29 Maret 2022

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air

Pengaruh perubahan iklan terhadap ketersediaan air

"Sudah main airnya mas, sayang itu kebuang airnya"
"Mandinya jangan lama-lama ya!"

Ini biasanya pemberitahuan ke anak saya yang senang sekali bermain air, karena anak kecil itukan memang suka sekali main air. Tapi kalau tidak dibatasi atau dijaga airnya sayang jugakan bisa terbuang begitu saja. Padahal diluar sana banyak saudara kita yang masih membutuhkan air bersih loh! Apalagi sekarang ini perubahan iklim juga berdampak pada ketersediaan air, kok bisa? 

Tidak ada negara yang tidak mempunyai masalah tentang iklim. Hampir seluruh negara di belahan dunia ini memiliki masalah dalam perubahan iklim, begitu juga dengan Indonesia. Saat ini sudah banyak kerugiaan yang disebabkan oleh adanya perubahan iklim. Berbagai program pun sudah dicanangkan baik oleh pemerintah maupun komunitas sosial. 

Permasalahan iklim yang ada membuat beberapa dampak pada kehidupan manusia, salah satunya air. Masalah iklim yang ada membuat suhu bumi rata-rata semakin meningkat. Panasnya suhu yang semakin meningkat mengakibatkan sulitnya sumber air mengeluarkan air. Sumber-sumber air menjadi kering karena panasnya suhu yang ada. 

Apa Itu Perubahan Iklim?
Iklim adalah rata-rata cuaca dimana cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat di waktu tertentu. Iklim didefinisikan sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun. Iklim berubah secara terus menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti perubahan penggunaan lahan dan penggunaa bahan bakar.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan Perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang diantaranya, terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen dan sebagainya.

Cara Menjaga Kelestarian Air
Cara melestarikan air

Efek dari perubahan iklim yang semakin ekstrem dikhawatirkan dapat membahayakan kehidupan makhluk hidup. Terjadi peningkatan secara perlahan terhadap unsur-unsur iklim yang berupa suhu udara, curah hujan, tekanan udara. Perubahan iklim juga bisa mempengaruhi ketersediaan air bersih di bumi loh.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan mulai dari rumah. Kebutuhan akan air bersih tidak hanya untuk menjaga kesehatan diri, namun beberapa kegiatan sehari-hari seperti mencuci, memasak, membersihkan diri juga membutuhkan air. Lalu bagaimana jika persediaan air menipis sedangkan hampir seluruh kegiatan kita sehari-hari membutuhkan air.

Jumlah air yang terbatas dan semakin banyaknya manusia menyebabkan terjadinya krisis air bersih. Selain jumlahnya, kualitas air tawar yang ada pun semakin rusak. Perebutan penggunaan air bersih untuk berbagai penggunaan menyebabkan hilangnya akes yang layak terhadap air bersih bagi sebagian orang. Ini mengapa saya di rumah selalu bawel dalam urusan air. 

Banyaknya kebutuhan makhluk hidup terhadap air membuat manusia kadang menjadi berlebihan dalam menggunakannya. Padahal jika tidak dilestarikan dan dihemat saat memakainya, air lama kelamaan akan habis. Sumber air pun bisa kering jika terus menerus diambil secara berlebihan sementara alam lingkungan sekitarnya tidak dijaga dengan baik. 

