12 September 2022

Gaya Hidup Berkelanjutan Untuk Bumi Yang Sehat

Gaya Hidup Berkelanjutan Untuk Bumi Yang Sehat

Berbicara tentang Gaya Hidup Berkelanjutan yang sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia dengan tujuan menyayangi bumi. Tapi beberapa orang juga beranggapan bahwa gaya hidup berkelanjutan ini lebih mahal. Kalau teman-teman sendiri apakah sudah mulai menjalankan hidup berkelanjutan?

Pada tanggal 1 September 2022, Danone Indonesia menyelenggarakan program Danone Community Engagement Day dengan tema "Mengenal Penerapan Bisnis Berkelanjutan untuk Indonesia Lestari". Acara ini dihadiri oleh teman-teman bloggers dan vloggers Danone Digital Academy. Sebenarnya acara ini bagaikan reuni bersama teman-teman blogger yang lama tidak bertemu.

Danone Indonesia yang selalu berkomitmen mewujudkan bisnis yang seimbang dan berkelanjutan. Sesuai dengan visi Danone "One Planet One Health" yaitu kesehatan manusia dan kesehatan planet saling terkait satu sama lain, oleh karena itu Danone berfokus untuk menjalankan strategi bisnis berkelanjutan dengan mengacu pada SDGs, maupun target tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ngapain Saja di Danone Community Engagment Day?
Danone Community Engagement Day

Untuk teman-teman yang penasaran tentang keseruan acara Danone Community Engagement Day, kali ini bisa duduk manis sambil ngemil baca ulasan selama acara. Karena aku tidak hanya cerita keseuran selama acara tapi juga akan membagikan tips gaya hidup berkelanjuta yang bisa teman-teman lakukan di rumah.

Acara Danone Community Engagement Day dibuka oleh pemaparan materi dari pak Budi Rahardjo, Agriculture Manager Danone Indonesia dengan Pertanian yang Meremajakan. Selama pak Budjo (panggilan akrab pak Budi) memaparkan materinya, kita tuh dibuat terkesima dengan apa yang dilakukan pak Budjo. Rumahnya asri banget gaes, selain itu apa yang dilakukan pak Budjo ini bisa diimplementasikan di rumah loh.

"Karena populasi dunia terus bertambah, lebih banyak upaya dan inovasi akan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan, memperbaiki rantai pasokan global, mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan, dan memastikan bahwa semua yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi memiliki akses terhadap makanan bergizi. Melalui penerapan pertanian berkelanjutan tersebut kita dapat melakukan transformasi dan menjaga food system atau rantai makanan dengan baik sehingga angka kelaparan tersebut dan akses nutrisi bagi masyarakat luas dapat terpenuhi. Tentunya implementasi ini dapat tercipta dengan dukungan segala pihak khususnya melalui pemahaman masyarakat luas." Menurut pak Budjo. 

Selain pak Budjo, ada mbak Annie Wahyuni, Downstream Packaging Manager Danone Indonesia yang bercerita "Dalam menjaga kesehatan masyarakat, dibutuhkan fokus dari segala aspek yakni tidak hanya akan bahan pangan masyarakat namun juga aspek kemasan yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. Kemasan memiliki peran yang diperlukan untuk melindungi manfaat gaizi dan kualitas produk kami dan memungkinkan mereka untuk disimpan, diangkut dan digunakan dengan aman. Sejalan dengan hal ini Danone bekerja untuk mendukung pergeseran sistematik dari linera ke ekonomi sirkular untuk kemasannya. Danone juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik yang dijalankan sejak 2018."

Selain memang memberikan pengetahuan akan isu-isu keberlanjutan, Danone Indonesia juga menghadirkan Gerald Vincent yang selalu membuat konten edukasi di sosial medianya. Konten yang diunggah Vincent ini selalu menarik dan memiliki engagement yang cukup tinggi. Walaupun sejujurnya aku baru tau Gerald Vincent itu pas acara Danone Community Engagement Day kemarin, hehehehee...

