14 September 2022

Mengenal Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

mengenal hanbok, pakaian tradisional Korea

Efek sering nonton drama Korea tuh jadi senang banget lihat orang Korea mengenakan Hanbok, apalagi kalau pas drama Korea saeguk sudah dipastikan akan melihat pakaian tradisional Korea. Apalagi sekarang ini banyak orang yang mulai mencoba budaya Korea, mulai dari hal sederhana seperti makanan dan gaya berpakaian.

Banyak juga yang memutuskan untuk pergi ke Korea agar dapat merasakannya secara langsung. Salah satu bentuk budaya Korea yang menarik bagi kebanyakan orang adalah hanbok yang merupakan pakaian tradisional Korea. Hanbok ternyata memiliki makna dan sejarah yang panjang loh! 

Hanbok adalah pakaian tradisional masyarakat Korea yang terinspirasi dari Hanfu, pakaian tradisional Cina kuno. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.

Mengenal Sejarah Hanbok
mengenal sejarah hanbok, pakaian tradisional korea

Sebelum kita mencoba hanbok atau pergi langsung ke Korea untuk merasakan mengenakan hnabok langsung disana, mari kita cari tahu dulu asal usul dari hanbok. Jadi ketika nanti kita ingin mengenakan hanbok sudah paham dengan jenis-jenis hanbok yang ada. 

Hanbok Pada Masa Tiga Kerajaan
Ternyata hanbok yang digunakan oleh masyarakat Korea banyak terpengaruh oleh budaya Cina kuno, ini salah satu budaya yang aku suka juga nih. Beberapa elemen dasar hanok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima (rok) diduga dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. 

Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang. 

Pada masa sekarang ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu.

Hanbok Pada Periode Goryeo
Kalau ngomongin Goryeo kenapa aku ingatnya sama drama Korea yang judulnya Scarlet Heart Ryeo. Jadi kanen si Wang So kalau kayak gini, apakah aku harus menonton kembali dramanya malam ini? 

Ketika Dinasti Goryeo (918-1392) menandatangani perjanjian damai dengan Kerajaan Mongol, raja Goryeo menikahi ratu Mongol dan pakaian pegawai kerajaan lalu mengikuti gaya Mongol. Sebagai hasil dari pengaruh Mongol ini, rok (chima) jadi sedikit lebih pendek. Sedangkan Jeogon (baju untuk tubuh bagian atas) diikat ke bagian dada dengan pita lebar, sedangkan lengan bajunya didesau agak ramping. 

Pejabat pemerintahan berpangkat rendah mengenakan sejenis jubah bernama jiknyeongpo yang kemudian diperkenalkan sebagai pakaian rakyat jelata pada era Dinasti Joseon. 

Hanbok Pada Periode Joseon
Pada hanbok wanita pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita Korea secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai bawah pinggang. Sedangkan Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.

Hanbok pria pada kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Biasanya mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas baik.

Mulai pertengahan dinasti Joseon, pria mengenakan dopo. Dopo dipakai sebagai jubah atau jas luar oleh kaum bangsawan dan ilmuwan. Rakyat biasa hanya dapat mengenakannya untuk melakukan jesa. 

Kaum bangsawan Joseon mempunyai varian yang cukup beragam. Shimui dikenakan dalam waktu senggang. Nama pakaian ini mengadung kata shim yang bermakna "berpikir" atau "merenung". Hakchangeui merupakan pakaian khas kaum ilmuwan dan bangsawan sejak era Dinasti Goryeo (918-1392) Pakaian ini dianggap melambangnkan pikiran yan gmulia dan keluhuran budi orang yang mengenakannya. 

Pada akhir abad ke-19 Heungseon Daewongun memperkenalkan magoja, jenis mantel bergaya Manchu yang masih dipakai hingga saat ini. Durumagi semacam jaket berukuran panjang akan dikenakan saat keluar rumah, terutama oleh pria dewasa.

Nah, jadi nanti ketika teman-teman memang ingin mencoba mengenakan Hanbok di Korea sudah tau deh ingin mencoba hanbok dengan gaya yang mana ya. karena ternyata hanbok juga ada beberapa macam mengikuti perkembangan kerajaan. 

21 komentar:

  1. Aku selalu suka liat perempyan2 Korea pake hanbok, kayak terlihat lebih feminin. Aku suka pas liat film Korea jaman2 kerajaan gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak, awalnya aku tuh males nonton drama Korea Sageuk karena melihat pakaian tradsional mereka. Eh tapi lama kelamaan kok bagus ya dan jadi lebih mengenal pakaian tradisional khas negera lain

      Hapus
  2. Hanbok periode Goryeo sepertinya berkesan lebar pada badan ya, soalnya ada pita besar begitu. Kalau pada periode Joseon Hanboknya lebih ketat dan pendek. Apakah ini jadinya kelihatan seksi? Hihihihi penasaran banget, kepengen lihatn tampilannya di foto, mak :D Intinya mah ini jubah ya hanya model dan motifnya berbeda. Keren, Hanbok dikenakan di tiga generasi kerajaan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Nurul... Apalagi kalau nonton si drama Sageuk itu, isinyakan wanita dan pria berhanbok

      Hapus
  3. Wah ilmu baru nih. Ibarat kebaya, kali ya. Di kota juga ada beberapa macam. Mulai kebaya biasa (masyarakat bawah) kebaya ningrat (dipakai para keturunan darah biru jaman dulu) hingga kebaya modern dan kebaya tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.
    Nambah wawasan banget. Durumagi kirain semacam cardigan, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul teh Okti, sama dengan kita yang mengenakan kebaya. Kebaya untuk putri raja, bangsawan dan pelayannya pasti beda.