Agar sumber air tetap dapat mengalirkan air bersih ke rumah dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, ada beberapa cara yang bisa sama-sama kita lakukan. 
  1. Gunakan air dengan hemat, air yang digunakan dengan boros dan tidak bertanggung jawab bisa menyebabkan kekeringan. Inilah kebiasaan pemborosan air yang sering dilakukan manusia seperti mandi terlalu lama, lupa mematikan air keran setelan mandi dan mencuci kendaraan.
  2. Buang sampah pada tempatnya, kebanyakan masyarakat masih belum sadar dengan dampak yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Membuang sampah di selokan depan rumah bisa menyebabkan air tercemar, penyumbatan aliran sungai beserta selokan dan lebih parahnya banjir.
  3. Kurangi penggunaan bahan kimia, penggunaan bahan kimia sehari0hari di rumah merupakan salah satu alasan mengapa air tercemar. Bahan kimia yang sudah larut dengan air bisa merusak ekosistem air.
  4. Buang bahan kimia dengan benar, selain berbahaya untuk kelestarian air, bahan kimia juga bisa merusak lapisan atmosfer. Membuang cat, oli atau bahan kimia lainnya secara sembarangan ke selokan dan sungai bisa membuat air sekitar tercemar.
  5. Pilih shower, merupakan pilihan yang bijaksana jika kamu ingin melestarikan air. Penggunaannya yang tidak boros air akan membuat penggunaan air tetap hemat. Masyarakat yang masih memiliki kebiasaan berendam ketika mandi ternyata menghamburkan air yang seharusnya bisa dihindari.
  6. Daur ulang bahan bekas, cara menjaga air ternyata bisa dilakukan dengan cara mendaur ulang barang-barang di rumah yang sudah tidak terpakai. Padahal barang bekas seperti botol air bisa didaur ulang menjadi mainan anak atau tas yang unik jika kamu kreatif.
  7. Cek saluran secara rutin, mengecek saluran dari kebocoran bisa membantu kelestarian air tetap terjaga. Kebocoran air tentu saja bisa menyebabkan pemborosan yang tentunya membuat sumber air bersih semakin berkurang. 

Komitmen DANONE - AQUA Melakukan Konservasi Berkelanjutan
perubahan iklim dan ketersediaan air

Dari data yang dikeluarkan oleh badan PBB yaitu World Meteorological Organization, sebagian besar negara di dunia belum siap untuk menghadapi krisis air, seperti banjir dan kekeringan yang diperkirakan akan memburuk seiring dengan adanya perubahan iklim.

Dari hasil survei ditemukan 25% dari semua kota sudah mengalami kekurangan air secara berkala. Selama dua dekade terakhir, pasokan gabungan dari sumber air permukaan, air tanah, dan air yang ditemukan di dalam tanah, salju dan es di planet ini telah menurun sampai 1 sentimeter pertahun. 

Pada tahun 2022 secara global peringati Hari Air Sedunia mengusung tema "Air Tanah: Membuat yang tidak terlihat, bisa dilihat" dengan menitik beratkan pada pemanfaatan dan pengelolaan air. Air, terutama air tanah adalah sumber daya yang paling umum digunakan untuk mendukung kebutuhan air minum, pertanian, sistem sanitasi dan kebutuhan industri.

Menurut data yang dirilis oleh FAO, sekitar 40 persen dari ketersedian air dari lapisan akuifer digunakan untuk keperluan irigasi, terutama di negara-negara yang kekurangan sumber daya air. Memompa air tanah untuk keperluan irigasi menjadi pilihan yang termurah sehingga mempercepat proses kelangkaan air tanah. 

Menjawab tantangan yang ada dan juga peluang yang merupakan tanggung jawab pelaku industri, Danone-AQUA yang memiliki program dan inisiatifnya dalam melakukan usaha-usaha pelestarian siklus air dan juga ketersediaan air. 

Selain itu upaya pengukuran kebershasilan dampak air positif juga telah dilakukan bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BRIN melakukan validasi atas analisa dan kalkulasi dampak kepengurusan (Stewardship) aktivitas pengelolaan air yang dilakukan oleh Danone-AQUA dengan metode Volumetric Water Benefit Analysis (VWBA) di dua lokasi pabrik AQUA yaitu di Mekarsari dan Babakanpari di sumber air Kubang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Ratih Anggraeni, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia "Danone-AQUA berkontribusi dalam melindungi sumber daya air tanah secara menyeluruh dengan mengembalikan air ke dalam ekosistem, menggunakan air secara bertanggung jawa dan meningkatkan akses air bersih untuk masyarakat. Kami berkomitmen dalam menjaga sumber daya air untuk berelanjutan lingungan dan bisnis bersama masyarakat serta pemangku kepentingan. Kami menjaga kuantitas dan kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menginisiasi penelitian hidrogeologi, program konservasi dan pembentukan forum pengguna air untu memastikan keterlibatan seluruh pemangku kepengtingan dalam mengelola DAS."