Nah dari ikutan acara Danone Community Engagement Day kemarin itu, ada beberapa hal juga yang ingin aku bagikan ke teman-teman. Karena setelah mendapatkan pemaparan dari pak Budjo dan mbak Annie jadi ingin mengajak teman-teman untuk melakukan kebaikan yang bisa dimulai dari rumah nih. 

5 Langkap Mudah Untuk Memulai Gaya Hidup Berkelanjutan
5 langkah Mudah Memulai Gaya Hidup Berkelanjutan

Seperti diawal tulisan sempat aku sampaikan bahwa menurut pendapat beberapa orang, bahkan temanku sendiri untuk menjalankan hidup berkelanjutan ini sebenarnya mahal dan susah-susah gampang. Tapi sebenarnya itu bisa kita lakukan perlahan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan rumah. 

Ya memang tidak semudah itu untuk mengubah kebiasaan, tapi jika perlahan dan konsisten pada akhirnya kita juga bisa melakukan gaya hidup berkelanjutan dengan mudah. Penerapangaya hidup berkelanjutan (sustainable) menjadi salah satu langkah untuk melindungi bumi dan menekan dampak negatif perubahan iklim. 

1. Memilah Sampah Dari Rumah
memilah sampah dari rumah

Memilah sampah dari rumah, jadi langkah pertama yan gbisa diterapkan untuk memulai gaya hidup berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan tingginya angka sampah di Indonesia, masa iya sih prestasi kita dalam penumpukan sampah? 

Nah, ini bisa teman-teman aplikasikan di rumah untuk mulai memisahkan sampah sesuai dengan kategorinya. Walau jujur awalnya tuh terasa berat dan kagok-kagok kalau saya, tap ternyata setelah dua tahun berjalan jadi kebiasaan juga. Tak hanya di rumah saja, kita bisa lakukan ini juga diluar rumah. Karena di tempat-tempat umum sudah banyak tersedia tempat sampah sesuai dengan kategorinya.

Apalagi yang masih rajin melakukan belanja online, kebayangkan itu sampah plastik yang sampai di rumah? Selama ini sampahnya apakah sudah dikelola dengan baik atau langsung buat tanpa memisahkan?

2. Menanam Tumbuhan di Sekitar Rumah
menanam tumbuhan di sekitar rumah

Cara yang kedua bisa melakukan bercocok tanam di rumah, ini pun saya lakukan pada awal pandemi dulu tahun 2020 sampai dengan sekarang. Selain bercocok tanam ini bisa menjadi obat stres saat pandemi, tapi juga manfaatnya banyak sekali untuk kelangsungan hidup bumi kita. 

Dengan melakukan penanaman tumbuhan di sekitar rumah juga membantu untuk mengurangi risiko perubahan iklim dan menjaga suhu bumi menjadi lebih dingin. 

Banyak juga beberapa teman saya, yang semenjak pandemi rajin menanam sayur-mayur yang nantinya bisa digunakan untuk bahan pangan selama di rumah. Tak harus memiliki lahan luas untuk menanam tumbuhan. Karena kita bisa menanamnya menggunakan pot. 

3. Mengurangi Plastik dan Bahan Kimia
mengurangi plastik dan bahan kimia

Salah satu kampanye yang sudah dilakukan oleh Danone Indonesia #BijakBerplastik yang masih terus aku jalankan sampai hari ini, adalah dengan mengurangi penggunaan plastik. Ini juga sangat berat pada awalnya, tapi ya itu tadi jika terbiasa makan akan lebih nyaman kesininya.

Terasa sekali semenjak supermarket dan minimarket meniadakan kantong plastik untuk membawa belanjaan, biasanya tuh si kantong plastik akhirnya numpuk di rumah. Kalau dulu sebenarnya kantong ini aku gunakan untuk membuang sampah tanpa dipilah. 

