqbal sendiri memang tidak banyak anak muda yang mau bertani, padahal lahannya ada loh. Karena menurut mereka ini kurang modern, gak gaya gitulah. Tapi kali ini Iqbal membuktikan bahwa petani sekarang itu bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Dengan memulai menanam semangka, mas mas Iqbal pun meraup untung yang lumayan loh. 

Selain itu juga mas Iqbal menggunakan program dan pengembangan Program Makmur dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), yang merupakan perusahaan industri pupuk terbesar di Indonesia. Selain itu mas Iqbal juga mengatakan modal dasar menjadi petani adalah ilmu. Mulai dari mengetahui strategi, pasar dan mengadopsi teknologi pertanian. Sehingga bertani tidak lagi menjadi pekerjaan yang berat semata. 

pupuk kalimantan timur

Untuk menambahkan gairah sektor pertanian, sejumlah program dan pengembangan pun telah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak lainnya. Salah satunya adalah Program Makmur dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), yang merupakan perusahaan industri pupuk terbesar di Indonesia. Program ini menjadi solusi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejateraan petani.

Bapak Adrian R.D. Putera, Project Manager Program Makmur PKT mengatakan bahwa program ini merupakan komitmen perusahaan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas pertanian di Indonesia. Pak Adrian juga mengatakan pihaknya terus mendukung dan melakukan pendampingan kepada petani milennial untuk meningkatkan produktivitas dengan cara-cara yang lebih kekinian. 

Program Makmur ini dilaksanakan di sejumlah wilayah seperti Jawa TImur, Kalimantan, dan Sulawesi. Program ini juga merupakan upaya pKT dalam meningkatkan penggunaan pupuk nonsubsidi dalam negeri, dengan menciptakan ekosistem untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia, termasuk petani milennial. 

Jadi gimana nih? Setelah membaca kesuksesan mas Iqbal yang menerapkan Program Makmur hingga dapat meraup keuntungan yang fantastis ini bisa jadi inspirasi para kaum milennial untuk memulai bertani atau setidaknya bisa dimulai dari rumah dulu ya.