14 Mei 2022

Rummah Go'A Kafe Nyentrik di Tangerang Selatan

rummah goa, kafe nyentrik di bintaro

Kalau sekarang itu banyak kafe yang instagramable, kali ini aku main ke Rummah Go'A di Tangerang Selatan yang gak kalah keren sama kafe-kafe yang sedang hits. Kalau menurutku ini yang dibilang hidden gem, karena tak terlihat sesungguhnya kalau dari jalan besar. Selain itu kafenya tuh nyentrik banget, artsy bangetlah.

Sabtu ini saya sekeluarga setelah menikmati jalan pagi, mampir ke Rummah Go'A sebenarnya ini sudah saya agenda sebelumnya. Tadinya mau kemarin pas hari Jumat, ternyata setiap Jumat Rummah Go'A tutup. Baiklah berarti bisa disambangi pas akhir pekan saja, karena selain bukanya lebih awal kalau pas akhir pekan. 

Dimana Letak Rummah Go'A? 
rummah go'a kafe nyentrik milik dik doang

Ok ini yang menjadi pertanyaan beberapa teman di direct message dan juga kolom komentar instagramku. Detail alamatnya tuh bisa klik disini, atau gampangnya tuh cari saja stasiun kereta Jurangmangu. 

Alamat Rummah Go'A
Jalan. Garuda I No.109 RT 01/RW 02, Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15413

Jam Operasional
Senin - Kamis: 11.00 - 21.00 WIB
Sabtu dan Minggu: 08.00 - 21.00 WIB

Untuk menemukan tempat ini tuh tadi sempat muter dua kali karena mencari tempat parkir. Akhirnya tadi parkir mobil di ruko seberang Universitas Pembangunan Jaya, ini dekat kok tinggal jalan kaki sebentar untuk menuju ke Rummah Go'A.

Desain dan Interiornya Nyentrik 
rummah go'a di tangerang selatan

Jika kamu mampir ke Rummah Go'A pasti akan dibuat takjub dengan desain bangunan dan interiornya, karena selain nyentrik juga sangat artsy loh! Dimanjakan sekali dengan beberapa bagian didalamnya yang sangat unik. Mulai dari saat memasuk Rummah Go'A pun sudah terasa ya kalau bangunan ini memiliki suasana yang nyaman. 

Bahkan sambil menikmati makanan di Rummah Go'A kita juga bisa mendapati pemandangan kereta lewat. Kalau anakku senang sekali saat makan dia bisa melihat kereta lewat, bahkan meminta ayah dan bundanya untuk merekam saat kereta lewat. 

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

Tidak hanya bangunannya saja yang unik, namun furnitur yang terdapat di Rummah Go'A pun unik loh. Jadi kalau masuk ke dalamnya berasa sedang di rumah sendiri, karena memang dibuat homey agar pengunjung yang mampirpun bisa melepas lelahnya.

Di beberapa area ada kursi klasik yang memang mirip di rumah eyang saya, makanya saya bilang tempat ini selain unik memang nyentrik sih ya. Lantainya pun menggunakan tegel seperti di rumah-rumah jadul. Kalau kalian perhatikan beberapa furnitur di sini juga gemes-gemes ya.

Apalagi tempat duduk yang berada diluar dengan menggunakan pot bunga keramik yang lawas banget. Kenapa lawas, karena di rumah eyang dan beberapa saudaraku yang memang sudah sepuh pasti ada pot bunga keramik seperti itu. Memanfaatkan bongkahan kayu untuk meja dan kursi yang terlihat lebih etnik. 

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

rummah go'a kafe nyentrik di tangerang selatan

Salah satu area kafe ini ada rak bukunya, asli bukunya banyak banget loh! Tadi sempat mau foto disitu tapi karena sedang ada ibu-ibu yang berfoto jadi aku mengurungkan niat, nanti sajalah pas mau pulang. Eh taunya malah lupa deh mau foto disitu, adanya foto kosongan sebelum si ibu-ibu itu bergaya di area buku itu.

Asli beneran dibuat takjub sama Rummah Go'A, selain memang letaknya yang tersembunyi, desain bangunan dan furniturnya unik. Selain itu kalau sudah masuk ke Rummah Go'A tuh adem banget karena banyak pepohonan jadi lebih asri. 