Selain mengurangi penggunaan plastik juga yang harus dicermati adalah penggunaan bahan kimia. Sadar tidak sadar karena akhir dari penggunaan bahan kimia tersebut dapat mencemari lingkungan kita sendiri loh. 

4. Produk Pangan Berkelanjutan
produk pangan berkelanjutan

Produk pangan berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan sustainable food adalah produk pangan berkelanjutan yang mengacu pada pemilihan produk pangan yang mempertimbangkan keseimbangan dan konservasi lingkungan yang lebih baik. Tak hanya dari segi pangannya saja, konsep sustainable produk pangan juga mengacu pada teknik pengolahan, pengemasan hingga hasil akhir (limbah) yang dihasilkan.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan sustainable produk pangan: 
  • Konsumsi produk pangan dari bahan organik, berasal dari metode pertanian yang mengurangi penggunaan produk pestisida berbahaya dan kimia. Metode pertanian organik ini mampu mengurangi kontaminasi tanah dan air. Selain menjaga lingkungan, konsumsi produk pangan organik memberikan dampak pemenuhan gizi yang optimal buat tubuh kita.
  • Mengurangi konsumsi daging, tidak harus menjadi vegan atau vegetarian, kita cukup mengurangi konsumsinya saja. Hal ini berkaitan dengan jejak karbon yang dihasilkan oleh konsumsi daging. Dua produk pangan degnan jejak karbon tertinggi ada pada daging, terutama daging domba dan daging sapi. 
  • Membuat kebun pangan sendiri, nah untuk teman-teman yang memiliki lahan yang cukup di rumah bisa memanfaatkannya untuk membuat pangan sendiri. Dengan melakukan hal ini, kita sudah memotong rantai distribusi transportasi yang menggunakan kendaraan yang mengeluarkan emisi karbon.
  • Belanja kebutuhan produk pangan di bulk store, sekarang sudah mulai banyak nih bulk store. Bahkan dekat rumahku saja sudah ada 2 bulk store. Bulk store adalah konsep toko eceran yang menjual produknya tanpa menyediakan wadah untuk produk yang kita akan beli. Jadi, kita memang harus menyediakan wadahnya sendiri untuk membungkus produk yang kita beli.
  • Bijak untuk pembelian dan konsumsi pangan, biasakan membeli produk yang memang kita butuhkan untuk dikonsumsi. Pembelian impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhanmu akan berpotensi menjadi sampah makanan, apalagi jika kita tidak tahu teknik pengawetan dan penyimpanan makanan. Selain itu, konsumsi makanan sesuai dengan prosi kita sehingga tidak meninggalkan sisa. Ingat bahwa dari sisa makanan ini dapat mempengaruhi kualitas tanah, udara dan air.

5. Pemanfaatan Energi yang Berkelanjutan
pemafaatan energi berkelanjutan

Sumber energi yang tersedia di bumi sangat terbatas loh, untuk itu kita harus memiliki kesadaran dalam pemanfaatan energi sumber daya alam yang ada di bumi guna memastikan ketersediannya di masa mendatang. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan loh!

Bijak dalam penggunaan air adalah salah satunya, usaha menghemat air sudah menjadi kebiasaan yang terus digaungkan sejak dahulu. Kita dapat menghemat air dengan tidak membiarkannya mengalir berlebihan saat sedang sikat gigi, bercukur, mencuci muka ataupun mencuci. Selain itu kita juga bisa menadah dari air hujan untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari seperti menyiram tanaman, mencuci mobil dan masih banyak lagi.

Sumber energi lainnya adalah listrik, ini yang biasanya luput dari perhatiannya juga. Nanti tau-tau tagihan listriknya tinggi atau token listriknya bunyi-bunyi saat kita sedang terlelap. Listrik hampir menjadi kebutuhan esensial terutama di rumah tangga. Cara sederhana dalam melakukan penghematan listrik adalah dengan mencabut perangkat dari aliran listrik jika tidak digunakan.