Nah, kalau teman-teman sudah melakukan apa nih untuk menjaga kelestarian air? #WorldWaterDay2022

23 komentar:

  1. Dampak perubahan iklim memang luar biasa mencengangkan ya Mak.
    Yg paling berasa banget, sekarang kalo hujan , anginnya super menyeramkan.
    ternyata berdampak besar juga utk ketersediaan air ya.

    BalasHapus
  2. Mulai dari hal kecil, menutup kran air kalau tidak digunakan seperti saat siakt gigi atau cuci piring ya. Gak berasa memang sdikit air yang terbuang tapi lama-lama kan jadi banyak juga.
    Danone-AQUA sudah memikirkan banget ya pengelolaan air berkelanjutan supaya bisa bantu menjaga bumi

    BalasHapus
  3. Aku juga ikutan ini webinarnya Danone. Ternyata penting banget yah menjaga ketersediaan air demi anak cucu kelak. Untungnya DANONE AQUA berkontribusi dalam melindungi sumber daya air tanah secara menyeluruh dengan mengembalikan air ke dalam ekosistem.

    BalasHapus
  4. Aku juga selalu cerewet sama anak2 kalo masalah air nih, harus hemat dan gak boleh boros
    Harus dimulai dari hal-hal sepele dan dari diri kita sendiri yaaah

    Kagum banget dengan Danone AQUA yang concern dengan perlindungan sumber daya air

    BalasHapus
  5. Bener mba aku juga suka ngomong gitu juga ke anak aku "Teh main airnya sebentar aja ya. Kasian airnya kebuang" Atau "Teh, kran airnya dibuka kecil - kecil aja. Kasian nanti airnya kebuang". Memang begitulah ya anak kecil. Seneng banget main air. Sampai emaknya sring ngingetin

    Soalnya sekarang iklim atau cuaca kurang bersahabat menurutku. Jadi aku berusaha membantu sebisa dan semampu aku untuk bumi ini termasuk menghemat air

    BalasHapus
  6. Menghemat air penting dilakukan, kita bisa memulainya dari diri sendiri di rumah. Makanya aku suka bawel kalau anak-anak lupa mutup air kran di kamar mandi :)
    Duh tidak bisa membayangkan bagaimana kalau mengalami krisis air akibat perubahan iklim. Salut dengan DANONE AQUA yang ikut berkontribusi dalam melindungi sumber daya air.

    BalasHapus
  7. Air yang dihasilkan bumi harus dijaga kelestariannya.Sayangnya kesadaran untuk hal ini kurang ya.Manusia membuang sampah sembarangan,boros air.Apalagi sekarang memasuki kemarau air semakin berkurang kita harus bisa menghemat ya

    BalasHapus
  8. Aku pakai water torn sejak awal menghuni rumahku. Terus kamar mandi pakai shower saja tanpa bak mandi apalagi bathtub. Jadi air termasuk hemat pemakaiannya.
    Memang kepedulian akan dampak perubahan iklim mesti terus digaungkan ya, seperti yang dilakukan Danone-Aqua ini

    BalasHapus
  9. Memang penting banget ya menjaga ketersediaan air untuk anak cucu kita dimasa depan. Kagum banget dengan Danone AQUA yang concern dengan perlindungan sumber daya air

    BalasHapus
  10. Memang soal ketersediaan air bersih ini mengkhawatirkan sekali, sih. Kehadiran aqua benar2 angin (eh, air) segar untuk memenuhi kebutuhan vital kita.