Kalau saranku sih jangan siang-siang pas terik kalau mau mampir kesini ya karena ya itu tadi nanti pasti gobyos. So far memang enak dan nyaman sih ya tempatnya. Tadi juga gak banyak pengunjung, cenderung sepi malahan loh. Saat kami sampai, ada beberapa rombongan sepeda yang baru selesai. 

Makanannya Apa Saja?
es kopi susu di rummah go'a

Makanannya sebenarnya lumayan banyak kalau menurutku, tapi seperti biasanya sebagai pembuka aku tadi order es kopi susu gula aren dulu. Sayangnya hari ini si mie ayam yang pengen banget kita cobain lagi gak ada, semoga nanti minggu depan sudah ada lagi ya. Kebetulan minggu depan mau balik lagi kesana bersama teman-teman. 

nasi bakar cakalang rumah go'a di tangerang selatan

siomay rummah go'a di tangerang selatan

Tenang, walau tadi mie ayam yang pengen kita cobain lagi gak ada jadi tadi pesan nasi cakalang dan siomay. Niatnya siomaynya berdua ayahnya, karena bumbunya pedas gak jadilah kita berdua. Alhasil tadi menghabiskan satu porsi nasi bakar cakalang dan siomay.

Ayahnya pun pesan yang sama, nasi bakar cakalang. Karena menu yang dipesan anakku gak ada jadilah tadi dia lebih milih makan kentang goreng saja (ini lupa ke foto karena si anaknya sudah pengen makan). Bahkan ada menu yang tadinya kita mau coba pas setelah makan malah gak jadi karena ku kenyang sudah.

Sepertinya kalau minggu depan jadi balik kesini sih bakalan pilih menu yang hari ini gak jadi kita pesan. Untuk teman-teman yang pengen nyoba makan siang atau sekedar snack time bisa kesini juga. Karena ada beberapa menu makanan seperti ayam bakar, ayam goreng, bebek goreng, cireng, pisang, roti dan beberapa menu lainnya. 

07 Mei 2022

5 ISTANA KERAJAAN DI KOREA SELATAN YANG WAJIB DIKUNJUNGI

5 istana kerajaan di korea selatan yang wajib dikunjungi

Holla... Apa kabarnya? Tak terasa sudah bulan Mei ya, sudah memiliki rencana liburan kemana tahun ini? Atau masih galau mau liburan kemana? Untuk teman-teman yang berencana ke Korea Selatan, ada beberapa rekomendasi tempat nih yang wajib dikunjungi saat liburan ke Seoul, Korea Selatan. 

Oh ya, Korea Selatan sudah buka border dan tidak perlu karantina lagi. Ini seperti angin surga ya untuk para travelers. Pastikan juga paspornya masih berlaku ya, karena ini yang paling penting setelah visa Korea. Kebetulan banget sebelum lebaran kemarin aku baru ngurus paspor lagi, karena sudah habis bulan Juni 2021. 

Korea Selatan tak hanya terkenal sebagai destinasi wisata yang berbau K=Pop atau K-Drama. Beberapa wisata di Korea Selatan seperti wisata sejarah sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi di Korea Selatan adalah Istana Kerajaan. Kalau teman-teman suka nonton drama Korea Saeguk pasti familiar dengan beberapa istana ini loh.

1. Gyeongbokgung Palace
Gyeongbokgung Palace

Istana kerajaan di Korea Selatan yang wajib dikunjungi yang pertama adalah Istana Gyeongbokgung, merupakan istana utama dan pusat pemerintahan Joseon, dinamai sebagai keinginan istana untuk mewujudkan kemakmuran besar. 

Istana Gyeongbokgung dibangun pada tahun 1395 atas perintah Taejo (Yi Seong-gye), merupakan raja pendiri Joseon. Istana Gyeongbokgung ini merupakan kompleks yang sangat luas dengan 330 bangunan dan 5.792 ruangan, namun kebayakan dari bangunan ini dihancurkan selama kependudukan Jepang di Korea Selatan. Di tahun 1989, barulah pemerintah Korea mulai membangun kembali bangunan-bangunan yang telah hancur tersebut.