      Hapus
    2. Iya ternyata hanbok ada macam-macam ya. Baru tau. Suka aja lihat wanita Korea pakai Hanbok. Kelihatan feminism gitu. Jadi ingat film Janggeum

      Hapus
  4. Oalah..bervariasi yaa ternyata, saya pikir ya satu jenis aja. Kalau sebutin hanbok, ya udah itu aja. Kayaknya sama nih penggunaan selendang/syal pada baju adat Sasak untuk yang perempuan, ternyata lain tuh cara pakainya untuk perempuan yang masih gadis, dengan yang sudah menikah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun awalnya mengira gitu juga mak, tapi pas lihat di drakor kok kayak banyak modelnya terus penasaran juga pengen ngebahas

      Hapus
  5. Aku kepingin deh mba sesekali pakaian Hanbok gimana rasanya pakaian tradisional masyarakat Korea mirip banget dengan pakaian tradisional Cina kuno...

    BalasHapus
    Balasan
    1. me too mak, sesekali pengen foto dengan menggunakan Hanbok. Coba ke Irum deh di Serpong itu ada studio yang memang menyewakan dan kita bisa pakai sambil jalan-jalan

      Hapus
  6. Aku TD cek Google dulu , pengen liat gambar2 hanbok menurut periodenya. Biar ada bayangan pas baca info. Menarik ternyata. Setiap zaman modelnya jadi beda2 yaaa.

    Agak nyesel pas trakhir ke Korea ga nyobain pake hanbok. Soalnya winter juga, akunya udh mager kalo harus ganti2 baju ­čśé. Tp ntr kalo kesana lagi, pengen deh cobain hanbok ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebayang kalau pas winter ganti bajunya pasti dingin banget. Tapi ini insya Allah aku akhir Oktober mau ke Korea dan nanti mau nyobain juga pakai Hanbok langsung di sana

      Hapus
  7. Aku pernah baca sejarah kelam mengenai hanbok ini.
    Karena zaman dulu pemakaian kain dan model hanbok juga disesuaikan dengan kasta yaa.. Dan hingga kini masih memanas aja nih hubungan Korea China kalau masalah budaya dan tradisi. Padahal akulturasinya menciptakan karya seni yang indah yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun teh, sejarah kelam... Aku tuh kemarin pas baca-baca tuh sambil memvisualkannya ke drakor coba, hahahaa

      Hapus
  8. Belum banyak film/drakor yang aku tonton. Tapi kebetulan aku pernah nonton The Royal Tailor yg bahas soal pakaian kerajaan, termasuk hanbok ya kan mbak? (Haha..lupa2 ingat soalnya). Hanbok mmg cakep ya... meski tampaknya susah kalau dipakai buat harian. Atau kalau di kampung2 di Korea, masih banyak yg sehari-hari pakai hanbok? Kayak di kita, di kampung2 masih ada orang2 (terutama generasi tua) yg sehari-hari pakai baju tradisional

    BalasHapus
  9. jadi tau lebih banyak tentang hanbok nih mba.. unik dan sarat sejarah ya. Selalu menyenangkan untuk belajar tentang budaya yang baru dan berbeda

    BalasHapus
  10. Ternyata Hanbok pun mengikuti perkembangan jaman ya, walau fungsinya pada masa itu tetap sama, tapi modelnya ada perubahan sedikit.

    Mengenakan pakaian tradisional gini, bagian dari melestarikan budaya juga, jadi memang bagus juga dikenalkan pada generasi muda.

    BalasHapus
  11. Kayanya aku pengen coba versi hanbok Goryeo karena mikir tatanan kepalanya lebih simpel. Etapi sekarang banyak hanbok modern kan. Jadi mana aja boleh deh apalagi bisa pakai di Korea langsung, hehehe

    BalasHapus
  12. Wah jadi tahu nih sejarah hanbok atau baju Korea dari jaman ke jaman ya. Warna baju hanbok menarik menurutku karena ngejreng-ngejreng warnanya.

    BalasHapus
  13. aku juga merasakan yang sama kayak mbak Cici, dulu keseringan nonton drama korea malah pengen bisa bahasa korea dan langsung ambil les, beruntung guru lesnya orang korea asli, jadi sering diceritakan budaya masyarakat korea dan kebiasaannya.
    ngerasain pakai hanbok pertama kali waktu ke rumah guru les korea ini dirumahnya, seru juga ternyata

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkujung ke Akuchichie Journey, semoga apa yang saya tuliskan bisa bermanfaat. Mohon kerjasamanya untuk tidak meninggalkan link hidup pada kolom komentar.