    BalasHapus
  11. Kalau ngga makan dalam waktu seminggu manusia masih bisa hidup, tapi tidak tanpa air. Air adalahj kebutuhan paling esensial bagi kita. wajib banget menjaga keberlangsungannya. Semoga langkah DANONE AQUA bisa diikuti oleh perusahaan lainnya ya. Jaga air, jaga bumi

    BalasHapus
  12. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengelolaan air secara bijak. Dan itu harus dimulai dari rumah. Senangnya jika makin banyak sosialisasi bagus seperti ini

    BalasHapus
  13. Jaga air berarti jaga bumi, dan kita bisa memulainya dari langkah kecil di rumah. Sosialiasi seperti ini harus terus dilakukan supaya makin banyak masyarakat diliputi kesadaran akan pentingnya jaga air. Harapan besarnya tentu saja semoga langkah DANONE AQUA dapat diikuti oleh perusahaan lainnya juga.

    BalasHapus
  14. Aku juga sering banget bilang ke anak seperti itu kalo main air, apalagi kalau mandi sering bilang pakai air secukupnya jangan berlebihan.
    Keren banget sama program program DANONE AQUA dalam melestarikan air

    BalasHapus
  15. Betul sekali anak-anak harus sering di beri tahu krn memang sukaa main air. Dunia sudah tua ya maak, adanya pemanasan global akibat ulah manusia.

    Mulai dari diri sendiri dan orang terdekat untuk peduli terhadqp lingkungan supaya tetap terjaga.

    BalasHapus
  16. Jumlah air di bumi sangatlah banyak. Tapi jumlah air bersih yang layak pakai, jumlahnya sedikit. Itu sebabnya kita harus bisa hemat ya. Karena dari tahun ke tahun semakin sedikit. Dan untuk bisa lestari, gak hanya segelintir orang yang harus peduli. Semua pihak harus turut serta.

    BalasHapus
  17. Sadar ataupun tidak, ya dampak dari perubahan iklim itu emang benar-benar terasa. Salah satu yang saya rasakan ya air kok gak seberlimpah dulu ya. Kalau belum malam, ya gak kencang/deras keluarnya.

    Lantas apa yang saya lakukan? hmm..baru dimulai dengan menutup kran air sih, jangan sampai air membludak/kepenuhan di bak, terus lupa dimatikan. Kan sayang airnya tumpah percuma..

    BalasHapus
  18. Merasa bersalah banget dengan air.
    Karena terkadang masih tidak peduli dengan ketersediaannya di bumi. Huhu...kaya contoh kecilnya aja, kalau mengisi air tandon, aku selalu menunggu sampai luber-luber, baru aku matiin. Seharusnya bisa dikira-kira berapa menit, lalu dimatikan.

    Sangat bermanfaat sekali informasinya, kak Chie.
    Haturnuhun, terutama kepada Danone-AQUA yang perhatiannya besar terhadap kelangsungan dan kelestarian alam.

    BalasHapus
  19. Aku berusaha bijak dala menggunakan air..hal kecil banyak yang bisa kita lakukan di rumah ya..Contohnya nih...kran dan pipa jangan sampe bocor

    BalasHapus
  20. memeperbaiki keran yang bocor mbak, karena setiap tetes air itu berharga yaa. Apalagi di tempat yang kering duh kebayang gimana itu mendapatkan air bersih.

    BalasHapus
  21. Bener nih mbak. Iklim sekarang jadi ekstrim. Paginya panas banget, eh sorenya hujan. Perubahan iklim juga ngaruh ke tersedianya air ya. Miris kalau sampai air jadi menipis.

    BalasHapus
  22. Iya banyak orang yang tak bisa mengakses air bersih secara leluasa ya jadi kita sebaiknya hemat air karena berharga banget..salut program Danone yang peduli lingkungan hidup..

    BalasHapus
  23. Air bersih sulit diakses untuk wilayah Gunung Kidul. JAdi perubahan iklim ini memang berpengaruh sekali terhadap akses air bersih. MAsyarakat juga perlu menjaga lingkungan untuk menjaga keseimbangannya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.