Pada saat ini Istana Gyeongbokgung saat ini tidak lagi terbatas pada penggunaan satu orang, karena sudah menjadi situs sejarah paling dicintai di Seoul yang dibagikan oleh semua orang. Menariknya, istana ini memiliki sebuah pavilion kecil bernama Hyangwonjeong yang dibangun diatas pulau buatan di tengah Danau Hyangwonji. Pulau ini dihubungkan dengan area istana melalui jembatan Chwihyanggyo.

Saat kamu mengunjungi Istana Gyeongbokgung juga bisa berkunjung ke National Folk Museum dan National Palace Museum of Korea dimana kamu bisa melihat lebih dekat arsitektur, interior, hingga benda-benda peninggalan Dinasti Joseon. Setiap harinya juga selalu diadakan pertunjukan peragaan seperti tradisi, ritual hingga kegiatan yang terjadi di kehidupan Dinasti Joseon. Pengunjung juga bisa mengenakan hanbok, yang dapat disewa dari toko-toko terdekat. Salah satunya

2. Deoksugung Palace
Deoksugung Palace

Istana kerajaan yang kedua adalah Deoksugung Palace, yang telah berdiri sejak tahun 1450an dan awalnya digunakan sebagai tempat peristirahatan Pangeran Wolsan. Dulunya merupakan kediaman Raja Gojong dari Joseon, istana ini mencerminkan konteks sejarah transisi modern dalam campuran gaya arsitektur Korea dan Barat. 

Aula Jeonggwanheon di mana Gojong akan menerima pejabat asing atau menikmati secangkir kopi, aula Seokjojeon merupakan Museum Sejarah Kerajaan Daehan saat ini, sayap barat di aula Seokjojeon terdapat cabang Deoksugung dari Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer memberikan relief keindahan bangunan istana. 

Di tahun 1618, setelah istana kerajaan secara resmi dipindah ke Changdeokgung yang telah dibangun kembali, Istana Deoksugung ini menjadi istana pelengkap yang disebut sebagai Seogung atau West Palace. Seoksugung Palace memang memiliki arsitektur yang sangat indah. Pengunjung yang datang dibuat kagum oleh keindahan bangunannya. Tak hanya itu, saat kita berkunjung ke Istana Deoksugung akan menemukan beberapa taman yang indah untuk bersantai.

3. Gyeonghuigung Palace
Gyeonghuigung Palace

Kalau Istana Changdeokgung merupakan istana di Timur, sementara Istana Gyeonghuigung adalah istana di barat. Ketika istana ini selesai dibangun pada tahun 1617 (tahun ke-9 Gwanghaegun), istana ini disebut Istana Gyeongdeokgung. 

Di akhir Dinasti Joseon, istana ini digunakan sebagai istana sekunder oleh raja dan keluarganya. Biasanya, Istana Gyeonghuigung ini digunakan sebagai tempat mengungsi oleh raja saat kondisi darurat. istana ini memiliki keindahan arsitektur tradisional dan dibangun diantara pegunungan yang miring. 

Pada saat penjajahan Jepang, istana ini pernah dihancurkan seluruhnya, kemudian dibangun kembali oleh pemerintah Korea di tahun 1990an. Karena pertumbuhan kota yang sangat pesat, maka selama puluhan tahun istana ini dibiarkan begitu saja dan pemerintah hanya berhasil merekontruksi bangunan istana ini sekitar 33% dari bangunan aslinya. 

Istana Gyeonghuigung saat ini jauh lebih kecil, dengan gerbang Heunghwamun, aula Sungjeongjeon, aula Jajeongjeon dan aula Taeryeongjeon (rumah bagi potret kerajaan Raja Yeongjo) yang masih berdiri. Sekarang, di area Istana Gyeonghuigung ini ditempati sebagai Museum Sejarah Seoul dan Museum Seni Seoul. Tempat ini masih menjadi destinasi para wisatawan jika ke Korea Selatan.