Nah, dari kelima cara melakukan gaya hidup berkelanjutan yang mana sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Semoga setelah membaca ulasan ini, teman-teman juga sudah mulain menjalankan gaya hidup berkelanjutan dimulai dari rumah ya. 

27 komentar:

  1. Alhamdulillah meski jauh dari maksimal, lima point' itu sudah kami terapkan di rumah. Hanya pada point' nomor dua tuh, selalu ada gangguan dari tetangga. Nanam pohon di tanah kami, daunnya jatuh ke tanah tetangga, rewelnya minta ampun. Batu saja tetangga sebelah datang, minta pohon jambu depan rumah ditebang katanya biar jalan ia kelihatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal dengan menanam pohon ini bisa menyelamatkan bumi juga ya teh, atau ya kalau sedang berbuah juga bisa dinikmati bersama tetangga lain juga ya. Memang masih ada kok orang yang begini dengan alasan seperti itu.

      Hapus
  2. Banyak hal simpel yang bisa kita lakukan untuk membentuk gaya hidup berkelanjutan, ya. Semoga makin banyak yang konsisten menjalaninya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mak, dimulai dari kebiasaan di rumah juga nantinya akan menularkan ke teman-teman yang lain ya.

      Hapus
  3. Memilah sampah dari rumah itu penting banget di mulai dari keluarga. Jadi sudah terbiasa memilah dan tahu mana yang bisa dikompos atau di daur ulang lagi. Bijak menggunakan plastik juga penting misalnya dengan membawa tumblr sendiri, mana plastik kan susah dan lama banget terurai.

    BalasHapus
  4. Setiap malam, aku selalu ngeronda apakah semua listrik yang tidak perlu udah dimatikan. Ya perempuan sendiri harus jadi pengawas agar hemat energi yang bakal jadi hemat pengeluaran juga.

    BalasHapus
  5. Ngurangin daging. Itu yg udh konsisten aku lakuin mba. Plastik sebenernya juga udah, tapi blm bisa full. Belanja memang udh ga pakai, tapi utk membuang sampah, aku msh butuh plastik. Agak susah milah2 sampah di tempatku, Krn pas dibawa Ama si tukang sampah, semua digabung lagi Ama dia ­čśé.

    Tapi pelan2 lah, mau lebih disiplin dalam soal begini. Namanya juga demi keberlangsungan hidup bumi kita kan.

    BalasHapus
  6. Sekarang kalo pergi keluar rumah pasti bawa botol minuman sendiri sama tas lipat, minimal kalo dadakan belanja nggak perlu kantong plastik, cukup dimasukin di tas lipat.
    Salut banget sama Danone, program-programnya keren banget

    BalasHapus
  7. gaya hidup berkelanjutan memang diperlukan saat ini mengingat efek dari emisi karbon dan climate change yang kian terasa ya

    BalasHapus
  8. Bijak dalam berkehidupan berkelanjutan ini penting sekali.
    Karena apa yang kita lakukan saat ini ternyata efeknya bisa sampai jangka panjang yaa.. Apalagi terkait tanggungjawab dengan sampah yang kita hasilkan sehari-hari dan pengelolaannya dengan bijak.

    BalasHapus
  9. Ternyata udah lama juga ya danone punya perhatian pada ekonomi sirkular, sejak 2018.

    Saya pun berharap makin banyak bulk store tersebar di Indonesia mbak, enak kan kalau beli-beli kita tinggal bawa wadah/kemasan kosong. Jadinya nggak banyak kemasan bekas yang terbuang

    BalasHapus
  10. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan dari rumah untuk turut menjaga bumi ini yah, bijak dalam penggunaan air dan hemat listrik salah satunya.

    Salut sama kepedulian Danone dalam mengedukasi masyarakat untuk membuat bumi ini tetap lestari

    BalasHapus
  11. Aku juga menanam tanaman nih, sejak awal pandemi lalu. Trus kok mulai aktivitas di luar rumah lagi, tanamannya sempat gak keurus. Tapi sekarang mau mulai ngerawat tanaman lagi..