4. Changgyeonggung Palace
Changgyeonggung Palace


Istana Changgyeonggung dibangun pada tahun 1418, tahun pertama Raja Sejong, ini menjadi istana ketiga di Joseon setelah Istana Gyeongbokgung dan Istana Changdeokgung, yang digunakan sebagai tambahan selama periode Joseon setelah yang pertama. 

Istana ini berada di dekat Istana Changdeok dan memiliki luas yang lebih kecil dibandingkan istana lainnya. Sekitar 70% area istana ini terdiri dari ruang terbuka hijau, pepohonan dan kolam. Tak hanya itu, sejumlah bangunan di kawasan istana ini menjadi daya tarik tersendiri, seperti aula, pavillion, jembatan dan pintu gerbang. 

Changgyeonggung Palace ini menjadi salah satu istana kerajaan di Korea Selatan yang kerap dikunjungi sebagai destinasi wisata. Jika teman-teman berkunjung pada akhir pekan, tak jarang juga di istana ini diadakan beberapa upacara, misalnya upacara pernikahan, ulang tahun raja, upacara minum teh dan banyak lagi tradisi lainnya. 

Pada saat musim semi di Istana Changgyeonggung juga menjadi salah satu daya tarik para pengunjung. Karena akan dimanjakan dengan pohon-pohon Sakura yang bermekaran di halaman istana ini. Pasti lebih cantik nih istana di Korea Selatan saat musim semi ya.

5. Changdeokgung Palace dan Secret Garden 
Changdeokgung Palace

Taejo (Yi Seong-gye) memindahkan ibu kota ke Hanyang (Seoul) pada tahun 1392 dan menyelesaikan Kuil Jongmyo, Sajikdan Altar dan Istana Gyeongbokgung pada tahun keempat pemerintahannya (1395). Istana Changdeokgung dibangun di sebelah timur Istana Gyeongbokgung pada tahun kelima pemerintahannya (1405), dan Taman Rahasia selesai pada tahun berikutnya. 

Istana ini pernah mengalami beberapa kali kebakaran tetapi paling lama menjadi kediaman raja selama sekita 260 tahun. Sementara Istana Gyeongbokgung berfungsi sebagai pusat pemerintahan Joseon, Istana Changdeokgung berfungsi sebagai tempat tinggal dinasti. Tidak seperti Istana Gyeongbokgung, yang memiliki struktur tegas dan linier, Istana Changdeokgung dirancang agar selaras dengan pegunungan di sekitrarnya.

Istana ini mempertahankan struktur aslinya dengan relatif baik dan mempertahankan arsitektur pada periode tersebut, yang mengarah pada penunjukannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Jika berkunjung ke Istana Changdeokgung tidak lengkap tanpa mengunjungi Taman Rahasianya (Huwon: lit. taman belakang). Taman ini paling disukai di musim semi ketika bunga prumusmume merah bermekaran. 

Dulunya digunakan sebagai taman kerajaan, ruang perjamuan, atau tempat rekreasi keluarga kerajaan. Nama alternatifnya, Biwon (taman Rahasia), berasal dari taman yang digunakan sebagai tempat perjamuan klandestin untuk administrator kolonial Jepang, seperti Ito Hirobumi atau kolaborator Korea yang melayani kepentingan kolonial Jepang. 

Jangan Lupa!
Di Festival Budaya Kerajaan, teman-teman memiliki kesempatan untuk menikmati budaya megah Joseon. Ini diadakan pada bulan Mei dan Oktober di lima Istana Seoul, Kuil Jongmyo dan Sajikdan Altar. Ini termasuk program yang menciptakan kembali kehidupan di istana era Joseon, seperti beristirahat di istana, mengikuti jejak Raja Jeongjo dengan terlibat dalam menulis atau seni di Aula Jipbokheon Istana Changgyonggung dan menyaksikan keindahan bulan dengan bergabung dengan Cahaya Bulan. 

Wisata Festival ini bisa juga disaksikan di Youtube dengan teks bahasa Inggris. Wisata dalam di Istana Changgyeonggung dan Istana Deoksugung juga tersedia selama periode festival kecuali pada hari Senin. 

Teman-teman juga bisa mengunjungi www.visitkorea.or.id untuk informasi mengenai beragam perjalanan seru di Korea Selatan.