    BalasHapus
  12. Iya, penting untuk memiliki gaya hidup berkelanjutan ya mbak
    Agar bisa berkontribusi terhadap lingkungan
    Semua yg ditulis diatas sudah mulai aku terapkan sih
    Semoga langkah kecilku ini bisa membuat bumi jadi lebih baik

    BalasHapus
  13. Paling susah memang menghilangkan kebiasaan pakai plastik kalau ke pasar ya mbak. saya juga masih belum 100 persen bebas sampah plastik nih, harus terus dilatih yaa. makasih artikelnya inspiratif

    BalasHapus
  14. Banyak cara yang bisa Kita lakukan dari rumah untuk menjaga kelestarian lingkungan ya Mba, bisa dengan memilah sampah, mengurangi kantung belanjaan, bawa minuman sendiri dengan tumbler. Simpel tapi sebenarnya ini juga bisa jadi langkah awal agar bumi kita tetap lestari. Seneng ya Mba, bisa ikutan acara Danone bareng temen-temen blogger lainnya

    BalasHapus
  15. Programnya Danone dalam upaya melestarikan bumi memang tidak diragukan lagi. Programnya keren dan top semua. Untuk hidup berkelanjutan yang baik dan optimal, pastinya butuh upaya, pembiasaan, dan edukasi. PR besar bagi saya pribadi. Semangat!

    BalasHapus
  16. Iya nih kita harus lebih peduli lingkungan hidup, sebisa mungkin hidup sederhana, hemat energi dan mulai menanam tumbuhan di sekitar rumah agar lebih asri dan nyaman

    BalasHapus
  17. Poin 1 sedang aku konsistenkan kak, dan alhamdulillah ternyata sekarang sudah banyak penyaluran untuk sampah rumah tangga kita. Sisanya aku masih belajar juga.. semoga sedikit2 bisa bantu pelebaran bumi lagi

    BalasHapus
  18. Banyak banget hal2 kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian yaa.
    Dimulai dari rumah, aku pun mulai melakukan gaya hidup bekelanjutan untuk kelestarian bumi tercinta.
    Yuk, bisa yuk..

    BalasHapus
  19. Makin kepingin memiliki tanah yang luas agar bisa menanam banyak pohon dan sayuran di kebun sekitar rumah.

    BalasHapus
  20. Memilah sampah nih masih peer banget buatku mak. Karena memang memakan waktu banget untuk urusan pilah2 sampah ini

    BalasHapus
  21. Diet plastik sudah lama tapi belum konsisten. Sejak supermarket tidak menyediakan plastik nih jadi lebih disiplin. Kalau pilah sampah masih belum konsisten. Pengen banget punya kebun sayur di rumah. Ini berhubung masih numpak di PMI belum bisa. Semoga makin konsisten biar Bumi makin baik lagi.

    BalasHapus
  22. Maaakk aku lagi mempelajari panel surya nih, kemarin beli tapi yg kapasitas kecil ujicoba dulu. Eeeh teman suami bisnis panel.surya juga ternyata, nah sudah dikasih itung2annya sih...

    Tetep modal awal lumayan tapi hemat kedepannya.

    BalasHapus
  23. menanam tumbuhan di lingkungan sekitar memang bikin adem mba banyak manfaat juga loh makanya di rumah gencar sekali nih buat menanam

    BalasHapus
  24. Alhamdulilah sedikit2 sudah dikerjakan walau belum sempurna

    BalasHapus
  25. Program #BijakBerplastik ini menurutku cocok banget dengan usaha banyak anak muda yang pengen mulai mindful dengan olahan limbah plastik yang dihasilkannya. Nggak jarang saya ketemu temen yang prefer masukin jajanannya langsung ke tas atau dibawa pake tangan aja daripada harus diplastikin. Semoga makin banyak progam serupa ya Mak!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.